Kamis, 04 Mei 2017

Umroh (1) : Prosesi Umroh





 Setelah selesai Thawaf

Seperti yang aku ceritakan di postingan terdahulu di sini, kalau kepergian aku dan suami ke tanah suci itu sesuatu yang tak terduga tapi aku juga mulai membaca-baca apa saja yang harus aku persiapkan untuk menjalani ibadah umroh ini. Mudah-mudahan cerita aku di sini juga bisa memudahkan teman-teman yang akan menjalani ibadah umroh.


 Setelah miqot di Jeddah , berangkat ke Mekkah

Sebetulnya ibadah umroh itu ibadah yang sangat sederhana. Tentunya perlu mengikuti aturan-aturan agar apa yang kita lakukan semua sah . Jadi kita perlu mengetahui terlebih dahulu rukun umroh. Rukun umroh adalah rangkaian ibadah yang wajib dilakukan saat umroh. Tak sempuran ibadahnya kalau semua  rukun tak dilaksanakan. Rukun umroh ada tiga yaitu :

Setelah Sai

  • 1.      Ihram :  niat untuk melakukan ibadah umroh dengan mengucapkan talbiah dan harus menggunakan pakaian ihram bagi pria. Ihram dilakukan setelah sampai di miqot. Waktu aku umroh miqot pertama dilakukan di Jeddah, karena pesawat dari Jakarta tiba di Jeddah langsung  pergi ke Mekkah . Dan di sana mulai tahapan selanjutnya. Waktu itu pukul setenagh satu malam waktu setempat.
  • 2.      Thawaf. Berjalan mengelilingi Kabah sebanyak tujuh putaran yang dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad juga. Karena aku bersama rombongan dan kami dibantu oleh seorang ustad, sehingga memudahkan aku dan teman yang lain melakukan prosesi umroh ini. Jadi pria disuruh baris di depan dan saling bergandenagn tangan erat (berdempetan) dan perempuan di belakangnya dan diberi tahu untuk tak memberi sela atau jarak dengan yang di depannya. Hal ini bertujuan agar kita tidak di sela dengan orang lain yang ingin keluar atau masuk. Untuk bacaannya kita tinggal mengikuti apa yang dibaca oleh pak ustad sehingga sangat memudahkan dibanding kita harus membaca dari buku panduan. Memang banyak sekali orang yang menyelip ke barisan dan mulai mendorong-dorong. Kita harus tetap di belakang barisan  rombongan agar tidak terberai. Karena waktu itu malam sehingga udara tak terlalu panas , malah cenderung sejuk.
  • 3.      Sai . Sai adalah berjalan di antara bukit  Shafa dan Marwah pulang pergi sebanyak tujuh kali. Jarak antara Shafa dan Marwah cukup jauh sehingga   agak kecapaian juga. Padahal di Cirebon aku terbiasa jalan pagi setiap harinya. Bahkan suamiku agak kram mungkin karena pen yang dipasang di sepanjang kaki kirinya membuat ototnya menjadi kaku. Beberapa saat suamiku minum air zam-zam agar kakinya tak kram lagi dan bisa melanjutkan Sainya. Alhamdulilah  Sai bisa berakhir juga walau agak kawatir dengan pen suamiku. Dan diakhiri dengan Tahallul atau potong rambut.
Untuk umroh yang kedua , dilakukan sehari sesudah umroh yang pertama. Kali ini miqot dilakukan di mesjid Jiranah  karena sebelum mengambil miqot , kita city tour dulu di kota Mekah. Dan umroh kedua ini saat siang hari pas terik-teriknya. Dengan udara yang panas dan dorongan banyak orang-oarng besar yang menyusup ke rombonganku, membuat umroh kali ini agak lebih berat.

