Kamis, 14 April 2016

Kue Tapel, Crepesnya Wong Cirebon






Camilan kue tapel  ini sudah mulai jarang ditemukan di kota Cirebon padahal ini camilan sudah ada sejak lama sebelum banyak bersliweran camilan modern . Di Cirebon saja hanya beberapa tempat yang menjual kue tapel. Sebetulnya aku juga baru tahu setelah salah satu sepupuku merekomendasikan kalau ada camilan yang ada di Cirebon. Serasa tertampar nih , aku yang lama tinggal di Cirebon sama sekali tak tahu camilan ini. Akhirnya tanya sana sini aku menemukan tempat jualan kue tapel. Letaknya nyempil di sebuah gang kecil. Di sanalah aku mencicipi namanya kue tapel. Bu Lena generasi ketiga yang telah menjual kue tapel turun temurun. Tempat jualannya kecil. Memasaknya masih menggunakan kayu bakar. Untuk yang gak kuat, saat makan di sama mata akan terasa perih terkena asap dari kayu bakar.



Tapel sendiri merupakan singkatan dari ketan tempel. Menurut cerita dari jaman dulu kue tapel ini sebagai teman minum teh di pagi atau sore hari. Umumnya teh poci dengan gulanya gula batu. Kalau sekarang hanya dipakai buat camilan saja dan akan banyak dibeli saat bulan puasa .Untuk menu buka puasa. Nah kalau mau dibandingkan dengan makanan modern kue tapel ini bisa disejajarkan dengan crepes makanan khas Perancis. Cara buatnya juga sangat sederhana. Adonan berupa tepung beras dicampur dengan kelapa dituangkan di wajan yang sudah panas. Dan khasnya wajannya ditaruh di atas anglo yang apinya dari arang. Adonan ini dibuat tipis-tipis seperti crepes. Nah, ditunggu sampai agak kering baru diletakan pisang raja di atasnya. Dan harus pisang raja bukan pisang lainnya, karena tekstur pisang raja lembut , rasanya manis dan yang terakhir cepat empuk. Ditunggu agar pisangnya menyatu dengan dadar tapel baru ditaburkan beras ketan yang sudah dimasak setengah matang. Ditambah irisan gula merah . Dan jadilah kue tapel . Rasanya gurih dan manis. Saat akan menghaluskan pisang rajanya, hanya mengandalkan sepotong daun pisang yang langsung ditekan-tekan ke wajannya. Waktu aku tanya apakah gak panas. Menurut bu Lena sih sudah biasa jadi tak terasa panas lagi.

Mau coba membuat kue tapel , ini ada resep sederhana
Bahan yang diperlukan.

  • 1.      100 gr gula merah disisir

  • 2.      8 sendok makan tepung beras

  • 3.      5 sendok makan ketan kukus

  • 4.      5 buah psang raja ditekan-tekan dengan garpu

  • 5.      4 sendok makan kelapa muda parut

  • 6.      ½ sendok garam

  • 7.      Air secukupnya

Cara membuatnya.

  • 1.      Tumbuk ketan sampai setengah halus saja.

  • 2.      Kemudian campur tepung beras, kelapa, garam, ketan aduk rata dan masukkan air sedikit demi sedikit sampai bisa dipulung.

  • 3.      Wajan dipanaskan atau pakai teflon biar mudah membuatnya. Masukkan dua sendok makana donan dan ratakan dengan sendok.

  • 4.      Tambahkan pisang raja sebanyak satu sendok makan dan ratakan.

  • 5.      Gula merah sisir satu sendok teh ditaburkan dia atas adonan tadi dan tutup biarkan matang dengan api kecil

  • 6.      Bila sudah matang, angkat dan sajikan dalam keadaan hangat.



Camilan yang sudah mulai terpinggirkan , padahal rasa gurihnya begitu lembut di lidah. Untuk bisa bersanding dengan camilan modern lainnya ,mungkin perlu dilakukan inovasi baru. Dari kemasan yang lebih bagus, toping bukan hanya irisan gula merah tapi bisa diganti dengan macam-macam toping. Seperti meses, keju , sosis .Dengan rasa original yang tetap dipertahankan mungkin kue tapel ini bisa disejajarkan dengan camilan lainnya di mal-mal. Perlu ada orang yang mau mengubah keu tapel menjadi panganan modern tanpa menghilangkan keasliannya. Siapa tahu ada yang berminat menjadikan usaha yang menjanjikan.

