Kamis, 09 Maret 2017

Floating Market Yang Aku Tahu





Pasar Terapung yang ada di Lembang, Bandung Utara, waktu itu begitu booming dan aku masih saja belum ke sana karena malas dengan kemacetan Lembang apalagi di waktu weekend. Dulunya pasar terapung di Lembang ini adalah situ Umar yang sering aku kunjungi waktu kecil. Bahkan pernah pada saat SMA aku belajar ekosistim danau ya di situ Umar ini. Jadi situ Umar bagiku sih sudah tak asing lagi. Bahkan jadi kunjungan rutin saat kepala suntuk. Udara yang sejuk bikin tenang duduk di sini. Dulu sih belum macet dan bisa menggunakan kendaraan umum . Kalau sudah duduk di tepian danau, sudah deh bisa melamun sepuasnya dan suntrukpun hilang karena udara yang sejuk bikin nyaman di hati. Dan sekarang diubah menjadi wisata yang asyik tentunya. Flotaing market ini mengadaptasi pasar terapung di Banjarmasin dan Thailand. Tapi ini diberi konsep modern tidak seperti pasar terapung di Banjarmasin. Tapi di Banjarmasin juga unik karena masih mempertahankan sisi tradisionalnya. Nah, saat aku berpergian bersama ibu-ibu darma wanita ya akhirnya aku bisa kemari juga setelah banyak orang yang pernah datang ke sini, setelah sudah gak booming lagi.  Walau telat tapi tentunya dengan melihat sendiri situasi di sana membuat kita tak penasaran lagi.



Dari pintu gerbang masuk , kita akan diberi tawaran untuk menukarkan tiket dengan minuman yang panas yang cocok dengan udara Lembang yang sejuk. Dari sana akan terlihat danau yang luas dengan area pejalan kaki yang apik dengan pepohonan yang asri. Juga terdapat gazebo kecil yang banyak terdapat di sana untuk sekedar duduk-duduk.Untuk menyeberangi danau ada perahu yang tersedia, kalau tidak kita bisa jalan kaki untuk mengitari danau. Ini lebih seru . Banyak yang kita lewati saat mengitari danau. Terdapat area yang berbau Jepang. Kita bisa menyewa pakaian adat Jepang. Area pasar terapung ini dibangun di tengah-tengah danau dengan membuat daratan yang memanjang. Penjual akan berdagang di atas perahu di tepian sepanjang jalan tersebut. Banyak kuliner  khas Jawa Barat yang dijual di sini. Dan aku pilih ketan bakar dengan minuman hangat yang tepat untuk suasana sejuk. Untuk membeli tak boleh dengan uang tunai tapi kita harus membeli koin di tempat tertentu. Dengan koin tersebut kita bisa beli aneka macam kuliner di sana. Di sana juga disediakan meja dan kursi untuk tempat makan.


Nah, di sana juga tersedia saung-saung untuk tamu-tamu dalam jumlah banyak atau berupa rombongan besar.Biasanya untuk acara gathering atau  arisan atau yang lainnya dengan fasilitas yang lengkap. Di ujung danau juga terdapat beberapa restoran yang berjualan di bangunan permanen dengan variasi sesuai dengan tema. Juga floating market ini didominasi dengan pondok-pondok kayu dan bambu yang sangat khas  sunda. Juga kita bisa lihat beberapa fauna seperti angsa dan kelinci serta ikan. Bahkan kita bisa memberi makan ikan yang tubuhnya besar-besar. Selain itu di sini juga terdapat spot wisata lain  seperti kampung Leuit dan taman kelinci.




Untuk suasana memang mengasyikan. Apalagi banyak kuliner yang sangat menggoda. Walau telat, tapi  sayang karena ikut rombongan jadi tidak bisa lama-lama besantai di sana. Padahal asyiknya santai dengan duduk sambil makan , sambil menikmati pemandangan , kalau perlu berperahu untuk menikmati danau nan hijau dikelilingi pepohonan yang rimbun.




Kamis, 02 Maret 2017






Tahu permaian monopoli?  Monopoli adalah permainan berupa papan dengan tujuan untuk menguasai petak yang ada di papan dengan cara membeli, menyewa atau pertukaran properti . Dimana setiap pemain melemparkan dadu untuk memindahkan bidaknya dan bila ia mendarat di petak yang belum dimiliki pemain lain, dia bisa beli petak tersebut. Kalau petak itu sudah dibeli oleh pemain lain dia harus bayar uang sewa . Sebelum ada monopoli sudah ada permainan yang lain  seperti The  Landlord’s  yang mempermudah orang mengerti kalau tuan tanah memperkaya diri dan memiskinkan para penyewa. Sampai suatu saat  permainan ini diterbitkan tahun 1913 di London.Permainan ini tersebar bukan saja lewat penjualan tapi lewat mulut ke mulut.



