Kamis, 10 Desember 2015

Surat-surat Cinta Dari Mama





 Gambar dari sini

Jaman aku dulu komunikasi lebih banyak dengan surat karena belum ada gadget. Sensasi mengirim dan membalas surat merupakan hal yang menakjubkan. Apalagi saat rindu yang tak tertahankan. Surat menyurat anatara mama dan aku mulai saat aku memutuskan untuk kuliah di luar kota.  Entahlah surat selalu datang dari mama. Mungkin aku banyak beralasan karena sibuk kuliah ataua apalah itu tapi mama tetap rutin mengirim surat untukku. Bahkan surat yang satu belum berbalas , mama sudah menuliskan lagi surat yang lain. Pernah saking malasnya membalas surat mama, aku cuma menulis ,aku baik-baik saja mam. Tapi mama gak marah, malah membalas surat dengan cerita lagi. Sering aku diejek oleh teman-teman kostku karena aku yang paling sering dapat surat. Jadi saat pak pos datang, pasti semua sudah berteriak keras, tuh dapat surat. Tapi memang betul, bahkan tukang posnyapun sampai hapal karena keseringan mengantarkan surat untukku. Pak posnya selalu teriak, neng ada surat lagi nih dari nyonya. Aku hanya tersenyum mesem. Soalnya mama selalu menulis pengirimnya dengan tulisan nyonya dan dilanjutkan dengan namanya. Saat menerima surat aku hanya bisa nyengir . Wah, sering banget ya dapat surat dari si nyonya katanya padaku. Aku bergegas meninggalkan pak pos sebelum dia mengejekkku lagi.  Mama itu gak pernah habis bercerita di suratnya. Padahal setiap surat menghabisi dua halaman kertas, tapi ada saja yang mama ceritakan tentang hal-hal yang berhubungan dengan keluargaku atau kegiatan mama bahkan tentang anjing kesayangan kami sekeluarga , si Kum -Kum.  Cerita tentang Kum-Kum tak ada habis-habisnya. Seperti menceritakan anaknya sendiri. Dan cerita tentang tetanggapun tak pernah luput diceritakannya padaku. Sepertinya mama tak pernah kehabisan cerita untukku. Saat mendekati hari ibu ini aku jadi terkenang dengan surat-surat yang dulu mama pernah kirim padaku. Surat-surat yang isinya selalu mengabarkan banyak kegembiraan.

Surat-surat mama itu bikin kangen sekali. Isinya banyak nasehat yang gak bikin aku kesal sih tapi bikin aku lebih semangat lagi. Kadang membayangkan omelan mama di pagi hari . Jadi rindu mau diomelin lagi. Bahkan saat aku sudah menikahpun, mama masih rajin menulis surat untukku. Tulisannya khas orang jaman dulu. Miring dan sangat rapih. Ah,aku jadi rindu mendapatkan kembali surat cinta dari mama. Kapan lagi ya dapat surat cinta dari mama. Terakhir saat aku masih tinggal di Kuningan, mama masih berkirim surat. Tapi semenjak aku di Cirebon dan sudah ada telepon ,mama mulai jarang menulis surat. Apalagi sekarang sudah ada ponsel berkirim kabar lewat pesan singkat. Tapi ah ,kadang rindu mendapat surat cinta dari mama.  Surat panjang kadang kata-katanya yang bisa meresap lewat sel-sel hati yang bikin hati teduh. Surat yang bisa membayangkan banyak cinta yang mama berikan lewat cerita-cerita yang mengasikan. Surat yang kadang bikin meneteskan air mata saat rindu padanya. Surat yang bikin nyesek saat tak bisa datang kalau mama lagi sakit.  Ah, surat cinta dari mama itu selalu bikin kangen. Jadi pingin sekali kembali mendapat surat cinta dari mama. Mama , kirimkan aku surat cinta lagi dong. Aku rindu saat-saat membaca surat, saat aku membalas surat . Saat merangkai kata untuk membalas  surat kadang sambil senyum-senyum sendiri, membayangkan mungkin mama juga akan senyum-senyum sendiri membaca surat balasanku. Sekali lagi mama, tolong kirimkan surat cinta untukku. Di dalamnya banyak cinta yang aku tahu ada di hatimu untukku. Melalui rangkaian kata-kata cintamu menyentuh relung hati yang terdalam. Kini aku rindu surat cintamu, rindu sekali..... 