59 komentar:

Mas Darsono mengatakan...

wah udah 3 generasi?
sip sip sip....

kapan2 ke Cirebon ah....

Mas Darsono mengatakan...

wah udah 3 generasi?
sip sip sip....

kapan2 ke Cirebon ah....

herva yulyanti mengatakan...

Wah baru tau tapel taunya empal gentong mba hehehe

diarysivika mengatakan...

Wah saya juga baru tahu nih mba, kue tapel makanan khas Cirebon :D Harganya berapa mba?

Tira Soekardi mengatakan...

ayo mas Darsono, Cirebon sekarang sudha bukan kota transit lagi tp juga kota wisata , apalagi sdh ada jalan tol Cipali

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbak Herva, aku saja baru nyoba nih

Tira Soekardi mengatakan...

diarysivika, harganya satu Rp 6000, tapi memang enaknya dimakan hangat2

Ida Tahmidah mengatakan...

Baru tau nii..makasih ya sudah berbagi :)

Dian Radiata mengatakan...

Wahh.... looks yummi...
Kalo di Surabaya sekilas mirip ama kue lekker,cuma kalo kue lekker pake gula pasir, bukan gula merah. Jadi penasaran nih ama kue tapel

Anisa Ae mengatakan...

Aku baru tahu makanan ini .... Emang yang jadul-jadul itu mulai gak dilirik, kalah ma burger dan pizza. Padahal rasanya juga gak kalah.

Tira Soekardi mengatakan...

sama-sama mbak Ida

Tira Soekardi mengatakan...

memang yummy banget mbak Dian

Tira Soekardi mengatakan...

Aku juga baru tahu nih mbak Anisa, dan katanay kalau diisi dengan keju atau coklat tambah enak. mungkin bisa jadi peluang bisnis dan bisa disuaki manusia modern yg lebih suka keju

Putu Ayu mengatakan...

Wah, baru tau ada makanan asli indonesia yg kayak gini. Mirip kerak telor ya, cara bikinnya. Kl makannya duet enak, satunya gutih satunya manis :)

Ruli retno mengatakan...

Mba ini tulisannya nyambung semua ga ada paragraf pemisah..hehehe..jd padet..
Mba tapel ini mirip ga sih sm ketoprak jakarta kan pke kelapa2 jg pke wajan kecil gt

Oka Nurlaila mengatakan...

Aku baru dengar namanya kue tapel. Ngebayanginnya aja udah berasa enak. Apalagi nyoba makannya *gulp*.

Afifah Mazaya mengatakan...

Kayaknya enak. Manis-manis gitu. Jadi pengin ke Cirebon. :D

Akhmad Muhaimin Azzet mengatakan...

Waah, perlu diekspos ke media sosial ya, termasuk ditulis di blog seperti ini, nanti bila banyak yang tahu, lalu mengangkatnya sebagai kekinian, semoga kue tapel akan semakin diminati.

Tira Soekardi mengatakan...

bisa jadi ya mbak Putu

Tira Soekardi mengatakan...

mbak Rul, jauh banget mbak, gak sama dengan ketoprak. kalau kerak telur rada mirip

Tira Soekardi mengatakan...

enak banget mbak Okta

Tira Soekardi mengatakan...

yuk mbak Afifah nanti aku ajak wisata kuliner

Tira Soekardi mengatakan...

betul pak Akhmad, atau dimodifikasi agar terlihat modern. Kalau isinay diganti keju/coklat juga enak tanpa menghilangkan rasa kulitnya yang khas

angkisland mengatakan...

wah lempar ke jogja satu mamah tira hehe....

Susindra mengatakan...

Wah... asyik banget ini Mbak. Kebayang enaknya.
Btw, resep dan caranya mudah, nih. Pengen nyoba kapan2

prana ningrum mengatakan...

kayak kue leker ya mbak..pakai tape to?

Naufal Akhdan Baihaqi mengatakan...

wah baru tau ini ada kue tapel. cara pembuatannya hampir mirip sama pembuatan kerak telur ya..:-)
penasaran sama rasanya. sayang jauh tempatnya. iya nanti resep di atas itu bisa di coba.. :-)

E. Novia mengatakan...

haduh,,bikin ngiler. gimana dong? hehe

Tira Soekardi mengatakan...

ada yang mirip gak ya dengan tapel di jogja mas Angki

Tira Soekardi mengatakan...

ayo mbak Susi, dicoba kan pinter masak, isinya diganti dg keju atau coklat juga enak loh

Tira Soekardi mengatakan...

gak mbak Ningrum, pakai ketan

Tira Soekardi mengatakan...

iya mas Naufal sepertinya

Tira Soekardi mengatakan...

ayo mbak Novia, main ke cirebon atau bikin sesuai resep.Isinay bisa diganti keju biar kekinian

Ophi Ziadah mengatakan...

cara bikinnya kayak surabi aja ya mah...cuma tipis2 aja adonannya n rasanya manis

Timur Matahari mengatakan...

