Minggu, 01 Maret 2015




Aku lahir di Negera Indonesia , sepatutnya juga aku merupakan bagian dari bangsa ini. Dalam darahku , ada rasa Indonesia yang tak mungkin aku bisa hilangkan begitu saja. Dari kecil aku selalu ditanamkan kecintaanku terhadap  Indonesia dengan menghargai budaya Indonesia.  Akhirnya itu membuatku menjadi bangga akan tanah airku, rasa kebangsaanku terpancing dengan banyak kegiatanku di dunia seni budaya waktu  itu. Dan rasa kebangsaanku semakin tumbuh dengan bertumbuhnya aku menjadi dewasa. Rasa nasionalisme semakin mendarah daging di setiap sudut hatiku. Rasa kebangsaan ini bisa mewujudkan rasa persatuan dan kesatuan bagi negara seutuhnya. Kesadaran dalam berbangsa ini lahir secara alamiah dalam diri setiap insan  dan tumbuh dari kebudayaan, sejarah dan kebersamaan dalam menghadapi segala rintangan saat ini.

Salah satu bentuk yang bisa aku wujudkan untuk menyatakan akan cinta kebangsaan bagiku adalah dari hal yang sederhana yang bisa aku lakukan mulai dari lingungan di sekelilingku. Mengapa demikian???? Tentunya banyak keterbatasan yang aku miliki tapi dengan keterbatasan yang aku miliki, aku tak menyerah begitu saja. Mencintai alam sebagai bentuk rasa kebangsaanku mulai aku tanamkan . Mengapa? Alam Indonesia yang begitu indah dengan pepohonan yang banyak macamnya seiring waktu mulai tergerus dengan banyak kemajuan . Di sisi lain kemajuan itu meningkatkan pendapatan masarkat dan di sisi yang lain banyak alam kita yang rusak. Sudah banyak berita tentang kerusakan alam, banyaknya sampah yang menimbun dan tak tertangani yang bisa menjadi musibah banjir. Semua itu seperti benang kusut yang tak ada akhrinya. Nah , dari sinilah rasa kebangsaan aku timbul melihat begitu banyak hal yang ada di sekitar kita yang bisa merusak alam.

Karena aku seorang pengajar, tentunya aku akan menularkan kecintaanku pada alam pada anak-anak didikku. Banyak kegiatan yang aku lakukan bersama anak-anak untuk menanamkan kecintaan mereka terhadap alam. Mulai dari linkungan yang ada di sekitar mereka. Kegiatan-kegiatan yang aku lakukan bersama anak-anak didikku di sekolah maupun di Yayasan . Kegiatan itu berupa:



  • 1.      Membuat bank sampah sekolah. Aku memprakarsai pembuatan bank sampah sekolah . tujuannya agar anak-anak lebih peduli terhadap sampah yang ada di rumah mereka ataupun sampah yang ada di sekitar sekolah. Mereka boleh menabungkan sampah-sampah mereka ke bank sampah sekolah. Setiap anak  yang menabung sampah di bank sampah sekolah diberi buku tabungan dan dicatat setiap kali menabung . Tabungan sampah itu bisa diuangkan dan bisa diambil sewaktu-wakltu  jika mereka membutuhkan. Begitu juga warga sekolah lainya, seperti guru, karyawan , pegawai kantin bisa menabungkan sampah mereka ke bank sampah sekolah.




  • 2.      Membuat kompos dari sampah organik. Sampah-sampah organik diambil dari lingkungan sekitar sekolah. Selain itu juga sampah organik yang berasal dari pasar yang berada di dekat sekolah tempat aku mengajar. Setiap hari beberapa anak bergantian merajang sampah organik untuk dibuat kompos.  Hasil dari pengomposan itu dikemas dan dijual kepada orangtua , anak-anak dan masarakat yang membutuhkannya. Dan digunakan untuk memupuk tanaman-tanaman yang ada di taman sekolah.



 





 

  • 3.      Menanam tanaman. Mengajarkan pada anak-anak cara menanam dengan botol bekas dengan tujuan agar mereka sadar akan perlunya menanam tanaman di sekeliling tempat tinggal mereka agar ketersediaan oksigen akan selalu ada dan peningkatkan karbondioksida bisa dikurangi. Tak perlu pot yang mahal dari barang bekas dapat menanam tanaman yang sederhana dan rimbun yang akan meningkatkan kadar oksigen dalam udara.







  • 4.      Memilah –milah sampah menjadi sampah organik dan non organik,  dan yang non organik dipisah kembali menjadi bahan kertas, botol plastik dan plastik. Hal ini untuk memudahkan untuk dijual ke bank sampah. Dan anak-anak yang mengerjakan semua. Aku menyebut mereka sebagai pemulung gaul.