Nah , apa hubungan monopoli dengan belajar menghafal surat pendek, hafalan doa dan bacaan solat? Nah waktu aku lihat ada beberapa anak di komunitas Circle of Happiness yang masih sulit untuk menghafal surat-surat pendek , doa dan bacaan solat yang diajarkan oleh pengajar di TPA yang mereka ikuti, aku perlu cari cara agar mereka bisa belajar dengan menyenangkan.  Kalau mengajarkan dengan cara yang sama dengan di TPA mungkin anak-anak akan bosan , maka perlu cara lain yang asyik. Dan tercetus ide bagaimana kalau gunakan permainan monopoli. Dan mulai dengan menciptakan desain yang cocok untuk digunakan belajar. Jadi hampir sama dengan monopoli biasa. Ada petak-petak yang mengelilingi , mulai dari start sampai kembali ke start. Kalau di monopoli biasa petak-petak berisi nama-nama kota yang bisa dibeli, tapi monopoli ini berisi beberapa gambar. Ada gambar anak-anak, gambar anak berdoa, gambar anak baca  Al Quran dan ada anak sedang solat. Juga ada dana umum dan kesempatan, parkir bebas, untuk masuk penjara diganti dengan masuk pesantren. Tapi di sini tak menggunakan uang. Karena ini berhubungan dengan agama makanya disebut dengan monopoli religi.



Cara bermainnya sama saja. Pertama melempar dadu. Kemudian bidak akan dijalankan sesuai dengan angka yang terdapat di dadu. Bila anak berhenti di petak yang bergambar anak saja , hanya mendapat nilai 5. Bila berhenti di petak bergambar anak berdoa, akan diberi pertanyaan tentang hafalan doa, kalau bisa menjawab diberi nilai 20. Kalau berhenti di petak anak yang sedang solat, melihat gerakan apa yang ada dalam gambar tersebut dan membacakan bacaan tersebut. Bila benar jawabannya mendapat nilai 25. Kalau berhenti di petak yang bergambar anak baca Al Quran diberi pertanyaan surat pendek, dan bila bisa menjawab diberi nilai 30. Untuk dana umum dan kesempatan ada pertanyaan tentang doa , surat pendek dan bacaan solat. Kalau masuk pesantren dan mau keluar dari pesantren dadu harus berjumlah enam, kalau sudah tiga kali belum mendapatkan angka enam boleh minta pertanyaan agar bisa keluar dari pesantren. Agar anak-anak tidak lupa setiap anak sudah menjawab pertanyaan , anak yang lain mengulang bersma-sama. Secara tak sadar mereka akhirnya belajar dengan cara menyenangkan .



Selama satu jam anak-anak bemain dengan suka cita. Tanpa mereka sadar mereka sudah banyak belajar surat-surat pendek, bacaan solat dan doa-doa. Walaupun masih ada yang sedikit lupa, tak mengapa. Paling tidak ini bisa mengulang apa yang diajarkan di TPA yang mereka ikuti, tapi ini dengan cara yang berbeda . Ternyata dengan cara yang lain dan mengasyikan membuat anak-anak lebih semangat belajarnya apalagi ada hadiah menanti bagi kelompok yang meraih nilai yang paling tinggi. Nah, mau mencoba buat anak-anak agar mau belajar hafalan surat dan doa dengan menyenangkan, boleh deh mencoba permainan ini.


 

Kamis, 23 Februari 2017





 Pulau Tidore. Gambar dari sini

Kalau kita beranjak ke arah timur di daerah Maluku Utara di sebelah barat Halmahera terdapat pulau Tidore. Letaknya dekat dengan pulau Ternate. Dulunya pulau ini dikenal dengan nama Limau Duku atau Kie Duko. Nama ini punya arti pulau yang punya gunung berapi. Ini terlihat pulau Tidore didominasi dengan gunung Kie Matubu gunung berapi .Kemudian pulau ini diberi nama Tidore yang berasal dari  To adao Rahe yang memiliki arti saya mungkin telah sampai. Di Pulau ini banyak peninggalan sejarah  saat penjajahan Portugis ataupun Belanda. Peninggaln sejarah ini bisa dijadikan tujuan wisata ke pulau Tidore, karena sudah banyak di daerah lain dikembangkan wisata sejarah.

