Kamis, 07 Oktober 2010

Kalau mendengar kata rumah sakit tentunya semua tahu apa itu rumah sakit. Tempat menampung dan merawat pasien yang sakit yang harus mendapat pelayanan medis setiap harinya dimana tidak bisa dilakukan di rumah sampai pasien itu sembuh. Tentunya rumah sakit harus mempunyai sarana dan prasarana yang memadai dan juga tempat yang tenang agar pasien benar-benar bisa beristirahat.
Bila kita mengunjungi rumah sakit swasta yang bonafid tentunya sarana dan prasarana pasti lengkap dan suasana tenangpun terjaga banget sehingga pasien bisa benar-benar beristirahat dan mendapat pelayanan medis yang memadai.Pengunjung dan pengantarpun yang notabene berpendidikan akan berusaha menjaga ketenangan dan kenyamanan pasien biar bisa beristirahat.
Fenomena lainnya jika kita berkunjung ke rumah sakit pemerintah dimana banyak pasien berasal dari kalangan ekonomi lemah dan kurang pendidikan, suasana ramai dan riuh selalu menyelimuti rumah sakit. Banyak hal yang lucu dan membuat kita terperangah dari tingkah laku mulai dari pengantar sampai pengunjung yang datang. Pengantar orang yang sakit bisa loh sampai banyak orang seperti bedol desa saja padahal yang sakit juga tidak terlalu parah. Hebatnya lagi mereka kadang membawa bekal nasi dan lauk pauk ke rumah sakit untuk dimakan bersama di sana. Kayanya ini cuma ada di Indonesia.
Uniknya yang menjaga pasien tidak cukup satu orang saja bahkan bisa sampai lebih dari 5 orang yang harus tidur umpel-umpelan di sekitar ranjang pasien. Belum lagi pengantar yang tidur di di luar bisa begadang semalaman gak tidur sambil ngopi, jaburan, ngobrol kaya ada di warteg saja yang menambah suasana rumah sakit seperti pasar malam.Bagaimana pasien bisa tidur dengan tenang bila keadaan di luar yang ramai bahkan sampai subuh menjelang. Pengunjung hilir mudik tanpa jam besuk bahkan datang dengan merokok yang tentunya aneh bila dilakukan di rumah sakit.
Sangat Indonesia buanget, kayanya , apa rumah sakit di negara lain seperti ini ya????? atau ini ciri rumah sakit di negara berkembang????
Wah , sebetulnya manajemen rumah sakit seharusnya bisa membuat aturan yang baik yang bisa diterima keduabelah pihak sehingga pasien bisa beristirahat dengan tenang yang juga akan membantu penyembuhannya.Itulah Indonesia yang punya falsafah seneng ngumpul-ngumpul dimanapun beradanya bahkan di rumah sakitpun bisa digunakan untuk ajang kumpul dengan sanak saudara yang menjaga pasien. Unik dan kayanya tiada duanya di dunia .....Indonesia buanget!!!!
Kamis, 30 September 2010

Bila kita lihat mading atau majalah dinding biasa diisi dengan berbagai macam info dan biasanya disesuaikan dengan tema yang dibuat. Biasanya juga mading yang dibuat sekolah tipe dan modelnya sama. Berpulang dari mading ini ada keingingan untuk mempergunakan media mading ini untuk menuliskan hasil-hasil percobaan di laboratorium atau pengamatan di lapangan dan dibuat sedemikian rupa agar menarik bagi siswa-siswa. Karena selama ini hasil percobaan atau pengamatan dibuat laporannya dijilid dan teman-teman yang lain tidak bisa membaca apalagi bila disimpan di perpustakaan, gak ada yang membacanya.
Nah, bila hasil percobaan atau pengamatan tadi dilaporkan di mading dalam bentuk unik dan tak biasa mungkin akan menarik siswa lainnya untuk membaca. Biasanya dikasih judul besar dengan bahasa yang menarik, sepeerti tentang radiasi matahari , diberi judul tersenyumlah matahariku atau tentang gerak reflek mata diberi judul pandangan mata yang menggoda. Dengan judul yang menarik memungkinkan siswa penasaran akan mendekat dan membacanya. Kemudian hiasannya disesuaikan dengan tema percobaannya misalnya tadi tentang radiasi matahari , diberi gambar matahari dan awan yang dibuat dengan kain flanel. Dengan demikian siswa bisa membaca tanpa harus mengerutkan dahi untuk berpikir tapi enjoy dengan hiasannya dan tentunya akan menambah pengetahuan baru secara tidak sengaja.
