Minggu, 13 Juli 2025

 


Dalam rangkan memperingati hari lingkungan hidup maka Anak Circle of Happiness menghias pot dan menanam tanaman. Anak-anak diajarkan terlebih dahulu tentang lingkungan yang baik bagi seluruh makhluk hidup. Salah satunya adalah pohon. Pohon adalah sumber oksigen yang banyak, karena pada proses fontosintesa yang membutuhkan karbondioksida dan matahari akan menghasilkan oksigen dan gula. Oksigen ini penting bagi makhluk hidup untuk proses metabolisme. Jadi tumbuhan memang dibutuhkan sebagai sumber oksigen. Maka dari itu setiap kota harus ada ruang terbuka hijau agar pasokan oksigen bagus dan udara sekitar akan terasa segar.  Selain itu pohon juga sebagai pengikat air. Akarnya akan mengikat air sehingga akan mencegah banjir karena air gak mengalir deras.

Jadi pentingnya pepohonan ini bisa dimengerti anak-anak. Maka perlunya hutan sebagai penyangga air dan sumber oksigen .

 


 


Baru anak-anak menghias pot

Bahan yang dibutuhkan : pot hitam, kuas, cat air, pinsil

Cara membuatnya : anak-anak membuat sketsa dengan pinsil di potnya. Sesudahnya baru diwarnai dengan cat air.

Anak-anak menanam tanaman

Bahan yang dibutuhkan : tanah, tanaman

Cara mengerjakannya. Anak mengisi tanah secukupnya ke dalam pot. Membagi tanaman menjadi beberapa bagian untuk beberapa anak. Kemudian menanam di dalam potnya. Sesudahnya anak-anak menyiramnya.

 


Anak-anak belajar kreatif dalam menghias potnya dengan aneka warna yang terang sehingga pot dengan wana terang akan lebih menarik. Kemampuan motorik halusnya akan terasah dengan menggambar dan mewarnai potnya. Juga anak-anak lebih teliti dalam membagi tanaman menjadi beberapa bagian dan menanamnya.  Setelah itu pot dan tanaman ini dibawa pulang untuk dirawat dan dipelihara dengan baik. Setelah sebulan anak-anak membawa kembali pot dan tanaman mereka dan dilihat bagaimana mereka merawat tanaman mereka dengan baik atau tidak. Hal ini dikarenakan seringkali menanam adalah kegiatan yang mudah tapi memelihara dan merawat agar tanamannya tumbuh dan berkembang adalah hal yang sulit.

 


Banyak kegiatan menanam dimana-mana, tapi setelah beberapa bulan sudah ada yang gak tumbuh atau rusak. Memang memelihara dan merawat tanaman sampai bisa tumbuh dan berkembang bukan pekara mudah juga. Anak-anak juga harus ditekankan kalau kegiatan menanam juga harus diikuti dengan memelihara dan merawat agar bisa tumbuh dengan baik

 


 

Semoga kegiatan ini bisa menanamkan kesadaran bagi anak-anak betapa pentingnya pohon buat kehiduoan makhluk hidup lainnya

Kamis, 05 Oktober 2017

Ecobric






Minggu ketiga bulan September anak-anak Circle of Happiness kedatangan tamu dari Sanggar Lingkungan Hidup. Dan tema yang dibawa oleh kakak-kakak dari sanggar lingkungan hidup ini sangat sesuai dengan program yang ada di komunitas Circle of Happiness. Tentang peduli lingkungan. Anak-anak menabung sampah di bank sampah, anak-anak juga sudah sering ikutan gerakan pungut sampah dan membuat kompos. Ecobric, inilah materi yang akan dibawakan oleh kakak-kakak dari Sanggar Lingkungan Hidup.



