Sabtu, 29 Desember 2012

Pertemuan Orang Tua


Peranan orang tua sangatlah penting dalam pendidikan anak karena hampir sebagian besar waktu anak bersama orang tua sedangkan guru hanya punya sedikit waktu untuk mendidik anak di sekolah juga sangat terbatas. Pendidikan karakter awal semuanya berawal dari rumah, guru hanya sebagai fasilitator saja tapi justru sering orang tua menyerahkan seluruhnya pendidikan kepada sekolah.

Untuk mengubah presepsi tersebut maka penting sekolah mengadakan pertemuan orang tua murid. Selain untuk mnegubah presepsi tersebut juga sekolah bisa menjabarkan kegiatan sekolah sehingga orang tua tahu tentang program sekolah. Tapi ternyata kehadiran orang tua juga sering tidak semua dengan alasan sibuk atau bekerja sehingga sering kali terjadi mis komunikasi.

Pertemuan ini juga bisa menjalin kerjasama orang tua dan  guru. Apa yang dilakukan anak di sekolah perlu diketahui oleh orang tua begitu juga guru perlu info tentang anak ketika mereka berada di rumah apa punya persoalan atau tidak.Nah, perlunya kerjasama tersebut maka pada pertemuan orang tua murid untuk pengambilan rapot semseter ganjil, saya ingin mempetegas pentingnya kerjasama tersebut dengan sebuah permainan yang dilakukan oleh anak dengan orang tuamya.

Masing masing kelompok yang terdiri dari anak dan orang tua diberi selembar kertas yang ada satu buah huruf dan setiap kelompok harus menuliskannkata sebanyak mungkin kata dari huruf tersebut yang berhubungan dengan sekolah. Tiap kelompok mulailah kelihatan bekerjasama untuk mencari kata-kata tersebut, ada yang bingung, ada yang tertawa-tawa, ada yang serius... Lucu juaga ya, mereka bener-bener bersatu untuk menyusun kata sebanyak mungkin. Sesudahnya kertas dikumpulkan dan dipeiksa siapa yang terbanyak menyusun kata-katanya.

Sebelum mengumumkan siapa yang menang , mereka harus menjawab apa makna dari permainan tersebut dan hampir sebagian besar mereka menjawab adalah kerjasama dan kekompakan... Nah dari jawaban tersebut saya menerangkan bagaimana pentingnya kerjasama guru dan orang tua ,jangan sampai orang tua cuek saja dan membebankan kepada guru saja dan kalau ada apa-apa menyalahkan guru saja.. Nah, mudah-mudahan dari permaina ini  para orang tua sadar akan perlunya kerjasama tersebut sehingga kalau dapat panggilan dari sekolah dapat menyempatkan diri untuk datang ke sekolah untuk mengetahui perkembangan anaknya di sekolah.


Kamis, 29 November 2012


Pada pembelajaran kimia pada materi tatanama senyawa baik senyawa biner maupun poliatom seringkali mengalami kesulitan dimana siswa sering kali tertukar dalam pemberian nama. Oleh sebab itu digunakan dengan mempergunakan kartu domino untuk mempermudah siwa belajar. kartu domino dibuat dari akrton yang didobel agar lebih kaku dan keras dengan ukuran 7x3 cm sebanyak 21 kartu.


Tiap kartu ada ada rumus kimia pada masing-masing sisinya karena kartu dibagi menjadi dua sisi. Sisi pertama tertulis unsur logam dan sisi yang lain unsur non logam sejumlah 21 kartu denagn tipe yang sama yaitu logam dan non logam berupa katian dan anion. Ada lagi kartu yang kationnya berupa logam pada satu sisinya dan satu sisnya anion berupa ion senyawa.


Kelas dibagi 4 kelompok masing-masing kelompok mendapat satu bundel kartu yang terdiri dari 21 kartu, sebelum dibagi satu kartu ditaruh di meja dan sisanya dibagi sampai habis pada anggota kelompoknya sampai habis. Sesudahnya mulai giliran untuk maju dimana siswa harus menjodohkan kation dan anionya dan kalau sudah benar lalu harus menyebutkan nama dari senyawa yang terbentuk. Dan dilakuakn seterusnya sampai kartu habis dari siswa.

