Kamis, 23 Juni 2011

Masak Ceria ala XI IPA



Pada class meting Juni 2011 diadakan lomba masak dengan tema aneka sop. Acara ini dilaksanakan untuk menjalin semangat kebersamaan yang merupakan salah satu dari semangat dominikan.

Kelas XI IPA wali kelasnya saya, selama ini saya sulit sekali menyatukan visi pada mereka karena saya lihat sangat individu dan cuek tentang keberadaan orang lain. Masih punya ego yang besar pada diri masing-masing dan mereka juga termasuk orang yang sulit mendengarkan masukan dari orang lain karena merasa apa yang mereka lakukan sudah benar adanya.

Untunglah pada classmeeting akhit tahu pelajaran ini diadakan lomba masak dan saya berharap apa yang saya anjurkan pada setiap pertemuan, gak bosen deh sampai bibir dowerpun saya lakoni.

Kebetulan lomba masak ini butuh kebersamaandan saya membagi tugas apa yang harus mereka bawa. Keesokan harinya ternyata mereka sudah siap dengan bahan dan alat dapur. Dan mereka ternyata bisa bekerja sama dengan baik bahkan mungkin anak yang biasanya di rumah gak pernah bekerjapun bisa bekerja bersama-sama. Terlihat kegembiraan dan keceriaan dari anak-anak dalam bekerja.

Keceriaan berlanjut ketika makan bersama dalam satu meja, gembira dan penuh semangat bersama. Melihat semua ini saya merasakan bangga sekali, karena sebelumnya merasakan kegagalan , tapi ternyata itu meleset, mereka bisa bersatu walau butuh waktu satu tahun untuk menyatukan mereka. Gak apa-apa biar terlambat daripada gak sama sekali.

Tiada yang tidak mungkin untuk bisa terwujud dan sebagi pendidik sangat bersyukur bila siswa punya kualitas hidup yang baik bukan hanya akademik saja.

Kamis, 16 Juni 2011

Permen

Siapa gak kenal dengan permen. Semua suka dengan permen terutama anak kecil. Mereka senang karena rasanya manis , enak dan kadang-kadang bentuknya yang lucu dan bungkusnya warna-warni. Tapi permen termasuk makanan junkfood makanan sampah karena kandungan gzinya kurang.

Kandungan yang ada di permen seperti sukrosa/glukosa yang biasa dikenal dengan gula pasir sehingga permen sering disebut dengan gula-gula. Glukosa dipakai untuk memperbaiki tekstur permen agar terasa lembut. Ada sakarin atau siklamat yang memberikan rasa manis tapi bila pakai sakarin suka terasa pahit atau getir di lidah. Ada lagi asam malat atau asam sitrat yaitu asam organik yang memberikan rasa asam segar seperti jeruk. Juga ada zat pewarna yang memberikan warna permen dan ditambah dengan tambahan zat lain seperti susu.

Tau gak ternyata permen selain sebagai junkfood juga bisa mengurangi nafsu makan

karena bila banyak makan permen akan memberikan rasa kenyang, juga menyebabkan sakit gigiakibat gulanya apalagi bila banyak makan permen apalagi yang terjadi pada anak-anak searing disebut dengan gigi gerigis. Hard candy/permen keras bisa menyebabkan sering kentut (kaya ubi ya...) karena kandungan sorbitol,xylitol,malitol yang bisa menimbulkan gas sehingga perut kembung.

Nah, kalau kita tau permen hanya sebagai junkfood sebaiknya jangan makan permen terlalu banyak. kalau saya selalu mengarahkan anak-anakku utuntuk tidak sering makan permen dan makan permen hanya pada event tertentu saja, misalnya pada pesta ulang tahu, lebaran ata ada acara besar lainnya. Dan ternyata anak-anaku sampai sudah besaar tidak maniak dengan permen sepert anak-anak lainnya.

Permen juga bisa digunakan untuk hantaran atau hadiah untuk teman, seperti terlihat di gambar,permen sugus dan lolipop bisa disusun seperti bunga dan bisa disusun seperti rangkaian bunga atau ditaruh di vas bunga. Atau permen hopies dijadikan kelopak bunga mawar yang juga bisa dirangkai.