Potensi wisata sejarah di pulau Tidore ini cukup bagus apalagi kesultanan Tidore termasuk kerajaan Nusantara yang kuat. Bahkan saat Sultan Nuku berkuasa beliau bisa menghalau VOC dari pulau Tidore. Sebelum VOC datang Portugis sudah lebih dulu datang ke pulau ini. Pulau ini kaya akan rempah-rempah yang menbuat bangsa lain ingin datang dan merebut pulau ini.Dengan demikian banyak sekali peninggalan Portugis dan Belanda . Hal ini memungkinkan wisata sejarah dikembangkan di Pulau Tidore. Banyak hal yang menarik yang bisa dilihat dari potensi wilayah pulau ini dalam kesejarahannya. Beberapa wisata sejarah yang bisa dikunjungi saat datang ke Pulau Tidore.


  • 1.      Benteng Tohulu dan Toware. Benteng ini peninggalan bangsa Portugis. Letaknya di sebelah barat laut pulau Tidore. Benteng ini hanya terlihat puing-puing saja dan sudah banyak yang hancur tapi kalau dilihat dari arah laut akan terlihat jelas benteng yang luas dan gagah . Benteng ini hancur karena serangan bangsa Belanda yang masuk ke pulau Tidore ini untuk menguasai rempah-rempahnya.
  •  
    Benteng. Gambar dari sini

  • 2.      Istana kesultanan Tidore. Istana ini dibangun pada 14 Masehi. Kesultanan Tidore ini mencapai kejayaannya pada saat pemerintahan Sultan Nuku karena penataan sistim pemerintahannya yang sangat baik. Istananya disebut dengan Kedaton Kie. Kedaton artinya milik rakyat. Makanya aktivitas pemerintahan bukan saja hanya di tangan sultan tapi tanggung jawab rakyat Tidore juga. Dulu istananya dibuat dari bambu (dinding) dan alang-alang (atap). Kemudian pada masa pemerintahan  Sultan XXX ( Sultan Muhiddin Muhammad Taher) beliau mengganti kedaton dengan yang permanen yang pembangunanya selesai tahun 1861 M. 
  •  
    Istana Kesultanan Tidore. Gambar dari sini

  • 3.      Museum  Sonyine Malige. Museum ini penuh dengan sejarah dari kesultanan Tidore. Di Museum ini terdapat Mahkota Berambut Kesultanan Tidore. Banyak orang yang percaya rambut yang ada di atas mahkota dapat tumbuh setiap tahunnya. Akibatnya perlu dipotong dan saat malam idul adha dilakukan upacara pemotongan rambut tersebut. Mahkota ini berguna juga untuk memilih  calon sultan. Setiap anak laki-laki keturunan sultan harus mencoba mahkota ini. Bila mahkota ini bisa melekat pas di kepalanya artinya dia berhak menjadi sultan.  Mahkota ini disimpan di kamar Puji yang disakralkan sehingga tak semua bisa masuk kesana. Selain itu juga terdapat singgasana sultan, tempolong tempat meludah sultan, alat-alat perang dan lain sebagainya. Museum ini semakin menarik selain mempunyai nilai sejarahnya juga terdapai nilai magisnya.
  •  
    Museum Sonyine Malige. Gambar dari sini

4.Mesjid  Kesultanan Tidore.  Dikenal dengan mesjid besar atau mesjid Kolano yang dibangun pada tahun 1700 Masehi. Di areal mesjid terdapat bangunan yang dikenal dengan sebutan Stanyer untuk tempat bedug (tifa). Ke arah ruang solat ada serambi yang disebut dengan  Gandaria. Untuk ke teras harus melewati tujuh teratak tangga. Untuk solat disangga oleh  4 tiang utama yang tingginya 7 meter dan ada dua mimbar. Mimbar yang satu untuk kotbah sedangkan mimbar yang lain  ditutupi dengan kelambu putih yang digunakan untuk solat sultan. Untuk mengurus mesjid ini dilakukan oleh satu Qogdhi dan dibantu 6 imam yang dikenal dengan sebutan Imam Soe. 6 imam ini bertugas bergantian.