Mudah-mudahan mading kreatif ini bisa menjadi wadah bagi siswa untuk berbagi ilmu dengan menyenangkan dan belajar berkreasi dengan ketrampilan menulis, menggambar
Dengan cara yang indah ini tentunya apa yang ditulis mudah dicerna dan dipahami.Tentunya hasil percobaan yang dilaporkan dengan cara seperti ini lebih mudah dicerna., menarik dan dibaca dan akhirnya mendapat tambahan pengetahuan daripada hasilnya ditaruh di perpustakaan atau di ruang guru yang mungkin tidak ada yang membacanya. Selamat mencoba.......
Kamis, 16 September 2010
Lebaran tanpa ketupat katanya seperti sayur tanpa garam. Bener juga sih keluarga besarku setiap tahun selalu membuat ketupat sendiri dari mulai mengisi dengan beras sampai menanaknya, lengkap dengan sayur opornya dan pelengkap lainnya dan tidak lupa krupuknya ( ini sih doyannya adik suami yang paling kecil). Bisa dilihat difoto di atas dimana bersama-sama mengisi ketupat dan tidak lupa pasang tampang nyengir.
Tapi kalau lihat ketupat, ternyata merupakan ciri khas Indonesia karena di negara lain tidak punya tradisi ketupat pada saat lebaran. Tapi apa kita tahu ternyata tradisi makan ketupat ini punya makna dan arti tersendiri.
Ternyata ketupat ada saat Islam masuk tanah Jawa dan Sunan kalijagalah yang pertamakali memperkenalkannya dan membudayakannya. Pada saat lebaran ada dua kali bakda yaitu bakda lebaran dan bakda ketupat yang dimulai seminggu setelah lebaran dimana mereka membuat ketupat lalu dihantarkan ke para tetangga dan kerabat sebagai lambang kebersamaan.
Di budaya orang Jawa ketupat dpsebut dengan kupat yaitu terbuat dari beras yang dimasukkan ke dalam anyaman pucuk daun kelapa berbentuk kantung lalu ditanak dan dimakan sebagai pengganti nasi.Ternyata secara budaya ketupat merupakan simbol penuh makna dan pesan tentang kebaikan. Beras ternyata merupakan simbol hawa nafsu dunia, janur artinya ejatining nuri yang artinya hati nurani. Jadi ketupat artinya simbol hawa nafsu yang ditutupi dengan hati nurani. Merupakan pesan bahwa manusia harus bisa mnegendalikan diri dengan hati nurani.
Ada lagi yang mengartikan ketupat dengan lepati yang artinya mengakui kesalahan makanya biasanya di saat lebaran selalu diikuti dengan saling maaf memaafkan. Ada juga yang mengatakan ketupat yang dapat menolak bala dengan cara menggantung ketupat matang di atas kusen pintu depan, tapi ini sangat berbau mistis dan sudah ditinggalkan.
Ternyata ketupat juga bisa sebagai karya seni budaya manusia. Hal ini disebabkan karena ketupat mempunyai makna dan pesan yang mendalam dan bisa direnungkan dan dimakanai dalam hati masing-masing. Ketupat juga bisa memberikan kegembiraan di dalam keluarga. Dan memang ketupat ini salah satu yang Indonesia buuuuangeeet!!!!!!
Minggu, 05 September 2010
Foto disamping adalah gambar rahim,dan rahim saya diangkat karena mengalami 
perdarahan dan ternyata ada miomnya ( bisa di baca di blog ini dengan judul rahimku sayang, rahimku malang). Ketika dilakukan pemeriksaa awal karena perdarahan terus di USG tidak tampak adanya miom , dan ternyata setelah rahimku diangkat dan dilakukan pemerisaan secara patologi anatomi baru terlihat ada miomnya. Ternyata kasus sepertiku ini banyak terjadi. Jadi keputusan aku untuk mengangkat rahimku sudahlah tepat.. Di sini aku mau berbagi info sedikit tentang miom walau aku bukan dokter, tapi mungkin bisa bermanfaat.
Mioma merupakan tumor jinak pada dinding rahim (seperti terlihat pada gambar disamping) dan sering disebut dengan myom, tumor otot rahim atau tumor fibroid karena berasal dari jaringan fibroid. Ternyata terjadi pada 20-30% wanita diatas 35 tahun.menurut penelitian disebabkan rangsangan hormon estrogen. Pada jaringan mioma terdapat reseptor estrogen yang lebih banyak daripada jaringan otot rahim. Ada juga yang mengatakan karena sebab faktor keturunan.
Gejala yang timbul biasanya perdarahan yang banyak pada masa haid atau diluar masa haid, rasa nyeri( pada kasusku tidak disertai dengan rasa nyeri), menimbulkan gangguan buang air besar dan kecil karena penekanan organ oleh miom jika miomnya sudah membesar. Banyak mioma yang gejalanya susah diprediksi seperti yang terjadi pada diriku yang tidak disertai rasa nyeri dan pada USG tidak nampak miom.
