Kamis, 08 Juni 2017

Umroh ( 3 ) : Cerita Tentang Laut Merah





Setelah ibadah dan prosesi umroh sudah selesai, maka tibalah untuk menuju kota Madinah. Sebelumnya pergi ke kota Jeddah dulu untuk beberapa tempat yang bisa dikunjungi. Salah satunya ya tempat belanja yaitu Pasar Balad Corniche.Sebetulnya kata kurnis atau corniche itu berasal dari bahasa Perancis yaitu route a corniche yang mempunyai arti ruas jalan di tepi terjal. Akhirnya malah berubah arti menjadi kawasan terbuka yang luas di tepian badan air. Di sana ada toko yang murah untuk berbelanja oleh-oleh untuk sanak keluarga. Penjualnya orang Indonesia sehingga memudahkan untuk transaski dan tawar menawar. Apalagi orang Indonesia di sana terkenal suka sekali belanja sehingga di sini begitu dimanjakan dengan pelayanan maksimal. Waktu itu sih belanja di toko Ali Murah. Karena aku kurang suka kurma, aku membeli coklat kurma. Jadi coklat menyelubungi kurma dan dibagian dalam kurma ada  kacang almond. Tadinya aku kira itu biji kurma tapi ternyata bukan .Tapi aku sendiri lebih suka melihat di kota Jeddah beberapa tempat yang punya sejarah yang membuka wawasan kita tentang banyak hal.





Makam Siti Hawa

Makamnya terletak di pusat kota Jeddah di kawasan pemakaman kuno. Dikenal dengan nama Moqbara Umma Hawwa yang artinya makamnya bunda Hawa. Wanita dilarang masuk ke area pemakaman tersebut. Dari luar terlihat makamnya  memanjang sepanjang 25 meter. Dari sana menuju Laut merah. Tentu kita tahu bagaimaan laut merah ini sangat erat hubungannya dengan nabi Musa.




Laut Merah

Laut merah ini memisahkan benua Afrika dengan benua Asia.Dan kota Jeddah ini terletak di tepi laut Merah sisi timur. Laut merah menyimpan banyak cerita tentang kebesaran Allah . Yaitu saat umat Bani Israel diburu pengusaha Mesir. Laut merah membelah dan menenggelamkan Firaun bersama  pasukannya.Secara geografis laut Merah ini yang berhubungan dengan laut Arab di sebelah selatan sedang di sisi utara terdapat terusan Suez yang menghubungkan laut Merah dan laut Mediterania. Dan kisah nabi Musa ini diperkirakan terjadi 3500 tahun silam. Dan berdasarkan penelitian tempat penyeberangan nabi Musa ada di Nuwaiba semenanjung Sinai Mesir. Bisa dibayangkan ya, bagaimana kekuatan yang harus ada untuk menyibakan air laut  dengan lebar lintasan 900 meter dengan jarak 1800 meter. Keajaiban yang hanya Allah yang bisa membuatnya. Laut merah di kota Jeddah ini memang dibuat oleh pemerintah Arab sebagai kawasan wisata . Banyak terdapat gazebo untuk duduk-duduk sambil melihat hamparan laut. Di kawasan laut Merah itu juga terdapat mesjid Terapung.

 


Mesjid Terapung.

 Mesjid Terapung di laut Merah ini awalnya bernama mesjid  Fatimah. Nama ini tak ada hubungannya dengan putri dari Nabi Muhammad tapi nama ibunda dari pembangun mesjid ini. Tapi banyak yang mengaitkan dengan putri nabi sehinnga diubah namanya menjadi mesjid Ar-Rahmah pada tahun 2010 bulan Desember. Disebut terapung karena mesjid ini berada di atas laut Merah. Di mesjid ini menyempatkan untuk solat. Bangunan utamanya yang luas diperuntukan untuk solat para pria sedangkan untuk wanita di sisi ruang buat pria di bagian luarnya. Sungguh menyedihkan tempat solat untuk wanita. Di luar dan saat itu angin dari laut berhembus kencang sehingga hembusan kencang terasa ke badan kita.


