Rabu, 06 April 2011

Pembungkus Makanan Ringan Jadi Bunga




Jaman sekarang banyak orang menkonsumsi makanan ringan yang dikemas dengan bungkusan yang menarik mata. Iklan di TV, majalah, begitu mebahana dan berulang-ulang ditayangkan. Anak-anak, tua , muda sangat menyukainya walaupun kandungan gizinya patut dipertanyakan. Renyah dan gurih yang membuat sangat disukai. Makanan ringan bisa sebagai teman nonton TV, belajar, ngerumpi atau melamun sambil nyamil.Saking digemari anak-anak sering merengek-rengek meminta makanan ringan ,kalau perlu sampai menangis untuk jajan mereka, malah kadang-kadang mereka lebih suka makanan ringan daripada nasi, nah loh.

Tau gak, sampah dari bungkus makanan ringan ini setiap harinya menumpuk, dan kemasan atau pembungkus terbuat dari bahan yang sulit diuraikan di dalam tanah dan kalaupun dibakar akan menghasilkan asap hitam yang menyebabkan polusi udara. Nah, daripada sampah ini dibuang menjadi masalah, makanya bisa dibuat menjadi bunga yang nantinya bisa dibuat rangkaian bunga dan disusun di vas dari botol plastic bekas.

Bunga Pertama



Alat yang dibutuhkan
Gunting, sedotan bekas, double tape, salotip, bungkus makanan ringan, kertas, lem uhu.

Cara mengerjakannya
1.Ukur selebar 4 cm kertas pembungkus makanan ringan, panjang disesuaikan dengan tebalnya helai bunga, dilipat menjadi dua, bagian bawah di beri daubel tape.

2.Potong arah lebarnya dengan lebar 3mm jangan sampai putus.

3.Buka double tapenya dan lingkarkan kertas tadi mengelilingi sedotan . Jika dirasa kurang mekar, bisa membuat lembaran lainnya yang dilingkarkan lagi.

4. Sesudahnya diberi daun dari kertas dan disuse di vas yang terbuat dari botol plastic bekas.

Bungan dua



Alat yang dibutuhkan
Gunting, sedotan bekas, double tape, lem uhu, bungkus makanan ringan, selotip, kawat, putik

Cara mengerjakannya.
1.Untuk daun: ukur selebar 9 cm, panjang sesuai dengan kebutuhan lalu lipat seperti membuat kipas dan lipat menjaadi dua di lem dan di bagian tengahnya dimasukan kawat kemudian diikat.

2.Untuk bunga: ukur dengan lebar 4 cm tapi hanya satu sisi saja, panjang sesuai kebutuhan. Bagian bawah di double tape, kemudian potong rumbai kecil-kecil biar mekar. Pasang putik di kawat dan lilitkan melingkar potongan rumbai-rumbai tadi sampai berbentuk bunga.

3. kemudian gabungkan bunga dan daun dengan cara mengikat kawat setelah kaawat menyatu masukan ke dalam sedotan bekas.

4. Jadilah bunga yang bisa dirangkai dalam vas bunga botol plastic bekas.

Nah daripada pembungkus makanan ringan ini jadi terbuang sia-sia, bisa dimanfaatkan untuk sesuatu yang indah atau bisa hadiah buat teman tercinta…..Dan disisi lain kita bisa mengurangi sampah yang bisa menyebabkan bencana bagi manusia.

Kamis, 31 Maret 2011

Pemulung Gaul ala Krisan 2




Pemulung adalah orang yang mencari nafkah dengan jalan mencari dan memungut serta memanfaatkan barang bekas untuk di daur ulang. Kita sering lihat pemulung di jalan-jalan kota-kota , masuk ke perumahan , perkantoran. Memang pemulung ini punya konotasi yang negative karena berhubungan dengan orang yang berpakaian dekil, kotor dan orang-orang yang gak punya pendidikan. Walau demikian mereka bisa disebut dengan pahlawan lingkungan hidup karena pandai memilah-milah sampah.