Kamis, 03 Desember 2015

Kebaikan Itu Menular



 Gambar dari sini

Kebaikan itu menular. Kalimat itu ada benarnya loh. Saat kita melihat kebaikan yang dilakukan oleh orang lain kadang kita ingin juga melakukan hal yang sama dengan orang lain. Itu benar-benar nyata. Coba deh perhatikan di media sosial. Ketika ada seseorang memposting sesuatu yang membutuhkan bantuan dan ada orang yang memberikan bantuan, akhirnya banyak orang berbondong-bondong  melakukan hal yang sama. Betul kan??? Kebaikan itu menular Walau kadang ada saja yang nyinyir kalau itu hanya ikut-ikutan. Tapi bagiku orang mau ikut-ikutan atau ikhlas menolong bukan hal yang perlu diperdebatkan. Yang nyinyir juga belum tentu melakukan kebaikan. Jadi semua tergantung masing-masing pribadi.

Masih dengan kebaikan yang menular. Ini contoh yang aku rasakan . Ibuku termasuk orang yang selalu punya banyak kebaikan untuk diberikan pada orang lain. Salah satunya selalu memberi bantuan untuk orang lain bersekolah. Sejak aku kecil mama selalu memberikan bantuan pada beberapa anak untuk dibantu uang untuk sekolah. Bahkan sampai sekarang setelah hanya mengandalkan uang pensiunan bapak, mama masih membantu beberapa anak sekolah. Dan contoh dari mama itu menular pada diriku tapi dengan bentuk yang lain . Dunia anak-anak sekarang membuat aku semakin menyukai. Setelah lama bergaul dengan para remaja, aku mulai tertarik dengan dunia anak-anak. Dunia yang seharusnya diwarnai dengan kegembiraan.  Tapi banyak terlihat anak-anak tertekan di sekolah karena beban pelajaran yang begitu berat. Nah, aku ingin banyak memberikan kegembiraan pada anak-anak. Dalam bentuk membuat komunitas untuk anak-anak.

Komunitas Circle of Happinees dibangun untuk mewadahi anak-anak di desa untuk bisa belajar dengan gembira . Dengan kegembiraan banyak pelajaran atau nasehat yang masuk dalam memori mereka. Tanpa doktrin ,tanpa paksaan. Di sinilah aku banyak memberikan dan menyebarkan banyak kebaikan-kebaikan dalam bentuk ilmu sederhana bagi anak-anak. Aku mulai menanamkan karakter melalui kegiatan yang beragam. Tanpa disadari anak-anak mereka  sudah belajar banyak . Banyak contoh perubahan yang terjadi pada anak-anak. Rasa percaya diri yang meningkat, sikap baik dalam hal berdoa, membuang sampah selalu di tempatnya, mau bekerja sama, mau berempati dengan temannya. Masih banyak lagi karakter yang akhirnya bisa dimiliki anak-anak setelah masuk dalam komunitas ini. Melihat perkembangan anak-anak aku terharu sekali. Bangga pada anak-anak karena mereka benar-benar mau belajar banyak di sini. Sungguh kebahagian tersendiri bagiku melihat banyak perubahan yang terjadi dalam diri anak-anak. 

