Minggu, 16 Agustus 2026

Museum Topeng Museum Baru Di Cirebon

 


Ternyata ada satu museum lagi di kota Cirebon yaitu museum topeng. Baru dengar saja sudah tertarik karena topeng banyak berhubungan dengan cerita rakyat, dengan wayang, dengan tarian . Tentunya akan sangat mengasikan melihat aneka jenis topeng di sana. Museum ini diprakarsai oleh banyak pihak seperti pengrajin topeng, pemerintah kota Cirebon dan budayawan. Ini agar bisa melestarikan warisan budaya dan bisa dipelajari oleh generasi mendatang. Museum ini diresmikan pada 2 September 2024 dan bertempat di dalam bangunan Balai Kota Cirebon.

 


 


Saat tiba di sana di depan pintu masuk terlihat replika kereta kencana Paksi Naga Liman. Dan kereta ini tampak gagah dengan sentuhan warna emas. Dulunya kereta ini biasa digunakan oleh raja atau keluarga raja keraton Kanoman di acara besar. Saat masuk di dalamnya akan terdapat koleksi topeng yang ada sekitar ratusan topeng. Di Cirebon sendiri terkenal dengan topeng panca wanda. Panca wanda terdiri dari topeng  Samba, topeng Rumyang,topeng Panji, topeng Tumenggung dan topeng Kelama. Dan masing-masing topeng mempunyai karakter tersendiri. Seperti topeng Panji yang menggambarkan kesucian bayi yang baru lahir, topeng Samba menggambarkan anak yang ceria, lucu dan lincah. Topeng Rumyang menggambarkan seorang remaja. Topeng Tumenggung menggambarkan orang dewasa dan terakhir topeng Kelana menggambarkan orang yang sedang marah.

 


Selain itu juga ada topeng-topeng yang berhubungan dengan cerita Ramayana dan Mahabrata. Ramayana adalah yang sering ditampilkan dalam pertunjukan wayang orang. Juga terdapat cerita Mahabrata yang sama dengan Ramayana berasal dari India yang dibawa oleh pedagang .Juga sering diangkat dalam cerita wayang orang.

 


Dan di sana juga terdapat cara pembuatan topeng , bagaimana caranya , berasal dari jenis kayu apa. Juga terdapat tokoh –tokoh kesenian dan budaya yang ada di wilayah Cirebon. Seperti Ki Kandeg Padmajawawinata atau yang dikenal dengan Mama Kandeg. Mama Kandeg adalah  tokok kesenian wayang orang. Selain itu  tokoh itu juga ada tokoh pengrajin topeng yang berasal dari Cirebon dan sekitarnya. Seperti Sujana Priya dari desa Suraneggala Lor, Ki Warsad dari Indramayu, Murani dari desa Selangit dan Waryo Sela dari Kabupaten Cirebon.

 


 

Akhirnya museum topeng ini jadi wisata edukatif selain untuk melestarikan budaya agar generasi muda tahu akan seni topeng dan menyadarkan masarakat akan pentingnya melestarikan budaya. 

 

 

Dan konetn dengan Usep sangat menyenangkan karena aku sendiri sangat suka dengan cerita wayang. Di sana banyak topeng yang berasal dari cerita wayang . Ramayana dan Mahabrata adalah cerita wayang yang paling aku suka. Dan menatap aneka topeng dari cerita Ramayana dan Mahabrata seperti flashback dengan kegemaranku membaca cerita wayang dan suka dengan menari cerita wayang orang. Sungguh menarik museum ini .

 

Minggu, 05 Januari 2025

Museum Mandala Wangsit Di Bandung

 


 Gambar dari sini

Ini kali pertama aku ke museum Mandala Wangsit ini. Tahu dari google dan juga sembari mau konten bersama Usep. Museum ini menjadi saksi bisu perjuangan prajurit Siliwangi bersama rakyat JawaBarat mempertahankan daerahnya. Di sebut dengan Mandala Wangsit Siliwangi karena dahulunya tempat ini pernah dijadikan markas militer sebagai sasaran utama serangan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA)  di bawah pimpinan Kapten  Raymond Westerling. Nama Mandala Wangsit diartikan sebagai tempat menyimpan amanat atau petuah atau nasihat. Siliwangi sendiri merupakan nama daerah komando militer TNI AD dan juga diambil dari nama kerajaan Sunda. Museum ini terletak di jalan Lembong 38  dan tidak sulit untuk mencarinya. Terdapat koleksi banyak senjata tradisional seperti kujang, klewang, pedang bambu dan keris. Dan ada juga senjata api senanpan dengan berbagai bentuk.

 


 Gambar dari sini

Dalam bangunan museum terdapat ruang-ruang yang memisahkan masa perjuangan seperti Ruang pemberontakan DI/TII. Di ruangan ini bisa melihat foto-foto perjuanagn tentara Indonesia menumpas gerombolan DI/TII di Jawa Barat. Ada juga ruang Palagan Bandung yang berisi diorama peristiwa heroik Bojong Kokosan.  Dan yang menariknya terdapat koleksi uang pada masa penjajahan dan di awal kemerdekaan. Uang tersebut disusun sangat rapih di dalam bingkai yang ditempel di dinding museum.