Di sisi lain ada segelintir orang yang bisa melihat peluang dari sampah ini. Hal ini disebabkan sudah banyak orang yang mulai mendaur ulang sampah untuk penghidupannya. Nah, inilah yang jadi peluang bisnis sampah untuk sebagian orang. Mereka berlomba-lomba membuat bank sampah yang menampung sampah dari pemulung, ibu-ibu rumah tangga yang mau menjual sampah-sampahnya. Untuk kemudian dijual kembali untuk orang yang membutuhkan barang-barang bekas tersebut untuk di daur ulang.
Nah, lain lagi dengan pemulung yang satu ini. Siswa-siswa yang termasuk tim Krisan2(kelompok kreatif SMA Santa Maria2), selalu mengambil sampah plastic dari tempat sampah untuk nanti dibuat daur ulangnya. Karena kebanyakan siswa ini anak muda yang gaul abis makanya kami sebut mereka pemulung gaul ala krisan2. Mereka mengambil sampah dengan sukarela dan mereka juga patut disebut dengan pahlawan dengan sampah….

Selasa, 22 Maret 2011




Ujian praktek kimia kali ini dilakukan di KUD Sapi Perah saluyu di Cigugur Kuningan. Kaimi diterima oleh Bapak Antonius Aman dan Bapak Jojo yang akan membantu siswa-siswa untuk melakukan uji kualitas susu.

Sampel susu di laboratorium berasal dari 400 peternak yang tergabung di KUD tersebut. Setiap sampel akan diuji baik fisik maupun kimia dengan tujuan untuk mengetahui kualitas susu baik atau tidak. Hal ini diperlukan karena pabrik susu yang menerima susu mempunyai standar tertentu dalam hal penerimaan susu yang berasal dari peternak. Hal ini diperlukan agar produk susu yang dihasilkan pabrik susu tersebut berkualitas baik juga.



Sampel susu sebelum diuji di laboratorium, yang pertama dilakukan adalah apakah susu tersebut pecah atau tidak dengan mempergunakan uji alcohol. Bila tidak pecah maka susu bisa diterima dan sampelnya akan diuji secara lengkap agar bisa diketahui kualitas susu tersebut. Untuk kadar lemak biasanya menggunakan metode Genher , tapi sekarang sudah ada alat digital yang bisa langsung terlihat nilai dari kadar lemaknya.



Setiap kelompok terdiri dari 2 siswa untuk melakukan uji kualitas susu dan hasil kerja mereka harus diberi laporan secara lengkap.. dari sampel-sampel diatas dapat terlihat gambaran kualitas susu yang ada di KUD tersebut. Tentunya jika tidak sesuai dengan standar perlu pembinaan pada peternak, karena hal ini bisa terjadi karena factor pakannya, atau sapi dalam keadaan sakit.

Setelah selesai praktek tak lupa kami berfoto bersama penguji dari KUD Saluyu ini dan tidak lupa kami membawa susu segar pulang…….

Selasa, 15 Maret 2011




Salah satu hal yang terpenting untuk memelihara alam adalah ketersediaan tanaman. Karena tanaman mempunyai banyak manfaat, bukan saja menghiasi tapam tapi dia berperan dalam siklus udara dimana hasil fotosintesa berupa oksigen yang bisa membuat udara segar dan kebutuhan akan oksigen tercukupi sedangkan gas karbondioksida yang dihasilkan manusia sebagai hasil respirasi sangat dibutuhkan tanaman untuk fotosintesa. Selain itu juga tanaman dapat menahan air sehingga air lebih banyak terserap ke dalam tanah dan dapat mencegah banjir.

Tentunya karena program sekolah kami ingin menjadi green school, kami juga sudah puny ataman dengan gazebo yang cukup asri. Kbetulan banyak lahan di sekolah yang sangat gersangkarena lahan banyak yang di bata sehingga lahan hijau sangat kurang. Salah satunya kiri dan kanan gerbang masuk sekolah sangat gersang dan panas. Dana yang dicari sudah dapat untuk dibuat taman agar dari depan akan terlihat asri.



