Jumat, 12 September 2014

Belajar Menghargai Alam Lewat Kegiatan



Alam raya ini diciptakan oleh Allah untuk kebaikan umat manusia dan manusia wajib untuk memelihara alam. Itu jelas ada dalam Al Quran di surat Ar Rum (30) ayat 41-42 yang melarang membuat kerusakan di muka bumi ini.hal ini karena manusia bertindak sebagai khalifah di muka bumi ini sehingga manusia mempunyai tugas untuk memanfaatkan, mengelola dan memelihara alam semseta. Jadi tidak salah lagi kalau manusia mempunyai kewajiban untuk memelihara alam tapi kadang harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Banyak manusia yang serakah, angkuh sehingga alam banyak yang mengalami kerusakan karena keegoan dari manusia itu sendiri. Seberapa banyak manusia yang peduli pada alam ini , kadang mereka lebih banyak tidak peduli terhadap kerusakan alam.

            Banyak yang bisa dilakukan tapi tentunya sesuai dengan kapasitas  yang kita punya. Berhubung saya adalah seorang guru, tentunya saya mengharapkan murid-muridku juga lebih peduli dengan alam mulai dari hal yang paling sederhana. Jadi waktu itu saya mengajak murid melihat sungai dan pantai di kota Cirebon yang banyak sekali sampah  yang menutupi permukaannya dan dari sana aku menyuruh mereka untuk membuat suatu tekad tertentu sehubungan dengan pengalaman yang mereka dapatkan. Akhirnya mereka punya kesepakatan yang paling sederhana yang bisa  mereka lakukan adalah membuang sampah pada tempatnya mulai dari lingkungan rumah dan sekolah. Mereka mengajak  teman-teman yang  lain yang mereka  tuliskan dalam selembar kain perca dan  helaian kain perca yang banyak di gabung menjadi selembar selimut yang mengajak untuk peduli dengan sampah dengan tema “Save Our Earth”.



            Setelah mengajak teman-temannya untuk lebih peduli dengan sampah, mereka melalui kelompok kreatif membuat terobosan baru membuat bank sampah sekolah , dimana mereka  memilah sampah yang nantinya akan ditabung di bank sampah sekolah. Mereka membuat tong sampah dengan warna yang berbeda untuk memudahkan memisahkan sampah plastik dan kertas. Selain itu mereka membuat kompos dari sampah organik yang ada di sekolah. Kegiatan lain yang punya visi lingkungan juga adalah membuat kerajinan tangan yang berasal dari sampah menjadi bahan yang bisa bermanfaat. Kebetulan saya memang suka dengan kerajinan tangan  dan saya mengajarkan mereka membuat kerajinan tangan dari bahan sampah. Kerajinan  tangan mereka sudah sering diikutkan pameran kerajinan tangan di kota Cirebon dan puncaknya di acara Cirebon Creative Expo. 









            Di acara hari bumi, kelompok kreatif mengadakan karnaval dengan fashion show pakaian dari bahan sampah.  Kegiatan ini diharapkan agar para siswa kembali menyadari akan pentingnya memelihara alam dan salah satu bentuk kepedulian dari kelompok kreatif sambil mengajak masarakat luas di luar sekolah untuk bersama-sama peduli dengan alam.Setiap kelompok harus membuat desain baju dari bahan sampah dan dari sana akan dinilai siapa yang paling bagus dan keratif membuat desainnya. Selain itu murid-murid juga membagikan bunga dari plastik kresek dengan tulisan yang mengajak masarakat untuk memelihara alam ke pengguna jalan. Terakhir mengajak para murid untuk memelihara alam melalaui pembacaaan puisi bertemakan alam. Puisi-puisi dibacakan secara kolaborasi oleh para siswa.








