Rabu, 18 Mei 2011

Koran Bekas.....mau diapakan ya????

Koran merupakan media informasi yang mudah didapat dan banyak orang yang membacanya. Tapi Koran-koran ini yang sudah dibaca mau diapakan ya? Beberapa orang meloakan Koran walau harganya murah hanya Rp 200 perkg daripada menuh-menuhi gudang. Biasanya kertas Koran ini oleh penjual makanan suka dipakai untuk membungkus makanan.

Nah, perlu hati-hati kalau digunakan untuk pembungkus makanan karena Koran tidak didisain untuk pembungkus makanan sehingga tinta yang dipakai koranpun tidak khusus dibuat aman untuk makanan. Di dalam tinta Koran mengandung timbale, karbon dan zat berbahaya lainnya sehingga bila digunakan sebagai pembungkus makanan maka akan terjadilah migrasi logam berat dari tinta ke makanan. Bila timbale termakan dan terakumulasi dalam tubuh akan menyebabkan gangguan saraf dan bila berlangsung lama dapat menyebabkan kanker. Pada wanita hamil akan menyebabkan cacat bawaan pada janinnya dan bisa merusak otak sehingga kecerdasannya menurun. Pada pria dapat mengurangi kualitas sperma sehingga bisa menimbulkan kemandulan.

Nah, bahaya kan bila Koran dipakai buat bungkusan makanan, tapi ada kok manfaat yang bisa kita ambil dari Koran bekas seperti:
1. Mengeingkan dan menghilangkan bau pada sepatu basah. Caranya Koran dimasukkan ke dalam sepatu kemudian dibungkus dengan Koran dan didiamkan .
2. Membersihkan jendela yang kotor karena tinta pada Koran bertindak sebagai penggosok untuk menghilangkan kototran.
3. Mematangkan sayur dan buah karena Koran melepaskan gas seperti ethylene dengan cara sayur atau buah dibungkus dengan Koran dan beberapa jam sampai 3 hari akan matang.
4. Menghilangkan bau pada wadah plastic
5. Dibuat kertas daur ulang yang prosesnya mudah dikerjakan
6. Dibuat aneka kerajinan tangan seperti terlihat di foto, dibuat bunga mawar dan vasnya dibuat dengan bahan yang sama.
Ternyata Koran bekas banyak bermanfaat bila kita tahu dan mengerti. Manfaat yang bisa juga punya nilai ekonomis apalagi dibuat kerajinan tangan. Nah, kalau sudah tau manfaatnya…apa yang bisa kita lakukan dengan Koran di rumah kita????? Nah, manfaatkanlah sebesar-besarnya, apalagi bila bisa menambah uang belanja, jadi gak perlu ada Koran bekas yang numpuk di rumah…….

Kamis, 05 Mei 2011

Tissue nan Indah





Tissue berasal dari batang pohon akasia dan eucalyptus yang dihancurkan menjadi pulp (bubur kertas) diproses secara kimiawi. Nah, bisa dibayangkan berapa jumlah pohon yang ditebang setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan pembuatan kertas dan tissue. Walau ada penanaman kembali tapi kecepatan pertumbuhan dengan penebangan lebih cepat penebangan.

Di beberapa tissue ternyata mengandung dioksin yang bisa menyebabkan kanker dan ateorosklerosis, yang tentunya akan berbahaya bila digunakan secara terus menerus Untuk melihat ada kandungan dioksin pada tissue direndam di dalam air selama satu jam dan air rendamannya keruh keputihan berarti kadar dioksinnya tinggi.

Jika terlihat pengguna tissue begitu banyak karena sangat praktis, sudah dipakai tinggal dibuang, sehingga bisa menyebabkan kerusakan pada hutan, juga bisa menyebabkan penyakit pada manusia.Pada jaman sekarang penggunaan tissue sudah merupakan kebiasaan mulai dari membersihkan tangan,untuk rias muka , untuk toilet.