Banyak sekali kendala karena tentunya ada yang pro dan kontra selalu ada tapi dengan keteguhan hati, taman itu bisa terwujud walau belum sempurna sekali. Tanaman akan ditambah sedikit demi sedikit menunggu yang ditanam sekarang tumbuh dulu.

Ternyata benar ada sebagian tanaman yang secara sengaja dicabut atau ada yang menginjak taman sehingga beberapa menjadi rusak. Benar-benar kesadaran insan untuk mengethaui bahwa itu taman yang harus dipelihara bukan untuk dirusak. Tapi dengan keteguhan hati dan semangat bisa yang dapat kita lakukan,takkan pernah putus asa. Sekolah lain bisa apalagi sekolah sekelas sekolah ini hanya bikin taman saja kok tidak bisa. Bersama dengan kelas 3 ipa kami menanam tanaman baru dan mengganti tanaman yang rusak dengan penuh keceriaan sambil berdoa , moga-moga orang-orang punya kesadaran tuk tidak merusak tanaman ini.




Selesai menanam, puaslah hati dan makan mie rebus di ruang tataboga dan es oyen bersama-sama …indahnya kebersamaan dengan semngat persaudaraan kita pasti bisa. Amin.

Kamis, 17 Februari 2011

Plastik Kresek Jadi Bunga



Plastik kresek biasa digunakan tempat membawa barang. Biasanya di pasar-pasar dan toko-toko ketika kita berbelanja barang. Pasti dimasukan ke dalam plastic kresek. Atau kalau kita membeli makanan juga dimasukakan ke dalam kantong kresek.

Disebut kresekpun tidak tau siapa yang mulai tapi hampir semua orang mengatakan plastic kresek, mungkin ketika dipegang berbunyi kresek-kresek. Plastik ini adalah bahan yang sulit terurai di tanah, sehingga plastic akan menjadi sampah yang bisa menumpuk.

Bahaya lain dari plastic kresek untuk makanan atau minuman dapat menyebabkan kanker karena kresek terutama yang warna hitam dibuat dari proses daur ulang dari bahan dasar yang tidak diketahui riwayatnya, bisa jadi dari bekas wadah, limbah berbahaya seperti pestisida dan logam berat. Ternyata hasil penelitian BPPT ada loh plastic yang terbuat dari singkong yang bisa dibuat plastic yang mudah terurai tapi belum dipublikasikan.

Mungkin sampah plastic yang sudah tak terpakai dan bila dibuang akan menumpuk karena tidak bisa terurai bisa kita manfaatkan, sehingga kresek-kresek ini tidak jadi sampah yang menumpuk yang bisa menyumbat saluran air dan sungai.

Salah satu yang dapat kita buat dari kresek adalah bunga. Tim Krisan 2 membuat bunga dari kresek ada 2 macam yaitu bunga mawar dan bunga krisan..

Alat yang dibutukan:
1. Plastik kresek warna hijau, merah dan kuning.
2. kawat.
3. Putik (dapat dibeli di toko khusus untuk kerajinan)
4. Kertas hijau untuk membalut kawat sebagai batang.
5. Benang


Bunga Mawar.
1. Pertama membuat pola helai daun dan helai untuk bunga mawar.
2. Putik diikatkan diujung kawat.
3. kemudian helai bunga mawar sebanyak 7 buah disusun menyerupai bunga mawar, kemudian diikat dengan benang.
4. Dan kawat dililit dengan kertas berlem berwarna hijau dan diselipkan 2 buah daun.
5. Terakhir disusun di vas atau dibungkus dengan plastic bercorak untuk bingkisan.


Bunga Krisan
1. Pertama kita membuat pola bunga krisan dan helai daun
2. Langkah selanjutnya sama dengan membuat bunga mawar

Jadilah bunga mawar dan bunga krisan ala tim kreatif SMA Santa Maria 2.

Dengan demikian plastic kresek yang terbuang dapat dimanfaatkan lagi sehingga kita tidak perlu membuangnya, nah,,,berkuranglah sampah plastic yang berdampak baik buat lingkungan.

Rabu, 09 Februari 2011

Sansivera si Lidah Mertua



Di rumahku, salah satu tanaman yang ditanam adalah jenis Sansivera. Ini dikarenakan tanaman ini mempunyai banyak keistimewaannya.

