Kamis, 18 Mei 2017

Umroh (2 ): City Tour Mekah





Dalam cerita sebelumnya tentang prosesi umroh di sini , aku menceritakan akan menuliskan tentang city tour di Mekkah. Ini salah satu itenary dari program umroh dari travel biro yang aku pakai. Kalau aku lihat sepintas kota Mekkah, kota yang dikelilingi gunung batu dan gurun pasir. Gak ada tumbuhan yang tumbuh subur di sana. Aku sendiri merasa bahagia tinggal di Indonesia dengan alam yang subur dengan pepohonan yang rindang. Melihat kota Mekkah yang gersang, panas (aku umroh pada bulan Maret yang cuacanya sangat bersahabat karena suhu pada siang hari di sekitar 35-37 C saja) mata rasanya perih lihat cuaca yang terik. Membayangkan kalau suhu lebih panas saat pada musim panas. Nah , untuk city tour ini tempat yang kita tuju adalah


  • 1.      Mina. Mina , lembah di padang pasir dan terletak  5 km sebelah timur kota Mekkah. Dikenal dengan kota tenda karena banyak tenda yang digunakan untuk jemaah haji. Tenda ini tetap didirikan dan hanya terisi saat musim haji. Dan juga dikenal tempat untuk melempar  jumrah . Didatangi oleh jemaah haji sehari sebelum wukuf di padang Arafah dan hanya tingal sehari saja di sini. Jemaah akan berangkat ke padang Arafah dan akan kembali lagi ke Mina setelah wukuf karena akan melakukan prosesi lempar jumrah. Di Mina juga tempat pemotongan hewan kurban karena di sana terdapat tempat saat nabi Ibrahim hendak mengurbankan anaknya Ismail.
  •  

  • 2.      Arafah. Padang pasir yang ada di sebelah timur Mekkah sejauh 25 km. Padang pasir yang dikelilingi oleh gunung batu yang berbentuk setengah lingkaran. Di sinilah jemaah haji melakukan wukuf. Wukuf adalah puncak ibadah haji yang harus dilakukan di padang Arafah dan pada tanggal 9 Dzulhijah.
  •  
     
  • 3.      Jabal Rahmah. Di padang Arafah ini ada bukit batu yang di bagian atasnya terdapat tugu putih. Tugu putih ini dibangun untuk menandai adanya pertemuan kembali antara nabi Adam dan nabi Hawa yang telah terpisahkan selama 200 tahun. Rahmah memiliki arti  kasih sayang. Tinggi bukit ini hanya 70 meter dan bisa dilewati dengan naik tangga . Berhubung waktu itu harus bersegera karena akan melakukan prosesi umroh yang  kedua sehingga tidak sempat naik sampai ke atas. Katanya dari atas kita bisa memandang  padang Arafah . Dan di sini juga Nabi Muhammad mendapatkan wahyu terakhir  sebagai penyempurna ajaran Islam. Bagi yang belum punya jodoh, berdoa di sana akan cepat terkabulkan.
  •  
  •   
 

  • 4.      Jabal Tsur dan Jabal Nur. Tempat yang bersejarah dan banyak dikunjungi oleh banyak orang. Tapi rombongan hanya melewati saja, karena ke sana membutuhkan waktu yang lama.  Jabal Nur ini terletak 6 km dari Masijil Haram. Dimana di puncak terdapat Gua Hira tempat Nabi Muhammad menerima wahyu yang pertama. Jabal Nur ini punya ketinggian 2500 kaki. Sedangkan Jabal Tsur  gunung batu setinggi 458 meter yang berada di sebelah selatan kota Mekah. Gua Tsur terdapat di puncak  Jabal Tsur . Dimana di gua ini Nabi Muhammad dan Abu Bakar Shiddeq tempat mereka bersembunyi selama tiga hari dari kejaran kaum kafir Quraisy saat hijrah ke Madinah.  Mengunjungi dua gunung batu ini tak termasuk rukun haji. Tapi bila ingin mengunjungi juga bisa walau ke sana tidaklah mudah karena medan  yang berat.


Begitulah City Tour Mekkah di hari kedua. Melihat Mina, Padang Arafah , membayangkan jemaah haji seluruh dunia berada di sana dalam waktu yang bersamaan. Tunggu lagi cerita perjalanan menuju Madinah. 

