Sabtu, 22 Februari 2020

Bolehkah Memungut Iuran Warga



Gambar dari sini 
 

Dalam setiap ligkungan warga, banyak kebutuhan untuk kepentingan semua warga. Tentunya kebutuhan tersebut tidak bisa ditanggung oleh satu orang tapi seleruh warga. Ini dikarena kebutuhan tersebut menyangkut banyak kepentingan semua warga bukan perorangan saja. Dan setiap lingkungan akan berbeda iurannya tergantung kebutuhan mereka sendiri. Seperti di lingkungan aku, iuarannya berupa iuran RT/RW, dana sosial, sampah, satpam. Dibayar setiap bulan, untuk kebutuhan membayar satpam, tukang sampah, dana untu kegiatan rt/rw atau dana untuk menjenguk orang sakit atau meninggal. Oh ya apakah iuran warga ini boleh ditarik dari masarkat ? Dan banyak kasus  masarkat yang tak mau membayar iuran karena banyak alasan.

Tapi ingat ya ternyata iuran warga ini ada aturannya loh. Jadi iuran warga itu adalah uang warga  yang digunakan untuk keperluan lingkungan rt /rw. Agar rt/rw dapat menjalankan kegiatannya dbutuhkan dana. Dan iuarn warga inilah yang digunakan untuk menyokong kegiatan dilingkungan rt/rw dan artinya itu juga menyokong pemerintah jalannya urusan pemerintah. Dan ini semua ada dalam peraturan pasal 28 permendagri nomer 5 tahun 2007 dan pasal 29 permendagri nomer 5 tahun 2007. Untuk nominal iuran setiap warga berbeda-beda di setiap daerah . Nah, berapa besar iuran waga ini adalah kesepakatan antar ketua Rt dan warga setempat. Ini dilakukan dengan cara musyawarah. Biasanya ketua RT akan mencatat saat warga membayar iuran tiap bulannya. Bahkan ada yang sudah menyediakan kartu pembayaran iuran warga, sehingga jelas terlihat warga sudah bayar atau belum.

Kalau dilihat memang iuran warga ini memang dibutuhkan oleh setiap warga di lingkungannya. Jadi sudah tepat adanya iuran warga. Dan kesepakatan anatara ketua RT dan warga perlu dijalin baik sehingga besaran iuran itu tak menyebabkan konflik yang besar. Apa yang menjadi kebutuhan rutin warga setiap bulannya didata dan dibutuhkan dana berapa setiap bulannya . Dan kira-kira setiap rumahnya ditarik iuran berapa. Dan kesepakatan itu tentunya adalah hasil musyawarah. Kalaupun ada dana yang harus dinaikan karena ada kebutuhan yang naik ongkosnya juga perlu dimusyawarahkan. Dan ketua RT juga perlu membuat laporan tentang pengeluaarn dan pemasukan tiap bulannya. Dengan demikian bisa dilihat apakah pengunan uang warga sudah betul atau masih kurang karena saldo kurang. Semau bisa terlihat dari laporan. Kalau perlu laporan bisa dilihat oleh setiap warga agar tak ada saling mencurigai satu sama lainnya. Transparansi laporan itu penting sekali, agar kepercayaan warga tetap tinggi.

Kewajiban warga adalah membayar iuran warga agar kegiatan yang ada di RT bisa berjalan dengan baik. Dan tak ada alasan untuk mangkir membayar iuran. Bagaimanapun mereka menikmati fasilitas yang ada yang dibayar dari iuran warga.  Kalau di RT saya setiap bulannya dipungut iuran seperti iuran sampah, iuranb RT?RW. iuran dana sosial dan iuran satpam.Iuran sampah ini digunakan untuk petugas sampah yang rutin seminggu dua kali mengambil sampah dari rumah warga. Iuran RT/RW digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang diadakan dalam rangka memperingati hari besar. Iuran satpam digunakan untuk memberi upah satpam yang menjaga keamanan di perumahan. Iuran dana sosial digunakan untuk kunjungan ke warga yang sakit atau yang meninggal.  Jadi tak ada salahnya ya untuk memungut iuran ke warga , asal sesuai dengan kesepakatan bersama untuk membayar apa saja dan ada laporan pertanggungjawabannya. Dan kewajiban warga untuk membayar iuran warga sesuai kesepakatan itu demi lancarnya roda kegiatan di RT. 