Keceriaan anak-anak membuat hati bahagia








Kini aku bisa menyebarkan kebaikan pada anak-anak. Dengan satu harapan lagi agar kebaikan ini juga menular pada orang lain dan juga anak-anakku. Salah satu muridku yang sudah bekerja juga kini membantu aku di komunitas.  Walau belum lama bergabung tapi aku sudah merasakan kalau kebaikan ini menular pada mantan muridku. Aku sendiri sih bahagia ketika kebaikan yang aku lakukan bisa menular pada orang lain. Tapi lebih suka kelak anak-anakku juga bisa menyebarkan kebaikan bagi orang banyak. Seperti aku mengikuti jejak mamaku. Bahagia saat kita bisa merasakan orang lain bahagia dengan kebaikan yang kita berikan. Saat mereka bahagia , akupun turut bahagia. Bahkan ada orang tua yang berkali-kali mengucapkan terimakasih karena anaknya setiap mingu diberi kegiatan yang bisa berguna bagi mereka. Ah, rasanya bahagia sekali kalau kebaikan yang aku berikan bisa mengena . Jadi betul kan kalau kebaikan itu menular???? Jadi jangan lupa sebarkan banyak kebaikan pada orang lain sehingga kebaikan akan menyebarluas. Terus menerus sambung menyambung tak ada hentinya. Memang seharusnya begitu kebaikan tidak boleh berhenti pada satu titik saja.



Kamis, 26 November 2015

Tidur Di Atas Air Di Pulau Ayer





Pulau Ayer merupakan salah satu pulau yang berada di kepulauan seribu . Pulau ini dijuluki dengan Mutiara Kepulauan yang mempunyai luas sekitar 10 hektar lebih. Dulunya pulau Ayer ini pernah menjadi tempat peristirahatan presiden Soekarno bahkan Presiden Tito,presiden Yugoslavia dan Sekjen PBB U Nu pernah berkunjung ke pulau Ayer. Pertama datang memang kesan etnik Papua tampak jelas. Terlihat tulisan selamat datang di pulau Ayer dengan ciri khas Papuanya.






Cottage di sana berkonsep cottage apung walau ada juga cottage yang terletak di darat. Namun banyak yang berkunjung ke sana lebih suka memilih cottage yang terapung. Nama Cottage juga nama-nama yang berbau Papua seperti Fakfak, Serui, Ayamaru , Enarotali dan lain sebagainya. Cottage- cottage terpaung ini dihubungkan satu sama lain dengan jalan yang terbuat dari kayu-kayu. Tampak indah. Airnya jernih walau kadang tampak ada sampah. Tadinya mengira kalau sampah ini dibuang oleh pengunjung tapi ternyata sampah ini berasal dari Jakarta yang terbawa oleh gelombang laut. Astaga, sampai sejauh ini sampah dari Jakarta .Untuk saluran air digantung di bawah dermaga . Menggunakan pipa khusus yang katanya bisa bertahan dari air laut yang memang jahat. Dan tampak segitiga pengaman di air laut surut agar ombak tak menyapu pantai. Kalau kesana beramai-ramai biasanaya akan memilih cottage yang di darat karena lebih aman karena kalau ada yang berjingkrak-jingkrak akan mendapat masalah besar. Biasanya berbentuk barak. Dan ada kamar-kamar hotel juga.

  
Nah ini sensasinya tinggal di cottage terapung. Serasa berada di atas laut. Suara deburan ombak menyapa telinga selalu. Apalagi semakin malam deburan ombak semakin keras. Seperti berayun di tengah air. Bahkan seperti terputus dengan daratan jika ombak bisa melewati dermaga. Dan akan tampak indah saat duduk di teras cottage dan memandang indah langit dan laut yang membiru sampai senja tiba. Malam hari akan tampak lampu-lampu cottage yang kerlap-kerlip. Selain itu dari kejauhan banyak terlihat kerlap-kerlip lampu kapal yang berlayar dan kerkap-kerlip lampu dari kota Jakarta. Duduk berlama-lama di teras cottage ini sangat mengasikan . Kadang tangan menulis banyak puisi tentang keindahan alam yang terbentuk.





Pagi hari paling asyik menyusuri pantai yang mengililingi pulau, Setiap pantai diberi nama . Dengan jalan kaki atau bersepeda mengelilingi pulau tak terlalu jauh. Bahkan bisa menemui kadal besar yang dengan tenangnya berjalan-jalan di pasir pantai. Pohon-pohon yang rindang dengan nama-nama pohon yang ditempel di batang pohon sehingga kita bisa tahu jenis pohon tersebut. Jalan-jalan asyik tak membuat kaki pegal tapi terasa memberikan suasana hati yang rileks karena seajuh mata memandang hanya alam yang indah yang terpancar dari pulau ini. Selain itu resort ini dilengkapi dengan ruang meeting, kolam renang , dermaga untuk mancing, arena bermain, restauran dan water sport.



