Kamis, 04 Februari 2016

Permainan Tradisional Yang Ditinggalkan





Masih ingat saat masih kecil , bermain adalah hal yang paling menyenangkan. Mengapa??? Karena bemain selalu dilakukan di luar rumah. Udara segar dan banyak gerak membuat tubuh menjadi sehat. Membuat aku juga punya banyak teman bemain mulai dari teman laki-laki dan perempuan bahkan teman yang usianya lebih tinggi dari aku. Rasanya dulu bermain adalah pekerjaan yang paling menyenangkan. Apa saja bisa dilakukan di luar. Dulu masih banyak terdapat lapangan untuk tempat bermain, masih banyak ladang dan sawah untuk tempat bermain. Beda dengan jaman sekarang. Sekarang anak-anak lebih sibuk dengan gadgetnya. Lebih individual dan gerak juga kurang. Dan secara pergaulannya dengan dunia luar menjadi jarang bahkan tak ada sama sekali. Sehingga anak cenderung lebih individual.



Permainan tardisional sendiri adalah permainan yang dimainkan oleh anak-anak jaman dulu . Biasanya dilakukan secara berkelompok. Dan kegiatan anak-anak itu lebih banyak pada kegiatan kebersamaan\, apalagi budaya Indonesia lebih mengutamakan kebersamaan. Sehingga tercipta jenis permainan tradisional. Ternyata banyak manfaat yang bisa didapat dari permainan  tradisional. Seperti:



  • 1.      Bisa mengembangkan kemampuan intelektual, seperti permainan ular-ularan, ABC ada lima. Dimana permainan ini butuh pengetahuan luas karena merupakan permainan tebak kata.

  • 2.      Meningkatkan kemampuan emosi antar personal. Seperti bebentengan, kasti, rumah-rumahan. Hal ini karena permainan ini terdiri dari dua kelompok yang berbeda yang bisa mengasah emosi untuk bisa saling membantu antar anggota kelompok.

  • 3.      Meningkatkan kemampuan logika. Seperti congklak, bekel, dam-daman. Hal ini karena permainan ini butuh strategi untuk mengalahkan lawan.

  • 4.      Meningkatkan kecerdasan kinestik. Seperti permaian galah asin/gobak sodor, Enggrang,lompat tali. Hal ini karena anak harus berlari, berlompat ,berputar untuk memainkan permainan ini.

  • 5.      Meningkatkan kecerdasan natural. Seperti mobil-mobilan dari kulit jeruk, encrak dari batu, enggrang dari bambu. Permainan  ini terbuat dari bahan dari alam sehingga anak bisa menyatu dengan alam.

  • 6.      Meningkatkan kecerdasan parsial. Seperti rumah-rumahan, anjang-anjangan. Permainan ini membutuhkan ruang sehingga anak akan mengerti tentang konsep ruang dan bisa bermain drama.

  • 7.      Meningkatkan kemampuan musikalnya.Seperti pada ular-ularan, ambil-ambilan, uncang-uncang. Karena permainan ini ada nyanyainnya sehingga anak bisa berlatih menyanyi.



Manfaat permainan  tradsional begitu banyak yang menyangkut fisik, mental dan emosi. Dan semuanya bisa meningkatkan kemampaun anak-anak secara menyeluruh. Sayangnya semua ini sudah banyak ditinggalkan karena tergusur dengan permainan modern . Perkembangan zaman yang semakin canggih dengan dunia digital , yang akhirnya permainan tradisional ini ditinggalkan. Sungguh disayangkan.