 Membaca Al Quran di depan Kabah

Sisa hari di Mekah dilakukan untuk terus beribadah. Baik yang wajib maupun yang sunah dan memperbanyak baca Al Quran. Betapa asyiknya dan syahdu saat bisa solat, baca Al Quran tepat di depan Kabah. Setiap detik aku bisa menatap terus Kabah. Kadang air mata menetes saat solat atau kala membaca Al Quran. Aku suka sekali baca Al Quran yang ada di Masijil Haram. Tulisannya walau gak besar-besar tapi gak dempet-dempet sehingga mudah dibaca dengan mata tuaku. Kalau milikku yang di Indonsia tulisan besar tapi hurufnya banyak yang dempet sehingga lebih sulit dibaca. Akhirnya aku beli satu buah Al Quran tapi belinya di Madinah. Dan jadi Al Quran  ini yang dibaca sehari-hari di rumah.Teman sekamarku malah dapat Al Quran gratis saat jalan menuju ke Masijil Haram dari hotel. Kebetulan hotel tempat aku menginap tak jauh dari Masijil Haram.   Begitulah prosesi umroh aku.Tunggu cerita selanjutnya tentang City Tour di kota Mekkah.


 Selesai sholat subuh


27 komentar:

Felyina mengatakan...

Wah, senangnya menjalankan ibadah umrah. ^_^

Sie-thi Nurjanah mengatakan...

ya, Allah merinding rasanya. kepingiiiin banget bs beribadah langsung di Masjidil haram

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbak felyna

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbak sie thi, aku sampai merinding saat baca Al Quran di depan Kabah

evrinasp mengatakan...

subhanallah, rasanya pasti tak bisa digambarkan, moga saya segera menyusul juga bu, aamiin

Ikrom Zayn mengatakan...

senang ya bu
saya juga ingin sekali umroh

Uwan Urwan mengatakan...

Alhamdulillah... Semoga kami bisa ikutan umroh juga kakak... Aamiin.

Tira Soekardi mengatakan...

amin mas uwan

opipolla mengatakan...

masyaa allah ingin banget pergi ke tanah suci.. sama suami.. hihihi

doakan saya juga ya buuu semoga Allah SWT memudahkan kami untuk pergi kesana

Wisnu Tri mengatakan...

alkhamdulillah sudah diberikan kesempatan buat ke tanah suci. doakan semoga bisa menyusul kesana juga mbak :)
pengen beribadah di deket kabah & masjidil haram, pengen merasakan syahdunya mekkah

Tira Soekardi mengatakan...

mudah2an ams ikrom bisa ke sana ya , amin

Tira Soekardi mengatakan...

amin mbak evrinasp

Tira Soekardi mengatakan...

mbak oppipola, semoga terwujud , amin

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbak wisnu, syahdu dan bikin hati bergetar

Fika Anaira mengatakan...

semoga saya bisa segera nyusul ke tanah suci :) amin

Siti mudrikah mengatakan...

Subhanalloh, semoga aku bisa menyusul mba tira singgah dirumah alloh.

Reihan Putri mengatakan...

Masya Allah, semoga bisa segera berkunjung ke Tanah Suci juga, terimakasih sharingnya :)

Tira Soekardi mengatakan...

amin mbak fika

Tira Soekardi mengatakan...

amin mbak siti

Tira Soekardi mengatakan...

amin, sama2 mbak putri

sari widiarti mengatakan...

Doain ya Mbak, aku juga bisa umroh bareng keluarga :")

Rach Alida Bahaweres mengatakan...

Ya Allah mba. Lihatnya jadi senang banget. Alhamdulillah ya mbaa

Nisrina mengatakan...

Masya Allah. Setelah baca pengalaman umroh ini jadi makin terinspirasi biar bisa segera berkunjung ke sana. Aamiin.

Tira Soekardi mengatakan...

semoga mbak sari, amin

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbak alida sungguh menakjubkan

Tira Soekardi mengatakan...

amin mbak nisrina, pokoknya di sana itu bikin mau nangis saja dan takjub

Nurul Sufitri mengatakan...

Anakku ekskul angklung nih di SD...ga tau kenapa dia suka deh padahal anak-anak lain pilih nari atau apa. Alhamdulillaah turut melestarika budaya Indonesia.

Posting Komentar