Jumat, 14 Februari 2020



Baru-baru ini kelas merajutku mengadakan merajut bersama di alam. Dan pilihan jatuh ke woodland . Wisata baru yang ada di kabupaten Kuningan. Woodland ini terletak di desa Setianegara , Kecamatan Cilimus. Pertama masuk akan terlihat panorama  yang indah. Kenapa disebut dengan woodland atau pulau kayu. Hal ini karena dikelilingi dengan pohon-pohon besar dan areanya cukup luas untuk dilihat-lihat dengan kehijauan yang ada.  Di pohon-pohon besar itu ada papan-papan kayu yang dihubungkan dari satu pohon denagn pohon lainnya. Ada yang berupa jembatan, ada yang berbentuk hati. Dan kita bisa naik ke sana untuk duduk-duduk di sana atau di foto di sana. Akan lebih apik di foto di atas pohon. Dan wisata ini dikelilingi dengan gunung batu sehingga tampak eksotis. Udaranya sejuk, asri dikelilingi pohon-pohon yang menjulang tinggi. Dan di siang haripun tak terasa panas karena dinaungi oleh pohon-pohon besar.



Fasilitas yang ada di sana seperti kolam renang.kolam renang terdapat 4 dengan beragam kedalamannya. Ada kolam untuk anak , ada kolam untuk orangdewasa. Airnya dari sumber alami sehingga sangat jernih. Karena banyak pepohonan sehingga berenang di sini adem walau di ruang terbuka. Ada satu kolam yang bisa dijadikan buat foto-foto. Di dalam kolam itu, ada sepeda motor, komputer serta ikan hias sehingga pengunjung bisa berfoto dengan barang-barang tersebut di dalam air. Keren kan? Banyak gazebo yang bisa digunakan untuk istirahat dan duduk-duduk sambil melihat pemandangan. Juga ada wahana flying fox, sepeda gantung, memanah dan berkuda.Walaupun flying foxnya rendah sehingga kurang menantang, begitu juga dengan sepeda gantungnya.




Spot foto yang dimilik wisata ini cukup banyak. Ada jembatan kayu di atas pohon yang bagus sekali untuk difoto. Belum pohon pinus yang memang bagus untuk difoto. Dan ada jalan khusus agar pengunjung nyaman untuk jalan-jalan di sana. Ada juga kolam terapi ikan . duduk-duduk di sana sambil kakinya digigiti ikan di bawah pohon yang rindang. Beberapa tulisan woodland di dalam tempat wisata juag cocok untuk jadi spot foto. Di sini juga ada mata air yang dikenal dengan mata air Kangoran yang dipercaya oleh masarakat akan keajaibannya. Wisata ini cukup luas dengan luas 2,5 ha. Dan kawasan ini dimiliki Taman Nasional Gunung Ciremai. Dimana selama 5 tahun untuk mengolah dan membuat kawasan ini jadi lokasi wisata alam tanpa mengubah fungsi kawasan ini.




Saat ke sana , saat ibu-ibu kelas merajut ingin merajut di sana. Setelah selesai merajut kita jalan-jalan ke sekeliling wisata ini. Dengan banyak spot cantik dan rimbunnya pohon-pohon , jalan-jalannya tak membuat lelah. Yuk yang mau ke Kuningan bisa mampir ke sini. Area yang baik untuk menghilangkan penat. Dengan udara yang sejuk dan segar membantu pernafasan kita menjadi sehat. Mata memandang hijau yang menyehatkan mata kita.

Sabtu, 08 Februari 2020

Kekompakan Anak Dan Ibu



Peran orang tua dalam mendidik anak-anak sangatlah penting. Hubungan yang dekat harus dijalin dengan baik. Kedekatan anak dan ibu harus dipupuk sejak dini sehingga anak-anak mau bercerita kalau ada masalah terhadap dirinya dan ini juga memudahkan ibu untuk memasukan aturan, adab yang baik untuk anak-anaknya. Dan ibu juga gak bisa otoriter 100 persen , dan harus memberi kesempatan pada anak juga untuk bisa menentukan apa yang dia mau. Sejujurnya menjadi ibu memang butuh banyak belajar terus menerus dan berusaha sebaik mungkin sehingga gap antara anak dan ibu tidak terlalu jauh. Tentunya rasa sayang ibu terahdap anaknya begitu besar tapi jangan sampai rasa sayangnya justru menjerumuskan anaknya. Rasa sayang ibu terhadap anaknya atau sebaliknya bisa dilihat dalam tindakan sehari-hari. Dan ajang perayaan hari ibu juga bisa sebagai ungkapan rasa sayang terhadap ibunya. Memang sayang sama ibu itu setiap hari harus diterapkan tapi gak ada salahnya kita mengungkapkan rasa sayang kita pada ibu di hari ibu. Gak ada yang salahkan? Momen hari ibu bisa kita gunakan selain menyatakan rasa sayang kita pada ibu, bisa juga untuk kita berkontemplasi bagaimana ibu begitu menyayangi kita, apakah kita juga sudah menyayanginya sepenuh hati. Atau apakah kita masih belum menjadi anak yang baik. Jadi momen hari ibu juga bisa digunakan untuk menjadi pengingat kita untuk memperbaiki diri kita agar terus menyayangi ibu. Jadi baguskan ?