Oleh karena permaian  tradisional banyak ditinggalkan , padahal banyak manfaat yang didapat, akhirnya Circle of Happiness bergerak untuk lebih mempopulerkan permainan tradsional pada anak-anak. Tujuannya agar anak-anak juga lebih mengenal kalau banyak permainan tradisional yang mengasikan dan punya manfaat yang banyak. Permainan yang dikenalkan pada anak-anak ada tiga buah. Pertama gendong kaki. Permaian ini dilakukan oleh tiga anak. Dua anak bergandengan tangan menghadap ke muka. Anak yang ketiga salah satu kakinya dinaikan di atas lengan kedua anak yang bergandengan tangan. Kemudian kedua anak berjalan cepat dan anak yang ketiga harus bisa mengikutinya , tidak boleh jatuh. Kedua berjalan dia atas batok kelapa. Batok kelapa dibagi dua. Dilubangi di bagian punggung batok dan diberi tali.. Anak berjalan di atas batok sambil memegang tali . Permainan ketiga adalah bakiak berjalan. Bakiak yang dibuat untuk tiga orang.  Bakiak dijalankan oleh tiga anak sekaligus dan harus bisa melangkahkan kaki bersama bakiak tersebut.
Dengan mengajak anak-anak bermain permainan tradisional selain mengenalkan pada anak-anak juga untuk melestarikan permainan  tradisional agar tak punah. Dan dengan bermain anak-anak lebih banyak bergerak di lapangan sehingga tubuh menjadi sehat. Dan manfaat lain yang bisa diambil mulai dari kerja sama, kejujuran, sportivitas dan kebersamaan bersama anak-anak yang lain. Bermain dan mendapatkan manfaat lain yang berguna untuk anak-anak. Jadi tak ada salahnya untuk mengajak anak-anak untuk kembali bermain permainan tradisioanl dan tidak berkutat dengan gadget.


47 komentar:

Kanianingsih mengatakan...

padahal seru ya permainan seperti ini. sebenarnya gimana kita mau mengupayakana ya mak. waktu sy ngajar, ada bebrpa permainan tradisional dikenalkan ke anak. cuma di rumah nih belum bnnyk yg saya kenalkan ke anak

Anisa AE mengatakan...

Jadi ingat masa kecil dulu sering banget mainan kaya' gini. Kalo sekarang mah pada mainan gatged.

yasinta astuti mengatakan...

Saya banget nih mainan kaya gini. Yang paling kerasa sih kemampuan sosialisasi anak zaman skrg menurun ya mak

Vanda Arie mengatakan...

Waahh... mainan masa kecilku banget ini mbak :)

Ranika Ruslima mengatakan...

Yaah jadi nostalgia deh:')

Tira Soekardi mengatakan...

nah mak Kania , anakku juga dulu gak pernah main seperti itu, bahkan bola bekel saja hanya sampi kelas tiga SD

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbak Anisa, lebih seru lebih banyak teman

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbak Yasinta , anak sekarang kurang bersosialisasi, kita dulu banyak teman

Tira Soekardi mengatakan...

masih merasakan permainan ini mbak vanda

Tira Soekardi mengatakan...

yuk mbak Ranika bernostalgia dg permainan asyik ini

diah alsa mengatakan...

Beruntunglah kita yg masih merasakan indahnya bermain bebas dgn alam di era 90an yah Mbak :D

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbak Diah , lebih aktif dan banyak teman

evrinasp mengatakan...

jadi kangen masa kecil, itu permainan pakai bakiak ya mbak seringnya pas 17an adanya

Ophi Ziadah mengatakan...

Selain seruuu ternyata banyaak ya manfaatnya.
Pantesan kita2 yg kecilnya puas main maninan tradisional pinter2 yaa #eh

Arifinda D Putri mengatakan...

aku dulu pas kecil kayaknya banyak banget mainannya hihi tapi adekku yang sekarang masih SD juga banyak main kok meskipun sebatas petak umpet, tujuh batu pahlawan, atau main sepeda. kadang pengen juga gitu liat mereka main galaksin atau bentengan kayak aku dulu haha

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbak Ophi terutama pintar menghadapai beraneka sifat teman

Tira Soekardi mengatakan...

mbak Putri sekarang juga masih ada tp hanay sampai kelas 4 sd sesudahnay lebh suka ngecengin cowok cakep

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbak Evrinaps hanya pada acara tertentu saja ya, padahal kl bisa dilakukan setiap hari kayaknya seru

Selin 95 mengatakan...

Sekarang main ular2annya di hp mbak, hehe

Selin 95 mengatakan...

Sekarang main ular2annya di hp mbak, hehe

Djangkaru Bumi mengatakan...