Akhirnya permen bisa digunakan sebagai bingkisan/hantaran dan dimakan dengan syarat tidak boleh berlebih...nanti sakit gigi...yang aduhai sakitnya......

Rabu, 18 Mei 2011

Koran Bekas.....mau diapakan ya????

Koran merupakan media informasi yang mudah didapat dan banyak orang yang membacanya. Tapi Koran-koran ini yang sudah dibaca mau diapakan ya? Beberapa orang meloakan Koran walau harganya murah hanya Rp 200 perkg daripada menuh-menuhi gudang. Biasanya kertas Koran ini oleh penjual makanan suka dipakai untuk membungkus makanan.

Nah, perlu hati-hati kalau digunakan untuk pembungkus makanan karena Koran tidak didisain untuk pembungkus makanan sehingga tinta yang dipakai koranpun tidak khusus dibuat aman untuk makanan. Di dalam tinta Koran mengandung timbale, karbon dan zat berbahaya lainnya sehingga bila digunakan sebagai pembungkus makanan maka akan terjadilah migrasi logam berat dari tinta ke makanan. Bila timbale termakan dan terakumulasi dalam tubuh akan menyebabkan gangguan saraf dan bila berlangsung lama dapat menyebabkan kanker. Pada wanita hamil akan menyebabkan cacat bawaan pada janinnya dan bisa merusak otak sehingga kecerdasannya menurun. Pada pria dapat mengurangi kualitas sperma sehingga bisa menimbulkan kemandulan.

Nah, bahaya kan bila Koran dipakai buat bungkusan makanan, tapi ada kok manfaat yang bisa kita ambil dari Koran bekas seperti:
1. Mengeingkan dan menghilangkan bau pada sepatu basah. Caranya Koran dimasukkan ke dalam sepatu kemudian dibungkus dengan Koran dan didiamkan .
2. Membersihkan jendela yang kotor karena tinta pada Koran bertindak sebagai penggosok untuk menghilangkan kototran.
3. Mematangkan sayur dan buah karena Koran melepaskan gas seperti ethylene dengan cara sayur atau buah dibungkus dengan Koran dan beberapa jam sampai 3 hari akan matang.
4. Menghilangkan bau pada wadah plastic
5. Dibuat kertas daur ulang yang prosesnya mudah dikerjakan
6. Dibuat aneka kerajinan tangan seperti terlihat di foto, dibuat bunga mawar dan vasnya dibuat dengan bahan yang sama.
Ternyata Koran bekas banyak bermanfaat bila kita tahu dan mengerti. Manfaat yang bisa juga punya nilai ekonomis apalagi dibuat kerajinan tangan. Nah, kalau sudah tau manfaatnya…apa yang bisa kita lakukan dengan Koran di rumah kita????? Nah, manfaatkanlah sebesar-besarnya, apalagi bila bisa menambah uang belanja, jadi gak perlu ada Koran bekas yang numpuk di rumah…….

Kamis, 05 Mei 2011

Tissue nan Indah





Tissue berasal dari batang pohon akasia dan eucalyptus yang dihancurkan menjadi pulp (bubur kertas) diproses secara kimiawi. Nah, bisa dibayangkan berapa jumlah pohon yang ditebang setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan pembuatan kertas dan tissue. Walau ada penanaman kembali tapi kecepatan pertumbuhan dengan penebangan lebih cepat penebangan.

Di beberapa tissue ternyata mengandung dioksin yang bisa menyebabkan kanker dan ateorosklerosis, yang tentunya akan berbahaya bila digunakan secara terus menerus Untuk melihat ada kandungan dioksin pada tissue direndam di dalam air selama satu jam dan air rendamannya keruh keputihan berarti kadar dioksinnya tinggi.

Jika terlihat pengguna tissue begitu banyak karena sangat praktis, sudah dipakai tinggal dibuang, sehingga bisa menyebabkan kerusakan pada hutan, juga bisa menyebabkan penyakit pada manusia.Pada jaman sekarang penggunaan tissue sudah merupakan kebiasaan mulai dari membersihkan tangan,untuk rias muka , untuk toilet.

