Kamis, 04 Agustus 2016

Ketupat Dan Angpau




 Berkumpul dengan keluarga kecilku

Lebaran adalah momen yang paling ditunggu. Lebaran adalah satu waktu dimana hampir semua keluarga besar bisa berkumpul. Karena masa lebaran hampir setiap kantor atau perusahaan meliburkan karyawan untuk waktu yang lama. Dan momen lebaran inilah yang digunakan untuk bersilaturahmi dengan keluarga yang lain. Seperti arti dari lebaran sendiri . Lebar yang artinya luas . Jadi lebaran , meluaskan/melebarkan tali persaudaraan . Betul kan??? Banyak orang yang pulang ke kampung halaman untuk bisa bertemu dengan sanak saudara. Begitu juga keluargaku. Pasti berkumpul di rumah mertua di  puncak, Cipanas. Semua kumpul di sana. Dan  itu sangat membahagiakan. Selama ini komunikasi hanya lewat telepon,kini bisa berjumpa langsung. Keluargaku sendiri harus terpisahkan jarak dengan anak-anak. Anak laki-lakiku yang pertama di Tangerang bekerja dan anak perempuanku yang kedua di Bandung sedang kuliah.Sedang aku dan suami di Cirebon. Kami selalu berkomunikasi lewat ponsel. Seperti saat mau mudik , kami janjian di Bandung . Dan komunikasi kami menggunakan smartfren . Kebetulan anakku bekerja di IT di smartfren jadinya kami menggunakannya untuk memudahkan komunikasi . Untuk itu kami selalu memanfaat teknolgi 4G dengan banyak keunggulan sehingga memudahkan komunikasi antar keluarga. Memang kampanye #4GinAja ini sungguh luar biasa dan kami merasakannya. Komunikasi selalu  lancar dengan anak-anak. 

 Berkumpul dengan keluarga besar

Ketupat???  Kalau lebaran gak ada ketupat itu rasanya gak afdol. Lebaran identik dengan ketupat. Ketupat sejak dulu digunakan untuk perayaan lebaran sudah ada pada jaman kerajaan Demak. Ketupat yang terbuat dari daun kelapa menunjukkan tentang budaya pesisir dan mulai diperkenalkan oleh walisongo dan biasanya dibuat pada lebaran ketupat seminggu sesudah  idul fitri. Berhubung aku tidak pandai masak, sehingga dari tahun ke tahun aku selalu kebagian mengisi ketupat dengan beras. Ada yang bagian memasukan beras, ada yang kebagian membersihkan ketupat , mengikat ketupat sebanyak lima-lima dan ada yang kebagian memasak ketupatnya. Semua mendapat bagiannya.  Beras yang diisipun mengalami perubahan. Dulu saat pertama kali mengisi ketupat , itu diisi beras sampai setengahnya. Kemudian berkurang menjadi sepertiga . Dan sekarang menjadi kurang dari sepertiga. Mengapa??? Ternyata mengikuti usia ibu mertua. Kondisi giginya yang mulai merapuh , makanya diperlukan ketupat yang lebih empuk daripada sebelumnya. Dan saat membuat ketupat , di sinilah obrolan dan candaan akan bersliweran. Semua gembira saat ketupat sudah jadi dan masak betul .

 Ketupat dan lauk pauknya

Angpau. Wah kadang inilah yang ditunggu anak-anak bahkan yang bukan anak-anak juga menunggunya. Angpau ini sebenarnya berasal dari bahasa Cina dan diserap ke dalam bahasa Indonesia yang artinya hadiah atau uang. Dan tradsisi ini dipakai saat lebaran. Banyak orangtua yang memberikan angpau pada anak-anak, ponakan, cucu dan kerabat lainnya. Cara pemberiannya juga bermcam-macam. Ada yang ditaruh di dalam amplop, ada yang langsung diberikan pada orangnya . Kebanyakan yang memberi adalah orang yang sudah punya penghasilan sendiri. Jadi nih yang belum bekerja boleh deh mengharapkan mendapatkan angpau. Tahun ini tahun yang membuatku terharu. Mengapa??? Tahun ini tahun pertama anak sulungku yang sudah bekerja memberikan angpau pada sepupu-sepupunya. Entah perasaan di dadaku terasa sesak. Merasa bahagia anakku bisa berbagi kebahagiaan bersama sepupu-sepupunya. Dengan amplop di tangannya , dia dengan sumringah memberikan satu persatu amplop. Malah salah satu sepupunya menanyakan apa ini ada isinya  atau tidak. Berbagi kebahgiaan saat lebaran , inilah yang paling selalu ditunggu.