Kamis, 11 Mei 2017

Angklung






Tahu angklung ? alat musik tradisional dari tanah sunda yang terbuat dari  bambu. Cara memainkannya juga mudah hanya dengan menggoyangkannya. Bisa berbunyi karena benturan badan pipa bambu dan bunyi yang dihasilkan bergetar mengeluarkan suara nada  2,3,4  tergantung besar kecilnya  ukruan angklungnya. Dan angklung tercatat sebagai karya agung warisan budaya lisan dan nonbendawi manusia dari UNESCO sejak November 2010. Jadi angklung sudah diakui keberadaannya di seluruh dunia sebagai alat musik asli Indonesia. Keren kan???

Asal usulnya belum diketemukan secara pasti tapi bentuk primitifnya sudah ditemukan pada jaman Neolitikum yang berkembang di nusantara sampai pertengahan jaman modern. Sehingga angklung merupakan bagian dari replik Pra Hindhuisme dalam  kebudayaan nusantara. Tentang  catatan mengenai angklung baru muncul saat kerajaan sunda pada abad 12 sampai abad 16. Angklung ini ada hubungannya dengan kehidupan  masarakat sunda yang agraris yang bersumber pada Dewi Sri  sebagai pemberi kehidupan. Pada suku baduy angklung  digunakan sebagai ritual menanam padi. Bambu adalah bahan utamanya dari angklung yaitu bambu hitam (awi wulung) dan bambu putih (awi temen). Tiap nada yang dihasilkan berasal dari bilah bambu setiap ruas bambu dari ukuran kecil sampai besar. Pada jaman kerajaan dulu angklung digunakan sebagai penyemangat dalam pertempuran sampai pada jaman penjajahan. Oleh karena itu pemerintah Belanda sempat melarang penggunaan angklung. Akibatnya populraitas angklung menurun , hanya digunakan oleh anak-anak saja. Juga lagu-lagu yang dipesembahkan untuk Dewi Sri yang berasal dari bilah bambu ini akhirnya dikenal dengan nama angklung. Jadi pada pesta panen  dan seren tahun angklung digunakan dalam upacara tersebut. Kesenian ini berupa arak-arakan bahkan menjadi iring-iringan Rengkong dan Dongdang serta Jampana.



Cara memainkannya sangat mudah dengan cara memegang rangkanya pada salah satu tangan biasanya yang kiri. Tangan kanan berfungi untuk menggoyangkannya hingga berbunyi. Ada tiga tehnik cara menggoyangkannya.

  • 1.      Kurulung (getar), teknik yang paling umum dipakai dimana tangan kanan memegang tabung dan digoyangkan ke kanan dan ke kiri berkali-kali selama anda ingin dimainkan.

  • 2.      Centok (sentak ), teknik dimana tabung dasar  ditarik dengan cepat oleh jari ke telapak tangan kanan  sehingga angklung hanya berbunyi sekali saja.

  • 3.      Tengkep seperti kurulung namun salah satu tabung ditahan tidak ikut bergetar. Pada angklung melodi cara ini menyebabkan angklung mengeluarkan nada murni (satu nada melodi saja). Sedang pada angklung kompanimen mayor teknik ini digunakan untuk memainkan nada mayor (3 nada) karena kalau tidak ditengkep nada yang dimainkan adalah akord dominan septim ( 4 nada).

Untuk memainkan angklung butuh satu konduktor untuk memimpin lagu yang dibunyikan angklung , agar tertib dan sesuai dengan lagunya. Kapan berhenti, kapan mulai, kapan dibunyikan keras atau lemah.


Begitulah angklung, alat musik yang sudah mendunia.  Kebetulan  aku mendapat sumbangan dari beberapa teman untuk kegiatan Circle of Happiness. Dan aku belanjakan untuk membeli separangkat alat musik angklung. Akhirnya aku menemukan tempat pembuatan angklung di daerah Lumbu Kuningan dengan harga yang tak terlalu mahal dibanding kalau membeli di Bandung.  Akhirnya setelah terbeli aku mencari guru yang bisa mengajar  dan menemukan kak Idan dari mahasiswa yang aktif di UKM angklung di kampusnya. Akhirnya anak-anak bisa belajar angklung. Mereka antusias sekali, karena mereka baru pertama kali megang dan memainkan angklungnya. Dan beberapa kali belajar anak-anak mulai lancar memainkannya. Dan latihan anak-anak ini akan ditampilkan di acara Science Day bulam Mei. Mereka sangat antusias  sekali karena mereka akan tampil di depan orang banyak. Dan aku merasa bahagia melihat anak-anak suka dengan permainan angklungnya.

Kamis, 04 Mei 2017

Umroh (1) : Prosesi Umroh





 Setelah selesai Thawaf

Seperti yang aku ceritakan di postingan terdahulu di sini, kalau kepergian aku dan suami ke tanah suci itu sesuatu yang tak terduga tapi aku juga mulai membaca-baca apa saja yang harus aku persiapkan untuk menjalani ibadah umroh ini. Mudah-mudahan cerita aku di sini juga bisa memudahkan teman-teman yang akan menjalani ibadah umroh.


