Minggu, 24 Mei 2015

Taman Bacaan Impianku




Sumber gambar di sini

Membaca sudah mendarah daging bagiku walau aku sempat vakum untuk beberapa saat waktu anak-anak masih kecil-kecil. Kebiasaan membaca sudah ditanamkan oleh ibuku sejak aku kecil dan itu membuatku sangat suka sekali membaca, terutama fiksi. Aku bisa berjam-jam terbius dengan cerita yang ada dalam buku. Aku akan begitu asik dengan duniaku , membaca. Semua yang ada di sekelilingku terlupakan karean cerita yang bisa menghipnotis diriku. Dan kesukaan membaca aku terapkan juga pada anak-anakku. Sejak kecil mereka sudah aku biasakan memberinya buku cerita. Dan akhirnya merekapun turut senang membaca. Setiap bulan aku belikan buku-buku yang mereka inginkan, bahkan mereka mampu membelinya sendiri dengan uang jajan mereka kalau mereka ingin menambah bahan bacaan mereka. Sudah banyak buku yang terkumpul dari mereka yang aku simpan dalam rak. Walau ada beberapa yang sudah aku sumbangkan pada anak-anak yang gak mampu.

Kalau dilihat memang membaca itu bisa membuka jendela dunia. Banyak pengetahuan yang bisa didapat dengan membaca. Manfaatnya begitu banyak. Beberapa manfaat yang bisa didapat saat membaca buku

  • 1.      Memberikan memori yang kuat pada otak kita dan bisa mengembangkan kemampuan otak untuk berimajinasi , bahasa dan pembelajaran asosiatif.

  • 2.      Menjaga keremajaan otak , karena dengan membaca membuat otak lebih efisien mengubah struktur otak untuk terus berfungsi dengan baik .

  • 3.      Menghilangkan stres karena dapat menurunkan hormon  stres ,kortisol hingga 67%

  • 4.      Meningkatkan kosa kata. Walau kita sudah dewasa dimana perbendaharan kata sudah banyak tapi tetap saja akan menemukan kosa kata baru yang didapat dari membaca.

  • 5.      Meningkatkan rasa empati dimana saat membaca cerita turut membawa rasa hati kita untuk berempati pada orang lain ,memahami perasaan orang lain setelah membaca.

  • 6.      Mendorong tujuan hidup. Dengan membaca banyak kisah hidup orang yang sukses membuat kita termotivasi untuk bisa memenuhi tujuan hidup.

  • 7.      Mencerahkan hari. Membaca  memang bisa memberika kebahagian dan keceriaan di dalam hati dan memberikan semangat positif dalam diri kita dengan cara yang halus.


Sebagian koleksi bukuku




Ternyata manfaat membaca begitu banyak dan aku sudah membuktikannya. Buku-buku yang sudah menumpuk di rak buku rumah begitu banyak. Kadang aku terpikirkan. Untuk apa semua buku yang terpajang di rak bukuku???? Aku sudah membacanya. Begitu juga dengan buku-buku milik anak-anakku. Apalagi setiap bulan aku selalu membeli buku baru, belum lagi mendapat hadiah novel/buku  dari beberapa giveaway yang aku ikuti. Akhirnya aku terpikirkan ingin sekali membuka taman bacaan , tapi aku terkendala dengan tempat dan sarana lainnya untuk bisa membuka taman bacaan. Aku ingin sekali mengajak orang lain untuk gemar membaca. Ini salah satu aspirasi aku saat ini. Membuka taman bacaan. Walau belum terealisasi tapi aku masih mencari jalan untuk bisa membuka taman bacaan. Ada yang kadang tercetus dalam pikiranku saat membaca sebuah blog , dimana ada pemuda yang menggelar buku bacaan miliknya di selembar tikar di lapangan yang selalu ramai saat hari minggu/libur . Pemuda itu mengajak anak-anak yang ada di lapangan itu untuk membaca bukunya. Terlintas juga sih ide tersebut untuk aku lakukan apalagi sekarang banyak area pubilik saat hari libur seperti car free day , lapangan olahraga yang bisa aku manfaatkan untuk mengajak anak-anak suka membaca.