Ternyata dengan permainan kartu domino yang diulang-ulang terus memungkinkan siswa jadi lebih mudah dan lancar dalam memberikan nama pada senyawa yang terbentuk. selain itu juga dapat meningkatkan motivasi dari siswa.


Kamis, 22 November 2012

Bubur Kertas


 

Kalau dengar kata bubur pasti pikiran kita akan tertuju dengan makanan yang terbuat dari beras dan semua orang sangat menyukai dengan "bubur" apalagi bila ditambah dengan lauk pauk lainnya. Kalau kita membaca kata bubur pasti yang berhubungan dengan sesuatu yang encer.

kertas yang sudah dipotong kecil diblender agar jadi bubur kertas


Lain lagi dengan bubur kertas. Bubur kertas adalah bubur yang terbuat dari kertas yang sudah tidak digunakan lagi yang dihancurkan dengan blender, dimana kertas tersebut sudah dipotong-potong kecil terlebih dahulu dan didiamkan semalam.Dari bubur kertas tersebut dapat dibentuk beraneka bentuk yang bisa dimanfaatkan seperti tas, pernak-pernik dan manfaat lainnya tergantung kreasi dan inovasi masing-masing individu.

Kemudian hasil blender tadi disaring sehingga dihasilkan ampas yang dapat dibentuk


Membuat bubur kertas mudah sekali. Bubur kertas bahan utamanya kertas yang sudah tidak dapat digunakan daripada diloakan. Alat lainnya blender, kain untuk menyaring dan lem putih . Kertas dipotong kecil-kecil dan direndam di air dan didiamkan semalam atau lebih juga tidak mengapa.. Setelah diblender  kemudian hasil blender disaring denagn kain tersebut sehingga kita mendapat kertas yang sudah hancur. Kemudain ampas tadi dicampur denagn lem putih dengan perbandingan 2:1 sampai kalis.

kertas yang sudah disaring di beri lem putih dan dicampur sampai kalis sehingga dapat dibentuk


Siaplah Bubur kertas ini untuk dibentuk menjadi berbagai bentuk untuk manfaat yang berbeda. Bubur kertas ini bisa di simpan dengan cara dimasukan dalam plastik yang kedap udara agar tidak bau dan bisa disimpan sekitar 2 mingguan. Nah, mudah kan??? Pemanfaatan bahan yang tidak berguna menjadi berguna merupakan salah satu cara untuk mengurangi sampah....

Mewarnai bubur kertas yang sudah dibentuk


Rabu, 14 November 2012

Majalah Bekas jadi Rangkaian Bunga



Majalah bekas kadang bisa menjadi masalah besar di rumah , menumpuk dan memenuhi gudang, paling bisa dijual ke tukang loak... Bila majalah bekas dimanfaatkan mungkin tidak perlu memenuhi gudang lagi. Perlu rangkaian bunga untuk menambah indah rumah kita tidak perlu beli yang mahal. Bisa buat dari majalah bekas. Dan terlihat indah tak menyangka kalau rangkaian bunga ini terbuat dari majalah bekas....


Dari foto-foto terlihat sederhana, manis dan sedap dipandang dan tidak perlu biaya yang besar untuk menambah indah sudut rumah kita denagn rangkaian bunga ini...Mari kita manfaakan barang bekas untuk sesuatu yang bermanfaat dan merupakan salah satu cara mengurangi sampah dan memelihara lam ini......semoga...




Kamis, 08 November 2012

Pembelajaran dengan Bermain Peran


Bermain peran merupakan salah satu metode mengajar yang dapat menumbuhkan motivasi pada siswa untuk lebih aktif dalam mengikuti kegiatan belajar dan mengajar. Metode bermain perlu mengajak siswa untuk berperan menjadi orang tertentu atau materi tidak hidup. dengan metode bermain peran ini yang dilaksanakan dengan baik maka siswa dapat lebih mudah untuk memahami materi pelajaran sehingga dapat meningkatkan prestasi belajarnya.

