Minggu, 16 November 2025

Sepanjang Perjalanan Cirebon - Tegal

 


Perjalanan  Cirebon ke Tegal lewat kereta api baru pertama kali mencoba. Biasanya selalu naik mobil. Tetapi ingin sekali mencoba kereta yang bisa turun di Tegal dan sekalian ngonten Usep pertama kali naik kereta. Nah, ternyata kalau jarak pendek Cirebon – Tegal kalau pesen tiket go show ternyata lebih murah sekali. Makanya akan mencoba pakai go show pulang pergi Cirebon-Tegal dan Tegal- Cirebon. Gak menyangka ternyata kereta Kaligung jurusan Cirebon- Semarang melewati banyak statsiun termasuk statsiun Tegal. Jadi kami memilih kereta Kaligung. Dan beberapa statsiun yang berhenti di statsiun Babakan, Losari, Tanjung, Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Weleri, terakhir Pocol Semarang. Ternyata di statsiun Babakan dan Losari yang kecil juga penumpangnya banyak. Jadi kereta Kaligung ini kereta yang banyak peminatnya juga .

 


Jadi kereta Kaligung – Semarang ini diresmikan 1 Desember 2019. Sebelumnya Kaligung ini melayani Brebes- Semarang dan diperpanjang jadi Cirebon-Semarang. Cirebonnya di statsiun Parujakan.  Dengan rangkaian kereta api Kaligung menggunakan kereta kelas ekonomi new image dimana fasilitas setara dengan kelas eksekutif. Kursinya terbuat dari sofa dengan sandaran tidak 90 derajat. Junlah kursinya setiap keretanya 80 penumpang sehingga penumpang akan lebih nyaman. Nah, pulangnya pakai Tegal Bahari jurusan Tegal- Jakarta.  Dan bisa turun di sattsiun Kejaksan . Ternyata harga tiketnya juga hampir sama dengan Kaligung kalau go show sebesar 50 ribu rupiah..

 


Jadi kami datang lebih awal untuk pesan tiket goshow untuk pemberangkatakn kereta Kaligung jam 9.10. Setengah delapan sudah sampai di satsiun Parujakan. Setelah pesan kami lanjut dengan konten Usep di stasiun dan duduk sambil nunggu keberangkatan kereta Kaligung. Jam 9 kami dipersilahkan untuk naik ke kereta dan tepat jam 9.10 kereta perlahan berangkat. Dan  kami cukup terkejut juga karena kereta ini berhenti di stasiun Babakan dan Losari yang kecil tapi penumpangnya banyak juga. Bahkan ada yang bawa koper besar, artinya memang mau ke kota besar bukan hanya dari statsiun kecil lainnya. Melewati banyak sawah, ladang bawang merah di sekitar Brebes dan masih banyak lagi. Sampailah di Tegal, kami turun karena memang tujuan ke Tegal, membutuhkan waktu 1 jam 10 menit.  Kami pesan grab menuju rumah besan kami.

 


Nah, pulangnya bikin deg-degan ,kenapa? Karena rencana kami pulang jam 3 dan mau duduk-duduk di satsiun dan mau jajan makanan yang ada di sekitar alun-alun Tegal yang berada di depan statsiun. Tapi kami bilang ke besan kami mau pulang jam setengah duaan. Eh, malah diantar ke statsiun , tadi rencananya kami mau naik grab saja. Karena bilangnya pulang jam setengah dua akhirnya kami pesan goshow yang setengah dua padahal saat itu jam setengah dua kurang lima menit. Jadi buru-buru pesan dan naik ke kereta. Dan gagallah mau duduk-duduk di alun-alun sambil cari camilan . Kan lumayan sejaman di alun-alun.

 

Tapi tak palah gagal total. Tapi pengalaman naik kereta dari Cirebon ke Tegal sungguh menyenangkan dan memberikan pengalaman tersendiri bagi kami berdua , eh sama Usep dong.

 

 

 

 

 

Minggu, 12 Oktober 2025

Anak Circle of Happiness Membuat Pedang-Pedangan Dan Lato-Lato Tradisional

 


Permainan tradisional merupakan bagian terpenting dari warisan budaya Indonesia yang sudah ada sejak jaman dahulu. Mulai dari jaman kerajaan kuno sampai modern . Permainan  tradisional merupakan kegiatan yang menyenangkan selain untuk mengisi waktu luang dan hiburan semata tapi juga untuk melatih ketrampilan dan mengajarkan nilai-nilai. Permainan tradisional ini sudah diturunakn turun temurun yang mencerminkan nilai-nilai dan cara hidup masarakat tradisional di berbagai daerah di Indonesia.

