Selasa, 08 Oktober 2013

Perjalanan ke Bali-Indahnya Danau Batur


Setelah dari hutan monyet, melanjutkan perjalanan ke daerah Kintamani. Selama perjalanan  kesana terlihat pemandangan indah. Melewati areal persawahan yang luas dengan teraseringnya. Ternyata di daerah tersebut sering dikunjungi oleh wisatawan untuk melihat persawahan dengan sistim subaknya. Ternyata sistim subak ini banyak diminati wisatawan asing, karena mereka punya keingintahuan tentang sistim subak ini. Nah, salah satu hebatnya Bali ini setiap hal bisa menjadi menarik bagi wisatawan sehingga bisa mendaptkan pemasukan uang dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

Selain itu melewati kebun-kebun buah jeruk yang berjejer sepanjang jalan menuju Kintamani, dan di kejauhan tampak gunung yang menjulang tinggi. Dan yang tertariknya lagi ada buah terong belanda yang berwarna merah tua dengan bentuk agak  lonjong dan kecil. Ternyata sesampainya di sana mencoba buah terong belanda ini rasanya kecut dan agak pahit.Katanya sih lebih baik dibuat jus.

Objek wisata Danau Batur ini terletak di Desa Batur, Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli, dimana udara siang hari sejuk , malam hari dingin. Gunung Batur yang menjulang tinggi bersebelahan dengan Danau Batur yang berbentuk sabit. Gunung ini masih aktif sampai sekarang, dan pernah meletus pada tahun 1917 dengan memakan korban ribuan jiwa dan menghancurkan desa , sehingga penduduknya mengungsi ke desa Batur.

Menurut sejarah  bahwa tempat ini mempunyai pura Batur tempat berstananya Dewi Danu yang merupakan dewi kesuburan dan tempat penyiwi bagi raja-raja yang berkuasa di Bali.Di sana banyak pelinggih-pelinggih yang menjadikan Pura Batur sebagai pura Kahyangan Jagad.

Danau Batur yang bersebelahan dengan Gunung Batur

Udara yang sejuk sekali, dan pemandangan dengan  latar belakang gunung dan danau Batur sungguh mempesona dan tak terasa perut terasa lapar. Di tepi danau makan nasi pedas, nasi remas ala Bali, sungguh nikmatnya. Angin yang semilir menemani makan siang. Di sana ada perahu-perahu untuk menyeberang ke Desa Trunyan desa tradisionil Bali asli. Bila di desa ini ada orang meninggal, maka mayatnya tidak dikubur tapi di taruh di atas batu tapi mayat itu tidak mengeluarkan bau karena di daearh tersebut terdapat Taru Menyan (pohon menyan) dimana bau yang dikeluarkan oleh pohon tersebut mampu mengalahkan bau jasad.

Pemandangan yang menakjubkan dan pesona danaunya dilatarbelakangi dengan gunung yang menjulang tinggi, semua orang pasti akan terpesona.

Latar belakang Gunung Batur dan Danau Batur