Kamis, 12 Januari 2017

Gembok Cinta






Pernah gak lihat gembok cinta di suatu tempat, bisa tempat wisata atau tempat lainnya??? Kayaknya lagi ngetrend deh . Banyak lokasi yang dijadikan tempat gembok cinta ini. Gembok cinta adalah gembok yang dipasang sebagaai lambang cinta abadi , kayaknya digembok agar tetap abadi selamanya.Ternyata ada sejarahnya loh gembok cinta ini. Ini berawal dari kisah cinta Nada dan Relja yang berasal dari Serbia. Cinta mereka berakhir tragis karena perang dunia I. Di tempat Nada bertemu dengan Relja yaitu di jembatan Most Ljubavi, banyak wanita memasang gembok bertuliskan  nama mereka dengan pasangannya . Tujuannya agar langgeng dan tak akan terlepas dan tak bernasib butuk seperti Nada dan Relja.Dan dikenal dengan gembok cinta.


Sekitar akhir athun 2000 an tradisi gembok cinta ini mulai marak lagi. Awalnya di Perancis di jembatan Pont De’Archeveche, kemudian di Roma di jembatan Ponte Milvio dan masih banyak lagi. Tentunya gembok cinta ini juga sudah merambah kota-kota di Indonesia. Sudah banyak kota-kota di Indonesia yang mepunyai tempat dimana orang-orang bisa memasang gembok cinta, malah menjadi trend. Apalagi tulisan nama ditulis digembok sehingga bisa banyak terlihat banyak orang kalau mereka pernah datang kemari bersama pasangannya. Tapi sejalan dengan waktu gembok cinta juga bukan hanya untu pasangan tapi cinta yang lebih universal lagi, seperti keluarga, teman atau sahabat. Jadi yang jomblo jangan takut masih bisa pasang gembok cinta untuk keluarga atau teman baikmu. Nah yang masih bikin aku penasaran nih, kalau pasanagn yang ngaitkan gembok cinta itu ternyata gak langgeng, apa gembok cintanya dibuang atau dibiarkan begitu saja buat kenangan kalau dulu pernah punya kekasih. Apa ada gak ya yang nyimpen kunci gemboknya???? Duh kepo banget. Masih misteri nih.


Inilah gembok-gembok cinta yang peranh aku kunjungi.

  • 1.      Gembok cinta di balai kota Bandung. Nah di dalam taman di balai kota Bandung ada kawat yang berdiri tinggi dengan bentuk prisma. Kawat-kawat itu digunakan untuk mengaitkan gembok cinta. Gembok cinta ini diresmikan oleh kang Emil selaku walikota Bandung. Gembok-gemboknya kecil dan ada warnanya juga. Karena aku mah cintanya sudah digembok sama pak suami, makanya hanya berfoto saja di depan prisma gembok cinta ini.

  • 2.      Gembok cinta yang ada di taman Cikapayang. Kalau menyusuri jalan merdeka dari awal, disisinya terdapat anak sungai  Cikapayang yang sudah dijernihkan menjadi taman mungil dan di sana juga terdapat pagar yang bisa dikaitkan gembok cinta. Namun waktu ke sana gembok cintanya masih sedikit dengan warna yang suram.

  • 3.      Gembok cinta di Farmhouse. Gembok cinta yang bagus sekali. Pagar kawat yang ada di daerah hutan pinus mini , sudah banyak dikaitkan gembok cinta dengan tulisan nama pasangannya. Semarak karena gembok cinta ini ada motif dan warnanya juga cerah. Ini yang menyebabkan menjadi hal yang menarik . Dan gak puas untuk melihat-lihat nama-nama yang terpampang di sana.Begitu indah apalagi kalau gemboknya sudah penuh dan rapat.




Sebetulnya banyak tempat lagi yang memiliki gembok cinta. Tiga tempat ini yang baru aku kunjugi. Unik dan sebetulnya sih menurutku sekedar lucu-lucuan saja, karena langgeng atau gaknya bukan karena gembok cinta itu tapi tergantung masing-masing yang menjalani hubungan spesial. Dari ketiga tempat di atas satupun gak masang gembok cinta, hanya berfoto saja karena unik bisa berfoto di antara gembok-gembok cinta milik orang lain. Dan aku juga mendoakan agar mereka yang mengaitkan gembok cinta ini bisa langgeng cintanya , abadi karena sudah digembok dengan cinta. Amin....