Sebagian koleksi bukuku





Itulah aspirasi yang segera ingin aku wujudkan. Sederhana saja. Aku mengharapkan dengan membuka taman bacaan kecil-kecilan bisa mengerakkan minat membaca bagi anak-anak dan remaja yang ada di sekitarku. Mudah-mudahan saja ini bisa terwujud dalam waktu dekat ini , amin



Minggu, 17 Mei 2015

Tokoh Inspiratif Ala Bocil





Inspirasi punya arti ilham. Menginspirasi artinya mengilhami. Orang-orang yang mempunyai kemampuan untuk mengilhami banyak orang dari semua kegiatan dan prilakunya sering disebut dengan tokoh inspiratif. Banyak sekali sekarang tokoh-tokoh inspiratif yang bermunculan. Baik perempuan, laki-laki, tua, muda. Tak ada pandang bulu, semua bisa menjadi tokoh inspiartif. Biasanya mereka diakui oleh banyak orang sehingga mereka disebut dengan tokoh inspiratif. Banyak dari kita kagum dengan tokoh-tokoh tersebut dan mengilhami dirinya untuk bisa seperti tokoh yang diidolakannya. Tentunya hal ini sangat berguna karena akan memacu semangat untuk maju. Adalah semangat untuk maju bukan dengan menjiplak semua kegiatannya tapi spirit atau semangatnya apapun kegiatan kita. Karena kalau kita hanya menjiplak saja, tentu tak membuat kita lebih baik , malah cenderung kita dianggap sebagai peniru. Semangat dari tokoh-tokoh itulah yang harus kita tiru.


Di kegiatan bocah cilik (bocil) di Yayasan Al Kahfi Cirebon, saya ingin mengajak bocil untuk melihat tokoh-tokoh inspiratif yang bisa menjadi pembakar semangat bocil untuk maju. Untuk itu aku mengajarkan membuat hiasan gantung dari botol bekas dengan digantung tokoh inspiratif yang ada di benak bocil.



Alat-alat yang digunakan :


  • 1.      Botol plastik bekas yang masih ada tutupnya

  • 2.      Benang kasur

  • 3.      Paku tajam

  • 4.      Kertas jeruk

  • 5.      Payet

  • 6.      Pinsil warna

Cara membuatnya

  • 1.      Potong botol plastik di bagian atas yang ada tutup botolnya kira-kira 5 cm dari tutup botol atau sesuai selera. Sehingga ada tutup botol dan sebagian botol. Bagian bawahnya diratakan atau bisa dibentuk biku-biku atau gelombang sesuai selera. Dan bagian sisinya dihiasi dengan payet-payet

  • 2.      Tutup botol di bagian tengah lubangi dengan paku yang tajam

  • 3.      Dari kertas jeruk dipotong sesuai selera, bisa bentuk segitiga, bentuk hati, persegi. Di atas kertas jeruk dilubangi dengan alat pembolong kertas.

  • 4.      Di kertas jeruk itu ditulis tokoh inspiratif bocil dengan alasannya mengapa dia memilih tokoh tersebut dan diberi warna dan hiasan

  • 5.      Kemudain kertas jeruk yang sudah ada nama tokoh inspiratif tersebut diberi tali kasur dan  tali kasur itu dimasukkan ke dalam lubang di tutup botol yang telah dibuat dan dibagian bawah tutup botol di buat tali mati agar tali tak melorot.

  • 6.      Tara begini jadinya....




Hiasan-hiasan gantung dari botol sudah jadi dengan tokoh inspiratif bocil .Kegiaatn ini diharapkan agar tokoh inspiratif yang mereka miliki bisa menjadi pemacu semangat mereka untuk maju. Semoga saja!! Semangat bocil!!!!