 


 


Manfaat permainan  tardisonal jaman sekarang yang sudah banyak tergantikan dengan gadget sehingga seringkali sepi peminat. Bahkan di desa juga jarang dimainkan , kecuali desa-desa yang belum terinfeksi dengan adanya gadget sehingga untuk mengisi waktu luang mereka memainkan permainan tradisional. Sebetulnya banyak sekali manfaatnya karena kebanyakan permainan tradisional ini selalu bergerak dan aktif semua otot bekerja. Pertama tentunya anak-anak memainkan permainan ini untuk hiburan dan kesenangan. Tentu ada gelak tawa saat memainkan permianan ini. Selain itu meningkatkan ketrampilan motorik kasar dan  halus. Membuat alatnya dan langsung memainkannya.  Selain itu menanamkan karakter budaya tardisional seperti kerjasama, sportif, kejujuran , toleransi dan empati. Dan yang terpenting bisa meningkatkan kecerdasan logika, kinestetik, intelktual dan emosi.Dan permaina tradisional ini juga bisa diguankan sebagai media pembelajaran .

 


 


Keren ya , tetapi sayangnya sudah jaarng dimainkan anak-anak , hanya dimainkan saat ada acara yang berhubungan dengan anak, outbound tapi keseharain jarang digunakan lagi. Makanya kali ini kegiatan anak Circle of Happiness mengenalkan permainan tradisonal. Permainan yang dibuat dari pelepah daun pisang. Membuat pedang-pedanagn dan lato-lato dari pelepah pisang

 



 

Pedang-pedangan

Cara membuatnya:  Satu pelepah daun pisang dibersihkan daunnya. Kemudian merapikan bagian ujung yang besar. Memotong di bagian ujung yang besar sekitar panjangnya 15 cm atau sesuai kebutuhan.Membuat lubang di bagian batang yang pendek tadi dengan ukuran diameter pelepah pisang yang panjang. Kalau udah ada lubang bagian yang panjang dimasukan ke dalam lubang tersebut. Dan siap untuk dimainkan

 

Membuat lato-lato

Cara membuatnya. Memakai pelepah pisang dengan panjang sesuai keinginan . Kemudian bagian ujung atasnya dibelah menjadi beberapa bagian dan jangan sampai putus. Semakin banyak belahannya akan semakin keras suara lato-latonya

 

Bagiaman permainannya. Jadi setelah pedang selesai anak-anak berhadapan memainkan pedangnya ala-ala main anggar. Jadi anak harus mengenai lawannya dan yang lainnya bisa menangkis . Tidak boleh mengenai muka . Terus sampai akhiranya diperoleh dua orang untuk bertanding untuk mendapatkan juara pertama dan kedua. Seru sekali. Nah, untuk lato-latonya anak-anak memainkan bersama dan menimbulkan suara yang merdu dibandingkan lato-lato dari plastik. Lato-lato dari pelepah pisang ini lebih aman , gak mungkin mengenai muka seperti lato-lato dari plastik.

 


Begitulah keseruan anak-anak main pedang-pedangan dan lato-lato dari pelepah pisang. Mau coba? Silahkan dan dapatkan keseruannya

Minggu, 14 September 2025

Mie Bangladesh Yang Bukan Dari Bangladesh

 


 Gambar dari sini

Jadi waktu trend-trendnya mie Bangladesh mau sekali nyoba tapi apa daya di kota Cirebon belum ada. Sekalinya ada jauh dari rumah dan gak sejalan kalau mau ke arah kota. Jadi cuma bisa lihat orang bikin status makan mie Bangladsh saja . Apalagi anak –anak sudah menceritakan dan meriviewnya hasil mereka kulineran. Jadinya hanya gigit jari. Eh saat jalan-jalan ke kota lihatlah depan CSB mall ada mie Bangladesh . Senang dong tapi dilalahnya gak bisa ke sana saja karena banyak kegiatan yang arahnya ke Sumber bukan ke kota. Sampai akhirnya bisa makan mie Bangladesh tapi sudah gak  ngetrend lagi. Tapi gak mengapa yang penting bisa cobain rasanya.

 

Apa benar mie Bangladesh ini asalnya dari Bangladesh. Ternyata kejauhan mikirnya. Kalau baca asal usulnya juga jadi ingin ketawa saja. Oh, ternyata kenapa dikasih nama Bangladesh itu karena sebuah nama. Ya. Allah. Jadi mie ini banyak versinya. Pertama karena pemilik warung yang pertama kali menciptakan mie ini namanya Bang Ladesh sehingga jadi Bangladesh. Hiii, unik ya, hanya karena sebuah nama loh, jadi nama kuliner. Ada lagi versi yang mengatakan mie ini dari Lhokseumawe Aceh dimana pemilik warungnya Abdullah Arsyad memiliki warung dengan nama Banglah Delima Sigli. Jadi bangladesh. Unik lagi. Karena dua daerah ini banyak dihuni dengan etnis dari Asia Selatan makanya bumbu rempahnya menyerupai masakan Asia Selatan.