Suasana pulau Ayer yang nyaman dan istirahat yang begitu tenang di cottage membuat suasaan hatipun ikut terasa. Begitu gembira. Apalagi melihat hamparan biru laut, kaki telanjang ini ingin selalu mencelupkan ke air laut yang begitu menggoda. Di dermaga kaki kitapun bsia turun untuk menyentuh dinginnya air laut sambil melihat ikan-ikan kecil berenang-renang. Akan tampak banyak pemancing yang duduk diam sambil melihat pancingannya. Sungguh indah pesona alam yang ada di pulau Ayer 



Kamis, 19 November 2015






 Mimpi awal ingin bisa mengajak siapa saja untuk gemar membaca tak aku pungkiri dari kegemaran ibuku yang juga suka membaca. Cerita impianku itu bisa di baca di sini. Ternyata untuk mengawali itu sungguh sulit. Apalagi aku tak mempunyai tempat yang bisa digunakan untuk taman bacaan. Tapi ada satu jalan yang bisa aku lalui walau itu baru berupa hal yang sederhana saja. Kebetulan aku membuat komunitas Circle of Happiness. Komunitas yang mengumpulkan anak-anak kampung Nanggela untuk belajar dan bergembira setiap hari minggu. Dan terpikirkan untuk mengajak mereka untuk bisa gemar membaca. Tapi bagaimana caranya??? Karena kegiatan Circle of Happinesspun masih dilakukan di sebuah garasi yang sederhana. Tapi segala sesuatu harus dicoba untuk dimulai kalau tidak kapan lagi??? Nanti hanya sekedar wacana yang tak akan pernah terlaksana.




Akhirnya aku membeli box plastik besar untuk menaruh buku-buku bacaan cerita anak-anak dan komik anak-anak. Dan aku membuat kegiatan cinta buku dengan tujuan agar anak-anak gemar membaca. Nah kegaitan cinta buku ini aku mulai pada tanggal 18 Oktober 2015. Di kegiatan Circle of Happiness aku mengajak anak-anak untuk membaca bersama. Anak-anak disuruh untuk mengambil buku yang ingin dibaca di box plastik. Nah, inilah yang aku takutkan. Anak-anak begitu antusias sehingga tak mau begiliran untuk mengambil buku. Mereka berebutan untuk segera bisa membaca. Sebetulnya sih ada perasaan bersalah belum bisa memberikan sarana dan prasarana yang memadai buat anak-anak, tapi daripada gak ada sama sekali. Akhirnya harus beginilah jalan yang harus aku ambil. Saat sudah mendapatkan buku anak-anak akan duduk dengan tenang dan mulai membaca. Kebanyakan mereka masih membaca dengan menyuarakan bacaannya sehingga terdengar  suara dengungan dari mulut anak-anak. Ada yang membaca sambil tiduran di tikar, ada yang duduk, ada yang menyender di tembok. Wih ada perasaan haru yang timbul di hatiku melihat kegembiraan anak-anak bisa punya bacaan.Waktu aku tanya mereka apakah selama ini mereka banyak membaca. Ternyata jawaban mereka kebanyakan tidak. Dan ini yang membuatku untuk mencari jalan agar semua impianku bisa terwujud untuk membuat taman bacaan bagi anak-anak.




Walau dengan keterbatasan sarana dan keterbatasan buku, kegiatan ini bisa terlaksana. Tentunya ini akan menjadi kegiatan rutin bagi Circle of Happiness. Membaca adalah jendela dunia. Membaca membuat anak-anak bisa rileks dan meningkatkan tingkat konsentrasi. Semua ini akan meningkatkan semangat belajar anak-anak. Inilah perjalanan menuju impian yang sesungguhnya. Mungkin ada sahabat yang mau mendonasikan buku cerita untuk anak-anak di Circle of Hapiness bisa hubungi aku ya.Doakan aku agar impian sebenarnya bisa terwujud dalam waktu dekat. Aminnnn.



;;