Mungkin gak ya penggunaan tissue dikurangi karena untuk beberapa hal bisa digantikan dengan yang lain, misalnya seperti membersihkan tangan bisa menggunakan lap atau saputangan atau mengeringkan tangan dengan alat pengering.Atau tissu bisa digunakan untuk membuat hiasan yang bisa bertahan lama, atau dibuat bunga untuk hadiah atau untuk hiasan di kamar atau ruangan tamu.

Seperti terlihat di foto ada bunga mawar dan bunga aster, indah bukan, mungkin bisa ditaruh di ruang tamu,kerja atau kamar atau bisa dibuat rangkaian bunga untuk dikirim ke orang yang spesial. Tapi memang sulit untuk mengurangi penggunaan tissue karena tissue sangat praktis karena sekali pakai bisa dibuang. Tapi disisi lain hutan kita terancam dan efek rumah kaca bisa terjadi......perlu pemikiran bersama tentunya......

Selasa, 19 April 2011

Melati dari Cirebon




Semerbak wangi di keheningan fajar
mematahkan gema hati di kalbu
Membuncah puih menyeruak fajar menyingsing
Hati galau terhibur dengan aromanya
Membuat getar-getar ria mendesah-desah
Diantara bibir-bibir yang berdecak kagum
Melihat pesona melati di kebunku...

Sepenggal puisi kutulis karena pagi-pagi aku terbangun dengan aroma harum dari kebunku di halaman depan. Ternyata melatiku berbunga hampir menutupi daun-daunnya. memang kecantikan dan keharumannya membuat orang terkagum-kagum. bahkan almarhum Suzana dan BU Tien Soeharto adalah orang-orang yang kesehariannya selalu menggunakan melati baik sebagai pengharum ruangan atau buat hiasan rambut.

Melati putih (Jasminum sambac)merupakan tanaman perdu dan dianggap sebagai puspa bangsa atau simbol nasional. bunganya putih , mungil melambangkan kesucian dan kemurnian. Bunga melati ini bunga yang harus ada pada upacara pernikahan berbagai suku di Indonesia terutama Sunda dan Jawa. melati tumbuh di tanah yang gembur , berbunga sepanjang tahun dan diperbanyak dengan cara stek.

Ternyata bunga melati banyak kandungan zat yang bermanfaat seperti jasmin sejeni keton yang harum baunya yang dapat menurunkan demam dan urat syaraf. Bunga dan daunnya terasa apedas, manis, asam sebagai obat anti radang, peluruh kencing,melancarkan pernafasan. Akarnya pedas, manis, netral untuk menghilangkan rasa sakit. Kandungan lainnya seperti indol, benzyl, livalycetaat. Selain itu bisa untuk bunga tabur, bahan industri minyak wangi, farmasi dan penghias rangkaian bunga.

Gak nyangka ya, selain indah dan harum, melati punya banyak manfaat bagi manusia, walau kadang-kadang suka dihubungkan dengan yang berbau mistik, tapi tetap pesonanya gak akan pernah hilang

Kamis, 14 April 2011

Pembatas Buku

Membaca buku belum merupakan kebiasaan bagi masarakat Indonesia, makanya budaya baca harus terus dikembangkan di negeri kita tercinta ini. Lain lagi di Jepang budaya baca sudah merupakan kebiasaan mereka, gak ada hari tanpa baca buku.

Baca buku kadang-kadang harus disela dengan kegiatan lainnya, sehingga perlu pembatas buku untuk menandai sampai dimana yang kita baca tadi. Kadang kita sering melipat halaman untuk menandai halaman terakhir yang kita baca, tapi ini bisa merusak buku.

