Minggu, 19 April 2015

Catwalk Di Gerbong Kereta Api





Postingan ini dibuat dalam rangka ikut serta dalam Free Book Giveaway (Preloved) Statsiun by Chyntia Febrina /Twitter @tukardc/blog :tukardengancerita. wordspress.com
 


              Ini pengalaman saya waktu SMA melakukan perjalanan kereta api Bandung- Jogjakarta bersama teman-teman. Tujuannya untuk retret di tempat dekat Sleman. Perjalanan naik kereta ekonomi yang sudah dibooking oleh pihak sekolah sebanyak kurang lebih dua gerbong. Waktu itu saya masih kelas 2 SMA. Waktu itu kereta ekonomi belum sebagus sekarang. Tempat duduknya juga dari rotan tanpa alas yang lain. Jadi bisa terbayang perjalanan jauh kadang membuat pantat kita sakit. Perjalanan bersama teman pastilah seru apalagi sekolah saya muridnya perempuan semua. Bayangkan mulut perempuan lebih bawel dan cerewet. Jadi suasana ramai ada di dua gerbong  yang dipesan sekolah. Setiap gerbong ada dua orang guru yang akan mengawasi murid-murid. Mengapa??? Ya, karena kami ini anak-anak yang super aktif dan suka jail , iseng dan suka banget melakukan hal-hal yang unik dan tahan malu sehingga perlu diawasi dengan ketat.

            Untungnya gerbong pertama yang diisi dengan anak-anak superjail dan iseng diawasi dengan guru yang menurut kami cukup enak untuk diajak kerjasama. Dan anak-anak yang lebih pendiam di gerbong ke dua dijaga dengan guru yang kaku. Pertama kereta berjalan, kami asik ngobrol dengan teman-teamn yang sebangku atau yang bersebrangan. Ternyata kami mulai bosan. Banyak teman yang mengusulkan ada kegiatan yang seru agar perjalanan ini gak bosan.  Akhirnya disetujui kami mau mengadakan peragaan busana. Jalan diantara kursi dipakai sebagai panggung catwalknya. Untuk itu beberapa anak-anak mulai membuat penampilan mereka menarik dan unik . Tentunya ditambah pernak-pernik tertentu agar beda gayanya, malah ada yang mengeluarkan alat make up untuk mendadani temannya. Tapi dengan satu syarat, tidak boleh jadi cantik tapi harus yang konyol.Ini serunya!!!!  Ada yang membuat ikat kepala dengan tali rafia. Ada lagi yang menggantungkan kacang yang disusun menjadi kalung. Rambut ada yang dikucir naik ke atas , ada yang disasak tinggi dengan hiasan permen di atasnya. Belum lagi mukanya yang dimake up dengan coretan-coretan yang lucu-lucu bahkan ada yang menghias wajah temannya mirip pocong. Untuk mendadani teman-teman saja membutuhkan waktu yang lama. Dan tawa riuh saat ada yang lucu dari tampilan teman-teman. Guru –guru yang melihat hanya geleng-geleng kepala dan tampaknya cukup terhibur dengan kelakuan kami.

            Akhirnya acara mendadani sudah selesai. Acarapun akan dumulai . Dan salah satu temanku didaulat untuk menjadi pembawa acara.  Mulailah satu persatu peragawati dadakan berjalan di sepanjang gerbong. Lengak-lenggok berjalan . Kami semua tertawa dengan tampilan dan cara berjalan teman-teman lainnya. Ada salah satu teman yang nyeletuk, apakah teman-teman yang sudah didadani ini berani berjalan sepanjang gerbong dari depan sampai belakang . Aku merasa mereka pasti berani, karena  itulah kami selalu berani tampil beda dimanapun tanpa rasa malu sama sekali. Benar saja tantangan ini mereka setujui. Akhirnya mereka berjalan sepanjang gerbong dari depan sampai belakang melewati gerbong restorasi. Bahkan ada yang mencomot roti di gerbong restorasi.

            Seru banget!!! Kami tertawa tak henti-hentinya. Apalagi banyak dari mereka yang jadi peragawati dadakan digoda oleh penumpang. Belum lagi saat mereka harus berpapasan dengan pramugara/pramugari kereta api yang sedang lewat. Entahlah mungkin urat malu mereka sudah putus atau gak punya malu, mereka tetap saja berjalan bak peragawati. Pengalaman ini tak pernah saya lupakan. Saya sampai sakit perut melihat dandanan mereka yang unik. Sayangnya foto-fotonya entah dimana. Perjalanan Bandung ke Jogjakarta dengan kereta api menjadi perjalanan yang menyenangkan. Saat ini ada juga peragaan busana di kereta api yang sedang populer, tapi kami dulu sudah pernah mengawalinya di kereta api. Mungkin juga kami ini pelopor peragaan busana di atas kereta api!!!!!

 Sumber gambar : http://pixabay.com/en/train-cartoon-toy-engine-cars-red-312107/

16 komentar:

Timur Matahari mengatakan...

Coba masih ada hasil dokumentasinya, pasti bakalan bikin ngakak abis.

Tira Soekardi mengatakan...

iya mas Timur, sayang dokumentasinya entah kemana , karena sudah lama sekali

Kania Ningsih mengatakan...

perjalanan jadi tak terasa lama ya mak..:)

Tira Soekardi mengatakan...

iay jadi terasa cepat dan pantat yang sakit jadi hilang digantikan dg kegembiraan.

Santi Dewi mengatakan...

hihihi.... pengalamannya seru mba... :)

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbak Santi seru dan lucu

i Jeverson mengatakan...

wahahah, gokil.
perasaan senang bisa mengobati semuanya.... :))

Tira Soekardi mengatakan...

gokil habis pokoknya mas Jeverson

angkisland mengatakan...

wahhh seru mah moga saya juga bisa seru"an dah hehe

Tira Soekardi mengatakan...

wah, pengalaman jalan-jalan mas Angki kayaknya lebih seru deh

liannyhendrawati mengatakan...

Wah pasti heboh dan seru ya, catwalk di gerbong kereta api. Perjalanan pasti jadi nggak terasa, tau2 sudah nyampe, nggak bosen :)

Beby Rischka mengatakan...

Buseeet.. Hahah.. Modalnya pasti gede tuh, PDnya :D

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbak Lianny seru habis

Tira Soekardi mengatakan...

mbak Beby, PD sekali dan tak tahu malunya itu loh

isnuansa mengatakan...

Seru kayaknya ya.. Kalau saya biasanya tidur doang. ��

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbak Isnuansa, seru habis

Posting Komentar