Minggu, 02 Desember 2018
Di Balik Pembuatan Novel Anak Petualangan Trio Kribo
36 komentar Diposting oleh Tira Soekardi di 11.54
Novel anak terbaruku baru terbit. Aku nantinya akan membuat
seri Petualangan Trio Kribo. Kali ini ceritanya tentang Pencurian Benda Kuno di
Museum Keraton. Mau dibuat seri , ini akan membuat aku harus terus bersemangat
untuk menulis. Kali ini dalam tulisan ini aku akan menceritakan bagaimana aku
akhirnya menulis novel ini. Sebetulnya bermula dari kesukaan aku tentang cerita
petualangan. Aku ingat saat masih kecil bacaanku banyak seputar petualangan
anak-anak dalam menyibak suatu misteri atau pencurian. Seperti kisah lima
sekawan. Semua serinya aku punya dan itu sangat berkenan sehingga sampai
sekarangpun aku bisa merasakan kisah mereka begitu. Bermula dari sini, aku jadi
ingin bisa menceritakan kisah petualang seru anak Indonesia dengan latar
belakang alam/budaya/sejarah . Mengapa? Ingin anak-anak Indonesia punya bacaan
yang bermutu tentang petualangan yang menarik . Dan latar belakang yang aku
pilih kali ini adalah keraton Kasepuhan. Tujuan aku agar anak-anak setelah
membaca cerita ini punya keinginan untuk datang sendiri ke keraton untuk bisa
melihat seperti apa keraton itu. Sementara ini kebanyakan anak-anak datang ke
keraton karena ada tugas sejarah dari guru.
Keinginan melihat keraton karena membaca ini lebih bagus karena niat datang
dari diri sendiri. Rasa penasaran akan membawa mereka datang berkunjung dan
membayangkan apa yang terjadi di sini dalam ceritanya.
Selain itu dalam cerita juga banyak dijelaskan tentang banyak
benda dalam museum dan area sekitar museum sehingga mau tak mau bisa jadi
tambahan wawasan bagi anak-anak. Jadi banyak manfaat yang bisa diambil jika
membaca novel anak ini. Untuk memakai latar
belakang keraton mau tak mau aku harus observasi dulu tempatnya. Bukan hanya di
museum nya saja tapi di sekelilingnya, bahkan di area luar keraton. Dan
observasi ini harus benar-benar karena latar belakangnya nyata walau kisahnya
fiktif. Kalau tempat nyata maka harus benar. Jadi membayangkan jalan yang nantinya
untuk pencuri kabur, dimana rumah paman Badrun atau dimana gudang tempat tri
kribo disekap, semuanya harus nyata. Benar-benar detail aku perhatikan sekali.
Jangan sampai tidak sesuai dengan aslinya.
Ceritanya pertemuan tiga anak yang berambut kribo di kelas
baru saat tahun ajaran baru. Karena
kemiripan rambut akhirnya mereka berteman. Nama mereka Dodo, Rika dan Sandi.Mereka
punya sifat yang berbeda tapi mereka bisa kompak. Dari tugas untuk meliput
keraton mereka pergi ke museum. Kebetulan paman Sandi Pak Badrun adalah pengelola
museum sehingga mereka bisa membuat tugas dengan baik. Tapi sayangnya saat
mereka ke sana ada lilin kristal yang hilang, bahkan seminggu kemudian keramik
Cina hilang. Akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk mencari tahu siapa yang
mencuri benda kuno ini. Ada beberapa yang mereka curigai dan ada teman mereka
yang juga suka mengganggu mereka saat mencari pencuri. Dan saat pencurian yang
terakhir mereka melihat pencuri tersebut dan mengejarnya. Mereka tertangkap dan
disekap. Tapi karena keberanian mereka akhirnya mereka bisa lolos dan lari .
Dan akhirnya pencuri tersebut dapat ditangkap.
Pesan moral yang bisa didapat dari cerita ini banyak sekali.Persahabatan , kekompakan dan kerja sama, saling membantu. Dan
mereka selalu melindungi teman yang sering mendapatkan masalah dengan teman lain yang bandel. Rasa hormat mereka sama orang tua dan guru juga patut ditiru dari
cerita ini. Jadi anak-anak yang membaca akan merasakan keseruan petualangan dan bisa mengambil banyak karakter baik dari tokoh utamanya dan
mereka akan menghindar dari tokoh antagonis yang ada dalam cerita. Banyak anak-anak yang suka setelah membaca novel anak ini. Mereka
penasaran dengan petualangan trio kribo dan ada yang
menginginkan untuk cepat dibuat seri petualangan yang lain dari trio kribo.
