Kamis, 15 Juli 2010

Sisi lain dari Gasibu Bandung




Dari jaloan Surapati akan terlihat Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat yang terletak di sebelah utara Gedung Sate. Antara gedung Sate dan monumen terdapat taman kota, lapangan Gasibu, jalan Surapati dan jalan Diponegoro.

Lapangan Gasibu atau Gabungan Sepak Bola Indonesea Bandung Utara dibangun tahun 1955 sebagai pengganti lapangan sepakbola di daerah Badaksinga yang sejak tahun 1953 dijadikan tempat proyek air bersih yang sekarang disebut dengan PDAM. Jadi lapangan Gasibu ini diperuntukan untuk bermain sepakbola.

Seiring waktu lapangan Gasibu, taman kota dan monumen sering dipakai pada hari minggu untuk olahraga, jalan pagi bersama keluarga. Semakin hari semakin banyak yang datang kesana untuk barolahraga terutama di hari minggu, karena bisa sebagai ajang rekreasi yang sehat.

Peluang banyak orang ini dipakai oleh pedagang makanan dan minuman untuk berjualan di sekitar sana, yang semain lama semakin banyak. Respon dari masyarakat sangat positif karena sehabis berolahraga, perut lapar dan haus tentunya perlu asupan makanan dan minuman.

Tapi lama kelamaan di sana tidak dijual makanan dan minuman saja tapi barang kebutuhan lain yang begitu lengkap mulai dari pakaian luar dan dalam, asesoris, make up, perlengkapan dapur, sekolah , tas, sepatu dan sandal. Sangat bervariasi dengan harga yang murah meriah dan kualitas yang baik dan tidak kalah dengan yang ada di toko atau supermarket.

Akhirnya setiap minggu mulai dari jam 4 pagi sampai jam 12 siang lapangan Gasibu penuh orang yang mau berolahraga , ngeceng sambil berbelanja kebutuhan . Nah, berminat untuk dateng kesana, sambil berolahraga,ngeceng yang ganteng dan cantik, berbelanja yang murah meriah dan hati-hati uang habis karena laper mata.....Selamat berbelanja dan berolahraga. Badan sehat , hati puas!!!!!!