      Siswa berkelompok untuk mengerjakan soal sebelum berperan sebagai atom-atomnya

Pada pembelajaran ikatan kimia yaitu ikatan ion siswa-siswa diberi penjelasan terlebih dahuu bagaimana terbentuknya ikatan ion bila setiap unsur yang berkaitan diketahui nomer atomnya. Setelah siswa benar-benar mengerti, bisa dilatih dengan siswa bermain peran menjadi atom yang menangkap elektron (ion negatif) dan sebagian lagi berperan menjadi atom yang mudah melepaskan elektron (ion positif). Sebelumnya siswa menyanyikan terlebih dahulu lagu disana senang, disini senang yang liriknya diganti denagn yang berhubungan denagn ikatan ion.
                       Ikatan ion, ikatan ion
                      dimana-mana ikatan ion
                      menangkap elekton, melepaskan elektron
                      jadilah ikatan ion.


Kemudian siswa dibagi menjadi 4 kelompok, kelompok atom bermuatan -1,-2,+1 dan +2. Dan bila siswa diberi soal Mg denagn noimer atom 12 dan Cl dengan nomer atomnya 17 maka salah satu dari kelompok +2 harus berperan sebagai atom Mg yang melepaskan 2 elektron dan 2 siswa dari kelompok -1 harus berperan sebagai atom Cl yang menagkap 1 elektron sehingga mereka berperan membentuk ikatan ion denagan 1 atom Mg dan 2 atom Cl. Demikian terus diberi soal sehingga siswa menjadi lancar mengerjakannya.

Siswa membentuk senyawa dengan ikatan ion dimana ada satu atom bermuatan positif dan 2 atom yang bermuatan negatif

Ternyata dengan bermain peran sangat efektif terhadap pemahaman siswa terhadap materi ikatan ion. Siswa lebih mudah memahami dan tentunya sangat menyenangkan karena dilakukan di luar kelas dan dilakuakn dengan hati yang seang karena tidak membosankan.

Siswa menyanyikan lagu yang sudah diubah liriknya dengan gerakan tertentu......

Jumat, 26 Oktober 2012



Pada proses pembelajaran terutama di bidang sains seharusnya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi dan menumbuhkan kemampuan berpikir. Oleh sebab itu pada proses pembelajaran sains dapat digunakan pendekatan ketrampilan prose. Ketrampilan artinya kemampuan menggunakan nalar, pikiran dan perbuatan secara efisien dan efektif untuk mencapai hasil tertentu termasuk kreativitas sedang proses  merupakan konsep besar yang dapat diuraikan jadi komponen yang harus dikuasai seseorang bila akan melakukan sesuatu. jadi pendekatan ketrampilan proses  adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa sehingga siswa dapat menemukan fakta, membangun konsep dan teori dengan sikap ilmiah siswa sendiri.

Dengan memapai bekas pop mie siswa dapat menghitung kalor yang dihasilkan dalam suatu reaksi.


Bertolak dari hal di atas , kadang kala dalam pembelajaran seringkalai pada pendekatan ketrampila proses terdapat kendala yaitu kurangnya sarana /alat yang minim yang bisa digunakan untuk melakukan pendekatan ketrampilan proses tersebut. Maka bisa dilakukan dengan cara memulai dari apa yang ada. Apa yang ada di sekeliling kita bisa digunakan untuk melakukan ketrampilan proses seperti apa yang dilakukan pada pembelajaran kimia ini.

Dengan aqua gelas bekas dapat melihat pengaruh luaas permukaan bidang sentuh terhadap laju reaksi dengan menggunakan gula batu dan gula pasir.

Pada pembelajaran termokimia dimana untuk mengukur panas yang dihasilkan oleh suatu reaksi dengan menggunkan kalorimeter. Bila alat kalorimeter tidak ada bisa digunkan bekas pop mie sebagai kalorimeter, walaupun ada kekurangannya tapi yang penting anak bisa melakukan percobaan untuk bisa menghitung panas yang dihasilkan oleh suatu reaksi.

Dengan mempergunakan aqua gelas siswa dapat melihat pengaruh suhu terhadap laju reaksi

Faktor yang mempengaruhi laju reakis seperti suhu. luas permukaan bidang sentuh bisa digunakan aqua gelas bekas untuk mengetahui pengaruh suhu dan luas permukaan bidang sentuh terhadap kecepatan reaksi. Lain lagi pada kesetimbangan dimana reakis yang berjalan terus menerus sehingga setiap komponen selalu tetap ada, bisa dibuktikan dengan mempergunakan peluang dengan menggunakan kertas atsuro.




