Kamis, 12 Oktober 2017

Ijinkan Aku Menua Bersamamu





Manusia selalu berubah tiap tahunnya. Baik fisik maupun psikis. Semakin tahun semakin menua. Banyak perubahan yang terjadi dalam tubuh manusia. Fisik mulai melemah karena metabolisme tubuh juga melambat. Keriput , uban sudah mulai tampak di penampilan. Sakit tua seperti nyeri sendi, cepat capai, susah tidur sering melanda lansia. Dan kita tak bisa melawan waktu.

Aku melihat ibuku bisa menua dengan bahagia. Wajah cantiknya terpancar walau usianya sudah menginjak usia 84 tahun. Senyum terpancar dari lubuk hati yang terdalam. Kebaikan hatinya terpancar dari wajah teduhnya. Baru-baru ini  di suatu acara ibuku mendapat juara Miss Granny ke tiga. Wah, aku sempat terkejut, tapi melihat di fotonya , beliau memang pantas mendapat gelar Miss Granny.  Di usianya yang sudah 84 tahun, mama masih aktif. Main angklung, mengunjungi panti jompo dan berbagi kegembiraan di sana. Dan masih aktif masak buat makanan anakku yang tinggal di rumah mama.

Ibuku yang pakai baju putih Miss Granny 3
 

Aku ingin seperti ibuku. Menua dengan bahagia. Karena banyak hal yang bisa membuat kita menjadi stress setelah menua. Ternyata mudah kalau kita ingin menua dengan bahagia. Beberapa tips yang bisa digunakan agar kita di masa tua selalu bahagia.

  • 1.      Tetap aktif dengan hal yang kita sukai. Aku mencoba untuk aktif dengan apa yang aku suka. Aku suka mengajar. Dan komunitas Circle of Happiness adalah segalanya bagiku. Bagian dari hidupku yang akan membuat aku aktif selalu, karena dengan aktif selalu kita akan terhindar dari stress yang berpengaruh terhadap kelancaran aliran darah dan kerja jantung.
  • 2.      Mencoba sesuatu yang baru. Tantangan akan membuat kita bersemangat hidup. Sesuatu yang baru dari rutinitas harian bisa membuat kita merasa muda kembali.Kini aku mencoba untuk bisa berjualan buket bunga dari kertas. Tantangan baru yang aku harap bisa membuat aku lebih bersemangat untuk menikmati masa-masa ini.
  • 3.      Menjaga kehidupan sosial. Setelah masa-masa kerja selesai, kita tetap harus banyak menjalin komunikasi dengan banyak teman. Dengan adanya teman kita masih bisa banyak bercerita banyak hal, keluh kesah dan saling menguatkan satu sama lainnya.
  • 4.      Tetap berolahraga. Olahraga juga selain sehat dan bahagia. Lebih baik berolahraga di luar rumah seperti jalan pagi, lari atau ikut senam bersama orang lain. Jadi selain tubuh sehat, kita akan punya banyak teman dan bisa bersosialisasi dengan banyak orang.Beretmu dengan orang yang berolahraga juga memberikan semangat untuk terus olahraga.
  • 5.      Tak perlu membandingkan diri sendiri. Membandingkan diri sendiri saat masih muda dan sekarang malah akan membuat kita menjadi stress. Terima perubahan yang terjadi dan bahagia dengan perubahan ini . Yang penting kita sehat.


Menua bahagia bersama pasangan. Tentu ini sangat diharapkan banyak orang termasuk diriku. Usia pernikahan aku yang sudah mencapia 27 tahun , membuat cintaku selalu bertumbuh semakin kuat, karena kita sudah bisa saling mengenal satu sama lain, sudah bersaam mengarungi suka duka kehidupan. Saat anak-anak sudah dewasa , sudah mulai punya kehidupan sendiri, artinya aku dan suamiku kini selalu menghabiskan waktu bersama.
Menghabiskan waktu bersamamu selalu itu akan mengusir rasa kesepian saat kau tak ada. Sehingga aku ingin menghabiskan waktu selalu bersamamu. Minum teh bersama, atau makan masakanku walau tak seenak di restoran, tapi duduk makan berdua selalu akan membuat hatiku gembira , tak merasa kesepian.

