Jumat, 15 Desember 2017





Kendaraan pertama yang aku miliki saat berumah tangga adalah motor. Motor itu sarana transportasi bagi keluargaku. Dan nikmatnya naik motor pada saat itu punya kesan tersendiri. Saat anak-anak amsih kecil, setiap sore sering mengajak jalan-jalan sore naik motor dan duduk di tepi jalan sambil melihat kendaraan lewat di jalan besar. Kebetulan anak pertamaku ini suka sekali melihat truk dan bus besar, sehingga aktivitas sore hari di tepi jalan selalu saja jadi agenda tersendiri. Kadang juga jalan-jalan mengelilingi jalan-jalan di kota Cirebon sambil cari angin dan sekedar regreshing.  Saat anak-anak mulai besar dan sudah tak senang lagi diajak naik motor akhirnya aktivitas naik motor hanya dilakukan berdua. Hampir setiap sore jalan-jalan berdua naik motor. Dan biasanya anak-anak minta dibelikan jajanan camilan saat kita berdua jalan-jalan dengan motor. Rasanya saat itu begitu indah saat bisa berduaan di atas motor apalagi saat hujan ,rasanya seperti ada pelangi di atas sana dan warna –warni ada di antara bayang-bayang yang tampak saat hujan. Bahkan kita punya langganan mie ayam dan es campur yang kita kunjungi setelah lelah jalan-jalan naik motor. Dan aktivitas naik motor ini tak dilanjutkan setelah suamiku kecelakaan motor yang mengakibatkan patah tulang berat.

Masa-masa indah bermotor berdua akhirnya harus dikubur terlebih dahulu, apalagi kita berdua juga trauma dengan kecelakaan tersebut. Tapi akhir-akhir ini kita berdua ingin mengulangi lagi masa-masa indah naik motor berdua. Suamiku juga sebelum memutuskan untuk membeli motor kembali, dia juga suka diam-diam belajar kembali naik motor temannya. Setelah merasa dirinya bisa percaya diri lagi, suamiku membeli motor untuk dipakai jalan-jalan sore. Akhirnya terbeli juga motor baru. Dan pertama kali mencoba untuk jalan-jalan sore , membuat kita berdua berdebar-debar apalagi saat melewati jalan yang ramai kendaraan motor. Tapi seiring waktu jalan-jalan sore hari ini jadi kegiatan sore yang menyenangkan . Bisa mengenang kembali romantisme seperti dulu itu luar biasa membahagiakan. Saat  sudah tak muda lagi, saat romantis di atas motor terulang kembali, serasa seperti anak muda kembali.Ternyata saat kita bisa berdua di atas motor banyak kesan yang didapat seperti:

  • 1.      Kesan manis terwujud saat naik motor bersama. Saat bisa berbincang di atas motor dan mengamati dan membicarakan apa yang dilihat bersama. Kedekatan berdua semakin intens.
  • 2.      Tahu betapa suami selalu memperhatikan keselamtan. Cara dia mengendarai motor yang tak ngebut dan selalu mengutamakan kenyamanan aku, membuktikan kalau dia sangat memperhatikan keselamatan.
  • 3.      Hujan yang membuat perjalanan menjadi romantis. Benar kata orang kalau hujan saat naik motor itu serasa ada pelangi di mata kita  dan terasa indah . Romantis terwujud begitu saja. Pelukan eart di pinggang memberikan kehangatan tersendiri .Apalagi saat hujan semakin lebat dan meneduh bersama di suatu tempat dan  bisa berdekatan untuk menghangatkan tubuh.
  • 4.      Dan bisa saling senyum lewat kaca spion. Melihat wajahnya di spion membuat debaran tersendiri , apalagi kalau senyuman dibalas menjadi saat yang bikin debaran jantung semakin kuat.
  • 5.      Naik motor mencerminkan kesederhanaan. Walau hanya naik motor tapi kalau berdua terasa nyaman dan naik motor melambangkan kesederhanaan dan membuat usaha untuk terus berjuang untuk rasa nyaman ini.
Dan semuanya ini bisa memberikan rasa yang tak bisa terucap dalam kata-kata, hanya rasa bahagia bisa naik motor bersama pasangan . Tapi tentu untuk naik motor juga harus memperhatikan keselamatan berkendaraan yang harus diperhatikan seperti :

  • 1.      Menggunakan helm yang berlabel SNI untuk melindungai kepala.
  • 2.      Menggunakan jaket, celana panjang dan sepatu untuk melindungi tubuh kita.
  • 3.      Kedua kaki harus menapak pada footstep agar bisa menjaga keseimbangan tubuh.
  • 4.      Posisi duduk harus dekat dengan pengendara.
  • 5.      Jangan bermain posel saat berkendaraan karena akan menjadi tak fokus .