 


 Gambar dari sini

Bangunan museum didominasi dengan warna putih dan hijau yang merupakan ciri dari khas prajurit berjiwa patriot . Diresmikan pada tanggal 23 Mei tahun 1966 oleh Panglima Divisi Siliwangi ke 8 yaitu Kolonel Ibrahim Adjie. Dibangun  dengan gedung seluas 1674 meter persegi. Dulu pada jaman kolonial gedung ini merupakan tempat tinggal perwira Belanda. Lalu bangunan ini diambil oleh pasukan Siliwangi untuk digunakan menjadi markas dari tahun 1949 sampai 1950.. Markas ini penah diserang oleh APRA  pada tanggal 23 Januari 1942. Dan ada 97 prajurut gugur termasuk Mayor Adolf Lembong dengan ajudannya. Dan untuk menghoramati Mayor Adolf Lembong ini jalan yang ada bangunan ini diberi nama Lembong.

 


 Gambar dari sini

Benda bersejarah yang dipamerkan di museum ini  banyak sekali yang tersebar dalam museum termasuk menyimpan  alat perang yang pernah digunakan pasukan divisi Siliwangi, mulai dari senjata primitif rakyat seperti kujang, klewang dan masih banyak lagi sampai senjata mesin seperti senapan dan bom molotov.

Koleksi bendera merah putih yang pertama kali dikibarkan di alun-alun kota Bandung pada tanggal 17 Agustus tahun 1945.

Terdapat meja, kursi, teko, cangkir yang pernah digunakan pejuang dan proklamator saat mempersiapkan proklamasi di Rangkasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945.

 


Sayangnya beberapa ruang tidak boleh dividiokan atau di foto. Sebetulnya sangat disayangkan ya. Katany sih alasan kalau semua bisa dividokan atau di foto bakal orang jarang ke museum karena sudah bisa melihat dari vidio. Padahal sih gak juga ya. Banyak tempat wisata sudah ada vidionya malah jadi banyak yang datang apalagi kalau viral. Semoga saja anak-anak Indonseia gemar mendatangi museum seperti anak-anak di negara Tiongkok..

 


Minggu, 12 Mei 2024

 


Kali ini bersama Usep mendatangi museum Indonesia Menggugat. Letaknya di jalan Perintis Kemerdekaan 5 Bandung, letaknya menyempil sehingga tidak terlihat jelas dan tanda museumnya juga tak ada. Tadinya sempat ragu tapi saat di dinding luar gedung ada tulisan Indonesia Menggugat akhirnya masuk ke dalam halaman yang luas. Di depannya ada pohon besar dan di bawahnya ada batu peresmian museum ini oleh Megawati Soekarnoputri. Dan dari kejauhan terlihat bangunan khas Belanda dengan cat putih dan jendela yang besar dan tinggi.

 

 


Dulunya gedung ini adalah tempat tinggal warga Belanda yang dibangun tahun 1907 dan tahun 1917 berganti menjadi gedung pengadilan  dan Soepriadinata jalan di tempat gedung ini dikenal dengan nama jalan  Landraadweg. Banguan ini memang tak tampak sebagai kantor pengadilan karena dulunya tempat tinggal. Tahun  1930 digunakan untuk mengadili pejuang kemerdekaan seperti Maskoem, Soemandireja, Soekarno, Gatot Mangkoepradja dan Soepriadinata. Mereka diadili karena dituduh akan menggulingkan pemerintahan Belanda dimana proses pengadilannya cukup lama antara bulan Agustus sampai Desember tahun 1930. Dan Ir Soekarno memberontak pada sidang pengadilan tersebut dan membuat pembelaaan atau pledoi dengan judul Indonesia Menggugat. Dan ternyata pembelaaan beliau membuat takut pemerintahan Belanda. Makanya gedung bersejarah ini disebut dengan gedung Indonesia Menggugat dan yang menginisiasi adalah Gubernur Jawa Baart HC Mashudi tahun 2015.

 


 


Memasuki gedung ini akan terlihat lorong panjang yang diapit dua kamar di sisi kiri dan dua kamar di sisi kanan. Kaamr pertama di sebelah kanan berupa tempat pengadilan. Di dalam terdapat meja panjang dengan tiga kursi . Sebelah kiri ada bendera merah putih. Ini uang pengadilan pada saat itu. Di dinding terdapat beberapa tokoh yang diadili saat itu. Sebelah kiri kamar pertama ruang tunggu bagi jaksa dan hakim. Di lorong terdapat cuplikan surat kabar tentang Ir Soekarno. Kamar kedua di sebelah kanan tempat para terdakwa beristirahat sebelum dipanggil ke dalam sidang.  Masuk ke dalam ada ruangan perpustakaan . Buku-buku ini disumbangkan oleh pecinta sejarah. Dan ada ruang atau aula besar yang bisa digunakan untuk aktivitas warga atau komunitas . kegiatan seperti seni, seminar , puisi dan diskusi.

 


Memang gedung yang tak terlihat besar tapi di gedung inilah sejarah perjuangan Ir Soekarno dan teman-teman lainnya . Gedung ini mengingatkan kita tentang perjuangan pejuang kita. Maka setidaknya dengan datang ke sini kita bisa meresapi apa yang terjadi dulu dalam gedung ini. Sebagai bukti perjuangan anak bangsa untuk Indonesia.

 


 


;;