Nah, saat hari ibu bulan Desember kemarin, komunitas Circle of Happiness mengadakan lomba kekompakan ibu dan anak dan lomba membuat puisi untuk ibu. Tujuannya selain untuk memberikan banyak kegembiraan juga agar anak-anak diingatkan untuk selalu kompak dengan ibunya.

Lomba memindahkan kelereng dengan sendok.
Jadi mulai dari garis  Start. Pertama ibu memindahkan kelereng yang ada di sendoknya ke sendok anaknya dan ibunya bergerak ke depan anaknya untuk menerima kelereng dari anaknya. Terus begitu sampai garis finish. Kalau jatuh di tengah harus kembali dari awal lagi.



Lomba memindahkan bola pingpong dengan menggunakan cup kecil
Jadi setiap anak dan ibu di kepalanya diikat cup dengan cup menghadap ke depam. Mulai dari start. Ibu memindahkan bola pingpong yang ada di cupnya ke cup anaknya dengan cara menundukan kepalanya agar bola pingpong bisa jatuh ke cup anaknya. Ibunya bergerak ke depan anaknya untuk menerima bola pingpong . Terus sampai garis finish. Kalau jatuh di tengah harus kembali dari awal.



Lomba mngikat kedua kaki.
Kedua kaki ibu dan anak diikat satu yang kiri dan satu yang kanan. Dan mereka harus secepat mungkin sampai garis finish.



Anak-anak terus membuat puisi untuk ibu dengan menggunakan kertas hvs dan dilipat dengan cara yang kreatif agar menjadi bagus. Selain itu kertasnya dihias sedemikian rupa agar menjadi indah. Dan anak-anak membacakan puisi mereka di depan ibu-ibu mereka.selesai membacakan puisi untuk ibu mereka, pelukan hangat anatara ibu dan anak. Dan bagian ini bagian yang mengharukan. Seperti biasa , ada acara tukar akdo. Setiap anak membawa kado dengan maskimal harga 15 ribu rupiah dan barangnya harus bisa digunakan untuk anak perenpuan dan anak laki-laki. Setiap kado dibei nomer dan dibungkus dengan kertas koran. Kemudian anak-anak mengambil kocokan berupa nomer. Kalau dapat nomer 5 misalnya maka ia mendapatkan hadiah nomer 5.





Begitulah keseruan di acara hari ibu tahun ini. Dan terakhir anak-anak makan donut madu bersama.





Sabtu, 01 Februari 2020

Masih Relevankah Arisan



Gambar dari sini 
 

Di setiap lingkungan pasti selalu ada kegiatan arisan. Arisan itu seperti sudah menjadi bagian gaya hidup . Coba deh lihat di setiap banyak lingkungan pasti ada kelompok arisan. Mulai dari kelompok arisan yang sederhana sampai arisan dengan jumlah uang yang fantastis. Itu semua juga tergantung siapa orang-orang yang ada dalam kelompok arisan .Memang salah satu alasan dibentuknya kelompk arisan sih adalah silaturahmi, agar dalam lingkungan kita saling mengenal satu sama lainnya. Biasanya sih memang tujuan awalnya seperti itu. Tapi kadang embel-embel arisan malah jadi mengembang ke arah yang seharusnya menjadi ajang sialturahmi, malah jadi ajang ghibah, jadi ajang pamer, jadi ajang jualan. Kapan ya aku pertama kali arisan? Sepertinya saat setelah menikah. Sebelumnya tak petnah ikut arisan atau jaman itu belum ada arisan ya, kurang tahu juga.

