Kamis, 03 November 2016
Gambar dari sini
Salah
satu makanan khas laut di daerah Pangandaran adalah pindang gunung. Karena Pangandaran
selain pesona alam yang sedap dipandang juga mempunyai sumber daya laut yang
bagus juga. Bagitu banyak nelayan yang membawa hasil laut dari lautan yang
terhanpar luas di sana yang bisa dimanfaatkan untuk menu sehat bagi masarakat di sana selain untuk dijual mentah atau dieskpor. Nah
ikan-ikan yang ada di laut di daerah Pangandaan ini diolah menjadi makanan khas
Pangandaran. Salah satunya Pindang
Gunung. Emang kita mau makan pindang di gunung??? Tentunya tidak . Pindang Gunung
adalah sejenis makanan berupa sup ikan berkuah dengan bumbu khas sunda. Ikan
ini diolah dengan bumbu tradisonal yang ada di sana menjadi kuliner yang seger
dan nikmat saat disantap.
Rahasia
yang bikin pidang gunung ini lezat adalah bumbu kuncinya yaitu honje atau
kecombrang dan daun kedondong. Honje digunakan untuk memberikan cita rasa asem
segar. Sajiannya akan menghasilkan pindang gunung yang segar dan asem apalagi
bila disantap masih hangat. Asam seger bersatu padu, daun kedondong daun
ruku-ruku dan lengkuas membuat aroma yang menggoda.
Untuk
mencoba ada resaep yang bisa dicoba
untuk bisa menikmati kesegaran dari pindang gunung ini
Bahan
dan bumbu:
- 1. 1 kg ikan kakap, atau tongkol atau bawal. Bersihkan dan potong menjadi tiga bagian.
- 2. 2 buah cabe merah iris tipis
- 3. 1 jari jahe memarkan
- 4. 2 sendok makan kecap manis
- 5. 3 lembar daun salam
- 6. 2 sendok makan gula merah
- 7. 20 gram daun kemangi.
- 8. 5 buah cabe rawit utuh
- 9. 3 batang serai memarkan
- 10. 3 buah tomat belah empat
- 11. Garam dan gula secukupnya
- 12. 30 gr honje atau bisa menggunakan daun pucuk kedondong
Dihaluskan
- 1. 6 buah bawang merah
- 2. 6 buah bawang putih
- 3. 5 cabe merah
Cara
membuatnya:
Bahan
yang dihaluskan dan bahan rempah lainnya
direbus dengan menggunakan air satu liter. Kemudian masukan ikan , beri
garam, gula kecap secukupnya sehingga terasa asam manis dan pedas. Biarkan
hingga ikan matang. Baru diangkat dan disajikan hangat –hangat.
Di
dalam pindang gunung ini terdapat ikan yang sudah kita ketahui kandungan
gizinya cukup bagus untuk tubuh. Ikan adalah sumber protein hewani yang mumpuni
juga ada asam lemak omega3 yang baik untuk tubuh. Selain itu kalori juga gak
terlalu tinggi sehingga baik untuk yang diet. Selain itu juga di dalam ikan
terdapat banyak mineral seperti selenium,taurin dan lain sebagainya. Honje disini
bisa menghilangkan bau badan, memperlancar air susu ibu dan pembersih darah.
Hal ini dikarenakan di dalamnya terdapat senyawa akitif saponin, polifenol dan
flavonida. Juga kaya vitamin dan mineral bahkan antioskidan yang bagus bagi
tubuh.
Dari
segi kesegaran dan rasa yang asam, segar , paduan yang enak membuat kuliner ini
patut dicoba. Manfaat lain yang bisa kita ambil adalah kandungan gizi yang
cukup bagus untuk metabolisme tubuh. Banyak manfaat yang bisa diambil dari
kandungan gizi yang ada di kuliner pindang gunung ini. Jadi tunggu apala lagi,
Bila berjalan –jalan atau berlibur ke daerah Pangandaran bisa dicoba menu pindang
gunung yang banyak dijajakan di sana. Kalau tak berkesempatan untuk berlibur ke
Pangandaran, bisa dicoba resep sederhana ini . Untuk bisa dimakan bersama
keluarga di suasana kebersamaan yang indah. Segar , asam dan nikmat.
Jumat, 09 Oktober 2015
Makanan
khas masyarakat kota Cirebon salah satunya adalah empal gentong. Jangan salah
empal di sini bukan daging gepuk , melainkan semacam gulai yang sangat khas.