Kamis, 05 Januari 2017

Spot Cantik Untuk Foto




Mau tahu spot cantik untuk berfoto??? Farmhouse Lembang. Di sana banyak spot cantik buat foto. Apalagi kalau pakai kamera canggih hasilnya pasti bakal bagus.  Kebetulan waktu mau cari spot cantik buat foto, pas liburan natal. Jadi berangkat pagi agar tak macet secara arah Lembang sehari-harinya saja sudah macet apalagi kalau liburan seperti kali ini.Letaknya di jalan raya Lembang, Bandung Barat, Gudangkahuripan Lembang. Ternyata benar , datang sudah banyak orang datang di sana menunggu pintu masuk dibuka. Dan mobil sudah banyak yang parkir. Untunglah dapat tempat parkir yang startegis , dekat dengan pintu masuk. Suasana nan hijau dengan udara yang segar dan pepohonan yang menjulang tinggi menyambut datangnya aku dan keluarga besarku. Terasa sejuk hawanya.




Datang membeli tiket yang bisa ditukar dengan minuman atau makanan . Tiket masuk seharga Rp 20.000,-. Tanah yang tak begitu luas denagn konsep wisata yang bertemakan eropa, modern sehingga terkesan berbeda. Pertama kali  tertarik melihat truk-truk yang dihias dengan warna yang cerah sangat memikat berjejer sebelah kiri pintu masuk. Tak terasa berfoto dulu di truk  unik tersebut. Lukisan yang terdapat di dinding truk begitu indah sehingga dengan warna yang cerah membuat tampil semarak Ternyata di dalam truk itu dijual pernak-pernik mulai dari gantungan kunci, boneka, mainan, tempelan kulkas.


Masuk ke dalam lewat terowongan kecil ada air terjunkecil, air terjun buatan yang asri.Kemudian  masuk jalur yang di dalammnya terdapat banyak orang-orang dengan kostum yang beraneka ragam. Masih di bawah pepohonan besar sehingga di sana sangat teduh. Dan kita bisa berfoto dengan mereka tapi dengan membayar seikhlasnya.. Nah, ada petunjuk masuk ke dalam hutan pinus. Benar saja di dalamnya terdapat hutan pinus kecil dengan jejeran pagar yang ditempelin dengan gembok-gembok ynag sudah ditulisi dengan nama-nama. Namanya gembok cinta. Ini seperti di jembatan Pont dest Perancis. Nah bagi yang berpasanagn boleh deh menempelkan gembok cinta di sini dengan namanya. Bagusnya gemboknya ini punya warna dan gambaran yang ceria sehingga tampak semarak. Di bawah hutan pinus juga teerdapat sepeda warna warni yang bisa dijadikan spot untuk berfoto juga.




Dari hutan pinus keluar lagi dan berjalan ke taman bunga dengan  rumah-rumah bergaya Eropa. Ada yang berjualan sovenir di bagian dalam gedungnya. Di sana juga disewakan baju-baju tradisonal negera Belanda. Bagus sih tapi antrean yang panjang membuat jadi malas . padahal kalau kita bisa berfoto kayak noni-noni Belanda asyik sekali di depan bangunan bergaya Eropa tadi. Di  sebelah kiri dan kanan terdapat banyak toko yang berjualan sovenir mulai dari makanan, selai dan lain-lain. Dari sana ke bagian taman yang juga bernuansa Eropa walau tak persis  sekali tapi  berfoto di taman ini juga spot yang indah . Dari sini akan tampak pemadangan yang bagus karena taman ini letaknya lebih tinggi dari yang lain.




Selain itu ada  ada peternakan kecil yang terdapat beberapa hewan . Seperti kelinci, iguana, domba kecil . Di sana juga terdapat rumah-rumah indian dan disewakan juga pakaian indian yang bisa dikenakan. Juga bisa memberi makan kelinci dan domba dengan wortel. Tapi saking banyaknya yang memberi makan , dombanya sudah gak mau lagi saat wortel didekatkan ke mulutnya. Hanya sedikit bau kalau ada di peternakan hewan ini. Mungkin dari kotoran hewannya. Dengan lahan yang tak terlalu luas tapi punya spot-spot untuk berfoto yang cantik membuat farmhouse diminati banyak orang. Jadi gak ada salahnya untuk ke sini untuk mendapatkan spot cantik untuk berfoto ria bersama keluarga , teman, kekasih . Monggo....



Kamis, 29 Desember 2016

Rumah Berlantai Kotoran Hewan





Penasaran kalau ada desa di Lombok yang berlantai kotoran hewan?? Dulu aku juga penasaran, makanya saat bisa berkunjung ke Lombok aku tak lupa datang ke desa di Lombok yang terkenal dengan rumah adatnya yang berlantai kotoran. Tadinya mau ke desa Sade tapi katanya di sana sudah terlalu ramai didatangi wisatawan. Akhirnya aku ke dusun Ende yang terletak di desa Sengkol, Kecamatan Pujut dan kabupaten Lombok Tengah. Datang aku sudah disambut oleh pemandu yang akan menerangkan tentang rumah adat di sana.





