Kamis, 07 September 2017





Tak terasa komunitas anak yang aku buat sudah memasuki usia dua tahun. Usia yang masih belia. Usia yang masih termasuk balita. Berjalan saja masih lambat , masih perlu banyak dituntun. Betapa tak menyangka suka dan duka mengiringi perjalanan komunitas ini. Jatuh bangun untuk mengusahakan pendidikan karakter anak begitu kuat. Mengharapkan agar anak-anak bisa belajar tanpa beban . Anak-anak bermain dan belajar tanpa mereka merasa mereka sedang belajar. Membuat tawa mereka selalu muncul dalam setiap kegiatan. Begitu bahagia melihat tawa mereka. Begitu gembira melihat banyak perubahan karakter yang mereka dapat dari banyak kegaitan. Revolusi mental memang perlu dilakukan sejak dini. Lewat kegiatan yang membuat mereka banyak merubah prilaku ke arah yang lebih baik.. Di usia dua tahun yang masih belia, tentu banyak harapan agar ke depannya komunitas ini bisa berajlan semakin lancar. Banyak relawan pengajar yang suka rela mau mengajar di sini.
 Di acara ulang tahun yang kedua ini dilakukan secara sederhana dan dilakukan intern komunitas saja.

  • 1.      Senam Bersama. Senam dengan lagu korea. Selama ini anak-anak senam dengan lagu-lagu berbahasa Indonesia. Dan kini berbahasa Korea agar mereka juga punya wawasan kalau bahasa berbeda setiap negaranya. Senam yang sederhana dengan gerakan yang berulang sehingga anak mudah mengikutinya
  •  
  •  
  • 2.      Lomba menghias tumpeng. Anak-anak dibagi menjadi lima kelompok. Kelompok merah, ungu, biru, kuning dan hijau. Anak-anak akan dibantu oleh kakak relawan. Setiap anak menggunakan ikat kepala sesuai dengan warna kelompok. Setiap meja dari kelompok sudah disiapkan tumpeng yang polos dan lauk pauknya masih ada dalam plastik. Juga disediakan hiasan buat tumpeng seperti tomat. Seledri, wortel dan mentimun. Dan untuk meja sudah disiapkan kertas warna dan atusro, lem. Setiap kelompok bebas berkreasi untuk menghias tumpeng. Penilaian meliputi kerja sama, kreatifitas, kebersihan dan kerapihan.
  •  
  •   

  • 3.      Ucapan ulang tahun. Anak-anak mengucapkan ulang tahun dengan cara menuliskan nama pada kain dan dicap dengan cap tangan. Di atasnya tertulis ucapan selamat ulang tahun untuk Circle of Happiness. Dan anak-anak begitu gembira karena tangan mereka jadi belepotan pewarna makanan yang akan ditempelkan pada kain yang terbentang di tembok.
  •  
  • 4.      Acara utama ulang tahun. Dimulai dengan pertunjukan angklung anak-anak dengan lagu tanah air dan selamat ulang tahun. Kemudian pembacaan puisi dengan tema kemerdekaan dan kakak relawan juga tak mau kalah mempersembahkan pertunjuakn angklung dengan lagu ulang tahunnya Jamrud.
  •  
  •   



  • 5.      Pemotongan tumpeng besar. Sebelumnya doa yang dipimpon oleh pak ustad, Ustad yang tingal di desa Naggela. Sedikit petuah yang diberikan oleh pak ustad untuk anak-anak. Setelah itu bunda Tira memotong tumpeng dan diberikan pada bunda Yuni yang selalu setia memberikan pelajaran memasak pada anak-anak. Dilanjutkan oleh makan bersama. Karena anak-anak setiap kelompoknya punya tumpeng, makanya mereka makan dari tumpeng yang mereka hias tadi. Terrnyata sisanya masih banyak dan mereka bisa membawa pulang nasi kuningnya ke rumah.
  •  
  •   

  • 6.      Acara terakhir adalah foto bersama dengan ucapan cap tangan di bagian belakangnya.