Plastik adalah sampah polyester yang sulit diurai dalam tanah, butuh waktu bertahun-tahun untuk hancur. Ini bisa menjadi petaka, apalagi banyak orang membakar sampah. Ini justru sangat berbahaya. Karena saat dibakar akan mengeluarkan dioxine, zat yang beracun yang bisa saja terbawa air hujan dan mencemari sumber air manusia.Makanya perlu sekali bantuan manusia untuk mengelola sampah . Sampah plastik bisa didaur ulang juga dan metode yang terbaru dari penanganan sampah palstik adalah dengan membuat ecobric. Ecobric adalah bata ramah lingkungan. Pertama kali dicetuskan oleh Russel Maier. Dia adalah wisatawan Kanada yang mempresenatasikan di Klungkung –Bali. Ecobric dapat dibuat dengan cara memasukan sampah plastik ke dalam botol plastik sampai penuh dan keras. Botol-botol plastik yang sudah terisi ini bisa diarngkai menjadi kursi, meja dan lain-lain. Bahkan bisa sebagai pengganti batu bata dan bisa membuat bangunan. Tapi perlu diingat ecobric ini bukan cara mengurangi sampah plastik tapi dengan ecobric samaph plastik bisa diubah menjadi benda yang visioner. Jadi penggunaan plastik tetap saja perlu dikurangi.



Itulah ecobric. Sebelum dimulai acaranya, anak-anak Circle of Happiness senam go green terlebih dahulu baru kakak-kakak dari Sanggar Lingkungan Hidup akan memberikan edukasi tentang ecobric.Pertama kak Weni sebelum menjelaskan tentang ecobric pada anak-anak mengajak anak-anak menyanyi lagu naik-naik ke puncak gunung yang liriknya diganti dengan ajakan untuk membuat ecobric. Baru setelahnya kak Bunaji menjelaskan cara memasukan sampah plastik ke dalam botol dan cara menekan sampah di bagian dalamnya dengan tongkat kecil. Harus padat sekali sehingga saat botol dipegang terasa keras. Anak-anak mulai mempraktekan membuat ecobric. Mereka mulai memasukan sampah dan menekan dengan tongkat. Karena tenaga mereka yang kurang akhirnya botol sudah terisi penuh tapi kekerasannya masih kurang. Tak apalah yang penting mereka tahu cara membuatnya dan melakukannya. Hasil yang mereka buat mereka bawa pulang. Harapan sih mereka bercerita pada orang tua mereka apa itu ecobric dan manfaatnya untuk apa.



Setelah mereka memasukan sampah plastik ke dalam botol , anak-anak diajak melihat video tentang peamnfaatan ecobric dalam kehidupan sehari-hari. Dalam video tersebut sangat jelas apa saja yang bisa dibangun dengan ecobric ini. Dengan pemaparan lewat video, gambar yang terlihat jelas nyata sehingga anak-anak benar percaya kalau ecobric ini bisa membuat segala macam walau hanya terbuat dari plastik. Dan terakhir beberapa anak disuruh untuk menceritakan kembali bagaimana pengalaman mereka membuat ecobric dan dividiokan. Akhir dari kegiatan ini sih aku berharap kelak setelah mereka dewasa mereka bisa menjadi kader-kader yang peduli lingkungan yang selalu meperhatikan lingkungan . Juga akhirnya aku sendiri berusaha agar sampah plastik bisa menjadi ecobric. Aku sudah mulai memasukan sampah plastik yang tak laku di bank sampah ke dalam botol plastik. Dan aku membiasakan diri melakukan ini dimulai dari keluargaku. Jadi terhindar dari buang sampah sembarangan atau membuang sampah pada tong sampah yang tak tahu nanti akan diapakan.  Jadi pilih mana buang sampah plastik atau masukan ke dalam botol plastik?????


Kamis, 09 Juni 2016

Gerakan Pungut Sampah





Sampah sudah bukan lagi hal yang baru. Hampir setiap kota selalu dihadapakan dengan persoalan sampah. Kadang persoalan sampah ini belum banyak teratasi dengan baik. Bisa dilihat masih banyak kota-kota yang tak punya penampungna, pengelolaan sampah yang baik, sehingga sampah berada di mana-mana. Begitu juga kesadaran masarakat yang kecil membuat persoalan sampah menjadi rumit. Akibat sampah sudah biasa terlihat di kota maupun di desa. Sampah menyumbat saluran air/got bahkan sungai dan irigasi sawah. Ini berimbas ke banyak hal yang merugikan banyak orang.



