Minggu, 12 Mei 2019

Edukasi Polisi Sebagai Sahabat Anak



Kali ini anak-anak Circle of Happiness kedatangan tamu. Pak Rosid dan pak Irfan. Mereka berasal dari polsek Mandirancan. Mau apa mereka datang ke kegiatan anak-anak kali ini? Ternyata mereka mau mengedukasi anak-anak tentang tertib lalulintas, polisi sebagai sahabat anak dan bagaimana cara polisi mengatur lalu lintas di jalan raya. Sebelumnya pak Irfan mengajak anak-anak menyanyikan lagu naik-naik ke puncak gunung dengan cara menyanyi sambil menirukan gerakan yang dilakukan pak Irfan. Tentu konsentarsi anak agak terganggu karena harus menyanyi di sisi lain harus mengikuti gerakan pak Irfan. Tapi jadi serulah,


Sahabat anak.

Pak Rosid mengajak anak-anak untuk tidak takut dengan polisi. Polisi justru suka dengan anak-anak. Kalau ketemu polisi lebih baik di sapa daripada lari menghindar. Polisi akan balik menyapa karena polisi akan selalu baik pada masarakat juga kepada anak-anak. Kalaupun ada yang kena tegur polisi. Itu bukan karena polisi gak suka tapi justru karena polisi sayang dengan masarakat. Semua itu demi ketertiban bagi semua shingga tak akan menimbulkan kecelakaan yang merugikan banyak orang. Seringkali anak-anak suka ditakut-takuti oleh orang tuanya kalau mereka bandel. Padahal itu sangat dilarang. Karena polisi itu bukan hal yang perlu ditakuti, justru polisi bertugas mengayomi masarakat. Polisi juga punya kewajiban untuk mengeduaksi masarakat agar paham tentang aturan lalu lintas juga jangan menganggap polisi sebagai musuh. Begitu juga dengan anak-anak. Polsi akan selalu menjadi sahabat anak-anak yang akan melindungi anak-anak. Pernah lihat kan, polisi membantu anak-anak untuk menyeberang jalan? Pernah lihat kan polisi membantu anak-anak mencari angkutan umum? Nah, itu bentuk polisi mengayomi anak-anak. Jadi jangan takut dengan polisi ya. Polisi itu baik dan akan selalu menjadi sahabat anak-anak.


Rambu lalu lintas.

Anak-anak juga diajarkan rambu-rambu lalu lintas. Perlu sekali sejak dini anak-anak sudah mengetahui jenis rambu-rambu dan fungsinya. Dengan kata lain anak-anak akan mulai mengetahui sejak awal sehingga kelak mereka tahu mentaati aturan dari rambu-rambu lalu lintas yang ada. Mulai dari lampu merah, tanda tak boleh parkir, tanda dilarang belok kiri dan masih banyak lagi. Satu persatu diajarkan ke anak sehingga mereka mengerti rambu-rambu yang ada di jalanan. Tentu rambu-rambu ini untuk dipatuhi bukan dilanggar. Kewajiabn masarakat untuk mematuhinya.


Mengatur lalu lintas.

Anak-anak diajarkan pak Irfan bagaimana cara polisi bekereja di lapangan untuk mengatur arus lalu lintas agar lancar. Dari mulai belajar memberhentikan kendaraaan, menyuruh mempercepat atau meperlambat laju kendaraan. Mulai dari berhenti sampai memperlancar arah kiri, arah kanan . Masing-masing anak-anak mencoba melakukan cara mengatur lalu lintas yang biasa dilakukan pak polisi. Dan masing-masing anak disuruh maju untuk mempergakan cara yang tadi sudah diajarkan pak Irfan. Yang bisa ada hadiah dari bunda pertanyaan pak Irfan dan sebagian anak memperagkan hal yang tadi dilakukan sendiri di depan kelas. Anak-anak pemberani mendapat hadiah gantungan kunci atas keberaniannya untuk menjawab pertanyaannya.


Dalam waktu hampir satu setengah jam , anak-anak diedukasi dengan banyak hal baru mengenai lalu lintas. Semoga hal ini bisa selalu teringat dalam memori mereka sehingga menjadi suatu kebiasaan yang baik untuk masa yang akan datang. Tertib berlalu lintas menjadi suatu kebiasaan yang ada dalam diri mereka sehingga akan dijauhkan dari marabahaya kecelakaan di jalan raya.

20 komentar:

Rita Dewi mengatakan...

Wah seru sekali mak. Coba di setiap RT atau desa diadakan kegiatan semacam ini secara rutin ya.... Supaya anak jadi lebih paham dengan berbagai peraturan semenjak dini.

Maseko Sakazawa mengatakan...

Ini perlu supaya anak tidak takut dengan kehadiran polisi.. mesti dimulai sejak dini..

Tira Soekardi mengatakan...

betul mbak rita

Tira Soekardi mengatakan...

nah itu dia mbak maseko kadang ortu juga suka nakut2in anak2 tentang polisi

Mama Indri mengatakan...

hahaha kok saya jadi suka ya padahal udah gak anak2 lagi deeh. serunya polisi mengedukasi anak2 biar nggak takut saat berhadapan dengan polisi yg lagi dijalan

Tira Soekardi mengatakan...

iya mama indri , dan juga agar anak terbaisa dengan aturan lalu lintas

Nurul Sufitri mengatakan...

Wah, ajdi teringat sama papah mertuaku alm yg polisi :) Di zaman sekarang Pak Polisi dan Bu Polwan udah manis2, ganteng dan cantik, baek2 jadi role model masyarakat dan anak2. Ga serem2 kayak dulu ya, bun.

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbak nurul, masalahnya kadang ortu suka nakut2in anaknya dg polisi kalau nakal

thya mengatakan...

wah keren mba kegiatannya.. anak2 sudah di edukasi untuk tertib lalu lintas.. semoga bisa jd kebiasaan baik anak2 sampai dewasa nanti yaa..

Tira Soekardi mengatakan...

amin mbak thya

Adi Pradana mengatakan...

ASik banget, mendekatkan profesi polisi ke anak2. siapa tau ada yang bercita2 sebagai polisi

fenni bungsu mengatakan...

Boleh juga ini edukasinya

Tira Soekardi mengatakan...

betul mas adi

Tira Soekardi mengatakan...

makasih mbak fenni

ibusuri mengatakan...

Anak2 nggak boleh takut sama polisi karena mereka yang membantu jika anak2 tersesat.

Tira Soekardi mengatakan...

betul ibusuri

Eri Udiyawati mengatakan...

Belajar sejak dini tentang tata tertib lalu lintas itu memang perlu banget ya, biar mereka nanti pas dewasa tidak melanggar lalu lintas karena sangat berbahaya. Entah bagi pengendara, atau orang lain.

Tira Soekardi mengatakan...

betul mbak eri

Yeni Sovia mengatakan...

Dulu waktu masih mengajar di TK. Sekolah tempatku mengajar suka mengundang datang pak polisi ke sekolah untuk membantu mengedukasi anak-anak di sekolah. Dan anak-anaknya itu seneng banget. Bahwa ternyata pak polisi itu nggak seserem tampangnya hihihi

Tira Soekardi mengatakan...

betul mbak yeni

Posting Komentar