Senin, 15 Maret 2010

Curahan Hati

Anak-anaku kelas 3 IPA tahun ini , sebentar lagi kalian menghadapi ujian nasional. ibu sudah mendampingi kalian dari kelas 2 sampai sekarang. Betapa susahnya saya menerapkan disiplin , nilai hidup pada kalian , bagaimana kalian harus bisa bekerjasama, punya empati dengan sesama. Kadang kita harus berselisih paham untuk hal tersebut. Tapi dari lubuk hati yang paling dalam ibu sangat menyayangi kalian.

Begitu sayangnya ibu begitu ingin kalian bisa menjadi anak-anak ibu yang punya nilai-nilai hidup yang berlandaskan iman kita. Ibu sering cerewet kalau kalian belum bisa mempraktekan hal-hal yang ibu nasehati di dalam hidup sekalian. Tetapi apalah daya seorang ibu yang jelas tidak bisa berbuat apa-apa kalau ada dari anak-anak ibu yang akan memilih jalan hidupnya sendiri.

Ibu lihat kalian sudah banyak belajar keras untuk menghadapi ujian ini , bahkan dari segi kemampuan kalian lebih unggul dari angkatan yang lalu. Ibu yakin dengan perjuangan dan kerja keras dan doa kepada Tuhan pasti segala sesuatu akan membuahkan hasil yang membahagiakan. Dan disinilah salah satu sisi kelemahan dari ujian nasional itu akan menjebak anak untuk melakukan kecurangan agar bisa lulus.

Kalian diberi kebebasan untuk memilih oleh Tuhan untuk memilih jalan hidup yang akan kalian pilih sendiri. Begitu juga dengan ujian ini kalian juga punya pilihan untuk jujur atau tidak jujur!!!!! Apalah daya ibu untuk menghalangi sikap yang akan kalian pilih dalam menghadapi ujian ini.

Cuma disini curahan hati seorang ibu , bagaimana pengalaman tahun lalu yang begitu membekas di hati dan rasa sakitpun masih terasa sampai saat ini. Begitu ibu bersemangat mengajar dan memotivasi kalian bahkan mengorbankan waktu hanya untuk kalian bisa memahami pelajaran, bahkan mereka penuh semangat untuk menghadapi ujian. Tapi pada saatnya tiba hati begitu teriris karena sebagian besar punya kunci jawaban dan rasanya hati seorang ibu begitu tersakiti seperti terkhianati oleh anak-anaku sendiri.Bahkan yang gak jujur juga mengolok-ngolok yang jujur bahkan dengan kata-kata yang menyakiti, hati ini menangis dan menjerit . buah hatiku yang aku sayangi harus bersebrangan. Rasanya benar-benar menangis hati dan tak terasa air mata menetes perlahan dari sudut mataku........

Akankah peristiwa tahun lalu terulang lagi???? Rasanya baru kemarin saya merasakan sakitnya hati yang terkhianati, dan sekarang...... saya tidak tahu sikap anak ipa sekarang mereka ada di posisi mana....... Kalaupun ini terulang lagi pastilah luka lama akan tergores lagi di hatiku yang terdalam......Akankah ibu harus berjuang sendiri untuk menegakan kebenaran?????? .

Ibu hanya pesan keberhasilan , kebahagian dan kesuksesan kalian tidak ditentukan oleh berapa nilai yang bisa kalian capai di ujian tapi bergantung bagaimana hidup kalian di dalam Tuhan . Orang yang selalu hidup di dalam Tuhan sepanjang hidupnya akan mendapatkan keberkahan, dan orang yang hanya mementingkan kesenangan sesaat hidupnya tidak akan berkah. Ibu hanya berdoa saat ini mudah-mudahan kalian diberi jalan kebenaran , diberi petunjuk untuk melakukan yang benar , apalagi kalian sudah berdoa di totombok, sehingga tidak menjadikan kalian orang-orang yang munafik.

Inilah sepenggal puisi yang ibu berikan untuk anak-anaku tercinta......semoga Tuhan memberkati orang-orang yang berjalan di jalan Tuhan Amiiiin.

Tak kuasa air mata ini menetes perlahan
Tak kuasa jari jemariku berzikir kepadaMu
Tak kuasa kupanjatkan doa kepadaMU

Ya, Allah, Ya Robbii berilah aku kekuatan
untuk tetap istiqomah di jalan Mu, tetap
mengajarkan kebenaran pada anak-anaku.

walau sulit dan banyak tentangan, ya Allah, ya Robbii....
walau harus dimusuhi dan dicemooh, ya Allah, ya Robbi....
biarlah aku selalu bisa menjadi terang untuk orang lain

Ya, Allah , kuatkan hambamu..........sampai kapanpun.....
perjuangan hambamu ini belum selesai.......semangat jihad
terus Kau kobarkan biar tidak padam oleh orang-orang yang
kerdil hatinya...........

Puisi ini kupersembahkan untuk anak-anaku kelas 3 IPA tahun 2010 dan teruntuk yang terkasih Lilyani, Ivone, Ferry, Ruth, Jessica, Ovina, Vinni

1 komentar:

LiE mengatakan...

ibuuuu
huah bacanya jadi inget masa masa dlu TT.TT
sedih sekaligus haru c..
ya semoga tahun ini dan ke depannya bakal lebih baek..
Tuhan masih pengen make ibu bwt jadi penunjuk jalan bwt anak2 ibu :D

Posting Komentar