Sansivera atau lebih dikenal dengan lidah mertua, kenapa ya disebut demikian, apa karena daunnya meruncing di bagian ujungnya yang tajam seperti lidah mertua, sampai segitunya ya,…apa memang mertua tuh suka ngomongnya tajam sampai-sampai dimisalkan seperti tanamana Sansivera, wah mana ada yang tau ya asal muasal kok disebut dengan lidah mertua.


Sansivera ini ternyata tanaman yang mempunyai rentang toleransi yang tinggi terhadap kondisi lingkungan, kondisi sedikit air dan cahaya matahari sehingga dapat ditanam di media apa saja dan bisa mengolah dan menyerap polutan menjadi asam organic, asam amino dan mampu menyerap polutan dan bau yang tidak sedap.Hal ini disebabkan karena satu daun Sansivera ini mampu menyerap formaldehid 0,938 mg. Hampir 107 jenis polutan di udara dapat diserap dan hebatnya juga mampu menyerap radiasi berbagai barang elektronik.


Salah satu manfaat lain dari Sansivera ini ternyata bisa untuk obat seperti jenis Trifasciata Lorenti yang bisa mencegah diabetes dan ambein.Penanaman juga sangat mudah, medianya harus poros, bertekstur kasar dan mengandung sedikit bahan organic dengan pH 5,5-7,5. Untuk memperbanyak mudah saja dengan cara mencacah daun dimana seluruh bagian daun bisa digunakan


Wah, memang manfaatnya yang sangat banyak dan mudahnya menanamnya makanya banyak orang yang menanamnya bahkan di kantor-kantor dan sekolah-sekolah sudah mulai banyak mulai menanam Sansivera bahkan di beberapa sekolah dipakai sebagai program go green dengan menanam 100 Sansivera.

Nah, tanaman Sansivera si lidah mertua ini walau secara fisik tidak begitu menarik, karena manfaatnya banyak, sehingga banyak yang menanamnya. Tentunya kalau bisa jangan disebut lagi lidah mertua ya, kasihan banget deh tapi kalau bisa sih disebut dengan si penyerap polutan saja deh….lebih bermakna tentunya….Oh Sansivera………

Selasa, 01 Februari 2011




Dengan adanya program green school, tim Krisan 2 (kelompok kreatif SMA Santa Maria 2) berinisiatif membuat kompos dari sampah organic. Masalahnya di sekolah tidak ada

sampah organic, maka dibuatlah bank sampah dimana setiap hari siswa mengumpulkan sampah organic, dikumpulkan kemudian dicacah kecil-kecil dan sebagian mengambil dari sampah organic yang ada di pasar sekitar sekolah yang sudah tidak terpakai atau terjual.

Sampah-sampah organic tersebut dicacah sampai kecil dan dimasukan kedalam komposter. Komposter dibuat dari gentong plastic yang di bagian bawahnya diberi lubang untuk sirkulasi udara. Sebelum dimasukan ke dalam komposter diberi activator untuk mempercepat penguraian sampah organic tersebut.



Kendala yang terjadi adalah ternyata sampah daun lebih sulit terurai dibandingkan sampah sayuran sehingga untuk masa selanjutnya akan dipergunakan sampah organic dari sayuran. Jadinya kompos tidak bisa dipanen sekaligus karena membuatnya tidak sekaligus tapi tiap hari sehingga waktunya juga akan berbeda. Yang sudah jadi akan dipanen dan dikeringkan dan siap dibungkus dalam kemasan untuk dijual. Dan bila untuk pemakaian sendiri tak perlu dikeringkan tapi langsung di taburkan di dekat tanaman.. Dan kompos diberi merk Kompos Krisan 2.

Pembuatan kompos ini penuh dengan lika-liku, tapi semangat anak-anak krisan tiap hari mencacah sisa sayuran dan mereka mau berkotor-kotoran patut diacungi jempol dan mereka mau bersusah payah untuk proyek kompos ini. Cayoo semangat terus…I proud of you…..

;;