Sabtu, 09 Mei 2015

Mukena Putih VS Seprei Putih






Mukena putih
VS
Sprei Putih

Ini pengalaman aku saat sedang mendampingi siswa-siswaku retret di Baturaden Purwokerto. Kejadiannya sudah cukup lama. Kebetulan kebanyakan siswa-siswaku beragama katolik karena aku mengajar di sekolah katolik. Ada beberapa murid yang juga muslim. Di tempat retret itu juga ada mushola kecil yang ditujukan untuk murid yang muslim. Di acara retret ini anak-anak dibina karakternya agar mereka mandiri punya sifat kepepimpinan, kejujuran, kerja sama, empati, saling tolong menolong dan lain sebagainya. Kegiatan berupa sharing, outbound maupun tindak nyata.

Tentunya saat menjalani retret ada aturan yang harus dipenuhi oleh murid-murid. Salah satunya harus tidur tak boleh larut malam. Jadi ada jam malam yang harus dipatuhi oleh anak-anak. Biasanya setiap hari kegiatan sampai jam 9 malam. Setelah itu anak-anak diharuskan langsung tidur di kamar-kamar masing-masing. Ada salah satu siswa  yang cukup bandel. Selain itu jail. Namanya Faza. Dia sering menakut-nakuti teman yang lain dengan menyamar jadi hantu dengan menggunakan kain seprei. Kebetulan di sana kain sepreinya semua berwarna putih. Tiap kamar dia gedor dan habis itu akan terdengar teriakan anak perempuan. Beberapa kali aku tegur tapi anak itu gak pernah kapok.

Suatu malam, sekitar jam 10 malam, setelah solat isa, aku mau mengontrol kamar anak-anak apakah mereka masih ngobrol atau masih ribut di dalam kamar. Belum sempat aku melepaskan mukenaku, terdengar  suara gemeresek di depan kamarku. Aku agak berdebar, memang katanya tempat retret ini agak seram .  Waktu itu aku menggunakan mukena berwarna putih.  Dan tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu kamarku. Ah, paling anak-anak yang mau minta obat atau mau numpang menelpun orangtuanya. Makanya aku bukakan pintunya. Saat pintu terbuka, aku melihat Faza  berdiri dengan seprei yang menutupi seluruh tubuhnya. Mungkin dia akan menakut-nakuti aku. Tapi alangkah terkejutnya dia setelah melihat aku . Dikiranya aku hantu karena saat itu kamarku memang agak gelap karena aku memakai lampu untuk tidur dan mungkin dari luar hanya tampak orang yang berpakaian putih-putih. Faza  teriak dan langsung lari sambil teriak Hantu!!!!!. Aku terpana sekejap dan langsung terbahak-bahak. Rasain itu anak!!!!. Karena teriakan Faza , semua anak keluar dari kamarnya dan mengerumuni Faza yang ketakutan . Mereka ribut sekali. Aku melepaskan mukenaku dan menuju ke kekerumun anak-anak. Saat aku menceritakan kejadian yang sebenarnya,semua anak mentertawakan Faza. Aku melihat dan menggetok kepalanya.
            “Rasain kamu. Makanya jangan suka nakut-nakuti temannya. Ini pembalasan untuk kamu,”tukasku. Faza meringis dengan wajah yang masih pucat pasi. Esoknya tak ada lagi jeritan anak-anak. Faza sudah kapok ternyata...... Mukena putih disangkanya hantu, ha, ha.....

Tulisan Ini Diikutkan dalam Giveaway Menyambut Ramadhan


Sumber gambar orang solat :http://t3sy4.blogspot.com/2011_11_01_archive.html
Sumber gambar hantu  :http://www.ypayonline.com/ypayvideo/detail_videos.php?id=zdEQGLDXyyw&name=Video%20pocong%20lucu

Minggu, 03 Mei 2015

Rumah Cinta




Sinopsis novel mini Rumah Cinta
             Nisa anak dari pengusaha terkenal dari kota Bandung .Kehidupannya sangatlah cukup malah lebih dari cukup. Dia begitu dimanjakan oleh kedua orangtuanya. sampai akhirnya kedua orang tuanya tersadar kalau Nisa menjadi anak yang manja, egois dan tak bisa mandiri. Akhirnya kedua orangtuanya membuat rencana untuk mengajarkan Nisa mandiri. Tapi apakah Nisa mampu melewati itu semua?????