            Melalui banyak kegiatan ini saya berharap murid-murid saya lebih memahami tentang alam dan kewajiban untuk lebih peduli pada alam dan itu bisa dimulai dari hal yang paling sederhana yang bisa mereka lakukan di lingkungan sekolah dan rumah mereka. Karena bila siswa sudah melakukan hal yang sederhana , pasti mereka akan mampu melakukan hal yang lebih besar lagi di kemudian hari. Tentunya perlu ada contoh nyata yang tampak dari para siswa yang paling dekat dari mereka adalah oangtua dan guru. Bila orangtua dan guru tidak bisa menjadi contoh yang baik , tentunya semua kegiatan di atas akan menjadi sia-sia. Marilah kita jaga alam kita mulai dari hal yang sederhana yang bisa kita lakukan di lingkungan kita sendiri. Salam hijau!!!!!!



14 komentar:

belalang cerewet mengatakan...

Kegiatan kreatif semacam ini bisa menumbuhkan kecintaan anak pada alam, agar mereka merawat dan menjaganya. Dan itu perlu kita contohkan. Salam bumi segar! :)

Tira Soekardi mengatakan...

betul mas dan contoh dari orangtua dan guru perlu sekali agar anak mempunayi panutan yang baik

Mugniar mengatakan...

Suka sekali .. kreatif.

Moga menang lombanya ya Mak :))

Tira Soekardi mengatakan...

makasih mak Mugniar

Ignasius Handi Ruswandi mengatakan...

3 K deh bu, Keren , Kece, Kreatif hehe, jadi kangen buat pupuk lagi bu dan kepikiran pendidikan yang basiknya kuat di sisi kemanusiaan, kreatifitas sama lingkungan. Gimana kabarnya bu?

Irowati mengatakan...

Wah mak Tira...I love you....keren banget.... sy suka ngumpulin sampah2 plastik sp dimarahin suami katanya kyk pemulung sj...pdhl maksud sy, sp tahu ntik ada ide utk apa gitu yah spt mak Tira gitu... hehe....sukses selalu makk....

Indra Kusuma Sejati mengatakan...

Kegiatan yang positif Mba, semoga bisa terus di lestarikan kegiatan positif ini.

Salam

Rita Asmaraningsih mengatakan...

Aku teringat saat aku bertugas di salah satu kelurahan di Palembang... Waktu itu aku ditugaskan untuk membentuk dan membina Bank Sampah ... Kebetulan pemerintah daerah setempat sedang giat2nya untuk membentuk Bank Sampah... Idenya berawal dari memanfaatkan sampah agar mempunyai nilai lebih... Sampah basah diolah menjadi pupuk... Sampah kering diolah menjadi barang2 bernilai ekonomis... Semuanya ini bertujuan agar kita sebagai makhluk hidup dapat menghargai alam dan lingkungan...

Tira Soekardi mengatakan...

Handi, I miss you, doa ibu untukmu selalu, mungkin dulu dg kegiatan yg pernah kita lakukan bersama , membawa dirimu lebih peka terhadap alam kita.

Tira Soekardi mengatakan...

mak Irowati, kita2 sama membuat kerajinan tangan dari sampah dan menularkan ke lingkungan di sekitar kita, salam hijau dari Cirebon

Tira Soekardi mengatakan...

iya mas Indra biar bisa menginspirasi banyak orang, salam hijau dari Cirebon.

Tira Soekardi mengatakan...

betul mak Rita, tapi belum tentu semua orang apresiasi dg bank sampah, masih sering cuek dan memandang sebelah mata

angkisland mengatakan...

Wah subhanallah pengantar pembukanya membuat semakin nusuk dah mamah tira...keren salut dengan murid"d an juga gurunya tentunya...wah kalo aja itu di jogja parade pakain daur ulangnya bakal jadi sasaran empuk saya jepretin dah hehe ^-^ chayo semngat mari kita jaga alam..sukses ya mah lombanya ^--^

Tira Soekardi mengatakan...

makasih mas Angki, pasti yakin fotomu pasti selalu ciamik, salam hijau dari Cirebon

Posting Komentar