Bila pada miom yang masih kecil dan tidak ada keluhan biasanya tidak diberikan terapi hanya hanya perlu diamatio tiap 3-6 bulan untuk menilai pembesarannya. Tapi perlu pengamatan yang hati-hati karena miom bisa menjadi ganas atau torsi(berputar) dan bisa menyebabkan infeksi. Penanganannya banyak tergantung besar/kecilnya miom.Bila tanpa keluhan tidak perlu dilakukan tindakan atau bisa juga dengan mengambil miomnya atau miomektomi dan akhirnya bila miom sudah membesar rahimnya harus diangkat.
Pada kasusku, miom tidak terlihat tapi banyak perdarahan yang terus menerus. Pertama kali didiagnosa karena ketidakseimbangan hormon sehingga pada waktu itu diterapi dengan hormon progesteron tapi perdarahan tidak terhenti. Akhirnya saya memutuskan untuk diangkat saja rahimnya agar tidak terus perdarahan dan ternyata setelah diperiksa dirahimku ternyata ada miomnya.. Menurutku keputusanku sangat tepat, karena bila tidak diangkat hanya terapi obat yang hanya menghilangkan gejala sedangkan miom tidak terdeteksi, bisa-bisa miom akan semakin membesar dan tentu akan sudah membahayakan.
Jadi bagi wanita yang punya gejala yang sama dengan saya gak perlu takut kalau ini demi kesehatan. Dan perlu diingat pengangkatan rahim tidak semua kehilangan masa haid, bila masih ada leher rahim yang berselaput lendir bisa haid hanya bercak-bercak saja. Dan juga tidak perlu takut kenikmatan seksual tetap bisa didapat mesti rahim diangkat karena syaraf yang menyebabkan kenikmatan berada 1/3 luar vagina dan selama indung telurt masih ada tidak ada pengaruh terhadap kemampuan libido wanita.
Pengalaman saya ini mudah-mudahan bisa membantu para wanita yang punya kasus yang sama denganku untuk bisa menganbil keputusan yang tepat dan bijaksana demi kesehatan kita tentunya.
Kamis, 02 September 2010
Pemanfaatan sampah yang masih bisa didaur ulang, sekarang sudah mulai orang
melakukannya.Walau hanya sebagian kecil saja tapi paling tidak masarakat sudah sadar bahwa sampah yang masih baik bisa didaur ulang menjadi barang yang bisa dimanfaatkan kembali.
Banyak sampah bisa dimanfaatkan sebagai kerajinan tangan atau barang seni, atau barang yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, sovenir bahkan sudah ada yang mempunyai daya jual tinggi dan bisa diekspor keluar negri. Akhirnya bisa jadi peluang bisnis yang menguntungkan dan bisa memberi peluang kerja bagi orang lain tentunya.
Berawal dari hal diatas pada pesta sekolah kita mengadakan Fashoin Show dengan bahan yang digunakan adalah koran dan bahan bekas lainnya sebagai penunjang.Dan hasil yang diperlihatkan oleh siswa sangat elegant dan bervariasi. Fashion show ini diperlomnakan tiap kelas dengan berpasangan sangat menarik dan atraktif. Tiap kelas menampilkan model yang bervariasi dan bisa dibilang kreatif.
Kegiatan ini bisa bermanfaat dan mendidik siswa untuk bisa berkreasi dengan bahan-bahan bekas menjadi sesuatu yang bisa dimanfaatkan kembali dan siapa tahu bisa dijadikan peluang bisnis yang menjanjikan tentunya.Kegiatan ini juga bisa melatih siswa untuk percaya diri untuk tampil di depan teman-temannya.
Minggu, 29 Agustus 2010
Awalnya dari perdarahan yang sering terjadi padaku, dan aku belum khawatir karena menurut dokter ini mungkin awal menopause, yang memang tanda-tandanya banyak keluar darah.Tetapi ternyata perdarahan terus saja terjadi dan aku memeriksakan ke dokter kandungan ternyata di USG tidak terlihat gejala apa-apa di dalam rahimku dan dokter memutuskan spiralku dicopot,mungkin gangguan bisa datang dari spiral yang sudah dipakai bertahun-tahun.
Ternyata hanya berhenti sebentar , keluar darah lagi yang banyak dan dokter memutuskan untuk pap smear, ternyata hasil pap smear negatif.Sampai saat itu aku belum mengalami kekhawatiran karena perdarahan tidak terus menerus, kadang masih berhenti juga.Pertengahan juli perdarahan terus menerus dan belum berhenti sampai hampir tiap jam harus mengganti pembalut.Kembali ke dokter ternyata ada penebalan rahim mungkin disebabkan karena ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron. Kemudian dilakukan terapi hormon progesteron tetapi hasilnya kurang memuaskan bahkan ketika diperiksa dengan USG makin menebal sampai 3 cm sedangkan perdarahan masih berlanjut.
