Sabtu, 02 Januari 2010

Serba Jepang

Sekarang lagi musim segala sesuatu yang berbau jepang. Ternyata memang jepang itu selain negara maju juga termasuk negara yang tau benar pangsa pasar di dunia , sehingga apa saja yang diciptakan oleh orang Jepang pasti laku di pasaran. Salah satunya adalah games. Games yang berisi tokoh-tokoh tertentu membuat mulai dari anak kecil, remaja bahkan orang tuapun kerajingan dengan games yang dibuat oleh orang Jepang. Begitu juga dengan film baik film kartun , animasi bahkan film layar lebar dengan tokoh-tokoh yang sudah di kartunkanpun bisa dibuat sedemikian rupa sehingga menjadi kerajingan bagi penggemarnya.

Bila dilihat di warnet-warnet pasti gak pernah sepi didatangi oleh orang-orang yang kerajingan dengan games dan film-filmnya juga para orang tua begitu harus banyak ngomel karena anak-anaknya lebih banyak bergelut dengan games dan filmnya , sampai lupa makan dan lupa mandi!!!! Apalagi ditambah dengan bila bapaknya juga ikut-ikutan kerajingan sudah pasti sang ibu tambah repot lagi.

Memang kalau dilihat pesona dari games yang dibuat oleh orang jepang ini mempunyai tokoh-tokoh yang sangat menarik yang bisa membuat orang terbius dan kerajingan bahkan orang Jepang sendiripun banyak yang tergila-gila. Bahkan ada pria jepang yang menikahi seorang wanita tokoh karakter di vidio games tersebut.Memang perlu diacungi jempol oleh kita bagaimana industri ini bisa meraup banyak uang yang berlimpah karena penggemarnya sampai seantero dunia. Belum film-film yang dilayarlebarkan atau dalam bentuk dvd yang laris bak kacang goreng!!!!

Tetapi yang perlu kita ingat dampak dari semua ini bisa positif maupun negatif tergantung dari kita yang mempergunakannya. Bila digunakan hanya untuk hiburan dan mengisi waktu luang dan tidak sampai ketagihan tentu tidak bermasalah, masalahnya kalau hal ini menjadikan orang itu ketagihan dan sibuk dengan dunianya sendiri sehingga sosialisasi dengan orang lain menjadi terhambat, ini berbahaya. hal ini dikarenakan dia akan mempunyai sifat soliter dengan dunianya sendiri tanpa memperhatikan orang lain di sekelilingnya. Sedangkan kita hidup dengan orang lain, sehingga dia akan menjadi manusia yang ego sentris!!!!!

Hal ini juga dilakukan oleh anak pertama saya, yang begitu kerajingan vidio games yang pernah menyebabkan prestasi belajarnya melorot!!! Tentunya saya tidak bisa melarang begitu saja karena dengan melarang tentunya dia akan diam-diam melakukan di belakang saya. Tapi saya suruh dia untuk melakukan tidak sesering seperti dulu dan menyuruhnya mengambil hal-hal yang positif selain untuk hiburan. Alhamdulilah sekarang dia bisa mengontrol dirinya untuk tidak menjadi ketagihan dengan games, tetapi bisa mengambil segi-segi positif darinya. Apalagi di SMA dulu ia belajar bahasa Jepang, dan ia bisa mempraktekan bahasanya dengan menonton film-film Jepang yang belum diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Dengan demikian dia mendapat hiburan dan dapat memperlancar bahasa jepangnya.

Apalagi sekarang dia aktif di berbagai kegiatan ekstra di kampusnya yang berhubungan dengan jepang, bahkan baru-baru ini ia mendapat hadiah best story pada grup kabaretnya ketika mengikuti festival jepang.Baru-baru ini juga kampusnya mengadakan festival Jepang yang juga diikuti oleh berbagai kelompok yang juga penggemar dari tokoh-tokoh Jepang di film maupun games.Akhirnya saya bisa bernafas lega karena sekarang dia mempunyai tempat berekspresi yang bermanfaat bagi dirinya sehingga bisa diambil segi positifnya!!!!

Ini beberap foto-foto karakter-karakter yang ada ketika di Ciwalk Bandung diadakan Festival Jepang dimana Adit ikut berpartisipasi di dalamnya.