Kamis, 30 Maret 2017
Sky
Walk bikinan kang Emil ternyata bikin aku penasaran. Ih seperti apa ya. Waktu
terakhir ke jalan Cihampelas sih masih dalam pembangunan. Jalan di atas dari
bawah hanya terlihat logam-logam yang dijejer rapi sepanjang jalan Cihampelas .
Jembatan layang atau sky walk terbuat dari baja dan beton dengan panjang hampir
sepanjang 500 meter yang membentang dari RS Advent sampai Cihampelas Walk.
Serasa bisa terbang berada di atas sky walk ini sepertinya.
Beberapa
saat setelah dibuka resmi , sudah banyak postingan tulisan dan foto mengenai
sky walk ini. Penasaran juga dengan sitausi yang ada di atas. Akhirnya saat ke
Bandung mau nyoba juga sky walk ini. Waalu hujan rintik-rintik tak menyurutkan
langkah kaki untuk pergi ke sana. Tangga
yang sedikit curam menyambut kedatanganku. Saat di atas aku sudah bisa menilai
seleranya kang Emil. Kang Emil itu aku perhatikan setiap bikin apa saja selalu
ada tanaman kastuba, tanaman perdu yang tak ada bunganya. Semua tanaman
sederhana yang pemeliharaannya juga tak merepotkan . Dan disusun dengan apik
sehingga terkesan wah.
Selain
taman-taman dan tempat duduk tempat kita bersantai, juga terdapat kios-kios
yang menjajakan makanan, minuman, pakaian asesoris dan kerajinan tangan. Itu
semua berasal dari PKL yang tadinya ada
di jalan Cihampelas . Mereka disuruh naik ke atas dan sudah disediakan
kios-kios dengan warna yang mencolok sehingga penuh warna. Menikmati kuliner
sambil duduk di atas dan menikmati pemandangan dari atas cukup menarik juga.
Sarana yang jelas terlihat ada mushola kecil, nah ini keren deh. Jadi yang
ingin gak terlambat solat bisa solat di sini. Toilet juga banyak disediakan, tempat sampah-sampah ada di beberapa sudut di
sepanjang sky walk tersebut. Terlihat payung-payung warna warni di bagian tengahnya
sehingga terlihat mencolok dilihat dari jauh.
Aku
naik dari tangga sebelum Cihampelas walk. Dari sana aku menyusuri jalan-jalan
tersebut. Dan beberapa lantai diberi warna-warni yang mencolok. Dan banyak undakan-undakan
sehingga saat kita bejalan-jalan tak monoton berjalan lurus saja . Dan sisi
kiri dan kanan pohon-pohon besar yang ada membuat rimbun dan menjadikan sky
walk ini teduh. Dan kita merasa dekat sekali dengan puncak pohonnya. Biasanya
kita sangat jauh dari puncak pohonnya. Waktu aku tanyakan sama pedagang kaki
lima di sana, mereka antusisa dan senang berjualan di sini. Lebih nyaman, diberi
kios dan tak takut ketabarak karena di atas tak ada kendaraan bermotor. Selain
itu di sky walk juga disediakan lift untuk orang-orang yang malas naik tangga
atau untuk kaun disabilitas yang juga ingin menikmati sky walk ini.
Di
ujung dari sky walk terdapat taman dengan tanaman kastuba dengan sebuah frame
foto. Di dalam frame itu kita bisa berfoto . Hanya sayang kali ini
jalan-jalannya gak begitu lama. Sebetulnya ingin bisa duduk berlama-laam sambil
ngobrol tapi karena suasana hujan rintik-rintik sehingga tak memungkinkan. Tapi
rasa penasaranku juga bisa hilang walau harus pakai payung menikmati berjalan
di langit. Sky walk ini juga bisa jadi
sarana wisata yang murah meriah. Tempat foto cantik , tempat ngumpul
teman-teman juga bisa dan tidak memalukan . Nah, katanya juga ini jalan di atas
jalan untuk pertama kalinya ada di Indonesia dan yang pertama di dunia dengan
kanan kirinya pohon besar. Jadi kalau ke Bandung ingin bersantai bolehlah sky
walk jadi tujuan .
Label: jalan-jalan
Kamis, 09 Maret 2017
Pasar Terapung yang ada di Lembang,
Bandung Utara, waktu itu begitu booming dan aku masih saja belum ke sana karena
malas dengan kemacetan Lembang apalagi di waktu weekend. Dulunya pasar terapung
di Lembang ini adalah situ Umar yang sering aku kunjungi waktu kecil. Bahkan
pernah pada saat SMA aku belajar ekosistim danau ya di situ Umar ini. Jadi situ
Umar bagiku sih sudah tak asing lagi. Bahkan jadi kunjungan rutin saat kepala
suntuk. Udara yang sejuk bikin tenang duduk di sini. Dulu sih belum macet dan
bisa menggunakan kendaraan umum . Kalau sudah duduk di tepian danau, sudah deh
bisa melamun sepuasnya dan suntrukpun hilang karena udara yang sejuk bikin
nyaman di hati. Dan sekarang diubah menjadi wisata yang asyik tentunya.