Dari indikasi tersebut dokter menyarankan 2 alternatif yaitu dikuret untuk menipiskan dinding rahim tetapi dengan resiko penebalan mungkin berulang kembali atau pengangkatan rahim dan tentunya perdarahan tidak akan terjadi lagi dan kalaupun ada sesuatu di dalamnya sudah aman karena sudah diambil.Ternyata memang setelah operasi ketauan ada miomnya.
Tanpa pikir panjang lagi aku memutuskan untuk melakukan operasi pengangkatan rahim dengan dasar akan lebih aman . Mungkin orang lain akan berpikir 1000 kali untuk melakukan ini karena rahim adalah salah satu yang dimiliki perempuan sebagai identitas,karena banyak kasus wanita lebih cenderung untuk mempertahankan rahimnya daripada harus diambil. Aku berani memutuskan untuk operasi karena dari segi logika inilah yang paling aman dan tidak akan terjadi perdarahan lagi dan sudah punya anak.
Bagiku tak terpikirkan masalah lain yang akan timbul karena banyak wanita menjadi takut tidak bisa menikmati hubungan suami istri lagi, takut suami berpaling lagi. Banyak orang yang akhirnya jadi iba melihat orang yang harus diambil rahimnya , tapi aku yakin akan cinta suamiku tentunya. Karena suatu pernikahan yang dimulai dengan niatan yang baik akan berakhir dengan baik juga. Karena masalah hubungan suami istri itu mudah bisa dibicarakan baik-baik dan bisa dicari solusinya dan tentunya dalam perkawinan hubungan suami istri bukan satu-satunya hal yang dapat mempertahankan cinta, masih bayak yang lain.
Buat wanita-wanita lainnya bila ternyata rahimnya harus diangkat dan itu merupakan jalan yang terbaik janganlah pernah takut untuk melakukannya. ada/tidaknya rahim tidak akan mempengaruhi kualitas hidup kita, tapi kualitas hidup kita ditentukan oleh hidup kita sendiri kok. Kembangkanlah sayapmu untuk berkreasi, mengabdi pada keluarga kita, masarakat dan lingkungan, menjadi orang yang berguna tuk orang lain.... walau tanpa rahim.... Be strong woman!!!!!!
Makasih buat teman-teman FKH, teman SMA ST Angela Bandung, murid-muridku dan saudaraku yang sudah mendukungku dan mendoakanku. Buat mama tercinta yang sudah merawatku, Tina, Wida , Tari, makasih dukungan moril dan materiilnya untukku...... Saya sayang kalian semua....
Ini foto ketika saya ditengok oleh teman dari FKH Bogor
Kamis, 05 Agustus 2010
Yel-yel pembangkit semangat pada pross pembelajaran
1 komentar Diposting oleh Tira Soekardi di 19.05Dahulu yel-yel digunakan untuk pembangkit semangat di jaman penjajahan sehingga banyak orang terbakar semangat dan mau melakukan kata-kata apa yang terdapat di dalam yel-yel tersebut. Ternyata yel-yel ini bila bermakna bisa jadi penyemangat dan kata-kata yang terkandung di dalamnya bisa diingat selalu dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dari hal tersebut diatas saya pakai yel-yel ini pada proses pembelajaran dikelas.Tujuannya bisa bermacam-macam tergantung kata-kata yang terkandung dalam yel-yel itu.
Pada proses pembelajaran kimia yang saya pegang memerlukan konsentrasi tinggi yang dapat menyebabkan siswa tegang dan stress, disela-selanya saya terbiasa menyelingi dengan yel-yel yang dapat berupa kata-kata atau lagu yang diubah kata-katanya untuk memberi semangat lagi. Tentunya pakai lagu yang lagi ngetrend dengan gerakan yang atraktif sepert terlihat di fota di bawah ini.
Ada lagi yel-yel yang berisi materi pelajaran yang bisa dirangkum dalam yel-yel biar bisa diingat oleh siswa. Bahkan pada kelas yang saya pegang membuat yel-yel pakai lagu bertemakan piala dunia sehingga ketika dinyanyikan di depan siswa yang lain bahkan gurunyapun ikut serta degan gerakan yang menarik, temannya bisa menikmati dan mendengar, mudah-mudahan kata-kata dari yel-yel bisa jadi inspiraasi bagi mereka.
Bahkan yel-yel yang saya selalu gunakan di pelajaran menjadi ide kepla sekolah untuk mengadakan lomba yel-yel pada pesta sekolah, nanti tentu akan saya ceritakan di blog saya.
Boleh deh dicoba, siapa tau yel-yel yang siswa sukai bisa jadi penyemangat dan membantu kembali konsentrasi atau buat penyegaran di kelasa atau bagi sekolah secara keseluruhan bisa digunakan untuk membantu program sekolah biar bisa berjalan lancar.




