Minggu, 15 September 2019

Kotak Mahar Buatan Sendiri





Pernikahan anak sulungku sudah selesai. Alhamdulilah semua berjalan dengan lancar. Salah satu yang aku persiapkan untuk pernikahan adalah mahar buat mempelai wanita. Anakku sudah membelikan emas seberat 10 gram. Nah, tentu untuk diberikan emas ini harus diberi tempat yang bagus. Kebetulan aku memang suka dengan kerajinan tangan dan aku mengusulkan pada anakku agar aku yang membuat kotak maharnya. Dan anakku menyerahkan sepenuhnya kepadaku untuk membuatnya. Dia tak meminta apa-apa, semua terserah aku.



Nah, sebelum aku ceritakan tentang pembuatan kotak mahar, perlu dijelaskan dulu ya, seberapa pentingkah mahar ini? Mahar atau mas kawin adalah pemberian dari pihak laki-laki ke pihak wanita sebagai salah satu syarat sahnya suatu pernikahan.Hukum memberikan mahar adalah wajib walau mahar bukan syarat rukun nikah. Mahar juga sebagai tanda bukti kalau pria sungguh-sungguh terhadap calon istrinya tapi bukan berarti pria telah membeli wanita karena sebesar apapun mahar yang diberikan tidak bisa disamakan dengan harkat dan martabat seseorang. Seperti yang tertulis dalam surat An Nisa ayat 4 yang bebunyi Dan berikanlah mas kawin (mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan. Tapi berapa jumlah mahar atau jenis maharnya Islam tidak menetapkan dengan tegas. Hal ini karena ada perbedaan kemampaun pria. Yang diberikan yang mempunyai nilai manfaatnya. Jadi menyerahkan sesuai dengan kemampuan dan adat yang berlaku.Dan mahar tidak selalu identik dengan materi tapi bisa juga berupa surat dalam Al Quran. Jadi dalam Islam tak ada batasan terhadap mahar sesuai dengan kemampuan.
Untuk memberikan mahar ,mungkin sebelumnya bisa didiskusikan terlebih dahulu mahar yang cocok dan bernmanfaat. Misal seperangkat solat padahal pihak perempuan sudah banyak punya perlengkapan solat, jadi mungkin bisa yang lain biar gak mubasir.Tapi juga jangan memberatkan pihak laki-laki kalau minta mahar tertentu.

Nah, sudah jelas ya tentang mahar. Kembali pada anakku , ternyata dia mau memberikan batangan emas seberat 10 gr. Nah, bagaimana memberikannya tentu harus dikemas dengan baik. Dan aku memutuskan dengan tema bunga-bunga , karena kebetulan aku suka bikin produk buket bunga dari kertas. Dan aku mulai membeli kota kayu yang nantinya akan dipernis agar terlihat mengkilap. Karena perlu sterofoam dan kendalanya memotongnya yang agak sulit. Jadi aku membeli alat potong strerofoam. Ternyata juga cukup sulit harus hati-hati agar potongannya rata banget. Selain itu aku juga memerlukan karung goni untuk alasnya dan ini banyak dijual di toko-toko craft. Setelah semua bahan lengkap mulai mengerjakannya. Untuk bunga aku pakai bunag mawar dengan ukuran besar dan kecil sehingga bisa terlihat ada gradasinya. Dan warna yang aku gunakan merah dan merah muda. Ini juga disesuaikan dengan kotak seserahan yang berwarna merah. Bagian kotak dikerjakan suami, yaitu mencat pernis pada kotak kayu, menempel karung goni sebagai alas dan memotong strerofoam bentuk lingkarang dengan diameter 9 cm. Lingkaran ini buat menulis nama , tanggal dan emasnya. Jadi butuh 3 lingkaran. Dan yang tidak bisa aku kerjakan adalah membuat tulisannya. Aku minta teman yang menuliskannya dengan menggunakan komputer. Setelah bunga-bunga sudah jadi tinggal menempelkan pada alas kotak. Di susun di bagian bawah sampai sedikit naik ke atas. Dan dilengkapi dengan daun. Daunnya ini terbuat dari plastik. Agar terlihat alami disemprot dengan wewangian mawar.

Ternyata membuat kotak mahar sendiri sungguh pengalaman yang mengasikan. Apalagi saat diberikan itu ada rasa bangga sekali. Indah dan bagusnya bertambah karena hasil karrya sendiri. Jaid gak ada salahnya kalau kita membuat kotak mahar sendiri. Hasilnya lebih membanggakan.

20 komentar:

Blogger Surabaya | Rey - reyneraea.com mengatakan...

waaahhh selamat ya mba, kotak maharnya bagus mba, lebih berkesan juga karena buatan sendiri.
Menantunya pasti senang sekali tuh :)

dudukpalingdepan mengatakan...

Keren banget bun, jadi ikut terharu bahwa bunda dengan senang hati membuat kotak mahar untuk pernikahan ananda. Jadi inspirasi bagi para ibu nih ^^

Ella Fitria mengatakan...

Iiih kereen. Bisa ditiru nih ya kotak mahar handmade..

Tira Soekardi mengatakan...

iya mbak reyne

Tira Soekardi mengatakan...

dududkpalingdepan, iya, aku saaj pas lihat mahar itu diberikan ke mempelai wanita sampai brebes mili krn dibuat dg rasa cinta

Tira Soekardi mengatakan...

silahkan mbak ella

Eka Fikry mengatakan...

Wah, Mbak Tira berkesan sekali ya bisa bikin kotak mahar sendiri buat mantu, hehehe.

Salama ya buat kedua mempelai, smg langgeng :))

Tira Soekardi mengatakan...

makasih mbak eka

kabar cendekia mengatakan...

Kreatif memang bisa berwujud apapun, termasuk kotak mahar, selain tampil elegan, potensial menjadi produk bernilai tambah nih kak

Djangkaru Bumi mengatakan...

10 gram, satu gramnya kurang lebih 400ribuan, jadi sekitar 4 jutaannya ya
Dulu saya suka sekali mengemas mahar, biasanya saya membuat model masjid dari triplek dan isinya berbagai jenis mahar.

Tira Soekardi mengatakan...

betul mbak aan, sudah ada pesanan

Tira Soekardi mengatakan...

wah ternyata mas djangkaru juga kreatif ya

Yuni Handono mengatakan...

Inspiratif kotak maharnya bunda, ibu yang kreatif yg mampu memberikan kebahagiaan untuk sang buah hati di hari bahagianya. Semoga pernikahan putranya langgeng ya bunda, dan tetap samawa selamanya....aamiin

Tira Soekardi mengatakan...

makasih doanya mbak yuni

Mama Indri mengatakan...

Dari awal buka usaha mebel saya kasih ide ke suami buat pernak pernik atau kotak model begini cuma yg jadi masalah bahan kayunya yg gak mudah didapat karena disini sisa sisa mebel lain tetap dipakai jarang dibuang kalaupun dibuang malah mereka bakar.

Dee_Arif mengatakan...

Klo hasil bikinan sendiri pasti lebih puas dan berkesan ya

Nurul Sufitri mengatakan...

Selamat ya bunda Tira, anak sulungnya sudah menikah. Wah barakallah ya semoga samawa. Moga2 lekas punya cucu hehe. Hebat deh bun bisa bikin tempat mahal sendiri. Salut! :)

Tira Soekardi mengatakan...

mama indri ini kayu juga bukan kayu bagus, kayu2 afkiran yang hrs dipernis dulu biar mengkilap

Tira Soekardi mengatakan...

betul mbak dee

Tira Soekardi mengatakan...

makasih doanya mbak nurul

Posting Komentar