Flotaing market ini mengadaptasi pasar terapung di Banjarmasin dan Thailand.
Tapi ini diberi konsep modern tidak seperti pasar terapung di Banjarmasin. Tapi
di Banjarmasin juga unik karena masih mempertahankan sisi tradisionalnya. Nah,
saat aku berpergian bersama ibu-ibu darma wanita ya akhirnya aku bisa kemari
juga setelah banyak orang yang pernah datang ke sini, setelah sudah gak booming
lagi. Walau telat tapi tentunya dengan
melihat sendiri situasi di sana membuat kita tak penasaran lagi.
Dari pintu gerbang masuk , kita akan
diberi tawaran untuk menukarkan tiket dengan minuman yang panas yang cocok
dengan udara Lembang yang sejuk. Dari sana akan terlihat danau yang luas dengan
area pejalan kaki yang apik dengan pepohonan yang asri. Juga terdapat gazebo
kecil yang banyak terdapat di sana untuk sekedar duduk-duduk.Untuk menyeberangi
danau ada perahu yang tersedia, kalau tidak kita bisa jalan kaki untuk
mengitari danau. Ini lebih seru . Banyak yang kita lewati saat mengitari danau.
Terdapat area yang berbau Jepang. Kita bisa menyewa pakaian adat Jepang. Area
pasar terapung ini dibangun di tengah-tengah danau dengan membuat daratan yang
memanjang. Penjual akan berdagang di atas perahu di tepian sepanjang jalan
tersebut. Banyak kuliner khas Jawa Barat
yang dijual di sini. Dan aku pilih ketan bakar dengan minuman hangat yang tepat
untuk suasana sejuk. Untuk membeli tak boleh dengan uang tunai tapi kita harus
membeli koin di tempat tertentu. Dengan koin tersebut kita bisa beli aneka
macam kuliner di sana. Di sana juga disediakan meja dan kursi untuk tempat makan.
Nah, di sana juga tersedia saung-saung
untuk tamu-tamu dalam jumlah banyak atau berupa rombongan besar.Biasanya untuk acara
gathering atau arisan atau yang lainnya
dengan fasilitas yang lengkap. Di ujung danau juga terdapat beberapa restoran
yang berjualan di bangunan permanen dengan variasi sesuai dengan tema. Juga
floating market ini didominasi dengan pondok-pondok kayu dan bambu yang sangat
khas sunda. Juga kita bisa lihat
beberapa fauna seperti angsa dan kelinci serta ikan. Bahkan kita bisa memberi
makan ikan yang tubuhnya besar-besar. Selain itu di sini juga terdapat spot
wisata lain seperti kampung Leuit dan
taman kelinci.
Untuk suasana memang mengasyikan.
Apalagi banyak kuliner yang sangat menggoda. Walau telat, tapi sayang karena ikut rombongan jadi tidak bisa
lama-lama besantai di sana. Padahal asyiknya santai dengan duduk sambil makan ,
sambil menikmati pemandangan , kalau perlu berperahu untuk menikmati danau nan
hijau dikelilingi pepohonan yang rimbun.
Label: jalan-jalan
Kamis, 02 Maret 2017
Cara Asyik Mengajarkan Hafalan Doa, Surat Pendek Dan Bacaan Sholat
86 komentar Diposting oleh Tira Soekardi di 12.44
Tahu
permaian monopoli? Monopoli adalah
permainan berupa papan dengan tujuan untuk menguasai petak yang ada di papan
dengan cara membeli, menyewa atau pertukaran properti . Dimana setiap pemain
melemparkan dadu untuk memindahkan bidaknya dan bila ia mendarat di petak yang
belum dimiliki pemain lain, dia bisa beli petak tersebut. Kalau petak itu sudah
dibeli oleh pemain lain dia harus bayar uang sewa . Sebelum ada monopoli sudah
ada permainan yang lain seperti The Landlord’s yang mempermudah orang mengerti kalau tuan tanah
memperkaya diri dan memiskinkan para penyewa. Sampai suatu saat permainan ini diterbitkan tahun 1913 di
London.Permainan ini tersebar bukan saja lewat penjualan tapi lewat mulut ke
mulut.