Kalau dilihat penyebab orang membuang sampah sembarangan karena beberapa hal :

  • 1.      Karena membuang sampah sembarangan di dalam pikiran alam bawah sadar masarakat bukan sesuatu yang salah tapi hal yang wajar. Sehingga dengan santainya mereka akan membuang sampah dengan perasaan tak berdosa. Ini banyak dilihat dari masarakat kita.
  • 2.      Norma dari lingkungan sekitar . Prilaku membuang sembarangan karena prilaku yang sama dilakukan oleh orang-orang yang berada di sekitar kita. Tak ada teladan yang baik di sekitar kita akan menjadikan kebiasaan membuang sampah sembarangan menjadi wajar.
  • 3.      Kurangnya sarana dan prasarana tempat sampah di sarana umum . Ini yang membuat orang membuang sampah sembarangan.
  • 4.      Acuh tak acuh. Rasa tak peduli dari masarakat sekarang yang banyak terjadi menyebabkan masarakat gak mau berusaha untuk membuang sampah pada  tempatnya. Tak peduli dengan cara pemilahan dan pengolahan sampah agar sampah bisa diatasi dengan pengelolaan sampah yang baik.



Kalau dilihat faktor pendidikan juga tak berpengaruh terhadap kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya. Banyak loh yang berpendidikan juga masih dengan sengaja membuang sampah sembarangan. Ketidakpedulianlah yang berperan aktif . Ego yang tinggi dari masarakat sehingga mereka tak mau bersama-sama mengatasi kebersihan lingkungan bersama pemerintah. Membebankan tanggung jawab terhadap pemerintah saja adalah hal yang tak bijak. 



Oleh sebab itu penanaman kepedulian terhadap sampah harus dimulai dari kecil. Bukan hanya dengan teori saja tapi praktek dan kenyataan di lapangan. Karena banyak dari masarakat kita , tahu tapi karena tak peduli , mereka tetap saja membuang sampah sembarangan. Aku selalu ingin memberikan banyak pengalamn hidup pada anak-anak agar mereka secara sadar dan nyata peduli dengan lingkungan sekitar. Mulai dari kegiatan menambung sampah di bank sampah , membuat kompos dari sampah organik. Dan yang terakhir melakukan gerakan pungut sampah.



Gerakan pungut sampah dilakukan dengan tujuan agar anak-anak mengerti bahwa membuang sampah di tempat umum adalah hal yang tak boleh. Juga membentuk kepedulian mereka terhadap lingkungan di sekitarnya yang kotor. Aku namakan mereka dengan Laskar Hijau karena mereka adalaha gen peduli lingkungan yang teruji. Dimulai pagi dengan nyanyian penyemangat sebelum beraksi.

Mana dimana ada banyak sampah
Anak Nanggela mungutin banyak sampah
Mana dimana ada banyak sampah
Anak Nanggela menabung di bank samaph
Mana dimana ada banyak sampah
Anak Nanggela peduli dengan sampah
Cha cha Marica hey hey Cha marica hey hey
Anak Nanggela peduli dengan sampah

Dengan pin di dada dan semangat mereka membersihkan sampah yang ada di lapangan alun-alun Mandirancan. Mereka seperti bermain. Berlari-lari ke sana kemari sambil mengambil sampah yang ada di sana. Tawa dan teriakan mereka terdengar nyaring. Tak ada rasa penat , terus mengambil sampah. Hampir 15 kantung plastik hitam besar didapat dari mungutin sampah. Istirahat di tepi lapangan , tapi beberapa tampak tak lelah , masih berlari-larian sambil bersenda gurau. Bagi mereka ini seperti piknik dan bermain. Sampah yang didapat adalah bonus dan lapangan menjadi bersih kembali. Bonus bagi mereka adalah es buah yang sudah disediakan . Rasa penat dan lelah terobati dengan es buah yang segar dan dingin.




Walau apa yang mereka kerjakan adalah hal yang sederhana, tapi ini bisa jadi memori yang bisa mereka ingat sepanjang hidupnya. Kelak mereka akan jadi agen perubahan di lingkungannya. Bagi anak memori yang baik akan terpatri di hati , ini akan membuat mereka akan selalu mengingat dan melakukan sebagai sesuatu yang wajar . Mereka kelak bisa jadi pelopor peduli lingkungan. Sungguh tak sia-sia apa yang aku lakukan dengan mereka dalam gerakan pungut sampah ini. Semoga kami tetap selalu peduli dengan lingkungan dan selalu mengajak banyak orang lagi untuk peduli lingkungan. Salam Hijau!!!!!

;;