Itulah salah satu yang aku lakukan sebagai bentuk kecintaan terhadap alam. Mungkin hal yang sederhana ini jauh dari kesan wah , tapi inilah yang bisa aku lakukan di sekeliling
 kehidupanku. Bentuk kecintaan terhadap alam yang membuat rasa cinta kebangsaanku terpanggil. Dan aku sendiri akan terus mengajak anak-anak muda untuk ikut berpartisipasi dengan hal yang sederhana yang bisa dilakukan di sekitar kita. Rasa kebangsaan aku wujudkan melalui kegiatan-kegiatan sederhana. Mudah-mudahan kelak anak-anak yang aku ajarkan tentang kecintaan terhadap alam juga mempunyai kepedulian yang lebih terhadap alam. Dengan demikin aku telah memberikan sedikit benih kecintaan pada anak-anak akan rasa kebangsaan mereka.

Minggu, 22 Februari 2015

Pohon Harapan






Benar apa yang dikatakan orang kalau setiap orang pasti punya harapan dalam hidupnya. Harapan itu berasal dari kata dasar harap. Harap artinya keinginan agar sesuatu terjadi, jadi harapan adalah hal yang diinginkan bisa terwujud. Tentunya saja untuk mendapatkan harapan yang diinginkan , perlu adanya usaha untuk mencapainya. Mengapa orang harus punya harapan?????


  • 1.      Kodrat manusia. Dorongan kodrat manusialah yang menyebabkan setiap insam memiliki harapan.

  • 2.       Kebutuhan hidup. Manusia membutuhkan kebutuhan untuk hidupnya. Akibatnya manusia perlu harapan-harapan agar bisa memenuhi kebutuhan hidupnya.


Untuk mencapai harapan itu diperlukan banyak usaha , tanpa usaha tak mungkin harapan kita akn terwujud. Langkah-langkah yang diperlukan agar harapan kita bisa terwujud


  • 1.      Punya rasa percaya diri dan rasa optimis. Percaya pada kemampuan diri sendiri dan berpikiran positif sehingga apa yang diharapkannya bisa terwujud.

  • 2.      Berusaha dengan sekuat tenaga. Tidak bisa kita tinggal diam untuk mewujudkan harapan, perlu usaha yang maksimal sampai titik darah penghabisan.

  • 3.      Berdoa dan bertawakal pada Allah . Usaha yang disertai dengan doa pada Allah akan memudahkan harapan kita terwujud. Bila harapan kita masih berjalan lambat kita perlu tawakal pada Allah, karena semua rizki dan harapan kita itu semua akan terwujud karena Allah

  • 4.      Bersedekah dan beribadah. Banyaklah bersedekah karena dengan bersedekah akan memubuka pintu-pintu harapan kita bisa terwjud dan taat beribadah dengan keihklasan karena Allah.



Menyambut tahun baru, tetunya kita pasti mempunyai harapan yang akan kita capai di tahun yang akan datang. Makanya ada yang sudah menuliskan harapan-harapan yang akan diwujudkan di tahun yang akan datang. Begitu juga yang dilakukan anak-anak di Yayasan Al Kahfi Cirebon, saya mengadakan kegiatan bagi mereka untuk menuliskan harapan mereka di tahun baru ini. Saya membuatkan batang pohon dari kertas jeruk yang besar yang ditempel di  papan  sterofoam besar. Anak-anak ada yang membuat daun , ada yang membuat buah dari kertas jeruk . Kemudian kertas jeruk yang berbentuk buah dan daun diwarnai dengan berbagai warna sehinga menjadi cerah.Di atas bentukan buah dan daun mereka menulis harapan di tahun yang akan datang. Setelah itu mereka akan menempelkan di batang yang sudah ada di papan sterofoam. Terbentuklah pohon harapan dari anak-anak Al Kahfi.. 



Kegiatan ini dimaskudkan agar anak-anak punya harapan . Dengan harapan yang mereka miliki, mereka akan berusaha untuk mewujudkan dan berusaha rajin berdoa pada Allah agar harapannya di tahun baru ini bisa segera terwujud. Mereka memandang pohon harapan dan saling membaca harapan teman-temanya. Mereka bangga dengan harapan yang mereka miliki. Mudah-mudahan apa yang anak-anak harapakan di tahun yang akan datang bisa terwujud bagi mereka. Amin

Minggu, 15 Februari 2015

Kitty, I Love You......