Jadi pada ketrampilan proses tidak ada alasan lagi untuk mengeluh tentang tidak adanya alat dan sarana, pada beberapa bab bisa dilakukan denagn mulai dari apa yang ada di sekitar kita. Dengan apa yang ada di sekeliling kita yang sederhana , ketrampilan proses biusa tercapai sehingga siswa akan mendapatkan pembelajaran bagaimana mereka menemukan fakta, data dan dapat menyusun konsep yang ada. Mari kita gunakan apa yang ada di sekeliling kita untuk pembelajran yang kreatif dan inovatif.....

Ini menggunakan peluang dengan kertas atsuro untuk menunjukan bahwa pada reaksi kesetimbanagn setiap komponen yang bereaksi selalu teteap ada.

Kamis, 18 Oktober 2012

Penelitian


Riset menurut Fellin, Tripodi dan Meyer (1969) adalah cara sistimatik untuk maksud meningkatkan, memodifikasi dan mengembangkan pengetahuan yang dapat disampaikan dan diuji oleh peneliti lainnya. Dalam bahasa indonesia pandanan kata riset digunakan istilah penelitian. Pada penelitian biasanya menggunakan metode penelitian yang punya kriteria berdasarkan fakta, bebas dari prasangka, gunakan prinsip analisis, menggunakan hipotesis dan gunakan ukuran objektif.

Pada penelitian diperlukan langkah-langkah umum yang harus dilakukan seperti mengidentifikasikan masalah, menetapkan tujuan penelitian, studi literatur, merumuskan kerangka konsep penelitian, merumuskan hipotesa, metode penelitian, penggumpulandata, mengolah dan menganalisa data dan terakhir membuat laporan.


Pada kurikulum di SMA penelitian tidak dimasukkan sehingga hampir sebagian besar siswa tidak tahu dan tidak mnegerti apa yang harus dilakukan bila harus mengadakan penelitian. Biasanya penelitian dilakukan oleh kelompok ilmiah remaja (KIR) yang hanya berupa ekskul dan hanya segelintir orang saja yang bisa mengikutinya.
Berpulang dari sini saya mengajak siswa-siswa untuk melakukan penelitian. Diharapkan memberikan pengalaman belajar bagi siswa sehingga mereka tahu apa yang harus dilakukan bila mereka harus mengadakan penelitian.


Penelitian pertama siswa diajak untuk mengetahui faktor makanan yang mempengaruhi kualitas susu pada sapi perah yang ada di KPSP Saluyu di Kuningan dimana siswa mengamati pakan yang diberikan pada sapi dan menguji susu di laboratorium denagn uji lemak, protein, kadar zat padat kering. dari yang dilakukan selama 3 hari didapatkan data yang dapat diolah , dianalisa dan disimpulkan yang dibuat menjadi makalah.


Penelitian kedua siswa diajak untuk melihat tingkat pencemaran udara akibat gas CO yang dikeluarkan oleh kendaraan motor. setiap kendaraan akan mengeluarkan gas CO, jadi bila kendaraan bermotor yang semakin meningkat berarti tingkat pencemaran udara tentunya akan meningkat.. Akhirnya siswa di beberapa perempatan menghitung jumlah kendaraan yang lewat dalam waktu 5 menit dilakuakan selama 3 hari pada hari Minggu, Jumat dan Selasa.

Penelitian ketiga siswa diajak untuk melihat tingkat pencemaran  sungai Sukalila yang membelah kota dimana siswa mengambil sampel dari tiga titik yang berbeda di sunagi Sukalila. Kemudian di bawa ke laboratorium untuk diuji  kadar amonianya, nitrat, fosfat, BOD,DO , coli. Dari data yang didapat diolah dan dianalaisa menjadi makalah.


Memang dengan kegiatan penelitian ini tidak serta merta siswa menjadi mahir dan suka melakukan penelitian tapi dengan penaglaman belajar yang sederhana ini bisa tertanam di dalam hati siswa yang bisa jadi bekal siswa di kemudian hari. Melatih secara rutin pada siwa untuk melakukan penelitian bukanlah merupakan pekerjaan yang sia-sia walau tidak pernah diikuti lomba-lomba tapi memberikan pembelajaran yang berharga bagi siswa. sederhana tapi bermakna.....


;;