Nah
, apa hubungan monopoli dengan belajar menghafal surat pendek, hafalan doa dan
bacaan solat? Nah waktu aku lihat ada beberapa anak di komunitas Circle of
Happiness yang masih sulit untuk menghafal surat-surat pendek , doa dan bacaan
solat yang diajarkan oleh pengajar di TPA yang mereka ikuti, aku perlu cari
cara agar mereka bisa belajar dengan menyenangkan. Kalau mengajarkan dengan cara yang sama
dengan di TPA mungkin anak-anak akan bosan , maka perlu cara lain yang asyik.
Dan tercetus ide bagaimana kalau gunakan permainan monopoli. Dan mulai dengan
menciptakan desain yang cocok untuk digunakan belajar. Jadi hampir sama dengan
monopoli biasa. Ada petak-petak yang mengelilingi , mulai dari start sampai
kembali ke start. Kalau di monopoli biasa petak-petak berisi nama-nama kota
yang bisa dibeli, tapi monopoli ini berisi beberapa gambar. Ada gambar
anak-anak, gambar anak berdoa, gambar anak baca
Al Quran dan ada anak sedang solat. Juga ada dana umum dan kesempatan,
parkir bebas, untuk masuk penjara diganti dengan masuk pesantren. Tapi di sini
tak menggunakan uang. Karena ini berhubungan dengan agama makanya disebut
dengan monopoli religi.
Cara
bermainnya sama saja. Pertama melempar dadu. Kemudian bidak akan dijalankan
sesuai dengan angka yang terdapat di dadu. Bila anak berhenti di petak yang
bergambar anak saja , hanya mendapat nilai 5. Bila berhenti di petak bergambar
anak berdoa, akan diberi pertanyaan tentang hafalan doa, kalau bisa menjawab
diberi nilai 20. Kalau berhenti di petak anak yang sedang solat, melihat
gerakan apa yang ada dalam gambar tersebut dan membacakan bacaan tersebut. Bila
benar jawabannya mendapat nilai 25. Kalau berhenti di petak yang bergambar anak
baca Al Quran diberi pertanyaan surat pendek, dan bila bisa menjawab diberi
nilai 30. Untuk dana umum dan kesempatan ada pertanyaan tentang doa , surat
pendek dan bacaan solat. Kalau masuk pesantren dan mau keluar dari pesantren
dadu harus berjumlah enam, kalau sudah tiga kali belum mendapatkan angka enam
boleh minta pertanyaan agar bisa keluar dari pesantren. Agar anak-anak tidak
lupa setiap anak sudah menjawab pertanyaan , anak yang lain mengulang bersma-sama.
Secara tak sadar mereka akhirnya belajar dengan cara menyenangkan .
Selama
satu jam anak-anak bemain dengan suka cita. Tanpa mereka sadar mereka sudah
banyak belajar surat-surat pendek, bacaan solat dan doa-doa. Walaupun masih ada
yang sedikit lupa, tak mengapa. Paling tidak ini bisa mengulang apa yang
diajarkan di TPA yang mereka ikuti, tapi ini dengan cara yang berbeda .
Ternyata dengan cara yang lain dan mengasyikan membuat anak-anak lebih semangat
belajarnya apalagi ada hadiah menanti bagi kelompok yang meraih nilai yang
paling tinggi. Nah, mau mencoba buat anak-anak agar mau belajar hafalan surat
dan doa dengan menyenangkan, boleh deh mencoba permainan ini.
Label: pendidikan
Kamis, 23 Februari 2017
Visit Tidore Island - Wisata Sejarahnya Yang Memukau
54 komentar Diposting oleh Tira Soekardi di 12.35
Pulau Tidore. Gambar dari sini
Kalau
kita beranjak ke arah timur di daerah Maluku Utara di sebelah barat Halmahera
terdapat pulau Tidore. Letaknya dekat dengan pulau Ternate. Dulunya pulau ini
dikenal dengan nama Limau Duku atau Kie Duko. Nama ini punya arti pulau yang
punya gunung berapi. Ini terlihat pulau Tidore didominasi dengan gunung Kie Matubu
gunung berapi .Kemudian pulau ini diberi nama Tidore yang berasal dari To adao Rahe yang memiliki arti saya mungkin
telah sampai. Di Pulau ini banyak peninggalan sejarah saat penjajahan Portugis ataupun Belanda.
Peninggaln sejarah ini bisa dijadikan tujuan wisata ke pulau Tidore, karena
sudah banyak di daerah lain dikembangkan wisata sejarah.