Dusun ini masih bersifat tradisional. Mereka menjalani kehidupan dengan memegang teguh tradisi dari leluhur mereka. Dusun Ende ini seluas 1 hektar. Mereka termasuk suku Sasak yang kebanyakan beragama islam. Juga ada yang beragama islam Wetu Telu yang ibadahnya berbeda dengan islam pada umumnya. Begitu juga ada yang menganut kepercayaan yang dikenal dengan Sasak Boda. Rumah dari penduduk suku Sasak ini beratapkan alang-alang.  Dan dikenal dengan bale tani karena kebanyakna dari mereka bermata pencaharian sebagai petani.Atap rumahnya miring agar para tamu yang akan masuk ke dalam rumah harus menundukan kepala . Tujuannya untuk menghormati pada pemilik rumah.  Dinding rumahnya terbuat dari bedek/anyaman kulit bambu/bilik, berpilar kayu dan berlantai campuran dari tanah liat dan kotoran sapi/kerbau.  Kotoran sapi/kerbau ini digunakan untuk pengganti semen atau perekat tanah liat. Sebulan sekali lantai akan dipoles lagi dengan kotoran kerbau/sapi . Tujuannya agar bagian yang terkikis karena rusak bisa dibetulkan lagi sehingga tetap mulus. Biasanya dilakukan pagi hari. Tujuannya agar saat sore hari setelah penduduk pulang dari ladang, lantai sudah kering. Dan aku mencium lantainya sama sekali tak berbau kotoran sapi/kerbau. Ah, lantainya sama persis dengan peluran pakai semen tak ada bedanya. Dan tak menyangka kalau itu adalah  dari kotoran sapi/kerbau.  Akhirnya aku bisa melihat sendiri lantai yang terbuat dari kotoran sapi/kerbau. Makanya di sekitar rumah ada kandang sapi yang nantinya kotorannya digunakan untuk melapisi lantai. Kotoran hewan ini bisa berguna untuk mengusir lalat atau nyamuk dan bisa sebagai penghangat.Tata ruang dari rumah adat ini berupa sesangkok dan dalem bale yang gak punya sekat . Anak tangga untuk masuk ke rumah selalu berjumah tiga sehingga dalem bale lebih tinggi dari sesangkok. Anak tangga bersusun tiga  melambangkan keluarga batih ayah, ibu dan anak atau perwujudan sistim pemerintahan dari kepala dusun, penghulu dan pemangku. Bisa juga hubungan antara Tuhan, alam dan manusia. Sesangkok ini semacam teras untuk terima tamu. Dan bale dalam punya banyak manfaat dari tempat tidur dan menyimpan barang .





Dusun ini hanya dihuni oleh 30 kepala keluarga. Rumah ini menghadap ke timur. Rumah yang muda berada di paling bawah /timur sedang yang tua paling atas/barat.Kebanyakan mata pencahariannya sebagai petani dan sebagian lainnya membuat kerajinan tangan dan  menenun. Suasana dusun ini sepi dan hening. Memang masih sedikit wisatawan kemari dibandingkan dengan di Sade tapi justru di sini benar-benar bisa menikmati suasana desa sebenarnay. Hening. Dan kebanyakan rumah kosong karena warga beraktivitas di luar rumah. Ada anak-anak yang main di sana berlarian tanpa menghiraukan wisatawan yang datang. Suasana benar-benar nyaman dan penduduknya juga ramah  dan banyak pepohonan yang membuat menjadi asri dan segar. Kebanyakan wanitanya menggunakan kain. Di sana juga terdapat galeri yang menjual kain hasil tenunan warga, kerajinan tangan hasil buatan warga.Hasil penjualan dari galeri ini nantinya dibagi  rata oleh penduduk desa itu. Juga terdapat lumbung padi yang unik. Lumbung padi ini menyimpan padi untuk persediaan kalau musim paceklik. Dan padi diambil hanya pada tiap hari senin dan hanya perempuan yang boleh naik dan mengambilnya. Hal ini karena perempuanlah yang mengurus rumah tangga.



Di dekat galeri aku menemukan ibu yang sedang mengendong bayinya. Saat aku tanyakan ternyata wanita itu bukan asli penduduk sini tapi dari pulau Jawa dari daerah Subang. Dia diperistri oleh laki-laki penduduk dusun Ende ini. Dan wanita ini mau tak mau hidup dengan adat istiadat di dusun ini. Dia menunjukan rumah yang dia gunakan. Bisa dibayangkan di Jawa mungkin rumahnya lebih bagus dari ini tapi dia mau untuk mengikuti adat di tempat suaminya.  Wah , perjalanan ke dusun ini yang begitu berkesan bagiku. Suasananya , keramahtamahan penduduknya dan keasriannya. Komplit.