Mirip banget dengan apa yang ada dibuku aku tak buta. Yang ingin menyampaikan betapa pentingnya permainan tradisioanl.
Gadget telah menggerus budaya lokal.

rita asmaraningsih mengatakan...

Setuju banget Mba.. permainan anak2 jaman dulu itu memancing interaksi antar sesama teman ya.. Kalo anak2 jaman sekarang terpaku dengan gadget semata ya..

i Jeverson mengatakan...

permainan tradisional emang banyak manfaat. selain nambah kebersamaan, nambah keuletan juga. kalau sekarang mah.. banyakan anak-anak main gadget..

Tira Soekardi mengatakan...

iya tapi kita jadi gak punya teman mbak Selin

Tira Soekardi mengatakan...

betul mas Djangkaru, teknolgi bisa mengerus budaya lokal, jadinya perlu dipertahankan budaya lokal dg banyak cara

Tira Soekardi mengatakan...

betul mbak Rita , anak-anak lebih mudah berteman

Tira Soekardi mengatakan...

iya mas Jeverson, anak lebih pandai bersosialisasi

Blogs of Hariyanto mengatakan...

iya benar..permaianan tradisional itu banyak sekali manfaatnya..beda dengan main gadget..yang cenderung membuat anak menjadi penyendiri dan tak ramah dengan lingkungan sekitarnya...
keep happy blogging always...salam dari makassar - banjarbaru :-)

Tira Soekardi mengatakan...

yup mas Hariyanto, anak belajar juga memahami karakter temannya

Uniek Kaswarganti mengatakan...

Iya loh permainan2 yg melibatkan keikutsertaan org banyak itu lebih mengasyikkan.

Adriana Dian mengatakan...

Duh jadi pengen balik kemasa kecil ya.. Sekarang mah anak kecil dimana-mana pegang gadget. Sedih.. :(

Amethyst Aiko mengatakan...

Masa lalu yang tak boleh dilupakan ya mbak.. Jadi kangen masa-masa itu.. Main dakon, bongkar-pasang dll.. Sekarang baru bisa mellek aja udah pegang gadget.. Padahal akku dulu SMA baru pegang henpon tulalit

Cilembu thea mengatakan...

jika demikian maka marikita jangan tinggalkan permainan tradisional itu agar tidak punah

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbak Uniek lebih seruuuu bisa teriak2 bersama

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbak Dian lebih berekspresi

Tira Soekardi mengatakan...

betul mas Cilembu jangan sampai punah , biar anak2 merasakan indahnya bermain

Tira Soekardi mengatakan...

iya Aiko, makanya kita harus mengajak anak sekarang keseruan permaianan jaman dulu

Aireni Biroe mengatakan...

main bakiaknya lucu kalau pas ada yang gak kompak :D

Mugniar mengatakan...

Dulu, peraturan yang ketat bikin kesal ya Mbak. Tapi baru terasa efeknya setelah kita menjadi lebih dewasa, apalagi di saat sudah menjadi ibu2

Izzah Annisa mengatakan...

Seru banget yaaa, permainan zaman dulu. Alhamdulillah sebagai ibu dan guru, saya berkesempatan mengenalkan permainan2 itu pada anak2. :)

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbak Aireni, harus kompak kalau enggak bakal jatuh bersama-sama

Tira Soekardi mengatakan...

mbak Niar kayaknya salah komen di artikel yang lain ya

Tira Soekardi mengatakan...

bagus mbak Izzah, memang perlu agar anak2 bisa mengambil manfaatnya

Aprie mengatakan...

Beda kalau dibanding waktu saya kecil dulu, anak-akan sekarang enggak ada yang seneng lari dan teriak-teriak di lapangan. Banyaknya main game dan tab, jadi pada obes, deh. :(

Tira Soekardi mengatakan...

masa kita kecil itu memang bermain ya , gak beban belejar yang berat ya mbak Apri

Alma Prisilya mengatakan...

Aah, jadi keinget serunya main di lapangan. Sekarang anak-anak mah stay di rumah betah karena ada gadget. Kalo pun mau main sm temen jadi suka khawatir karena marak kasus mengerikan, Serba salah :(

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbak Alma bermain di luar dg banyak teman memudahkan kita belajar bersosialisasi

Posting Komentar