Selasa, 01 April 2014

Perjalanan ke Banjarmasin-Makam Sultan Suriansyah




Di depan makam Sultan Suriansyah



Setelah dari Pulau Kembang , pulau sejuta monyet, saya melanjutkan perjalanan menuju suatu makam yang dikenal dengan makam Sultan Suriansyah.Sultan Suriansyah ini raja Banjarmasin pertama yang menganut agama Islam sedangkan raja Banjar pertama adalah Pangeran Samudra yang bergelar Sultan yaitu Sultan Suryanullah yang diberikan oleh orang Arab yang pertama kali datang ke Banjarmasin, setelah Pangeran Samudra diislamkan oleh utusan dari kesultanan Demak. Dan setelah meninggal  mendapatkan gelar Anumerta Panembahan Batu Habang atau Susuhunan Batu Habang berdasarkan warna merah (habang) pada batu yang menutupi makamnya di komplek Makam Sultan Suriansyah.


Tampak dari depan Makam Sultan Suriansyah


Komplek Pemakaman Sultan Suriansyah terletak di kecamatan Banjarmasin Utara, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Dari depan terlihat bangunan khas Banjar dengan papan yang bertuliskan Komplek Makam Sultan Suriansyah. Makam didominasi oleh warna hijau dan kuning keemasan. Menurut juru kunci disana dulunya  Sultan Suriansyah mempunyai postur tubuh yang tak sama dengan orang kebanyakan, badannya besar dan tegap, makanya besar makamnya tidak sama dengan makam pada umumnya , hampir dua kali lipatnya. Di sebelahnya makam ibunya Intan Sari. Ada beberapa makam lagi, ada makam panglima besar . Di sana ada sumur tua  yang katanya juru kunci merupakan tempat mandinya putri keraton masa lalu, karena area ini masih merupakan area kerajaan Banjar. Sampai saat ini air sumur ini masih digunakan bahkan warga yang berkunjung ke sana sering mencuci muka bahkan mandi dengan menggunakan air sumur itu. Di sana juga dijual air sumur yang sudah disimpan dalam botol aqua.


Makam Sultan Suriansyah yang besar melebihi makam orang biasa

Makam Keturunan Sultan Suriansyah




Di halaman makam sebelah kiri bangunan utama ada museum. Bentuk bangunannya juga khas Banjar dengan warna hijau yang menyimpan bukti sejarah, seperti banyak guci,piring, pedang, buku serta benda antik lainnya. Tapi penampilan benda-benda ini agak kumuh , mungkin karena jarang dibersihkan, begitu juga dengan museumnya terlihat kusam. Masuk museum , terasa udara yang pengap dan sedikit bau. Di sana juga tampak lukisan Sultan Suriansyah yang gagah dalam pakaian kerjaaannya.


 Museum yang terletak di sebelah makam Sultan Suriansyah


Guci-guci yang diketemukan di kerajaan Banjar


Sebetulnya dengan melihat makam-makam raja-raja atau sultan , kita bisa banyak belajar tentang sejarah dari kebesaran kerajaan/kesultanan. Itulah orang Indonesia, karena makam ini dianggap keramat, banyak orang yang datang kemari untuk meminta berkah, di sana ada juru kunci yang akan memandunya. Padahal kalau mau mendapatkan berkah , yang paling betul ya minta sama Allah, mengapa harus pergi ke kuburan yang dianggap keramat. Jadi juru kuncinya juga agak aneh melihat saya karena saya di sana hanya melihat-lihat makam tanpa mau melakukan ritual berdoa. Satu keunikan bangunanan lagi  yang kutemui di Banjarmasin.


4 komentar:

  1. Saya agak bingung dengan ini:

    "Sultan Suriansyah ini raja Banjarmasin pertama yang menganut agama Islam sedangkan raja Banjar pertama adalah Pangeran Samudra yang bergelar Sultan"

    Jadi, raja Banjar dan raja Banjarmasin itu tidak sama?

    Kalau saya sih biasanya "menyamar" jadi akademisi pemerhati budaya, jadi nggak ditanya-tanya perihal mau meminta berkah makam atau nggak, hehehe.

    BalasHapus
  2. Kesultanan banjar sama saja dengan Banjarmasin gak ada bedanya. Sultan Suriansyah dulunya namanya Pangeran Samudra yg berganti nama menjadi sultan Surysnullsh , nama ini diberikan oleh org Arab dan lebih dikenal dg Sultab Suriansyah setelah masuk islam sampai sekarang lbh dikenal dg nama Sultan suriansyah

    BalasHapus
  3. Menjelang pemilu kemarin, ada caleg yang berkunjung mengharap 'berkah' nggak ya Mbak he he

    BalasHapus
  4. nah itu dia , pastilah jd tempat tujuan utama para caleg, hi.hi, ada2 saja

    BalasHapus