Sungguh bahagia saat karya kita disukai dan bisa bermanfaat bagi banyak anak-anak. Semoga seri yang lain
segera terwujud.over
Foto-foto di atas adalah sebagian yang membaca novel anakku mulai dari anak-anak, mahasiswa, dosen, pendongeng, penggiat literasi dan guru . Yang mau beli bisa di tokopedia, bukalapak .
ini cover novel Petualangan Trio Kribo
Label: pendidikan
Minggu, 25 November 2018
Hidroponik merupakan salah satu alternatif bertanam yang
sangatlah mudah dan banyak manfaatnya. Secara difinisi hidroponik adalah cara
bertanam tanpa menggunakan media tanah, lebih mengutamakan media air yang sudah
diberi dengan nutrisi. Walau ditanam dengan media air tapi kebutuhan air lebih
sedikit dibanding dengan gunakan media tanah, sehingga cocok untuk daerah yang
kurang pasokan airnya. Hidroponik berasal dari bahasa Yunani. Hidro artinya air
dan ponik artinya budi daya . Tanaman yang biasa ditanam secara hidroponik
seperti sayur-sayuran, buah-buahan dan tanaman hias.
Manfaat menanam secara
hdirponik seperti :
- 1. Hidroponik ini sangat tak tergantung dengan tempat dan waktu. Hal ini karena dapat dikelola dengan manusia dan dengan kondisi yang bisa dikontrol.
- 2. Dapat dilakukan di lahan yang sempit .Bahkan bisa dibuat secara vertikal, atau dibuat di atas kolam ikan.
- 3. Bisa menghemat pemberian pupuk .Hal ini karena pemberian disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.
- 4. Bebas dari hama dan penyakit yang berasal dari tanah
- 5. Tak perlu selalu menyiram tanaman karena medianya sudah air.
Nah, dulu bu Lili sempat datang ke komunitas Circle of Happiness
menerangkan tentang hidroponik dan memberikan contoh bagaimana menanamnya. Kali
ini bu Lilih datang lagi untuk mengajarkan anak-anak untuk praktek menanam
secara hidroponik dengan menggunakan barang bekas yaitu botol plastik.
Bahan yang dibutuhkan /yang dibawa anak-anak
- 1. Botol plastik ukuran 1,5 liter
- 2. Flanel
- 3. Pasir
- 4. Gunting
Cara mengerjakannya :
- 1. Botol plastik dibagi menjadi dua bagian . Bagian yang ada tutupnya dan bagian yang tidak ada tutupnya.
- 2. Tutupnya diberi lubang dan dimasukan kain flanel yang nanti digunakan sebagai sumbu penyerap air.
- 3. Bagian botol yang kedua yang tak ada tutupnya diberi air.
- 4. Dan bagian yang ada tutupnya diletakan di atas botol yang sudah diisi air dalam keadaan terbalik.Yang ada tutupnya dibawah sehingga kain flanelnya tercelup ke dalam air.
- 5. Bagian atas botol yang dibalik tadi diisi dengan tanah dan nutrisi yang dicampur jadi satu bagian.
- 6. Dari bibit tadi ditanam di atas permukaan tanah tadi dengan cara melubangi dan meletakan biji ke dalam lubang tersebut dan tutup dengan tanah.
Begitulah cara menanam secara hidroponik yang dilakukan oleh
anak-anak. Masing-masing akan dibawa pulang dan dipelihara sampai tumbuh dan
berkembang dengan baik. Rata-rata bibit yang ditanam anak-anak pada tumbuh. Dan
karena banyaknya yang tumbuh sehingga sebagian dipisah di botol yang berbeda.