Pertama ikutan ya di komplek perumahan tempat tinggalku. Sistimnya yang dapat bulan ini akan ketempuhan untuk menjadi tempat arisan berikutnya. Jadi arisan dilakukan di rumah anggota secara bergiliran. Ternyata sistim gini akhirnya ditinggalkan, kenapa? Wong kalau ketempatan malah repot banget menyediakan konsumsi. Kalau sedikit atau kurang kan malu, makanya untuk konsumsi kadang jadi butuh biaya yang besar. Jadi apalah artinya dapat arisan kalau bulan depannya harus mengeluarkan  uang yang banyak jadi membebankan sama yang mendapat giliran . Akhirnya diputuskan arisan dilakukan di  mushola dengan konsumsi camilan yang dibungkus plastik. Biasanya ada 2 macam dan satu aqua gelas. Tapi itupun akhirnya ditiadakan, karena sering mubazir. Karena kalau yang gak dateng sedikit akhirnya banyak yang gak habis. Arisannya juga dibandrol tak terlau mahal yang semua mampu dengan tujuan agar semau bisa ikutan arisan. Tapi ada saja yang usul kalau diadakan juga arisan dengan nominal yang lebih besar. Lah, awalnya katanya segitu agar semua bisa ikut arisan, loh kok ada permintaan seperti ini, jadinya aneh kan? Sebetulnya aku sih kurang setuju , kenapa? Karena kaya jadi ada perbedaan . kalau arisan sebagai ajang silaturahmi ya jangan ada lagi arisan dalam arisan lagi. Jadi kesannya yang ambil dua arisan lebih wah gitu. Kalau alasan buat nabung kan bisa nabung di bank. Jadi gak ada perbedaan lagi . Nah, ibu-ibu itu memang doyan ngomong sampai kadang ada yang bicara di depan saja gak serius dengerin . Agak seneng juga ada yang usul kalau saat arisan ada yang mau berbagi ilmu agar arisan bemanfaat. Wah , aku jadi rada senang nih, arisan bukan diisi dengan hanya omong kosong belaka. Tapi kenyataannya setiap ada yang berbagi ilmu , eh malah ibu-ibunya asyik ngobrol sendiri. Akhirnya hanya omongan belaka untuk mengisi dengan yang manfaat. Kenyataannya nol besar.

Lain di sekolah anak-anakku, aku gak ikut arisan, karena memang aku jarang ke sekolah anak, karena aku bekerja. Kalau di sekolah ada yang lucu juga ya, jadi arisannya ada arisan bulanan dan arisan mingguna. Entah kenapa begitu. Tapi sepengetahuan aku sih, arisan yang mereka dapat seringkali akhirnya digunakan hal yang mubasir. Pernah aku datang ke sekolah, ada yang dapat arisan malah jadi bahan untuk minta ditraktir. La, jadi kalau arisan alasan ikut arisan untuk nabung jadi salah kaprah dong. Kalau di tempat ngajarku juga ada arisan sekedar untuk senang-senang ada manfaatnya. Karena bukan ajang silaturahmi, karena tiap hari juga sudah ketemu.

Lain di kantor suamiku, juga ada arisan. Nah, dilihat datang buka arisan dan sudah begitu saja. Sekali lagi , agar ada manfaatnya ada yang berbagi ilmu, ini juga gak ada faedahnya , karena ibu-ibu hanya sekedar denger , bahkan malah asyik ngobrol sendiri . Jadi aku mau memberdayakan ibu-ibu juga susah, kalau yang niat saja gak ada. Pernah sih aku mendatangkan teman yang pandai membuat tas dari sampah yang hasilnya bagus sekali. Tapi respon ibu-ibu juga sama sekali gak ada . Bahkan yang coba bikin juga sedikit sekali. Jadi suka gak ngerti saja, ibu-ibu itu mau datang untuk bisa dapat sesuatu yang bermanfaat atau hanya  ingin mengobrol saja. Kalau kata aku sih , kalau dilihat ya hanya ingin ngobrol saja. Arisan , biasanya yang dapat dikocok terlebih dulu. Kalau namanya keluar itu yang dapat. Tapi ada saja yang bilang minta keluar dulu karena butuh. Dan itu memang diperbolehkan dengan alasan kemanusiaan. Nah, kalau aku karena jarang datang, jadi dapat arisan selalu terakhir . Tapi gak apa, jadi menabungnya benar-benar .

Nah, kalau di kantor suami kan dipotong gaji suami, jadi mau gak mau pasti semua bayar. Seringkalai kalau yang sudah dapat, sukanya susah bayar . Apalagi kalau ada orang yang jarang datang , seringkali kasih uangnya lupa dan kasihan yang ngurus arisan harus datang menagih. Makanya aku juga gak setiap ada arisan ikut. Hanya arisan yang memang wajib ikut karena alasan tertentu. Seperti di kantor suami, arisan dengan tetangga. Yang lainnya aku jarang ikutan. Jadi sebetulnya arisan itu masih relevankah?

;;