Mengapa sangat khas???? Pertama, gulai ini dimasak menggunakan kayu bakar
(biasanya kayu pohon mangga atau kayu pohon asam) Dengan memasak mempergunakan kayu bakar akan menciptakan
rasa dan tingkat keempukan daging yang berbeda. Kedua, dimasak dengan gentong .
Gentong yang terbuat dari tanah liat yang akan memberikan aroma dan rasa yang sedap
sekali. Cara memasak ini sudah dilakukan turun temurun. Wadah kuali yang sudah
digunakan terus menurus ini juga memberikan aroma dan rasa yang enak karena
kerak bumbu sudah mengendap di pori-pori gentongnya.
Dua
keunikan dari empal gentong inilah yang menjadi ciri khas kuliner yang berasal
dari Desa Batembat, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon. Ditambah lagi
dengan paduan daun kucai (Chlorella sorokiniana) yang diiris tipis-tipis .
Ditambah dengan cabai kering giling.Cabai ini sangat pedas karena berupa
saripati cabai merah kering yang kemudian ditumbuk kasar. Biasanya empal
gentong itu berisi daging, usus, dan babat.
Cara penyajiannya bisa disajikan dengan nasi atau lontong. Lontongnya
hanya beras yang dimasukkan ke dalam daun pisang yang sudah dibentuk silinder
dan direbus selamam 4 jam. Saat disajikan api harus tetap menyala besar agar
menjaga empal tetap panas. Paduan empal dengan daun kucai memberikan aroma
tersendiri .Selain sambal cabai kering dan kucai biasanya ditambah dengan
kerupuk rambak (kerupuk kulit kerbau) menjadikan kuliner yang khas banget
Penjual empal gentong banyak ditemui di kota Cirebon. Baik penjual pinggir jalan atau
yang menjual di resto-resto. Yang cukup terkenal adalah empal gentong Mang
Darma yang buka beberapa cabang di kota Cirebon. Sedikit keluar kota Cirebon arah
Plered banyak dijumpai resto empal gentong seperti empal gentong H .Apud atau
empal gentong Amarta. Empal gentong ini bila dilihat dari kadar gizinya
mengandung 482,4 kkal yang terdiri dari protein, 29,2 gr, lemak 21,5 gr dan
karbohodrat 42 gr. Empal gentong ini coocok untuk mengisi perut yang kosong.
Kandungan yang terdapat pada daging sapinya terdiri dari protein, lemak,
kalsium , fosfor dan energi memberikan manfaat untuk membentuk otot, memperkuat
sistim imun dan membantu perkembangan sel otak.
Untuk
membuat empal gentong cukup mudah. Salah satu resep dari empal gentong yang
bisa dicoba.
Bahan
dan bumbu :
- 1. 100 gr babat rebus , potong-potong
- 100 gr limpa, rebus potong-potong
- 250 gr daging, rebus, potong-potong
- 2 lembar daun salam
- 2 batang serai
- 250 ml santan dari 1 butir kelapa.
- 1500 ml kaldu dari rebusan daging.
- 6 buah cabai kering yang ditumbuk kasar.
- Bawang goreng secukupnya
- . 2 sendok makan minyak sayur.
Haluskan
- 8 siung bawang merah.
- 4 siung bawang putih.
- 4 butir kemiri, sangrai.
- 2 cm kunyit, bakar.
- ¾ sendok teh merica.
Cara
membuatnya:
- Rebus daging sapi hingga matang dan empuk, angkat dan tiriskan. Kemudian ukur air sisa rebusan sebanyak 1500 ml untuk kaldu.
- Panaskan minyak , tumis bumbu halus bersama daun salam, dan serai hingga harum. Masukan babat, limpa dan daging. Aduk hingga rata.
- Tuang air kaldu , kemudian garam, gula pasir. Terus diaduk hingga masak dan mendidih. Tambahkna santan ,aduk terus sampai matang. Sajikan dengan taburan cabai kering, kucai dan bawang goreng.
Inilah
kuliner khas Cirebon yang sudah mendunia. Rasanya gurih dan lezat dengan aroma
gentong yang menempel di lidah. Begitu mengena di lidah dan hati penikmat empal
gentong. Wisata ke Cirebon, jangan lupa mampir ke resto-resto penyedia empal
gentong.Ditanggung akan kembali lagi ke Cirebon guna menikmati rasa empal
gentong.
Label: Jelajah Gizi
;;
Subscribe to:
Postingan (Atom)