Jadi gimana? Mau naik motor bersama pasangan sambil menikmati jalan-jalan sore. Bisa menjadi sarana untuk mendekatkan diri antar pasangan, bisa menjadi sarana kegiatan romantis bersama dan sarana refreshing yang murah meriah. Mau coba?

Jumat, 08 Desember 2017





Di lembaga pemerintahan atau swasta, sekolah-sekolah sering sekali mengadakan outbound sebagai salah satu sarana pengembangan diri bagi karyawan atau anak didik. Sudah semacam trend yang sering diikuti banyak orang karena banyak manfaat yang bisa dipetik dari kegiatan outbound ini. Outbound ini sendiri adalah kegiatan pembelajaran yang diadakan di alam terbuka untuk mengembangkan prilaku dan karakter tidak serta dengan teori tapi langsung diterapkan pada unsur yang mendasar seperti kejujuran,saling percaya, tanggung jawab dan masih banyak lagi. Dan memang tujuan diadakan outbound ini untuk bisa melihat bahwa setiap individu itu unik dan memiliki kemampuan sendiri yang berbeda dengan yang lainnya. Dengan kegiatan ini orang mampu menilai diri sendiri, kekuatan atau kemampaun apa yang mereka miliki. Dan merangsang kepercayaan diri serta komunikasi dengan temannya . Tujuannya juga agar bisa memupuk kerja sama dalam satu tim, punya sifat kepemimpinan dan bisa menumbuhkan sportifitas . Begitulah outbound diadakan untuk tujuan tertentu. Dengan adanya outbound ini diharapkan bisa mendapatkan hasil yang maksimal sehingga pulang dari outbound  ini bisa tercermin dalam tindakan sehari-harinya.

Begitulah, karena outbound mempunyai tujuan yang bagus, maka kegiatan ini diadakan saat anak-anak komunitas Circle of Happiness jalan-jalan ke curug Gongseng. Selain melihat alam yang alami, juga diadakan outbound agar anak-anak bisa mengambl manfaat dari outbound ini. Manfaat yang bisa didapat anak-anak dengan mengikuti outbound ini adalah :

  • 1.      Meningkatkan kepercayaan diri.  Dengan mengikuti banyak permainan dan anak bisa melakukannya dengan baik akan menumbuhkan rasa percaya diri.

  • 2.      Membentuk kerja sama dalam tim. Biasanya kegiatan ini dilakukan berkelompok sehingga anak-anak belajar bekerja sama agar bisa menyelesaikan misi yang diberikan.

  • 3.      Meningkatkan kemampuan sosial.Karean berinteraksi dengan temannya sehingga terjalin komunikasi yang baik dan ini bisa menjalin komunikasi yang baik antar teman.

  • 4.      Mengatasi kejenuhan. Dengan permainan yang bervariasi menyebabkan anak-anak akan bergembira.

  • 5.      Menumbuhkan keberanian. Anak-anak jadi berani terutama di permainan yang menantang adrenalin.

  • 6.      Melatih konsentrasi. Dengan permainan yang harus dipikirkan anak-anak butuh konsentrasi tinggi . Ini bisa melatih anak fokus.

  • 7.      Menjadi sarana hiburan. Dengan banyaknya permainan menjadikan anak-anak bergembira sehingga bisa menjadi sarana hiburan bagi anak-anak.


Nah , saat outbound di curug Gongseng ada empat permainan yang diberikan pada anak-anak.

1.      Memindahkan bola pingpong dengan menggunakan paralon. Jadi bola pingpong akan di alihkan ke anak yang lain dengan cara menggelundungkan bola pingpong di paralon dan harus diambil oleh teman yang ada di sebelahnya sampai batas finish 

 
2      Memindahkan terigu dengan mengunakan mangkok. Jadi anak-anak baris ke belakang dan dalam keadaan duduk. Masing-masing kelompok di depan anak pertama ada baskom besar berisi terigu. Anak pertama mengambil terigu dengan mangkoknya dan menumpahkan terigunya dengan cara menumpahkan ke mangkuk anak yang di belakangnya lewat kepala dan kepalanya tak boleh melihat ke belakang. Demikian seterusnya. Tentunya yang gak tepat bisa ketumpahan terigunya.



3.      Memindahkan baki berisi gelas yang ada airnya. Anak-anak berbaris ke belakang dan duduk menyamping dengan arah yang berlawanan. Anak pertama memberikan baki yang berisi lima gelas berisi air pada anak di sebelahnya dan air tak boleh tumpah. Demikian seterusnya sampai finish.



4.      Mengangkat ember berisi air. Anak-anak duduk melingkar. Ember berisi air di taruh di tengah dan diangkat bersama-sama dan air tak boleh tumpah.