Lumayan tuh asap buat bikin terharu. Kalau dikampung saya nggak pake variasi pisang raja atau lainnya. Sayang saya lupa nama kuenya, habis terakhir liat kue seperti ini saat masih kecil.

willova mengatakan...

dduuuhh biin makin laper aja

Perempuan November mengatakan...

wah.. baru tau ada yang namanya kue Tapel ini. sepertinya enak dan unik ya mbak. nggak kalah jika disejajarkan dengan kuliner modern dari luar. cuma sayangnya kita sendiri yang seringnya lebih milih kue modern ketimbang kue tradisional. padahal kue tradisional itu enak-enak menurut saya.

Tira Soekardi mengatakan...

mbak Ophi, mampir yuk ke cirebon kayaknya gak ada nih yang punya kue tapel selain cirebon

Tira Soekardi mengatakan...

oh mas Arif ada juga di kampung mas, waaahhh jadi penasaran

Tira Soekardi mengatakan...

yup mbak Willova , mampir ke cirebon

Tira Soekardi mengatakan...

Perempuan November, betul , mungkin bisa dimodifikasi ya agar tampak modern, misal isi diganti dengan keju, oreo atau coklat/susu, mungkin lebih mengena

Icahbanjarmasin mengatakan...

Ini kue kesukaan saya..enakkk bingittt.

Tira Soekardi mengatakan...

mas Icah di banjarmasin juga ada, namanya apa ya

yuli yulia mengatakan...

Sepertinya resepnya aku comot ya mba Tira.. hehehe. Nyobain lagi seneng didapur bikin penganan

Ummi Nadliroh mengatakan...

Sebenarnya kue2 tradisional enaknya jg tidak kalah dengan kue2 modern ya, Mbak. Kemasannya barangkali yg harus diperbaiki.

Dan saya baca ini pas laper, jadi pengen kuenya... :)

Levina Mandalagiri mengatakan...

Lho Mbak Tika emang dari Cirebon?? Waah, deketan dong. Aku lama tinggal di Kuningan Mbak. Sekarang sih merantau di ujung Barat pulau Jawa. Ortu dan saudara di Kuningan sih.

Ih, aku baru tau juga kuliner kue tapel ini. Setahu aku yang terkenal di Cirebon kalo ngga empal gentong ya nasi jamlang. Haha. Masih banyak yang belum tahu ternyata ya tentang kuliner cirebon ini.

Tira Soekardi mengatakan...

ayo mbak Yuli dicoba bisa buat teman minum teh di sore hari

Tira Soekardi mengatakan...

betul mbak Ummi Nadliroh kue tradisional memang enak, malah jadi langka. Harus dipermodern soal rasa

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbak Levina aku di cirebon dari tahun 1992. Dan aku juga baru tahu tentang kue tapel ini

Teguh Budi Santoso mengatakan...

pkl utara tuh di cirebon daerah mana sih, mba? jauh ga dari kesambi. Kebetulan lg di cirebon.

Tira Soekardi mengatakan...

agak jauh, dekat nasi lengko pagongan yg terkenal itu, dari situ sekitar 100 meter ada gang kecil , tanya saja kue tapel bu lena pasti tahu

Amir mahmud mengatakan...

Mirip kerak telor nih, pasti enak banget

Tira Soekardi mengatakan...

mungkin mas Amir, yg penting rasanya enak

Kanianingsih mengatakan...

Mirip serabi y?? Penasaraaaan pengen coba dan malah baru denger nama makanannya

Tira Soekardi mengatakan...

yuk mbak Kania kalau ke cirebon coba deh enak, memang penampilan kayaknya kurang sip ya, tapi enak

Intan Novriza Kamala Sari mengatakan...

wihhh kayaknya sedaaap mba :D
Ala-ala crapes gitu yaa.. aku doyan makan crapes

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbak Intan, kalau crepes arsanya manis, kalau tapel gurih dan isinya manis

Adi Pradana mengatakan...

Maknyus banget ni....

Tira Soekardi mengatakan...

maknyus banget mas Adi

Posting Komentar