Cinta kita tak pernah pudar, selalu bertumbuh. Semakin hari cintaku semakin kuat di usiaku yang semakin menua.  Dan aku ingin selalu jatuh cinta denganmu. Karena jatuh cinta itu sejuta rasanya. Selalu memikirkan dirimu setiap saat, selalu membayangkan dirimu dan selalu membayangkan aku ada dalam pelukanmu. Bolehkan aku jatuh cinta berkali-kali padamu??? Ijinkan aku bisa menua bersamamu. Saling bergandengan tangan, saling berpelukan. Saling menguatkan di masa tua. Untuk saling menjaga satu sama lain. Ah, ingin sekali itu bisa terwujud. Sayang,ijinkan aku selalu berjalan di sisimu , bersama menua dengan bahagia , bersama selamanya….Perhatikan diriku selalu agar aku tak pernah kesepian, ajaklah aku refreshing bersamamu dan jangan biarkan aku menunggu lama dirimu .... I Love You.

Senin, 01 September 2014

Tradisi Bagi-bagi Uang



Hari raya Lebaran di Indonesia sudah menjadi tradisi selalu ada acara bagi-bagi uang. Bagi-bagi uang bisa berasal dari kerabatnya sendiri atau dari tetangga. Biasanya bukan dalam bentuk nominal yang besar dan dimasukkan ke dalam amplop. Tradisi bagi-bagi uang/angpao itu identik dengan  budaya Cina. Angpao sendiri artinya uang yang dibungkus dalam kemasan merah untuk bonus bayaran atau memberikan hadiah. Kata angpao ini mengalami transliterasi yang diserap menjadi bahasa Indonesia  menjadi angpau dengan arti pemberian uang. Angpau kini menjadi tradisi masarakat Indonesia, juga masarakat muslim. Usai solat ied  dan acara sungkeman para orang tua akan bagi-bagi uang pada anak-anak, cucu-cucunya. Di beberapa daerah disebut dengan salam tempel. Biasanya saat berilahturahmi kepada tetangga , akan diberikan saat berpamitan dengan aamplop yang berisi uang, biasanya itu ditujukan untuk anak-anak. Walau jumlahnya tidak besar tapi anak-anak akan merasa senang jika mendapatkan salam tempel berupa angpau berisi uang. Bisa dibayangkan jika bersilahturahmi ke banyak rumah , akan bertambah banyak uang yang didapat.





Dulu waktu saya kecil juga sangat senang bersilahturahmi ke rumah tetangga, karena ada bonus uang dan perut kenyang. Jadi kira-kira setelah solat ied, saya beserta adik-adik sudah mulai siap untuk mengunjungi tetangga . Satu persatu tetangga kami kunjungi dari yang paling terdekat sampai yang terjauh. Setiap berpamitan ada saja yang memberikan uang pada kami.  Biasanya setelah berkunjung kami selalu menghitung uang yang didapat dari amplop yang kami dapat. Dari uang itu biasanya suka kami belikan barang yang kami sukai. Lain halnya dengan perut . Setiap berkunjung pasti kami selalu disuguhi kue kering,basah sampai kue bolu yang semuanya enak dan membuat perut kami kenyang. Pernah salah satu adikku, sebelum selesai bersilahturahmi ke semua tetangga langsung lari ke rumah ternyata dia ke toilet hendak BAB  karena kekenyangan makan!!!!!




Memang tradisi bagi-bagi uang ini memberikan kegembiraan tersendiri bagi anak-anak. Saatnya lebaran pastilah saat yang ditunggu-tunggu. Waktu lebaran kemarin , adik iparku dan mertua mau bagi-bagi uang pada cucu-cucunya tapi dengan syarat para cucu harus membuat acara sendiri atau bersama .Ini sebetulnya sekedar agar acara bagi-bagi uangnya menjadi seru . Karena saya kebetulan berprofesi sebagai guru , saya didaulat untuk memimpin para cucu untuk membuat acara . Karena acara yang mendadak dan keponakan saya juga dari tipikal pemalu, ada yang cuek dan ada yang percaya diri. Akhirnya karena saat itu masih pagi, saya menyuruh salah satu keponakan untuk mencari lagu untuk senam kesegaran jasmani. Dari tabletnya akhirnya dapat dicari. Saya mulai memimpin di depan dan diikuti dengan para keponakan yang mulai bergerak mengikuti irama , satu...dua ...tiga....empat....  Semu tertawa lepas saat kami melakukan senam kesegaran jasmani , suasana menjadi riuh dan kembali riuh saat  eyangnya dan tantenya mulai membagi-bagikan uang pada mereka. Semua tertawa dan melambai-lambaikan uang yang mereka peroleh. Mereka bilang untuk sering-sering saja bagi-bagi uangnya. Dan ada sedikit gurauan kalau tahun depan ada lagi yang mau bagi-bagi uang, yaitu anakku sulung yang tahun depan sudah bekerja, karena katanya dia sudah tak boleh menerima uang lagi tapi harus yang membagi-bagi uang karena sudah berpenghasilan sendiri. Nah loh!!!! 