Kira-kira sepuluh jam lalu sebuah nomer tak dikenal menghubungiku. Dani. Aku harus berpikir lama untuk mengenal siapa dirinya . Hubungan denganku seperti apa, karena sudah lama sekali tak bertemu dengan Dani. Hampri 30 tahun yang lalu, saat aku dan Dani masih kuliah di Fakultas Kedokteran Hewan. Sungguh terkejut Dani kembali menyapaku kali ini setelah sekian tahun aku dan Dani hilang kontak . Dani mengharapkan aku ikut bergabung dengan dirinya di tempat perlindungan hewan yang ditelantarkan. Ah , Dani ternyata sekian tahun tak membuatnya hilang  kepedulian dengan hewan –hewan yang ditelantarkan di jalanan.
            “Gimana Ta, mau gak ikut bergabung denganku lagi ?”tanyanya lagi. Aku terdiam lama, bukan aku tak mau tapi kesibukanku juga menyita waktu. Di sisi lain aku ingin sekali mengulang kegiatan-kegiatan pemeliharaan hewan terlantar yang dulu sekali pernah aku lakukan bersama Dani. Ada sesuatu yang kadang tersembunyi rapih di sudut hatiku. Cintakah???? Ya, aku terlanjur menyayangi hewan terutama anjing. Menurutku anjing itu hewan yang imut, lucu dan anjing akan selalu setia pada yang memeliharanya. Karena aku begitu menyayangi anjing, dulu aku mau bergabung dengan Dani untuk memelihara hewan –hewan peliharaan yang terlantar di jalanan . Dengan rasa cinta aku memelihara mereka. Hewan-hewan yang tadinya diterlantarkan menjadi hewan-hewan yang bersih, lucu. Kecintaanku pada hewan-hewan peliharaan itu seperti virus yang selalu menyerang diriku. Berkali-kali aku ingin berhenti karena mendapat tawaran kerja di tempat lain, tapi berulang kali aku menolaknya. Sampai aku menikah dan harus meninggalkan semua yang sudah aku rintis di rumah perlindungan bersama Dani. Dan mulai saat itu aku kehilangan kontak dengan Dani.
            “Ta, kamu masih ada di sana?” tanya Dani. Aku kembali tersadar dari lamunan .
            “Aku coba pikirkan lagi ya Dan.”tukasku.
            “Ok, aku tunggu Ta, selamat siang.” Aku termangu menatap ponselku.

            Siang itu aku menyempatkan waktu makan siangku untuk ke tempat perlindungan hewan milik Dani di daerah Cimahi. Aku memegang denah yang Dani berikan padaku.
            “Nin, kalau pak Tono tanya aku, bilang aku ijin keluar dulu,” tukasku pada temanku. Nina mengangguk.
            “Ta, kamu mau ke tempatnya Dani? Kamu mau membantunya?” tanyanya.
            “Gak tahu Nin, aku ingin melihat-lihat dulu. Entahlah , aku masih ragu,” tukasku. Nina dulu juga berteman dengan aku dan Dani, tapi dia kuliah di jurusan lain. Aku beranjak dari hadapan Nina.
            Dani menghantarkan aku melihat-lihat hewan-hewan yang sudah dipelihara dan belum diadopsi. Aku melihat anjing kecil, imut dengan bulu yang panjang, ikal. Aku ingat dengan Browny yang pernah aku perlihara , mirip.
            “Ini Kitty,”tukas Dani sambil menggendongnya dan menyerahkan padaku. Kitty menatapku dengan matanya yang lucu, mengedip-ngedip . Aku mengelus kepalanya dan tubuhnya yang dipenuhi bulu ikalnya. Kitty menggelinjang. Aku tergelak melihat tingkahnya. Dani menatapku.
            “Kamu masih seperti dulu Ta,”tukasnya. Aku tergelak. Aku tak mau melepas Kitty dari pelukanku.
            “Ya, ampun Dan , dia tidur,”teriakku. Dengan enaknya Kity berbaring di pelukanku. Matanya terpejam. Entah mengapa kecintaanku pada anjing mulai kembali terusik, apalagi melihat kelucuan dari Kitty.  Dan itulah yang dipakai Dani untuk membujuk aku untuk kembali bergabung dengannya.. Tapi aku masih saja mempertahankan egoku untuk mengatakan tidak padanya. Ada satu sisi yang aku tak mau bergabung dengannya lagi.
            “Aku kan masih pikir-pikir dulu Dan.” Dani menatap tajam. Aku memalingkan dari wajahnya . Aku tak mau terlihat seperti anak tolol di hadapannya. Aku tak tahu apakah Dani tahu kalau dulu sekali aku begitu iri terhadap dirinya. Dani begitu sempurna .Apa yang dia lakukan selalu berhasil,sedangkan diriku?????  Dani sukses dengan pekerjaanya dan bahkan dengan kegiatan dengan rumah pelindungan hewannya. Sedangkan aku, aku hanya menjadi bayang-bayang dirinya. Itulah sebabnya aku mengundurkan diri untuk mencari peruntungan di tempat lain. Sukses???? Entahlah, aku tak merasa diriku sukses, tapi Dani yang tetaplah Dani yang dulu. Sederhana . Aku pulang dengan bayang-bayang Kitty yang tertidur dalam pelukanku. Waktu akan pulang aku memeluknya sekali lagi.
            “Bye Kitty.....” Aku beranjak dari sana.