Potensi
wisata sejarah di pulau Tidore ini cukup bagus apalagi kesultanan Tidore
termasuk kerajaan Nusantara yang kuat. Bahkan saat Sultan Nuku berkuasa beliau
bisa menghalau VOC dari pulau Tidore. Sebelum VOC datang Portugis sudah lebih
dulu datang ke pulau ini. Pulau ini kaya akan rempah-rempah yang menbuat bangsa
lain ingin datang dan merebut pulau ini.Dengan demikian banyak sekali peninggalan
Portugis dan Belanda . Hal ini memungkinkan wisata sejarah dikembangkan di
Pulau Tidore. Banyak hal yang menarik yang bisa dilihat dari potensi wilayah
pulau ini dalam kesejarahannya. Beberapa wisata sejarah yang bisa dikunjungi
saat datang ke Pulau Tidore.
- 1. Benteng Tohulu dan Toware. Benteng ini peninggalan bangsa Portugis. Letaknya di sebelah barat laut pulau Tidore. Benteng ini hanya terlihat puing-puing saja dan sudah banyak yang hancur tapi kalau dilihat dari arah laut akan terlihat jelas benteng yang luas dan gagah . Benteng ini hancur karena serangan bangsa Belanda yang masuk ke pulau Tidore ini untuk menguasai rempah-rempahnya.
-
Benteng. Gambar dari sini
- 2. Istana kesultanan Tidore. Istana ini dibangun pada 14 Masehi. Kesultanan Tidore ini mencapai kejayaannya pada saat pemerintahan Sultan Nuku karena penataan sistim pemerintahannya yang sangat baik. Istananya disebut dengan Kedaton Kie. Kedaton artinya milik rakyat. Makanya aktivitas pemerintahan bukan saja hanya di tangan sultan tapi tanggung jawab rakyat Tidore juga. Dulu istananya dibuat dari bambu (dinding) dan alang-alang (atap). Kemudian pada masa pemerintahan Sultan XXX ( Sultan Muhiddin Muhammad Taher) beliau mengganti kedaton dengan yang permanen yang pembangunanya selesai tahun 1861 M.
-
Istana Kesultanan Tidore. Gambar dari sini
- 3. Museum Sonyine Malige. Museum ini penuh dengan sejarah dari kesultanan Tidore. Di Museum ini terdapat Mahkota Berambut Kesultanan Tidore. Banyak orang yang percaya rambut yang ada di atas mahkota dapat tumbuh setiap tahunnya. Akibatnya perlu dipotong dan saat malam idul adha dilakukan upacara pemotongan rambut tersebut. Mahkota ini berguna juga untuk memilih calon sultan. Setiap anak laki-laki keturunan sultan harus mencoba mahkota ini. Bila mahkota ini bisa melekat pas di kepalanya artinya dia berhak menjadi sultan. Mahkota ini disimpan di kamar Puji yang disakralkan sehingga tak semua bisa masuk kesana. Selain itu juga terdapat singgasana sultan, tempolong tempat meludah sultan, alat-alat perang dan lain sebagainya. Museum ini semakin menarik selain mempunyai nilai sejarahnya juga terdapai nilai magisnya.
-
Museum Sonyine Malige. Gambar dari sini
4.Mesjid Kesultanan Tidore. Dikenal dengan mesjid besar atau mesjid
Kolano yang dibangun pada tahun 1700 Masehi. Di areal mesjid terdapat bangunan
yang dikenal dengan sebutan Stanyer untuk tempat bedug (tifa). Ke arah ruang
solat ada serambi yang disebut dengan
Gandaria. Untuk ke teras harus melewati tujuh teratak tangga. Untuk
solat disangga oleh 4 tiang utama yang
tingginya 7 meter dan ada dua mimbar. Mimbar yang satu untuk kotbah sedangkan
mimbar yang lain ditutupi dengan kelambu
putih yang digunakan untuk solat sultan. Untuk mengurus mesjid ini dilakukan
oleh satu Qogdhi dan dibantu 6 imam yang dikenal dengan sebutan Imam Soe. 6
imam ini bertugas bergantian.
Mesjid Kesultanan Tidore. Gambar dari sini
Nah, itulah beberpa wisata sejarah di
pulau Tidore yang bisa dikunjungi. Walau masih banyak hal yang perlu dilakukan
agar wisata sejarah ini benar-benar bagus dengan sarana yang menunjang suatu
wisata sejarah, maka tak ada salahnya kita juga ikut mendorong wisata wan baik
dalam negeri maupun manca negara untuk mengunjungi pulau Tidore dan menggalakan
program Visit Tidore Island. Dengan demikian pulau Tidore akan menata diri agar
pantas untuk disinggahi wisatawan untuk melihat bagaimana peristiwa masa lampau
yang menyertai sejarah pulau Tidore.
Label: lomba blog
;;
Subscribe to:
Postingan (Atom)