Mungkin gak ya penggunaan tissue dikurangi karena untuk beberapa hal bisa digantikan dengan yang lain, misalnya seperti membersihkan tangan bisa menggunakan lap atau saputangan atau mengeringkan tangan dengan alat pengering.Atau tissu bisa digunakan untuk membuat hiasan yang bisa bertahan lama, atau dibuat bunga untuk hadiah atau untuk hiasan di kamar atau ruangan tamu.

Seperti terlihat di foto ada bunga mawar dan bunga aster, indah bukan, mungkin bisa ditaruh di ruang tamu,kerja atau kamar atau bisa dibuat rangkaian bunga untuk dikirim ke orang yang spesial. Tapi memang sulit untuk mengurangi penggunaan tissue karena tissue sangat praktis karena sekali pakai bisa dibuang. Tapi disisi lain hutan kita terancam dan efek rumah kaca bisa terjadi......perlu pemikiran bersama tentunya......

Selasa, 19 April 2011

Melati dari Cirebon




Semerbak wangi di keheningan fajar
mematahkan gema hati di kalbu
Membuncah puih menyeruak fajar menyingsing
Hati galau terhibur dengan aromanya
Membuat getar-getar ria mendesah-desah
Diantara bibir-bibir yang berdecak kagum
Melihat pesona melati di kebunku...

Sepenggal puisi kutulis karena pagi-pagi aku terbangun dengan aroma harum dari kebunku di halaman depan. Ternyata melatiku berbunga hampir menutupi daun-daunnya. memang kecantikan dan keharumannya membuat orang terkagum-kagum. bahkan almarhum Suzana dan BU Tien Soeharto adalah orang-orang yang kesehariannya selalu menggunakan melati baik sebagai pengharum ruangan atau buat hiasan rambut.

Melati putih (Jasminum sambac)merupakan tanaman perdu dan dianggap sebagai puspa bangsa atau simbol nasional. bunganya putih , mungil melambangkan kesucian dan kemurnian. Bunga melati ini bunga yang harus ada pada upacara pernikahan berbagai suku di Indonesia terutama Sunda dan Jawa. melati tumbuh di tanah yang gembur , berbunga sepanjang tahun dan diperbanyak dengan cara stek.

Ternyata bunga melati banyak kandungan zat yang bermanfaat seperti jasmin sejeni keton yang harum baunya yang dapat menurunkan demam dan urat syaraf. Bunga dan daunnya terasa apedas, manis, asam sebagai obat anti radang, peluruh kencing,melancarkan pernafasan. Akarnya pedas, manis, netral untuk menghilangkan rasa sakit. Kandungan lainnya seperti indol, benzyl, livalycetaat. Selain itu bisa untuk bunga tabur, bahan industri minyak wangi, farmasi dan penghias rangkaian bunga.

Gak nyangka ya, selain indah dan harum, melati punya banyak manfaat bagi manusia, walau kadang-kadang suka dihubungkan dengan yang berbau mistik, tapi tetap pesonanya gak akan pernah hilang

Kamis, 14 April 2011

Pembatas Buku

Membaca buku belum merupakan kebiasaan bagi masarakat Indonesia, makanya budaya baca harus terus dikembangkan di negeri kita tercinta ini. Lain lagi di Jepang budaya baca sudah merupakan kebiasaan mereka, gak ada hari tanpa baca buku.

Baca buku kadang-kadang harus disela dengan kegiatan lainnya, sehingga perlu pembatas buku untuk menandai sampai dimana yang kita baca tadi. Kadang kita sering melipat halaman untuk menandai halaman terakhir yang kita baca, tapi ini bisa merusak buku.

Kalau kita lihat di Indonesia dimana budaya bacanya sangat kurang, jarang sekali dijual pembatas buku sehingga tak jarang orang akan melipat halaman buku untuk menandainya atau mereka membuat sendiri. Lain lagi di Jepang yang budaya bacanya sudah menjadi budaya yang kuat, sehingga pembatas buku banyak dijual. Pembatas buku atau di Jepang disebut dengan shiori banyak dijual bahkan sering diberi gratis yang selalu ada dekat kasir yang biasa digunakan penerbit untuk promosi.