Air akan ditambah kalau sudah menyusut. Agar tumbuh subur mereka isi dengan air
cucian beras yang kaya nutrisi. Dari kegiatan ini anak-anak belajar hidoponik
dan merasakan bagaimana menumbuhkan biji sampai biji tersebut tumbuh. Banyak
manfaat yang bisa diambil oleh anak-anak. Menumbuhkan rasa cinta alam, fokus
pada pemeliharaaan tanaman, kesabaran dalam memelihara tanaman. Dan masih
banyak lagi . Dan tentunya ini semua dilakukan agar anak-anak juga terbimbing
dengan baik soal hidroponik baik teori maupun prakteknya. Tak ada salahnya bisa
mencoba dengan anak-anak . Kegiatan yang seru dan mendekatkan diri anak dengan
orang tuanya.Jangan takut kotor, biarlah anak bereksplor dan bisa membuat pot
cantik untuk hidroponik
Label: pendidikan
Minggu, 18 November 2018
Sudah kenal dengan gunung Lawu di Jawa Timur. Kalau ke
Madium pasti gunung ini terlihat. Di
kaki gunung Lawu ini terdapat telaga yang indah dan dikenal dengan telaga
Sarangan. Wisata dari dulu yang sudah dikenal masarakat Jawa Timur maupun masarkat
di luar Jawa Timur. Dan pada jaman penjajahan ini lokasi favorit bagi bangsa
Belanda. Dikelilingi juga oleh pegunungan Sidoramping yang hijau dan menjulang
tinggi.
Udaranya sejuk karena suhu berkisar antara 18-22 C dengan
ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut. Luas telaga ini hampir 30 ha
dengan kedalamn 28 meter di atas gunung. Hebring kan? Untuk mencapai sana
menempuh jalan yang berkelok-kelok . Tapi akan terbayar saat sudah sampai di
sana. Panorama yang hijau dimana-mana bikin mata jadi teduh.
Fasilitas yang ada di telaga Sarangan cukup banyak untuk
memanjakan wisatawan yang datang. Wisatawan yang ingin lebih lama di sana tentu
butuh penginapan dan hotel Di sana banyak hotel-hotel, vila yang disewakan untuk
para wisatawan. Dan harganya juga sangat terjangkau. Udara yang sejuk juga
difasilitasi untuk berkuda bagi yang suka berkuda. Kuda-kuda yang tak terlalu
tinggi banyak disewakan di sana. Jadi sambil menikmati sejuknya di sana,
berkuda salah satu alternatif untuk menikmatinya. Atau mau yang memacu adrenalin
bisa menyewa speedboat. Tapi beruntung kalau dapat supir spedboatnya
menyenangakn dan mau melayani sesi foto-foto. Kalau gak kita gak bisa dapat
spot cantik yang bertuliskan Telaga Sarangan dari danau. Saat di sana malah
ngebut gak karuan , tapi kalau yang beruntung akan diberhentikan di spot yang
cantik untuk berfoto. Nah, kuliner yang harus dicicipi adalah sate kelinci. Walau
agak gimana gitu makannya, karena membayangkan kelinci yang lucu dan imut itu bakal
disantap. Di sana juga banyak terdapat toko sovenir kali-kali wisatawan mau
membeli oleh-oleh dari sana. Mulai dari kaos, baju, kudapan dan masih banyak
lagi variasinya.
Selain keindahan dari telaga ini telaga ini punya mitos yang sudah ada sejak
jaman dahulu. Katanya telaga ini dibuat oleh Kiyai pasir dan Nyi Pasir. Mereka
berdua berubah menjadi naga raksasa
karena telah memakan telur yang ditemui di lereng gunung. Setelah makan telur
tersebut, keduanya merasakan gatal di sekujur tubuhnya dan berubah menjadi naga
besar Kemudian mereka berdua menggerus tubuhnya ke tanah dan berguling-guling
karena gatalnya sehingga lama kelamaan akhirnyanya akan membentuk cekungan yang
lama kelamaan semakin dalam. Cekungan yang dalam inilah yang akhirnya menjadi
telaga Sarangan. Tapi sebelumnya Kyai Pasir berubah menjadi naga besar dan
ditemukan di hutan saat Nayi Pasir mencarinya. Oleh karena kejadian ini maka
pada setiap jumat pon bulan Ruwah akan diadakan acara larung tumpeng/larung
sesaji sebagai ungkapan rasa syukur masarakat telaga sini. Warga akan
melarungkan sesaji ke tengah danau.
Demikianlah cerita betapa sejuk dan indah alamnya di telaga
ini. Banyak spot cantik untuk tak dilupakan untuk di foto. Apalagi dengan latar
belakang gunung Lawu dan pegunungan nan hijau. Masih ragu untuk ke sini? Boleh
dicoba agar gak penasaran akan alam hijau di sini. Dan minuman hangat di sini
sangat laku karena udara yang dingin. Minuman hangat pengusir hawa dingin.
Label: jalan-jalan
;;
Subscribe to:
Postingan (Atom)


