Berakhir sudah perayaan ulang tahun yang kedua. Semoga komunitas ini bisa semakin maju. Semakin bisa membuat anak-anak di desa Nanggela berakarakter dengan banyak kegiatan yang berguna bagi mereka. Semoga tawa mereka selalu tercermin di wajah mereka. Dan tak ada lagi yang membebani mereka lagi. Mari kita bersenang-senang selalu bersama komunitas Circle of Happiness.

Kamis, 31 Agustus 2017

Umroh {5} Museum Asmaul Husna





Sejak kecil aku sudah dibiasakan oleh ibuku mengunjungi museum. Jadi aku suka sekali datang ke museum. Tak disangka-sangka saat aku  berada di masjid Nabawi, diajak oleh pemandu umroh  mengunjungi museum yang ternyata terletak dekat sekali dengan masjid Nabawi. Museum ini dikenal dengan nama museum Asmaul Husna dan lebih  dikenal dengan nama The Beautiful Names of Allah Exhibition. Terletak di sebelah barat masjid Nabawi sekitar 50 meter dari masjid Nabawi dan terletak di dekat pagar masjid Nabawi yaitu di pintu yang ke 13. Didirikannya museum ini bertujuan agar masarakat yang datang ke masjid Nabawi dapat lebih mendekatkan diri pada Allah dengan nama-nama sebutan Allah yang ada di dalam museum. Pertama kali berdiri hanya ada tulisan dan gambar saja, kemudian ditambahkan panorama. Dan akhirnya ditambah lagi dengan permainan edukatif buat anak-anak.



Museum ini terbagi dalam tiga ruang. Ruang pertama berisi nama-nama Allah kalau kita baca dan renungkan akan membuat kita makin cinta pada Allah. Misal Al Ghofur, Al Afwu, Al Jawwad dan lain sebagainya. Ruang kedua berisi nama-nama Allah jika dihayati dan direnungkan membuat kita merasa takut akan kebesaranNya seperti Al Raqib, Al Qawwi dan lain sebagainya. Dan ruang ketiga berisi  nama-nama Allah yang menunjuk pada keagunganNya seperti  Al Wahid, Al Aziz, Al Aly dan lainnya. Nama-nama Allah atau Asmaul Husna terdapat sebanyak 99 Asmaul Husna.



Setelah melihat nama-nama Asmaul Husna , kita memasuki ruangan  Panorama Display Hall. Layar itu memperlihatkan betapa luasnya alam raya yang diciptakan Allah. Ada video-vidio yang menggambarkan kebesaran Allah. Juga memperlihatkan saat kemurkaan Allah dalam bentuk  bencana dasyat seperti tsunami, banjir badang , gunung meletus. Betapa kebesaran Allah diperlihatkan dalam bentuk gambar dan video. Museum ini ternyata baru dibuka sekitar tahun 2013. Kunjungan ke museum ini akhirnya menjadi kunjungan ziarah Jemaah Indonesia. Kunjungan Jemaah sangat besar , mungkin karena dekat dengan masjid Nabawi.Paling ramai kalau umroh ramadhan dan musim haji. Saat itu waktu aku kesana, juga harus antri terlebih dahulu dengan jemaah yang lainnya. Biasanya bisa dikunjungi dari jam 6-9 pagi atau selepas Asar sampai menjelang magrib. Gambar-gambarnya menarik dan tanpa perlu dijelaskan juga kita sudah bisa mengerti lewat gambar besar yang terlihat di dinding museum. Hanya ruang museum ini terlihat sempit sehingga terpaksa masuk bergiliran agar tak berdesakan di bagian dalamnya. Museum yang menurutkan sangat sederhana sekali tapi kita bisa melihat kebesaran dan keagungan Allah dari ciptaanNya , alam semeta yang begitu luas yang membuktikan bahwa Allah Maha Besar.