Selain itu kita juga mengelilingi kota Jeddah dan di sana juga terdapat tempat untuk mengolah air laut menjadi air minum. Juga terdapat tempat hukum gantung bagi orang-orang yang bersalah . Dan tempatnya  sangat tertutup. Setelah selesai mengelilingi kota Jeddah sudah saatnya berangkat menuju kota Madinah. Kota  Madinah dengan mesjid Nabawinya yang indah . Perjalanan yang cukup panjang lima jam. Hanya melewati padang pasir dengan bukit bebatuan yang kering kerontang. Beberapa saja terlihat rumah  penduduk. Kebayang gak ya waktu nabi Muhammad hijrah dari Mekah ke Madinah melewati jalan yang terjal dan gurun dan bukit berbatuan. Terasa berat pastinya. Dan berhenti di rest area yang begitu menyedihkan . Hanya terdapat satu toko kecil , mesjid dan toilet . Dan setelah lima jam perjalanan akhirnya sampailah di kota Madinah. Di kota ini akan banyak beribadah di mesjid cantik nan indah, mesjid Nabawi.


46 komentar:

Leha Barqa mengatakan...

Wah ternyata ada ya mbak coklat kurma yg dalam'y kacang, kalo aku pernah di kasih oleh2 tp bukan coklat tetapi kurma yg dalam'y kacang. Awalnya aku pikir juga itu biji kurma ternyata kacang

Tira Soekardi mengatakan...

ada mbak, malah di madinah ada kurma yang dilapisi bolu tp tipis

Inna Riana mengatakan...

coklat kurma saya paling suka, bu :)

Tira Soekardi mengatakan...

enak ya mbak inna

Sie-thi Nurjanah mengatakan...

ya..Allah semakin bertambah hasrat utk berkunjung ke mekah dan madinah. peradaban zaman nabi dan rasul tersimpan abadi disana

Sri Wahyuni mengatakan...

Subhanallah indah sekali ya mbak kota Madinah...apalagi ada coklat kurma, jadi kepengen....

Liswanti mengatakan...

Kacang almond kesukaanku tuh mba, ternyata ada juga coklat kurma ya. Pengen umrah juga dan bisa menjelajahi semuanya neh.

Yuniar HMS. Islamiyati mengatakan...

Mba, saya jd makin ingin kesana. Semoga bisa, aamiin

Kurnia amelia mengatakan...

Kapan ya bisa menginjakan kaki kesana? Jadi pengen cepet2 kesana��

Adi pradana mengatakan...

Mau dong, coklat kurmanya...

Ida Raihan mengatakan...

Kalo makamnua 25 meter, seberpa tinggi a Bunda Hawa?

April Hamsa mengatakan...

Senangnyaaa, semoga suatu saat bisa umroh dan berwisata juga di laut merah :D

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbak sie thi, banyak cerita tenatng perjalanan nabi di sana

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbak sri coklat kurmanya enak sekali, ada juga kurma yang dilapisi cake yg tipis

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbak liswanti, aad juga kurma yang dilapisi cake tp tipis lapisannya itu juga enak

Tira Soekardi mengatakan...

amin mbak yuniar

Tira Soekardi mengatakan...

semoga bisa kesana ya mbak kurnia, amin

Tira Soekardi mengatakan...

boleh mas adi, main ke tempat saya, masih banyak

Tira Soekardi mengatakan...

mbak ida katanya org jaman dulu tinggi2 dan semakinke sini memendek, aku pernah lihat makan sultan di banjarmasin juga panjang tp gak sepanjanag makamnya Hawa, krn sultan ini hdp sesudah Hawa berpuluh2 tahun kemduian

Tira Soekardi mengatakan...

amin mbak april

Enny Mamito mengatakan...

