Jumat, 08 Oktober 2021

Wajah Baru Alun-Alun Kejaksan

 


Alun-alun Kejaksan sudah memiliki wajah baru . Peresmiannya sudah  lama tapi belum saja ke sana. Karena kalau baru diresmikan pastinya bakal ramai dan sesudahnya ada PPKM darurat dan lain-lain yang menyebabkan alun-alun ditutup. Dulu alun-alun itu lapangan penuh tanah yang kalau lagi musim angin tanahnya akan berterbangan. Hanya ada beberapa pohon besar di sudut lapangan. Kontras sekali dengan mesjid At Taqwa yang megah, alun-alun kesannya kumuh sekali. Makanya alun-alun dibuat bagus dengan tujuan menjadi sarana tempat berkumpulnya masarakat, untuk wisata edukasi karena alun-alun ini berkaitan dengan kemerdekaan.

 


Nah, kenapa alun-alun ini diberi nama Kejaksaan? Nama kejaksaan ini berhubungan erat dengan seorang tokoh yang bernama Syekh Abdurrachim. Beliau bersama dengan tiga saudaranya berguru pada Syekh Nurjati. Singkat cerita Syekh Abdurraochim menjadi pimpinan masarakat yang berkerja membuat keramik dari tanah liat. Dan dikenal dengan Pangeran Panjunan. Saat tinggal di Cirebon ini Syekh Abdurrochim ini menjabat sebagai jaksa untuk mengurus agama sehingga dikenal juga dengan Pangeran Kejaksan.

 


Alun-alun Kejaksan sangat erat dengan keberadaan mesjid At Taqwa. Dan sering digunakan untuk solat berjamaah. Dan hal tersebut tak akan dihilangkan saat alun-alun direnovasi. Jadi saat masuk dari depan ada gapura yang memang menjadi ciri khas berbentuk candi Bentar dengan ketinggian 9 meter. Di dekat jalan Siliwangi ada tulisan besar Alun-Alun Kejaksan. Saat masuk di bagian tengah dibiarkan plong agar bisa digunakan untuk upacara hari besar. Hanya kali ini bukan tanah kering tapi ada batu-batu yang disusun memanjang dan diselingi dengan rumput. Ini mencegah tanah akan berterbangan saat ada angin seperti dulu. Dan ada lintasan untuk olahraga . Di sebelah kanan akan terlihat taman bermain anak-anak , dan ada perpustakaan mini. Sarana toilet dan banguan untuk UMKM . Dan di sebelah luarnya terdapat penjual makanan kaki lima. Dari pintu masuk sebelah kiri ada plaza memorium . Tempat dimana ada cerita tentang alun-aluk ini yang berhubungan dengan kemerdekaannya. Ada tanda tangan Bapak Ridwan Kamil saat meresmikan alun-alun ini. dan ada shelter untuk berteduh dan duduk. Duduk. Selain itu ada taman bunganya. Di bagian sisi depan mesjid ada dinding yang tinggi terdapat 4 buah yang bersisian.

 


Saat akhirnya ke sana . Itu juga gegara si Usep akhirnya bisa melihat langsung keadaan alun-alun. Kejaksan. Begitulah , kebanyakan kita bisa membangun yang baru tapi biaya untuk pemeliharaan gak ada. Jadi terlihat banyak lampu taman yang rusak. Toilet yang ada di basement juga banyak yang bocor. Dan jeleknya lagi ditunjang oleh masarakat yang gak bisa menjaga aset pemerintah , banyak tangan jail merusak lampu-lampu dan joroknya masarakat itu terlihat dari toilet yang bau . Beberapa sampah terlihat .

 

Begitulah sedihnya sarana umum yang dibuat agar masarakat bisa menggunakan dengan aman dan nyaman. Kalau kotor dan kumuh tentunya akan mengurangi orang yang mau berkunjung ke sana. Tapi gak deh, masih banyak orang yang biasa-biasa saja lihat sampah dan bahkan menambah sampah. Marilah kita menjaga sarana umum agar bisa digunakan bersama dengan aman dan nyaman

 

 

10 komentar:

Anisa AE mengatakan...

Sebentar, saya familiar sama boneka yang bisa bicara itu bukan? Lucu banget boneka kayak gini, jadi pengin punya, haha. Terus buat suara buat boneka ini dan bisa bermonolog dengan diri sendiri.

Tira Soekardi mengatakan...

oh mbak anisa, buat mendongeng dengan anaknya

Tanza Erlambang - Sawan Fibriosis mengatakan...

keren disain alun alunnya...

mantul ... 👍👍👍

Hapudin mengatakan...

Alun-Alun Kejaksan ini sempat jadi bahan diskusi di kalangan masyarakat karena sempat dibanding-bandingkan dengan alun-alun Bandung. Tapi pilihan Ridwan Kamil atas desainnya sudah tepat, menggunakan bahan yang tidak mewah, seperti rumput sintetis. Karena kembali melihat kebiasaan masyarakat Cirebon yang susah diajak menjaga fasilitas umum. Sehingga kerusakan yaang ada bisa diminimalisir biaya perawatannya.

Tira Soekardi mengatakan...

main ke sini mas tanza

Tira Soekardi mengatakan...

betul mas hapudin, aku juga berpikiran begitu, sangat sderhana, sedang dalam pikiran aku bakal megah.ternyata begitu ya alasannya. memang sih banyak sekali aku lihat lampu taman yang pada copot yanga da di tanah

Maseko Sakazawa mengatakan...

Jadi keren ya Mbak alun²-nya.. saya pun kalau pulang ke Jember, suka sekali menghabiskan malam di alun² kota Jember.. sekadar ngobrol sama teman sekolah atau menikmati kuliner masa² SMA ��

Lidya Basrindu mengatakan...

Khas sekali karena ada gerbang candinya, Khas Indonesia banget 😍

Adi Pradana mengatakan...

asik jalan2 sama boneka unyunya....

Tira Soekardi mengatakan...

iya sekarang sudah satu paket mas adi

Posting Komentar