Dari permainan ini anak belajar bekerja sama, berinteraksi dengan temannya dan meningkatkan kemampuan motoriknya. Dan outbound bisa memberikan banyak manfaat selain memberikan hiburan dan kegembiraan bagi anak-anak. Nah, kegiatan outboun d di alam ini seharusnya sering diadakan karena banyak manfaatnya dan memberikan refershing bagi anak-anak. Dan alam memberikan udara dan kesegeran tersendiri. Selain itu anak-anak bisa bebas beraktivitas.


Rabu, 29 November 2017

Mulai Berkebun






Aktivitas bekebun bisa menyenangkan juga ya. Aku sih memang gak suka berkebun. Mungkin ini disebabkan karena patah semangat. Awalnya ingin sih bisa nanam banyak tanaman di halaman rumah depan dan belakang. Sering minta bibit tanaman dari ibuku tapi berakhir dengan matinya  tanaman itu. Dan itu berulang kembali. Dan patah semangatlah . Kata orang sih tergantung tangannya. Ada beberapa “tangan” yang apa saja ditanam selalu tumbuh ada yang tidak. Ini entah benar atau tidak. Tapi kalau dilihat sih ada benarnya juga. Karena ada saja orang yang bisa nanam dengan baik di sisi lain seperti aku yang selalu gagal menanam tanaman.



Karena waktu itu anak-anak juga masih kecil, akhirnya banyak beli bunga atau tanaman plastik. Tak usah memelihara dan tak perlu menyiram. Tapi ada beberapa tanaman yang gak ada bunganya bisa tumbuh di halaman rumah seperti tanaman anak nakal, lidah mertua, sedang yang berbunga melati, kemuning . Tambahan yang baru adalah tanaman pucuk merah. Tanamn pucuk merah ini dipikir akan mudah memelihaarnya. Memang mudah tapi justru yang sulitnya adalah menebas bagian batang dan daun yang sudah tak rapi. Telat sedikit saja menebas ranting dan daunnya, bentuknya sudah gak karuan . Bahkan sekarang sudah agak tinggi sehingga kesulitan untuk merapikan daunnya. Jadi seperti punya pekerjaan potong “rambut” saja. Selain itu di halaman belakang ada pohon pisang, pohon salam , tanaman ciremai jepang  dan beberapa tanaman yang ada di sekitar kolam ikan. Kolam ikan ini agar terlihat asri dan suara gemericik air yang bisa memberikan suasana nyaman.

Baru-baru ini suamiku mulai gencar berkebun. Beberapa pohon jeruk dengan aneka macam dibelinya dan ditanam di halaman belakang rumah. Dan aku mulai suka membantunya untuk menyiram pohon-pohon tersebut. Rutin setiap sore menyiram tanaman jeruk dan yang lainnya. Tanaman jeruknya juga sudah ada yang berbuah sehingga menambah semangat untuk berkebun. Ternyata banyak manfaat berkebun bagi tubuh kita seperti:

  • 1.      Menurunkan berat badan. Karena selama berkebun tubuh kita bergerak sehingga bisa membakar kalori. Menurut suatu studi, berkebun bisa menurunkan berat badan sebanyak 7 kg dan menurut studi yang lain, orang yang sering berkebun mempunyai indeks masa tubuh yang lebih rendah dari yang gak suka berkebun. Nah, ini salah satu alternatif kalau mau diet. Turun berat badannya ada manfaat lainnya halaman rumah kita jadi asri.
  • 2.      Menurunkan resiko penyakit jantung.  Menurut studi, berkebun dapat menurunkan resiko penyakit jantung sebanyak 30%.
  • 3.      Meningkatkan daya tahan tubuh. Sudah tahu berkebun urusannya juga dengan tanah. Tangan kotor? Jangan kawatir, bakteri yang ada dalam tanah bisa meningkatkan daya tahan tubuh kita. Sehingga kita tahan terhadap penyakit. Ini sesuai dengan sebuah studi  yang mengatakan berkebun juga bisa mencegah adanya alergi.
  • 4.      Menjaga kesehatan otak. Studi, berkebun bisa meningkatakan kemampuan kognitif,meningkatkan volume otak dan mencegah Alzheimer.
  • 5.      Meningkatkan koordinasi dan kekuatan tangan. Dengan berkebun aktivitas tangan akan terus berjalan sehingga aktivitas ini bisa meningkatkan kekuatan tangan.

Jelas ya, manfaat berkebun sangat penting dan juga berkebun juga bisa menenangkan atau merelaksasikan batin sehingga bisa menghilangkan stres. Rasa bahagia juga akan terpancar saat tanaman kita berbunga atau berbuah. Selama ini sih yang aktif di kebun adalah suamiku. Rajin menyiangi rumput liar, menambah pupuk kandang dan memotong daun-daun yang sudah tidak  rapih. Mungkin berkebun juga bisa jadi sarana olahraga ringan yang bisa dilakukan bersama sehingga jadi kegiatan yang menyenangkan .


;;