 Bagi-bagi angpau

Walau sederhana, tapi momen bikin ketupat dan bagi-bagi angpau ini selalu jadi peristiwa yang selalu diingat sepanjang masa. Dari dulu yang hanya menerima angpau, sekarang bisa memberi. Membuat ketupat walau melakukan hal yang sama tapi selalu ada cerita di sela-sela pembuatan ketupat. Kadang kebahgiaan di saat lebaran ini, selalu ingin terulang kembali. Bisakah kita bertemu lagi lebaran mendatang??? Entahlah. Mudah-mudahan kita akan dipertemukan kembali dengan lebaran mendatang. Dan bisa berkumpul kembali, mungkin dengan anggota baru lagi. Amin



39 komentar:

Aireni L.B. mengatakan...

Kalau di tempat saya, makan ketupanya 7 hari setelah lebaran idul fitri, Mbak. Jadi ada lebaran khusus yang dinamakan lebaran ketupat kalau di sni :D

Keluarga Biru mengatakan...

Makasih Mbak partisipasinya, TERDAFTAR.

Lusi mengatakan...

Wah jadi pengin Lebaran lagi. Senang kumpul keluarga besar. Dapat angpau pula :))

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbak Aireni, kalau di mertuaku ya gak ada lebaran ketupat, jadi ketupatnya pas idul fitri itu

Tira Soekardi mengatakan...

sama-sama mas Keluarga Biru

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbak Lusi ketemu keluarga besar itu yang bikn senang karena gak setiap saat bisa bertemu

Kanianingsih mengatakan...

Betul mak, lebaran tanpa ketupat kaya ga lebaran..

Santi Dewi mengatakan...

lebaran yang ditunggu itu, ya ketupat sama lauk pauknya hehe

ana ummu fitry mengatakan...

lebaran itu moment yg selalu seru...ngumpul2..makan2 dan bagi2 angpau hehehe

Adriana Dian mengatakan...

Waaah bagi-bagi angpau pasti masuk ke salah satu acara yang paling seru ya Mak, untuk anak-anak. Hihii

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbak Kania, makanya diusahakan bikin ketupat

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbak Santi

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbak Ana bahkan ada yang hanya bisa ketemuan pas lebaran saja, jadi momen yg ditunggu

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbak Adriana, boro2 yang kecil yang sudah besar saja masih menunggu

Ika Puspitasari mengatakan...

Bagi-bagi Angpau biasanya adalah momen yang paling ditunggu-tunggu bagi anak-anak. Dulu saya juga kayak gini siih, hehe. Tapi sekarang bisa berkumpul saja sudah bahagia :)

Inda Chakim mengatakan...

koq gk blg sih mah si sulung mau bagi2 angpau, kan aku bs kesana, hahaha, #plak
salut mah sm si sulung

Victor Martin mengatakan...

Waktu kecil nungguin angpau,, pas jadi orangtua mikirin angpau,, hehehe

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbak Ika, kumpul setelah sekian lama gak bertemu

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbak Inda, biar dia juga belajar berbagi dan mungkin suatu kebanggaan tersendiri, dulu menerima angpau sekarang memberi

Tira Soekardi mengatakan...

ha,ha, iya mas Martin

sie-thi nurjanah mengatakan...

Keluarganya kompak ya Mba. Suka liat kehangatan keluarga seperti itu

Anisa Ae mengatakan...

Aku suka bagian yang angpaonya. Hehehe

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbak Sie-thi, itulah yang selalu ditunggu, ngumpul bersama

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbak Anisa, anak2 belum dikasih saja sudah punya rencana mau beli ini itu

Ratnawati Utami mengatakan...

Seru ya jalan-jalannya?

angkisland mengatakan...

sukses mamah tira semoga juara ya mah aamiin....

Prita Hw - LIVE UR PASSION mengatakan...

seru ya momen lebarannya mbak, sesederhana itu justru yang bikin makna mendalam :)

damarojat mengatakan...

terharu ya mah. yang dulu cuma dikasih, sekarang bisa bagi-bagi.

Riva Mobi mengatakan...

wah kumpu dengan keluarga memang momen yang sangat menyenangkan skali, smoga menang yo

Tira Soekardi mengatakan...

mbak Ratna , saah komen ya?

Tira Soekardi mengatakan...

makasih mas Angki

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbak Prita sederhana , gak mewah yg penting bisa ngumpul

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbak Dwi, lihatnya bangga gitu

Tira Soekardi mengatakan...

iya Riva Mobi

indah nuria Savitri mengatakan...

Kebiasan yang sama di keluargaku juga nih mbaaa

Tira Soekardi mengatakan...

oh gitu ya mbak Indah

Nita Lana Faera mengatakan...

Nerima angpao dulu dan akhirnya dimampukan bagi2 angpao emang sama asyiknya :D

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbak, menyenangkan bagi yang memberi dan yang menerima

Lidha Maul mengatakan...

Saya suka ketupat yang empuk. Oya, tahu ketupat kandangan? Nah, itu ketupat unik menurut saya. Karena sifatnya hancur, nggak menyatu, meskipun kita isi hanya sepertiga, sangat tidak cocok untuk ibu mertua mbak.

Posting Komentar