Nah, karena di Indonesia jarang yang menjual pembatas buku maka kita bisa membuat sendiri dari barang yang sudah tidak dipakai, seperti kertas bekas undangan, kalender atau majalah bekas yang bisa dihias dengan pernak-pernik atau hiasan lainnya seperti yang terlihat difoto di sini. Pembatas buku dengan hiasan bunga yang terbuat dari bungkus chiki, sederhana, indah dan punya manfaat yang besar. Nah, yang punya hobi baca perlu pembatas buku tidak perlu beli, bisa dibuat sendiri. Selamat mencoba

Rabu, 06 April 2011

Pembungkus Makanan Ringan Jadi Bunga




Jaman sekarang banyak orang menkonsumsi makanan ringan yang dikemas dengan bungkusan yang menarik mata. Iklan di TV, majalah, begitu mebahana dan berulang-ulang ditayangkan. Anak-anak, tua , muda sangat menyukainya walaupun kandungan gizinya patut dipertanyakan. Renyah dan gurih yang membuat sangat disukai. Makanan ringan bisa sebagai teman nonton TV, belajar, ngerumpi atau melamun sambil nyamil.Saking digemari anak-anak sering merengek-rengek meminta makanan ringan ,kalau perlu sampai menangis untuk jajan mereka, malah kadang-kadang mereka lebih suka makanan ringan daripada nasi, nah loh.

Tau gak, sampah dari bungkus makanan ringan ini setiap harinya menumpuk, dan kemasan atau pembungkus terbuat dari bahan yang sulit diuraikan di dalam tanah dan kalaupun dibakar akan menghasilkan asap hitam yang menyebabkan polusi udara. Nah, daripada sampah ini dibuang menjadi masalah, makanya bisa dibuat menjadi bunga yang nantinya bisa dibuat rangkaian bunga dan disusun di vas dari botol plastic bekas.

Bunga Pertama



Alat yang dibutuhkan
Gunting, sedotan bekas, double tape, salotip, bungkus makanan ringan, kertas, lem uhu.

Cara mengerjakannya
1.Ukur selebar 4 cm kertas pembungkus makanan ringan, panjang disesuaikan dengan tebalnya helai bunga, dilipat menjadi dua, bagian bawah di beri daubel tape.

2.Potong arah lebarnya dengan lebar 3mm jangan sampai putus.

3.Buka double tapenya dan lingkarkan kertas tadi mengelilingi sedotan . Jika dirasa kurang mekar, bisa membuat lembaran lainnya yang dilingkarkan lagi.

4. Sesudahnya diberi daun dari kertas dan disuse di vas yang terbuat dari botol plastic bekas.

Bungan dua



Alat yang dibutuhkan
Gunting, sedotan bekas, double tape, lem uhu, bungkus makanan ringan, selotip, kawat, putik

Cara mengerjakannya.
1.Untuk daun: ukur selebar 9 cm, panjang sesuai dengan kebutuhan lalu lipat seperti membuat kipas dan lipat menjaadi dua di lem dan di bagian tengahnya dimasukan kawat kemudian diikat.

2.Untuk bunga: ukur dengan lebar 4 cm tapi hanya satu sisi saja, panjang sesuai kebutuhan. Bagian bawah di double tape, kemudian potong rumbai kecil-kecil biar mekar. Pasang putik di kawat dan lilitkan melingkar potongan rumbai-rumbai tadi sampai berbentuk bunga.

3. kemudian gabungkan bunga dan daun dengan cara mengikat kawat setelah kaawat menyatu masukan ke dalam sedotan bekas.

4. Jadilah bunga yang bisa dirangkai dalam vas bunga botol plastic bekas.

Nah daripada pembungkus makanan ringan ini jadi terbuang sia-sia, bisa dimanfaatkan untuk sesuatu yang indah atau bisa hadiah buat teman tercinta…..Dan disisi lain kita bisa mengurangi sampah yang bisa menyebabkan bencana bagi manusia.

;;