 

Ciri mie Bangladesh ini adalah rasa pedas dan gurih dengan tambahan toping telur, ayam dan menggunakan bumbu rempah Aceh. Yang paling terkenal di kota Medan adalah warkop Agam , mie Bangkadeshnya sangat disukai warga.. Mie disajikan dengan sedikit berkuah atau nyemek dan dilengkapi dengan tambahan telur setengah matang sehingga rasanya mienya creamy dan gurih. Jadi kami berdua akhirnya mengunjungi warkop yang jual mie Bangladesh depan CSBmall. Walau sudah ketinggalan jaman tak apalah untuk mencobanya. Aku sedikit ragu karena memang aku kurang suka yang terlalu banyak rempahnya seperti mie Aceh. Tapi karena mau coba akhirnya dicoba juga. Dan ternyata rempah-rempahnya gak terlau medok sehingga aku suka, Gak seperti awal makan mie Aceh langsung kurang suka.

 

Akhirnya aku bisa suka juga mie Bangkadesh. Di sana juga terdapa mie Paskitan yang kering tanpa kuah dan juga ada mie Aceh. Tapi cukup nyobain yang Bangladesh saja. Dan laporan ke anak-anak kalau kami berdua suka dengan rasanya. Begitulah pengalaman kami berdua makan mie Bangkadesh yang bukan dari Bangladesh. Rasa penasaran sudah terobati dan tentu akan datang kembali jika lagi mau makan mie. Walau terlambat trendnya tapi yang penting kami lansia ceria sudah pernah nyobain dong. Siapa tim  yang suka dan siapa tim yang gak suka.

Minggu, 17 Agustus 2025

Semakin Cantik Hutan Pinus Trijaya Kuningan

 


Wah, sudah banyak kali ke wisata Trijaya ini. Dari dulu masih polos gak ada sarananya sampai sekarang yang semakin cantik karena dirawat dengan baik . Serta ditambah fasilitas yang cukup bagus . Mulai dari Cafe yang baik bangunannya sampai area camping yang disusun dengan baik sehingga akan tampak rapih kalau mau ada yang camping di sana. Jadi sekarang lebih rekomendasi deh buat ke wisata Trijaya ini . Suasananya yang adem dengan hutan pinus dan pepohonan besar lainnya akan membuat kita akan suka berlama-lama di sini.

 


 


Tempat ini oleh warga setempat dikenal dengan nama Hulu Dayeuh. Dulunya merupakan area hutan pinus dengan luas 7 ha yang tidak terurus. Dan oleh karang taruna dan kompepar desa Trijaya membuat area hutan pinus ini digunakan sebagai tempat wisata. Wisata ini berada di desa Trijaya, kecamatan Mandirancan , kabupaten Kuningan. Jadi wisata ini terus berkembang menyesuaikan dengan trend yang ada saat ini.

 


Jadi saat mau konten dengan Usep, bagian depan masih sama . Tapi saat masuk ke dalam , sekarang ada cafe yang cantik dengan tempat makan seperti tenda terbuka dengan meja makan kecil. Dan orang bisa makan di sana dengan lesehan. Dan ini menggantikan warung kumuh yang dulu ada di sana. Akibatnya suasananya lebih cantik karena ada cafe cantik dan tak ada warung kumuh. Cafe ini menyediakan makanan dan camilan khas Sunda. Ada bandrek, combro, misro dan lain sebagainya. Area kampingpun sekarang sudah disusun dengan ada tendanya yang bisa disewa. Akibatnya nanti yang kemping akan rapih karena sudah ditempatkan di tempat tertentu. Keren Kan?

 


Selain itu juga ada spot foto yang banyak di sana . Bisa foto dengan latar belakang gunung Ciremai, hutan pinus atau lembahnya. Juga terdapat tempat duduk baik yang berada di bagian bawah yang terbuat dari kayu. Bisa juga duduk di atas kayu yang ada di atas pohon. Deretan hutan pinus yang rapih membuat suasana yang nyaman. Dan bisa ambil bunga cemara yang banyak berjatuhan.. Ada semak-semak  dan tanaman liar yang tumbuh di bagian lembahnya. Selain itu kalau mau outbound juga disediakan oleh pihak Trijaya. Rumputnya hijau dapat digunakan untuk lesehan di bawah jika musim kemarau. Kalau musim hujan rumputnya akan basah.

 


Jadi cukup puas melihat kemajuan yang ada di wisata Trijaya ini. Semoga bisa tetap terawat dan alami. Jangan menambah fasilitas tetapi malah menghilangkan keasrian alam yang ada di Trijaya.