Minggu, 08 Desember 2013

Perjalanan ke Garut- Candi Cangkuang.


Di pintu gerbang masuk  areal candi
 
Setelah menyeberangi situ Cangkuang dengan pesona alamnya yang indah , sampai di suatu pulau yang bentuknya memanjang dari barat ke timur dengan luas 1,5 ha.  Letak candi cangkuang ini berada di puncak bukit kecil yang dikelilingi oleh situ cangkuang dan cukup unik untuk dilihat. Selain terdapat candi di situ juga terdapat makam tua dari batu yang dukenal dengan makam Mbah Dalem Arief Muhammad yang dikenal sebagai sesepuh di sini dan penyebar agama Islam di sini.

Candi ini pertama kali ditemukan tahun 1966 dan dipastikan bahwa candi ini adalah peninggalan agama Hindu sekitar abad 8 M yang merupakan candi satu-satunya yang ada di Jawa Barat.Pemugaran candi ini dimulai tahun 1974 sampai 1975. Dan dimulai dengan penyusunan kerangka badan, atap dan patung Syiwa dan dilengkapi dengan joglo museum tempat menyimpan benda bersejarah peninggalann kebudayaan dari seluruh kabupaten Garut. Untuk ke daerah candi harus melewati pedagang sovenir dan kampung adat Pulo, baru akan terlihat candi berdiri tegak , ramping dan kecil.

Di bagian depan terlihat ada pintu  terbuka yang menuju masuk ke candi , tapi kita tidak dapat masuk ke sana hanya bisa di bagian depan saja. Di samping candi terdapat makam batu yang masih terlihat terurus dan bersih, Sebelah kiri dari makam ada museum  yang berisi peninggalan sejarah seperti guci-guci, Al Quran yang sudah tua yang ditulis di daun lontar,.
Di depan candi Cangkuang


Candi dengan latar belakang pemandangan indah , bisa kita duduk-duduk terlebih dahulu di sekitar pepohonan yang ada di sana sambil menikmati indahnya alam yang ada di sekeliling candi. Udara yang segar memberikan kenikamatan sendiri dan tentunya pengetahuan akan bertambah  banyak yang  bisa diambil dari candi dan museum yang ada di sana......


2 komentar:

Muhammad Khoirudin mengatakan...

wow lumayan seru nih. ngomong ngomong nambah ilmu tentang tempat wisata budaya di jawa barat he.. hee.. o iya di sana apa ada menara eifel?

Tira Soekardi mengatakan...

gak adalah, di sana masih ada kampung adat kampung Pulo, entar say akan tulis lagi di sini

Posting Komentar