Kalau kita lihat di Indonesia dimana budaya bacanya sangat kurang, jarang sekali dijual pembatas buku sehingga tak jarang orang akan melipat halaman buku untuk menandainya atau mereka membuat sendiri. Lain lagi di Jepang yang budaya bacanya sudah menjadi budaya yang kuat, sehingga pembatas buku banyak dijual. Pembatas buku atau di Jepang disebut dengan shiori banyak dijual bahkan sering diberi gratis yang selalu ada dekat kasir yang biasa digunakan penerbit untuk promosi.

Nah, karena di Indonesia jarang yang menjual pembatas buku maka kita bisa membuat sendiri dari barang yang sudah tidak dipakai, seperti kertas bekas undangan, kalender atau majalah bekas yang bisa dihias dengan pernak-pernik atau hiasan lainnya seperti yang terlihat difoto di sini. Pembatas buku dengan hiasan bunga yang terbuat dari bungkus chiki, sederhana, indah dan punya manfaat yang besar. Nah, yang punya hobi baca perlu pembatas buku tidak perlu beli, bisa dibuat sendiri. Selamat mencoba

Rabu, 06 April 2011

Pembungkus Makanan Ringan Jadi Bunga




Jaman sekarang banyak orang menkonsumsi makanan ringan yang dikemas dengan bungkusan yang menarik mata. Iklan di TV, majalah, begitu mebahana dan berulang-ulang ditayangkan. Anak-anak, tua , muda sangat menyukainya walaupun kandungan gizinya patut dipertanyakan. Renyah dan gurih yang membuat sangat disukai. Makanan ringan bisa sebagai teman nonton TV, belajar, ngerumpi atau melamun sambil nyamil.Saking digemari anak-anak sering merengek-rengek meminta makanan ringan ,kalau perlu sampai menangis untuk jajan mereka, malah kadang-kadang mereka lebih suka makanan ringan daripada nasi, nah loh.

Tau gak, sampah dari bungkus makanan ringan ini setiap harinya menumpuk, dan kemasan atau pembungkus terbuat dari bahan yang sulit diuraikan di dalam tanah dan kalaupun dibakar akan menghasilkan asap hitam yang menyebabkan polusi udara. Nah, daripada sampah ini dibuang menjadi masalah, makanya bisa dibuat menjadi bunga yang nantinya bisa dibuat rangkaian bunga dan disusun di vas dari botol plastic bekas.

Bunga Pertama



Alat yang dibutuhkan
Gunting, sedotan bekas, double tape, salotip, bungkus makanan ringan, kertas, lem uhu.

Cara mengerjakannya
1.Ukur selebar 4 cm kertas pembungkus makanan ringan, panjang disesuaikan dengan tebalnya helai bunga, dilipat menjadi dua, bagian bawah di beri daubel tape.

2.Potong arah lebarnya dengan lebar 3mm jangan sampai putus.

3.Buka double tapenya dan lingkarkan kertas tadi mengelilingi sedotan . Jika dirasa kurang mekar, bisa membuat lembaran lainnya yang dilingkarkan lagi.

4. Sesudahnya diberi daun dari kertas dan disuse di vas yang terbuat dari botol plastic bekas.

Bungan dua



Alat yang dibutuhkan
Gunting, sedotan bekas, double tape, lem uhu, bungkus makanan ringan, selotip, kawat, putik

Cara mengerjakannya.
1.Untuk daun: ukur selebar 9 cm, panjang sesuai dengan kebutuhan lalu lipat seperti membuat kipas dan lipat menjaadi dua di lem dan di bagian tengahnya dimasukan kawat kemudian diikat.

2.Untuk bunga: ukur dengan lebar 4 cm tapi hanya satu sisi saja, panjang sesuai kebutuhan. Bagian bawah di double tape, kemudian potong rumbai kecil-kecil biar mekar. Pasang putik di kawat dan lilitkan melingkar potongan rumbai-rumbai tadi sampai berbentuk bunga.

3. kemudian gabungkan bunga dan daun dengan cara mengikat kawat setelah kaawat menyatu masukan ke dalam sedotan bekas.