            Ternyata awal yang sulit karena Nisa lebih suka berlibur dengan sahabat-sahabatnya ke Jogjakarta daripada harus pergi ke Garut ke rumah neneknya. Tapi keputusan mama dan papanya tak bisa Nisa tolak. Dengan terpaksa dia pergi ke rumah neneknya. Di sana secara tak sadar Nisa ditempa oleh neneknya untuk bisa mandiri. Walau Nisa sering kali marah dan kesal dengan neneknya.

            Di sanalah Nisa menemukan cinta pada pria yang membuat hatinya berbunga-bunga. Namun Nisa tak tahu apakah pria itu membalas rasa cintanya. Nisa harus menunggu begitu lama untuk mengetahui perasaan pria yang disukainya. Mampukah Nisa membuka cinta pria itu dalam kehidupannya???? Mampukah Nisa melewati tempaan neneknya?????? Kembali ke rumah yang penuh cinta itulah harapan Nisa.

Di Balik Pembuatan Novel Mini Rumah Cinta

            Novel ini bisa diterbitkan oleh penerbit Panji karena memenangkan lomba novel mini yang diadakan oleh penerbit itu. Awalnya aku ragu untuk mengikutinya. Berhubung aku belum pernah sama sekali membuat novel. Hanya cerita pendek dan cerita mini yang sering aku buat. Beberapa teman juga ikut serta dan agak minder juga awalnya saat aku tahu beberepa yang ikut sudah pernah menerbitkan novel. Tapi ada sesuatu dalam hatiku untuk mencobanya , ah siapa tahu berjodoh. Akhirnya aku memutuskan untuk ikut serta, apalagi temanya dibebaskan , jadi aku tidak terlalu terpaku dengan tema.

            Paling mudah mencari tema , pastilah tema cinta, tapi aku harus mencari tema cinta yang gak biasa, harus ada nilai moralnya. Akhirnya aku putuskan aku akan bercerita tentang rumah. Rumah itu seharusnya ada cinta dan dari rumahlah awal pembentukan karakter. Anak akan mempunyai karakter yang baik itu mulai dari rumah, bagaimana orang tua mereka yang memberikan fondasi di rumah atas dasar cinta. Jadi tokoh Nisa yang disebutkan sebagai anak manja dan apapun harus dituruti . Itu semua karena didikan orangtuanya , berhubung Nisa anak tunggal . Sampai akhirnya mamanya melihat anaknya tidak mandiri dan manjanya yang keterlaluan membuat Nisa tampak jadi terlalu kekanak-kanakan. Akhirnya orangtuanya memutuskan menyuruh Nisa berlibur di rumah neneknya. Mamanya tahu di rumah ibunya Nisa bakal bisa didik dengan baik agar mandiri. Dan memang benar, rumah adalah tempat pembinaan yang baik untuk membentuk karakter anak. Jadi Nisa berubah setelah neneknya mendidik agar Nisa mandiri. Tentunya dengan rasa cinta. Saat Nisa kembali ke rumah, mamanya melihat perubahan dalam diri Nisa.

            Dari cerita ini juga dikemas adanya tali ikatan cinta antara Nisa dengan pemuda yang sudah dianggap saudara oleh neneknya. Kemasan yang menjadi satu kesatuan dari cerita dan tak terlepas dari jalannya cerita. Sungguh senang saat aku tahu aku termasuk 10 besar novel mini yang diterbitkan gratis. Walau hanya penerbit indi tak mengurangi kegembiraanku. Apalagi banyak respon positif  terhadap novel miniku.  Mungkin ini satu bentuk cambukan bagiku untuk bisa mengembangkan tulisanku sampai kelak bisa menerbitkan sebuah novel. Semoga saja!!!!

Ini penampakan cover Rumah Cinta 



Sumber gambar rumah :http://www.tampakdepanrumahminimalis.co/rumah/rumah-karton.html

;;