Jumat, 03 Januari 2014

Keceriaan Dalam Keberagaman




Senam Iya-iyalah



Aku merasa bangga dengan keluargaku. Mengapa ?, karena kami dapat hidup rukun dengan keberagaman yang ada dalam keluarga. Kami punya banyak perbedaan dari suku maupun agama dan itu tetap membuat kami tetap rukun dan saling menghargai satu sama lain. Tidak pernah selintaspun dipikiran saya sebagai muslim tidak mengucapkan selamat natal pada saudaraku yang kristen . Toh kenyataannya saya sudah berulang kali mengucapkan selamat natal baik buat teman, saudara dan tetangga tapi iman saya tetap muslim. Toh, keimanan saya gak pernah berubah hanya dengan mengucapkan selamat hari raya bagi umat lainnya.


Penggemar Noah menyanyikan lagunya Ariel
Kalau membicarakan hal itu bakal tidak habis-habisnya karena masing-masing punya pemikiran sendiri tapi bagiku menghormati orang lain dengan cara menghargai sangatlah penting. Tiap tahun keluargaku sering berkumpul di saat natal. Dan acara yang disajikan juga khas anak-anak dan dibuat seringan mungkin.Karena hanya pada saat itulah kami bisa berkumpul dengan keluarga besarku. Biasanya setiap keluarga selalu membuat acara dan menampilkan dengan gayanya masing-masing.


 Lagi berpikir tebak-tebakan , semua sibuk berpikir, yang punya acara bisa senyum saja
Anak-anakku menampilkan senam IYA IYALAH  yang lagi ngetrend di you tube dengan kostum olahraganya. Memang dua  anak saya ini doyan sekali buat kreasi tarian, opera dan memang suka,bahkan yang laki-laki biasa membuat skenario untuk pementasan cosplay di komunitas yang dia ikuti. Lucu!!!

Bagi-bagi hadiah dan buka hadiah


Ada lagi  penampilan mantu-mantu mama yang dua orang dan lulusan IPB yang katanya sebagai mantu sholeh dan penggemar NOAH, akhirnya berduet menyanyikan lagunya Ariel.  Boleh juga walau suaranya sih baguslah buat orang awam.


 Anak-anak pakai wig dengan gayanya dan si Teddy juga dipasangkan wignya
Terakhir ada yang mau memberikan voucher belanja dengan cara harus menebak tebak-tebakan, yang ternyata butuh ketelitian dan pikiran yang tajam. Lucunya semua serius banget, apalagi mom, bolak-balik tanya syarat-syarat yang belum dimengertinya. Ternyata yang tua juga semangat untuk memecahkan tebak-tebakannya , mungkin ada  iming-iming vouchernya kali. Ternyata adikku yang bisa menebak dan Tabita keponakanku.


 Mak-mak yang gak mau kalah dengan anak-anaknya
Seru sekali acaranya dan diakhiri dengan bagi-bagi hadiah . Biasa mom yang membagikan hadiah untuk anak dan cucu-cucunya. Dan yang lucunya ada yang memberikan hadiah berupa wig /rambut palsu dalam jumlah yang banyak. Akhirnya berfotolah dengan wig dengan gaya masing-masing. Malah yang tua gak mau kalah , juga bergaya dengan wignya.... Ada-ada saja......Mak-mak dengan wig yang aneh dan warna norak bergaya slebor!!!!!! Tiada duanya, tertawa bersama di akhir tahun. Dan selesai acara, harus kembali ke rumah masing-masing yang letaknya berbeda kota untuk kembali berkumpul di tahun yang akan datang dengan acara yang sama tapi berbeda rasa.

;;