4. Jadilah bunga yang bisa dirangkai dalam vas bunga botol plastic bekas.

Nah daripada pembungkus makanan ringan ini jadi terbuang sia-sia, bisa dimanfaatkan untuk sesuatu yang indah atau bisa hadiah buat teman tercinta…..Dan disisi lain kita bisa mengurangi sampah yang bisa menyebabkan bencana bagi manusia.

Kamis, 31 Maret 2011

Pemulung Gaul ala Krisan 2




Pemulung adalah orang yang mencari nafkah dengan jalan mencari dan memungut serta memanfaatkan barang bekas untuk di daur ulang. Kita sering lihat pemulung di jalan-jalan kota-kota , masuk ke perumahan , perkantoran. Memang pemulung ini punya konotasi yang negative karena berhubungan dengan orang yang berpakaian dekil, kotor dan orang-orang yang gak punya pendidikan. Walau demikian mereka bisa disebut dengan pahlawan lingkungan hidup karena pandai memilah-milah sampah.



Di sisi lain ada segelintir orang yang bisa melihat peluang dari sampah ini. Hal ini disebabkan sudah banyak orang yang mulai mendaur ulang sampah untuk penghidupannya. Nah, inilah yang jadi peluang bisnis sampah untuk sebagian orang. Mereka berlomba-lomba membuat bank sampah yang menampung sampah dari pemulung, ibu-ibu rumah tangga yang mau menjual sampah-sampahnya. Untuk kemudian dijual kembali untuk orang yang membutuhkan barang-barang bekas tersebut untuk di daur ulang.
Nah, lain lagi dengan pemulung yang satu ini. Siswa-siswa yang termasuk tim Krisan2(kelompok kreatif SMA Santa Maria2), selalu mengambil sampah plastic dari tempat sampah untuk nanti dibuat daur ulangnya. Karena kebanyakan siswa ini anak muda yang gaul abis makanya kami sebut mereka pemulung gaul ala krisan2. Mereka mengambil sampah dengan sukarela dan mereka juga patut disebut dengan pahlawan dengan sampah….

Selasa, 22 Maret 2011




Ujian praktek kimia kali ini dilakukan di KUD Sapi Perah saluyu di Cigugur Kuningan. Kaimi diterima oleh Bapak Antonius Aman dan Bapak Jojo yang akan membantu siswa-siswa untuk melakukan uji kualitas susu.

Sampel susu di laboratorium berasal dari 400 peternak yang tergabung di KUD tersebut. Setiap sampel akan diuji baik fisik maupun kimia dengan tujuan untuk mengetahui kualitas susu baik atau tidak. Hal ini diperlukan karena pabrik susu yang menerima susu mempunyai standar tertentu dalam hal penerimaan susu yang berasal dari peternak. Hal ini diperlukan agar produk susu yang dihasilkan pabrik susu tersebut berkualitas baik juga.



Sampel susu sebelum diuji di laboratorium, yang pertama dilakukan adalah apakah susu tersebut pecah atau tidak dengan mempergunakan uji alcohol. Bila tidak pecah maka susu bisa diterima dan sampelnya akan diuji secara lengkap agar bisa diketahui kualitas susu tersebut. Untuk kadar lemak biasanya menggunakan metode Genher , tapi sekarang sudah ada alat digital yang bisa langsung terlihat nilai dari kadar lemaknya.



Setiap kelompok terdiri dari 2 siswa untuk melakukan uji kualitas susu dan hasil kerja mereka harus diberi laporan secara lengkap.. dari sampel-sampel diatas dapat terlihat gambaran kualitas susu yang ada di KUD tersebut. Tentunya jika tidak sesuai dengan standar perlu pembinaan pada peternak, karena hal ini bisa terjadi karena factor pakannya, atau sapi dalam keadaan sakit.

Setelah selesai praktek tak lupa kami berfoto bersama penguji dari KUD Saluyu ini dan tidak lupa kami membawa susu segar pulang…….

;;