Selasa, 07 Januari 2014




Berfoto di bawah jembatan Barito


Perjalaanan di kota Banjarmasin dilanjutkan. Rasanya penasaran ingin melihat jembatan Barito, menurut cerita adalah jembatan gantung terpanjang di Indonesia. Pertama kali saya pergi ke luar Jawa adalah ke kota Pelembang. Disana terkenal dengan sungai Musi yang lebar dengan jembatan Ampera. Pertama melihat sungai Musi saya terkagum-kagum melihat lebarnya , beda dengan sungai di Jawa, tapi saat saya melihat sungai Barito dengan jembatannya , membuat saya terpana.

Dari kota Banjarmasin membutuhkan waktu tempuh perjalanan  sekitar 18 km. Jembatan Barito ini mempunyai panjang 1082 meter membentang dari timur ke barat yang melintasi sungai Barito yang mempunyai lebar 8000 meter.Wihhh, lebar sekali, dan ada pulau kecil yang dikenal dengan pulau Bakut selebar 200 meter. Pulau ini merupakan pulau kosong dimana di sana tinggal monyet bekantan, monyet khas Kalimantan. Jembatan ini menghubungkan dua propinsi yaitu Kalimantan Selatan dan Tengah, sehingga sangat memudahkan transportasi masyarakat di sana  yang sebelumnya harus menggunakan tranportasi lewat sungai.

 Tulisan Barito terihat di bagian atas jembatan

Jembatan ini dibangun dengan sistim Jembatan gantung kembar dengan kabel ganda yang tidak simetris. Dan peresmiannya ini dilaksanakan pada saat Soeharto masih jadi presiden tahun 1997. Jembatan megah ini tentunya perlu dipelihara secara teratur untuk mencegah kerusakan yang parah.


 Dari jembatan terlihat hamparan sungai dengan perahu yang lewat dan perahu yang sedang menepi

Waktu saya melewati jembatan Barito sebelum berhenti di sana,merasakan betapa panjangnya sebuah jembatan yang berdiri megah. Dengan warna kuning dan tulisan Barito di bagian atasnya dari kejauhan tampak gagah dengan beton-beton yang kukuh. . Di sedikit bagian tengah terlihat pulau yang ditutupi dengan banyak pepohonan. Rsanya tidak sampai-sampai pada bagian ujungnya. Akhirnya sampai ke bagian ujungnya. Wah , serasa ....berdebar-debar  dan  betapa hebatnya orang yang buat jembatan Barito ini. Akhirnya saya kembali lagi ke ujung awalnya, di bagian bawah terlihat taman yang sudah tidak terurus dengan gazebo yang sudah kusam. Menurut cerita di sana tadinya digunakan untuk wisata, ada taman dan beberapa gazebo dan tempat duduk tapi sekarang sudah tak terpakai lagi. Sayang sekali, padahal sungai selebar ini bisa dijadikan wisata yang menarik jika bisa dikelola dengan baik.


Dari bawah jembatan dapat meilhat stuktur jembatan yang kokoh.
Tapi, sejujurnya saya sangat beruntung bisa melihat kemegahan jembatan Barito saat berkunjung ke Banjarmasin, soalnya belum tentu saya dapat ke sana lagi. Perjalanan ke kota Banjarmasin , sungai Barito yang menyenangkan







4 komentar:

Hana mengatakan...

Uwaaaa....keren jg ya mbk jembatannya :)

samsuni sarman mengatakan...

pulau yang menjadi penopang jembatan di tengan sungai namanya - Pulau Bakut - karena disekitar sungai ada sejenis ikan yang bernama bakut dan harganya sangat mahal - juga di hutan pulau itu ada kijang dan hewan kalimantan lainnya.... datang lagi ya

Tira Soekardi mengatakan...

benar mb Hana, panjang dan megah, di Jawa gak ada sih

Tira Soekardi mengatakan...

Pak Samsuni, apa pulau Bakut itu bisa didatangi??? seperti pulau kembang???/

Posting Komentar