 Setelah miqot di Jeddah , berangkat ke Mekkah

Sebetulnya ibadah umroh itu ibadah yang sangat sederhana. Tentunya perlu mengikuti aturan-aturan agar apa yang kita lakukan semua sah . Jadi kita perlu mengetahui terlebih dahulu rukun umroh. Rukun umroh adalah rangkaian ibadah yang wajib dilakukan saat umroh. Tak sempuran ibadahnya kalau semua  rukun tak dilaksanakan. Rukun umroh ada tiga yaitu :

Setelah Sai

  • 1.      Ihram :  niat untuk melakukan ibadah umroh dengan mengucapkan talbiah dan harus menggunakan pakaian ihram bagi pria. Ihram dilakukan setelah sampai di miqot. Waktu aku umroh miqot pertama dilakukan di Jeddah, karena pesawat dari Jakarta tiba di Jeddah langsung  pergi ke Mekkah . Dan di sana mulai tahapan selanjutnya. Waktu itu pukul setenagh satu malam waktu setempat.
  • 2.      Thawaf. Berjalan mengelilingi Kabah sebanyak tujuh putaran yang dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad juga. Karena aku bersama rombongan dan kami dibantu oleh seorang ustad, sehingga memudahkan aku dan teman yang lain melakukan prosesi umroh ini. Jadi pria disuruh baris di depan dan saling bergandenagn tangan erat (berdempetan) dan perempuan di belakangnya dan diberi tahu untuk tak memberi sela atau jarak dengan yang di depannya. Hal ini bertujuan agar kita tidak di sela dengan orang lain yang ingin keluar atau masuk. Untuk bacaannya kita tinggal mengikuti apa yang dibaca oleh pak ustad sehingga sangat memudahkan dibanding kita harus membaca dari buku panduan. Memang banyak sekali orang yang menyelip ke barisan dan mulai mendorong-dorong. Kita harus tetap di belakang barisan  rombongan agar tidak terberai. Karena waktu itu malam sehingga udara tak terlalu panas , malah cenderung sejuk.
  • 3.      Sai . Sai adalah berjalan di antara bukit  Shafa dan Marwah pulang pergi sebanyak tujuh kali. Jarak antara Shafa dan Marwah cukup jauh sehingga   agak kecapaian juga. Padahal di Cirebon aku terbiasa jalan pagi setiap harinya. Bahkan suamiku agak kram mungkin karena pen yang dipasang di sepanjang kaki kirinya membuat ototnya menjadi kaku. Beberapa saat suamiku minum air zam-zam agar kakinya tak kram lagi dan bisa melanjutkan Sainya. Alhamdulilah  Sai bisa berakhir juga walau agak kawatir dengan pen suamiku. Dan diakhiri dengan Tahallul atau potong rambut.
Untuk umroh yang kedua , dilakukan sehari sesudah umroh yang pertama. Kali ini miqot dilakukan di mesjid Jiranah  karena sebelum mengambil miqot , kita city tour dulu di kota Mekah. Dan umroh kedua ini saat siang hari pas terik-teriknya. Dengan udara yang panas dan dorongan banyak orang-oarng besar yang menyusup ke rombonganku, membuat umroh kali ini agak lebih berat.

 Membaca Al Quran di depan Kabah

Sisa hari di Mekah dilakukan untuk terus beribadah. Baik yang wajib maupun yang sunah dan memperbanyak baca Al Quran. Betapa asyiknya dan syahdu saat bisa solat, baca Al Quran tepat di depan Kabah. Setiap detik aku bisa menatap terus Kabah. Kadang air mata menetes saat solat atau kala membaca Al Quran. Aku suka sekali baca Al Quran yang ada di Masijil Haram. Tulisannya walau gak besar-besar tapi gak dempet-dempet sehingga mudah dibaca dengan mata tuaku. Kalau milikku yang di Indonsia tulisan besar tapi hurufnya banyak yang dempet sehingga lebih sulit dibaca. Akhirnya aku beli satu buah Al Quran tapi belinya di Madinah. Dan jadi Al Quran  ini yang dibaca sehari-hari di rumah.Teman sekamarku malah dapat Al Quran gratis saat jalan menuju ke Masijil Haram dari hotel. Kebetulan hotel tempat aku menginap tak jauh dari Masijil Haram.   Begitulah prosesi umroh aku.Tunggu cerita selanjutnya tentang City Tour di kota Mekkah.


 Selesai sholat subuh


;;