 Mesjid Kesultanan Tidore. Gambar dari sini

Nah, itulah beberpa wisata sejarah di pulau Tidore yang bisa dikunjungi. Walau masih banyak hal yang perlu dilakukan agar wisata sejarah ini benar-benar bagus dengan sarana yang menunjang suatu wisata sejarah, maka tak ada salahnya kita juga ikut mendorong wisata wan baik dalam negeri maupun manca negara untuk mengunjungi pulau Tidore dan menggalakan program Visit Tidore Island. Dengan demikian pulau Tidore akan menata diri agar pantas untuk disinggahi wisatawan untuk melihat bagaimana peristiwa masa lampau yang menyertai sejarah pulau Tidore.



Kamis, 16 Februari 2017

Docang Kuliner Para Wali




Gambar dari sini 
 

 Kota Cirebon dengan sebutan kota wali , karena di sinilah mulai penyebaran agama islam oleh Sultan Gunung Jati. Penyebaran agama islam lewat kearifan lokal yang ada di kota Cirebon sehingga memudahkan  agama islam masuk ke wilayah Cirebon. Kuliner docang ini erat sekali dengan para wali di Cirebon. Kuliner yang sejarahnya berhubungan dengan syiar agama islam. 

Docang sendiri adalah kuliner khas Cirebon yang terdiri dari lontong, daun singkong, toge dan kerupuk dan berpadu dengan sayur oncom serta dikombinasikan dengan parutan kelapa.Hampir mirip urab tapi kalau ini diberi kuah . Rasanya khas gurih disajikan dalam keadaan hangat. Docang ini memang benar-benar makana asli kota Cirebon  Docang ini sering sulit ditemukan karena sudah tergeser dengan makanan yang lebih modern. Nama docang itu sebetulnya merupakan singkatan dari kacang dibodo (dibacem) atau tempe bungkil (dage) yang jadi bahan utama docang. Tadi sudah disebutkan kalau docang ini erat hubungannya dengan penyebaran agama islam di Cirebon. Waktu penyebaran agama islam masuk ke Cirebon tentunya ada yang tidak suka dengan Sunan Gunung Jati dalam hal penyebaran agama islam, apalagi makin banyak yang menjadi muslim. Salah satunya ada pangeran yang sangat membenci Sunan Gunung jati. Pangeran ini mau berbuat sesuatu untuk menyingkirkan para wali. Pangeran ini mengumpulkan sisa-sisa makana  dari istana dan dicampur jadi satu, tujuannya agar yang makan ini akan keracunan. Jadi waktu makanan ini dihidangkan ke pada para wali yang sedang berkumpul di Mesjid Agung Keraton Cirebon. Semua yang hadir di sana memakan makanan sisa olahan pangeran . Tapi herannya tak ada satupun yang keracunan bahkan mati. Malah justru mereka sangat menyukainya.

Docang sebetulnya makanan yang kaya manfaat. Ini makanan bebas kolesterol karena isinya semua sayuran. Kuah docangnya ini gurih sekali. Daun singkong  dan toge yang direbus setengah matang sehingga teksturnya tak layu sekali. Kuahnya gurih dengan parutan kelapa yang mengambang di kuahnya. Ditambah krupuk kecil warna putih yang menyebabkan rasa gurihnya begitu terasa.

Di kota Cirebon sendiri sudah banyak kuliner asli atau modifikasi yang dijadikan salah satu kuliner khas Cirebon yang bisa digunakan untuk oleh-oleh dari kota Cirebon. Salah satunya banana Keraton . Cake yang berasal dari pisang dengan berbagi rasa bisa menjadi salah satu oleh-oleh khas Cirebon. Kuliner Indonesia memang banyak dan tentunya bisa dibeli untuk oleh-oleh kita saat berpergian ke berbagai tempat. Tapi kalau gak mau repot bisa juga kita memesan paketan oleh-oleh dari berbagai kota di Indonesia di Omiyago. Kita hanya butuh membuka akun di Omiyago. Dan bila ingin banyak mengetahui budaya dan kuliner di Indonesia dan kita gak sempat berpergian ke sana bisa mengunjungi web TelsuRi untuk bisa mengetahui lebih banyak budaya dan kuliner Indonesia.

Di Cirebon masih banyak lagi kuliner khas Cirebon dan sekarang sudah banyak oleh-oleh makanan yang bisa dibawa pulang sebagai cindera mata dari kota Cirebon. Terutama makanan /camilan yang memodifikasi bahan yang ada di sini menjadi kuliner yang lebih modern seperti banana keraton. Kue dengan rasa pisang dengan varian toping yang berbeda bisa menjadi alternatif oleh-oleh dari kota Cirebon. Nah, tunggu apa lagi, berkunjunglah ke kota Cirebon dan nikmati kulinernya dan bawalah oleh-oleh makanan khas Cirebon .

;;