            Beberapa hari ini aku semakin gelisah. Perasaan rindu pada Kitty  begitu membuatku ingin kembali ke sana. Pegri tidak ya. Aku masih gengsi untuk kembali lagi ke sana???? Bayang-bayang kelucuan Kitty dan hewan lainnya yang ada di sana, membuatku gelisah.
            “Kalau mama memang masih ingin membantu rumah perlindungan hewan, lakukan saja,” tukas suamiku. Ternyata kecintaanku akan hewan tak pernah surut walau sudah 20 tahun lebih aku meninggalkan semua kegiatan itu tapi masih banyak cinta yang tersimpan untuk hewan-hewan terlantar. Kadang aku harus menghapus rasa cintaku tapi justru itu sangat menyakitkan. Apalagi kalau aku melihat anjing, kucing yang lucu-lucu , itu membuatku merasakan sakit di dadaku.
            “Aku masih ragu.” Suamiku memeluku perlahan.
            “Hilangkan rasa iri dirimu. Kamu sudah mendapatkan apa yang kamu ingin di tempat kerjamu. Apalagi yang mau kau buktikan pada Dani. Sudahlah itu sudah lama berlalu. Persaingan itu gak baik, apalagi Dani juga belum tentu mengajakmu lagi untuk hanya karena ingin memperlihatkan kalau dia sukses. Berpikirlah positif , ma ,” tukasnya lagi. Aku termangu. Hatiku tersentil oleh ucapan suamiku. Apa aku memang masih memendam rasa iri selama ini???? Sudah 20 tahun???? Aku seperti tersadar dalam mimpi yang panjang. Mengapa aku terjebak dengan kedengkian yang sekian lama menguasaiku???? Lihat banyak hewan-hewan yang terlantar yang butuh bantuan dan cintaku . Apa mereka akan menungguku sampai rasa dengkiku hilang????? Mereka tak bisa menunggu lagi. Mereka butuh kasih sayang dariku. Aku terlonjak dari dudukku.
            “Ada apa?” tanya suamiku terkejut.
            “Aku sudah memutuskan. Aku akan bergabung,”seruku. Entah tiba-tiba saja ganjalan yang ada di hati yang tersimpan lama di pojok hatiku, hilang seketika. Ah, Kitty tunggu aku ya!!!!!

            Setiap  jejak langkahku di jalanan adalah jejak cinta yang akan membawa hewan-hewan itu berakhir di tempat yang penuh dengan cinta. Kitty terlihat lucu di tengah anjing-anjing dan kucing-kucing yang lain. Aku serasa melihat mata cinta mereka menatapku dan mengucapkan padaku ucapan penuh kerinduan.
            “Selamat datang cinta kak Tita. Kami di sini menunggu cintamu untuk kami. Kami rindu belaian tanganmu.” Kitty mengibas-ngibaskan ekornya yang kecil.Merapat di tubuhku Kupandang langit yang membiru dengan teriknya matahari tak pernah aku surutkan langkahku. Mengambil hewan di jalan untuk dipelihara dan dilindungi dari kejahatan, . menyayangi mereka dengan cinta.  Tanganku tak pernah berhenti memberi makan, memberikan perhatian pada anjing dan kucing mungil yang datang dari penjuru wilayah. Di sini mereka berteduh. Di sini mereka berlabuh dalam tangan-tangan cinta yang dengan kerelaannya memberikan sedikit cinta yang dimilikinya untuk mereka. Kini aku merasakan perasaan yang jauh lebih tenang saat aku melihat bola-bola mata yang kembali ceria . Mereka juga butuh hidup dengan cinta, bukan di jalanan yang menempa mereka keras. Butuh secuil cinta. Dan aku ada untuk mereka. Kitty. Aku datang untukmu......I Love my baby dog, cat and...everything about animal!!







Sumber gambar : http://featherheartdesigns.blogspot.com/2011/01/double-bow-bridal-headpiece-at-sara.html
Sumber gambar anjing : https://febriyanadwirani.wordpress.com/category/all-about-anjing/



;;