Kacang & kurmanya khas, sukaa :)

Tira Soekardi mengatakan...

tuh kan memang enak mbak enny

Nasirullah Sitam mengatakan...

Sampai laut merah!?
Keren mbak. Jarang ada yang menceritakan kisahnya ketika sampai di sana dan mengikuti jejak-jejak sejarah Islam :-)

Retno mengatakan...

Alhamdulillah turut senang, Bunda... Semoga aku juga bisa segera umroh seperti bunda...
Coklat kurmanya sepertinya enak ya bun...

Vanisa Desfriani mengatakan...

subhanallah, tempat impian semua muslim. mudah2an bisa nyusul umroh dan jalan2 ke laut merah juga. Aamiin

yohana siallagan mengatakan...

laut merah , warnnya nggak merah ya mbak. Kirain merah hehehe, selmat beribadah mbak

www.borusiallagan.com

Astin Astanti mengatakan...

Alhamdulillah ya Mbak, sudah diberikan kesempatan dan rejeki untuk pergi ke Tanah Suci. Semoga aku dan keluarga disegerakan dan dimudahkan menuju ke Baitulloh, aamin

Tira Soekardi mengatakan...

mbak nasirullah, aku selalu suka dg sejarah dan lika liku tentang asal muasal suatu tempat, makanya saat di laut merah aku teringat dg kisah nabi Musa ini, kalau dilihat sih lautnya gak begitu bagus dibanding laut2 yg ada di Indonesia, tp sejarahnya yg bikin kita bergetar lihat laut ini, membayangkan dulu laut ini bisa membelah

Tira Soekardi mengatakan...

enak mbak retno, alternatif bagi yang gak suka kurma, anakku gak suka kurma tp kalau coklat kurma suka

Tira Soekardi mengatakan...

semoga mbak vanisa

Tira Soekardi mengatakan...

gak mbak yohana, hanya nama saja tp sejarahnya selalu melekat di laut merah

Tira Soekardi mengatakan...

amin mbak astin

entik mengatakan...

masjid terapungnya terlihat bagus banget ya Bunda...
Semoga saya juga dimudahkan untuk segera umroh

Tira Soekardi mengatakan...

kalau dibandingkan dg mesjid 2 di indo lebh bgs di indo, ini menariknya ada di atas laut merah mbak entik

Kanianingsih mengatakan...

Ya Allah inginnya ke rumah Allah...jd iri sama mak..semoga jd motivasi buat mengumpulkan bekal ke rumah-Nya

Tira Soekardi mengatakan...

semoga mak kania bsia ke sana dan melihat juga banyak sejarah pejalanan nabi

Sandra Hamidah mengatakan...

Subhanallah semoga saya bisa kesini bersama keluarga aamiin

Tira Soekardi mengatakan...

amin mbak sandra

Riska Ngilan Haryono mengatakan...

Wah, kapan ya bisa ke Laut Merah :D pengen banget bisa kesana mbak.

Nurul Sufitri mengatakan...

Ga kebayang seperti apa Laut Merah hehehe semoga suatu hari nanti aku bisa ke sana kayak mbak Tira :) Aamiin.

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbak riska, walau pantainya gak sebagus panati di indonesia tapi kejadfian yang terjadi di sana dulu bikin kita takjub

Tira Soekardi mengatakan...

amin mbak nurul

Lusi mengatakan...

Waaah senangnya bisa sekalian wisata di wilayah2 Timteng lainnya. Rombongan umroh ibuku barusan cuma mampir bbrp jam di Bangkok :)

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbka lusi, wisata religinya semua asyik

dwi sari mengatakan...

Masjid Terapung ini bucketlist wajib ya kalo pas umroh. Btw jadi penasaran deh mbak, knp ya wanita dilarang masuk ke makam Siti Hawa, hmmmm.

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbak dwi selalu dibawa ke mesjid terapung, kalau larangan itu gak tahu kenapa ya, guidenya juga gak cerita

Posting Komentar