Selasa, 14 Januari 2014

Bungkus Kado Sayang Kalau Dibuang.



Pernah dapat kado atau hadiah?. Tentunya semua orang pernah merasakan mendapat hadiah. Mendapat hadiah pada saat istimewa kadang selalu membuat hati kita diliputi kegembiraan apalagi mendapatkan dari orang yang paling spesial bagi kita.Dulu waktu kecil, setiap hari ulang tahun pasti dapat hadiah dari orang tua, malah sengaja buat acara ulang tahun agar mendapat banyak kado dari teman-temannya. Sayangnya itu hanya berlaku pada saat masa kanak-kanak saja. Karena setelah besaran usia remaja , saya selalu meminta pada mama jangan kasih kado barang tapi mentahannya saja, karena ingin membeli barang kesukaan, kalau mama yang beli pasti gak sesuai dengan selera. Lain lagi saat kuliah justru harus mengeluarkan uang ekstra buat traktir teman-teman dan satupun gak ada yang kasih kado, sedihhhhh, apalagi anak kostan yang duitnya cekak melulu. Waktu sudah menikah, kebetulan punya suami yang gak romantis, eh dapat hadiahnya malah pajangan buat hiasan, katanya biar ruang tengahnya lebih bagus dengan ada pajangan tersebut, ya sudahlah nasib....

Ada pengalaman masa kecil, suka tertarik dengan cerita Santa Klaus yang suka bagi-bagi hadiah buat anak-anak baik. Pada saat kecil, aku sering bertanya pada mama , kapan Santa Kalusnya mau kasih kado  padaku karena aku sudah menjadi anak baik. Akhirnya aku dan adik-adiku disuruh menggantung kaus kaki di lemari . Malam aku sulit sekali memejamkan mata, bolak balik melihat kaus kakinya masih kosong sampai akhirnya aku tertidur juga. Waktu kubangun esok harinya sudah kulihat ada hadiah di dalam kaus kakinya. Senang sekali rasanya. Setelah besar baru aku tahu kalau yang memberi hadiah itu ya mama sendiri bukan Santa Klaus. Dan di acara natal keluarga besarku , kami selalu punya acara tukar menukar kado, dan sungguh acara yang paling mengasikan , yang penasaran bukan anak-anak saja tapi orang tuanya juga penasaran. Yang lucunya keluargaku paling sering dapat handuk , mungkin karena paling malas kalau harus mandi, ha,ha, ha.

Kembali ke kado, sering aku lihat termasuk aku kalau membuka kado selalu tidak hati-hati tapi langsung dirobek. Mungkin penasaran dengan isi hadiahnya, tapi akhirnya bungkus kadonya menjadi robek dan berakhir di tempat sampah. Padahal sayang kan, bungkus kado selalu menarik dengan pola gambar yang lucu dan warna yang bagus-bagus kalau hanya dibuang saja di tong sampah. Bungkus kado sebetulnya bisa dimanfaatkan menjadi barang lain yang berguna. Makanya membuka bungkus kado haruslah hati-hati jangan sampai robek. Untuk meluruskan lagi bisa disetrika dengan setrika dalam keadaan panas . Setelah lurus bisa diubah menjadi sesuatu yang baru dengan sedikit  kreativitas .
Beberapa contoh yang bisa dibuat dari bungkus kado bekas 


 Gantungan Hp atau bisa dibuat gantungan kunci. Potong kertas kado bentuk persegi dengan ukuran sesuai keinginan, kemudian lipat bolak-balik seperti membuat kipas . Setelah jadi di lipat menjadi dua dan di lem bagian sisinya sehingga menyatu. bagian kepala terbuat dari buah nyamplung, kalau tidak ada bisa pakai kain yang diisi dengan dakron/kapas dan kepala ditempel di bagian tengah lipatan tadi. Tinggal pasang gantungan kunci atau hp

Notes/buku catatan kecil. Bisa dibuat dengan cara menggunakan kertas dus bekas susu, dibentuk sesuai keinginan dan dilapisi dengan kertas kado bekas dan diatasnya diberi kertas HVS berbagai bentuk dan ujungnya diberi pita untuk menggantung notesnya

Mudah bukan, tentunya masih banyak lagi kreasi dari bungkus kado bekas. makanya daripada dibuang percuma di tong sampah, bisa dimanfaatkan kembali dengan bentuk yang berbeda. Selamat mencoba!!!!

Kamis, 22 November 2012

Bubur Kertas


 

Kalau dengar kata bubur pasti pikiran kita akan tertuju dengan makanan yang terbuat dari beras dan semua orang sangat menyukai dengan "bubur" apalagi bila ditambah dengan lauk pauk lainnya. Kalau kita membaca kata bubur pasti yang berhubungan dengan sesuatu yang encer.

kertas yang sudah dipotong kecil diblender agar jadi bubur kertas


Lain lagi dengan bubur kertas. Bubur kertas adalah bubur yang terbuat dari kertas yang sudah tidak digunakan lagi yang dihancurkan dengan blender, dimana kertas tersebut sudah dipotong-potong kecil terlebih dahulu dan didiamkan semalam.Dari bubur kertas tersebut dapat dibentuk beraneka bentuk yang bisa dimanfaatkan seperti tas, pernak-pernik dan manfaat lainnya tergantung kreasi dan inovasi masing-masing individu.