Kunjungan yang cukup cepat karena di bagian belakang masih ada yang mengantri lagi untuk masuk ke dalam museum. Allah Maha Besar, alam semesta yang diciptakanNya . Segala Puji hanya untukMu. Pulang menjelang magrib, berwudhu dan masuk ke dalam masjid nan indah, masjid Nabawi untuk sujud pada Allah, betapa kecilnya diriku di hadapanNya


Kamis, 24 Agustus 2017

Merdeka Itu





Saat ini bangsa Indonesia sudah merdeka. Lain dulu saat bangsa Indonesia harus memperjuangkan negara ini dari penjajah. Bahu membahu untuk melepaskan dari belenggu yang selama ini diderita bangsa Indonesia. Kini saat merdeka di usia yang sudah 72 tahun , apakah kemerdekaan ini bisa diisi dengan hal yang postif? Di era digital. Di era yang maju teknolginya ini apa arti kemerdekaan bagi kita, bagi bangsa Indonesia. Juga apa arti kemerdekaan di era digital ini bagi dunia anak-anak. Mengapa dunia anak-anak? Karena mereka adalah generasi penerus yang akan meneruskan hal-hal yang belum dilakukan ke depannya. Banyak yang harus dipikirkan saat kita merdeka sekarang dengan dunia digital yang tak bisa , mau tak mau akan menjadi keseharian kita, bagaimana dengan dunia anak-anak. Bagaimana mereka di era digital ini bisa berkemabng dengan baik dengan menghilangkan sisi negative yang ada di era dunia digital ini.

Merdeka itu bagi anak-anak adalah

Saat anak-anak bisa bermain dengan dunianya tanpa gangguan apapun. Dunia anak adalah dunia bermain. Masih banyak anak yang tak bisa bermain karena kemerdekaan mereka dicabut karena faktor ekonomi. Mereka harus ikut bekerja bersama orang tuanya. Dunia anak terbelenggu dengan terlalu padatnya beban materi pelajaran yang membuat anak hilang waktu bermainnya. Banyak anak yang malas bermain karena sering dibully. Nah, bagaimana kita bias mengkondisikan agar anak-anak bisa bermain dan mengeksplrore hal-hal  baru di luar rumah lewat bermain.



Saat anak-anak bisa belajar dan berkreativitas sepuasnya. Banyak anak yang harus terhenti sekolahnya karena tak ada biaya. Banyak anak yang terkendala fasilitas di sekolahnya untuk bisa belajar sepuasnya. Perlu lagi didorong untuk meningkatkan pendidikan yang merata sampai pelosok agar anak-anak punya kesempatan yang sama untuk belajar sepuasnya. Menfasilitasi anak-anak untuk bisa berkreasi sepuasnya tanpa dibatasi . Biarkan anak berkreasi tanpa dibebani dengan berbagai syarat-syarat yang sulit bagi anak-anak. Biarlah mereka mengembangkan daya imajinasi mereka. Yang perlu dilakukan menfasilitasi anak-anak untuk berkreasi dengan memberikan banyak kegiatan positif.



Saat anak-anak bisa bergembira bersama. Dunia anak-anak yang polos selalu akan banyak tawa dan senyuman. Jangan hilangkan tawa dan senyum dari wajah anak-anak. Bagaimana kita bisa memberikan kegiatan yang membuat mereka bisa bergembira tanpa sadar kalau mereka sebenarnya sedang banyak belajar dari pengalaman hidupnya. Banyak tawa anak hilang karena ekonomi, karena kurangnya perhatian dari orangtuanya. Bersama membuat dunia anak menjadi dunia yang penuh dengan kegembiraan.



Begitulah arti kemerdekaan bagi dunai anak-anak. Jangan sampai di dunai digital ini , banyak hal dunia anak-anak tak bisa menikmati kemauan, tak bisa berkembang karena tak ada fasikitas, karena tak ada perhatian dari orang tua, pemerintah. Kemerdekaan yang sudah diperjuangkan oleh bapak bangsa kita ini perlu diisi dengan segala hal mulai dari dunia anak-anak, karena mereka yang kelak akan meneruskan perjuangan untuk bangsa Indonesia. Mari bersama bergandengan tangan untuk dunia anak-anak agar tak ada lagi anak yang tak bisa menikmati dunia bermain, tak bisa menikmati masa belajar dan berkreasi dan tak bisa tertawa lepas. Dirgahayu Indonesia. Selamatkan dunia anak-anak menjadi dunaia yang semestinya dinikmati oleh mereka

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba Blog Paling Baru #lombablogpalingbaru”

;;