Kamis, 22 Desember 2016

Pertama Kali Ngedoodle





Sering aku lihat di facebook bersliweran gambar-gambar doodle bahkan di Bandung di dinding di jalan –jalan bergambar doodle. Juga banyak buku mewarnai juga berisi gambar doodle. Kebetulan aku sangat tertarik sekali walau aku sendiri juga gak mahir gambar kecuali kalau mencontoh gambar punya orang lain. Aku pikir kalau aku belajar sendiri juga gak asyik , kenapa anak-aank asuhku juga aku ajak belajar doodle. Jadi aku bakal bisa dan anak-anak juga mendapat hal baru. Kebetulan di Cirebon ada komunitas doodle art Cirebon. Aku berusaha menghubungi mereka , tapi sungguh kecewa karena mereka gak bisa karena aktivitas anak-anak asuhku ada di Kuningan. Padahal desa Nanggela ini letaknya di  perbatasan dengan desa Sidawangi Cirebon. Mereka tak bisa kalau harus ke luar kota. Tapi masih ada orang baik yang mengenalkanku dengan  kak Habibah yang ternyata punya hobi bikin doodle. Akhirnya aku minta bantuan kak Habibah untuk membantu mengajar anak-anak belajar doodle.  



Doodle, menurut bahasa Indonesia artinya mencoret.  Doodle art ini termasuk ke dalam Freehand art. Bisa puny arti , ada juga yang tak punya arti. Sebetulya doodle arti ini baru muncul abad 17 dan muncul kata doodle ini berasal dari Jerman  yang artinya bodoh. Arti dari bodoh ada dalam judul lagu Yankee Doodle yang dinyanyikan oleh pasukan kolonial Inggris. Juga doodle art memiliki sejarah. Coret-coret yang ada di gua jaman dulu???  Ini salah satu doodle art tertua. Dan doodle art ini mempunyai jenis-jenisnya antara lain :

  • 1.      Doodle fantasi : biasanya bersifat fiksi dan fantasi

  • 2.      Doodle grafiti : biasanya dibentuk untuk menulis sebuah nama atau huruf dan  penuh dalam satu lembar kertas.

  • 3.      Doodle bunga : ini juga salah satu jenis doodle . Biasanya membentuk gambar dengan banyak gambar bunga.

  • 4.      Doodle animasi biasa menggambarkan animasi yang lucu dan imut. Ini yang paling terkenal dan paling banyak dibuat orang.

  • 5.      Doodle yang menggambarkan sesuatu.

  • 6.      Doodle pattern/pola  ini menggambarkan pola yang disusun rapih,unik dan ini dododle yang paling mudah dibuat.


Nah kak Habibah saat mengajarkan anak-anak kali ini mengajarkan anak-anak lima bentuk karakter dan lima macam ekspresi yang bisa digunakan. Dan anak-anak disuruh berimajinasi dengan lima karakter dan lima ekspresi menjadi suatu bentuk gambar yang menarik. Dan anak-anak sangat antusias karena ini hal yang baru bagi mereka. Aku sendiri mencoba tapi ternyata sulit juga untuk menggambar sesuatu sendiri tanpa melihat gambar orang lain. Tapi paling tidak aku sudah mencoba sendiri bagaimana menggambar doodle. Banyak dari anak-anak yang sudah bisa bereksplore dengan lima karater dan lima ekspresi.  Beberapa sudah cukup bagus untuk anak usia SD.





Sore hari setelah kegiatan ada seoarng ibu dari Kejia yang mengirimkan gambar doodle yang Kejia buat di rumah lewat WA.. Dan ternyata aku kagum dengan coretannya. Sudah seperti doodle yang sebenarnya dan terlihat rapih. Sunguh aku bangga ternyata aku gak sia-sia mendatangkan pengajar doodle buat anak-anak. Bisa dipraktekan langsung di rumah dan bisa jadi ketrampilan yang dia miliki . Semoga kegiatan doodle hari ini bisa bermanfaat bagi anak-anak semuanya. Dan bisa diaplikasikan untuk hal lain seperti untuk lukisan, kerajinan tangan atau  kartu atau lainnya yang bisa dipadukan dengan doodle. Dan doolde itu menarik dan kak Habibah juga berjanji akan datang lagi untuk mengajarkan kembali dengan karakter dan ekspresi lainnya .



;;