Kemudian hasil blender tadi disaring sehingga dihasilkan ampas yang dapat dibentuk


Membuat bubur kertas mudah sekali. Bubur kertas bahan utamanya kertas yang sudah tidak dapat digunakan daripada diloakan. Alat lainnya blender, kain untuk menyaring dan lem putih . Kertas dipotong kecil-kecil dan direndam di air dan didiamkan semalam atau lebih juga tidak mengapa.. Setelah diblender  kemudian hasil blender disaring denagn kain tersebut sehingga kita mendapat kertas yang sudah hancur. Kemudain ampas tadi dicampur denagn lem putih dengan perbandingan 2:1 sampai kalis.

kertas yang sudah disaring di beri lem putih dan dicampur sampai kalis sehingga dapat dibentuk


Siaplah Bubur kertas ini untuk dibentuk menjadi berbagai bentuk untuk manfaat yang berbeda. Bubur kertas ini bisa di simpan dengan cara dimasukan dalam plastik yang kedap udara agar tidak bau dan bisa disimpan sekitar 2 mingguan. Nah, mudah kan??? Pemanfaatan bahan yang tidak berguna menjadi berguna merupakan salah satu cara untuk mengurangi sampah....

Mewarnai bubur kertas yang sudah dibentuk


Kamis, 01 Maret 2012

Beberapa waktu yang lalu di blog saya terdahulu, sudah dijelaskan bagaimana pengolahan kulit jagung mulai dari pengeringan, pewarnaan dan penyetrikaan. Nah, kulit jagung ini sudah bisa diolah menjadi kerajinan atau kreasi yang bisa bermanfaat.

Kulit jagung bisa dibuat menjadi pembatas buku aneka bentuk, paper clip aneka bentuk, rangkaian bunga. Jadi jelas kulit jagung yang sudah merupakan limbah bisa didaur ulang menjadi barang yang bermanfaat sehingga tidak terbuang percuma.

Bisa dilihat hasil Kreasi Kelompok Kreatif SMA Santa Maria 2 dari kulit jagung, cukup menarik dan bisa memberikan inspirasi yang baik buat orang lain.

Pembatas buku bentuk bunga





Pembatas buku bentuk orang







Rangkaian Bunga



Rabu, 06 April 2011

Pembungkus Makanan Ringan Jadi Bunga




Jaman sekarang banyak orang menkonsumsi makanan ringan yang dikemas dengan bungkusan yang menarik mata. Iklan di TV, majalah, begitu mebahana dan berulang-ulang ditayangkan. Anak-anak, tua , muda sangat menyukainya walaupun kandungan gizinya patut dipertanyakan. Renyah dan gurih yang membuat sangat disukai. Makanan ringan bisa sebagai teman nonton TV, belajar, ngerumpi atau melamun sambil nyamil.Saking digemari anak-anak sering merengek-rengek meminta makanan ringan ,kalau perlu sampai menangis untuk jajan mereka, malah kadang-kadang mereka lebih suka makanan ringan daripada nasi, nah loh.

Tau gak, sampah dari bungkus makanan ringan ini setiap harinya menumpuk, dan kemasan atau pembungkus terbuat dari bahan yang sulit diuraikan di dalam tanah dan kalaupun dibakar akan menghasilkan asap hitam yang menyebabkan polusi udara. Nah, daripada sampah ini dibuang menjadi masalah, makanya bisa dibuat menjadi bunga yang nantinya bisa dibuat rangkaian bunga dan disusun di vas dari botol plastic bekas.

Bunga Pertama



Alat yang dibutuhkan
Gunting, sedotan bekas, double tape, salotip, bungkus makanan ringan, kertas, lem uhu.

Cara mengerjakannya
1.Ukur selebar 4 cm kertas pembungkus makanan ringan, panjang disesuaikan dengan tebalnya helai bunga, dilipat menjadi dua, bagian bawah di beri daubel tape.

2.Potong arah lebarnya dengan lebar 3mm jangan sampai putus.

3.Buka double tapenya dan lingkarkan kertas tadi mengelilingi sedotan . Jika dirasa kurang mekar, bisa membuat lembaran lainnya yang dilingkarkan lagi.

4. Sesudahnya diberi daun dari kertas dan disuse di vas yang terbuat dari botol plastic bekas.

Bungan dua



Alat yang dibutuhkan
Gunting, sedotan bekas, double tape, lem uhu, bungkus makanan ringan, selotip, kawat, putik

Cara mengerjakannya.
1.Untuk daun: ukur selebar 9 cm, panjang sesuai dengan kebutuhan lalu lipat seperti membuat kipas dan lipat menjaadi dua di lem dan di bagian tengahnya dimasukan kawat kemudian diikat.

2.Untuk bunga: ukur dengan lebar 4 cm tapi hanya satu sisi saja, panjang sesuai kebutuhan. Bagian bawah di double tape, kemudian potong rumbai kecil-kecil biar mekar. Pasang putik di kawat dan lilitkan melingkar potongan rumbai-rumbai tadi sampai berbentuk bunga.

3. kemudian gabungkan bunga dan daun dengan cara mengikat kawat setelah kaawat menyatu masukan ke dalam sedotan bekas.

4. Jadilah bunga yang bisa dirangkai dalam vas bunga botol plastic bekas.

Nah daripada pembungkus makanan ringan ini jadi terbuang sia-sia, bisa dimanfaatkan untuk sesuatu yang indah atau bisa hadiah buat teman tercinta…..Dan disisi lain kita bisa mengurangi sampah yang bisa menyebabkan bencana bagi manusia.

;;