Jumat, 15 November 2019
Setiap tahun kegiatan anak-anak di Circle of Happiness salah
satunya berkegiatan di alam bebas. Kali ini berkesempatan melakukannya di hutan
pinus 1001 tangga kecamatan Pasawahan , Kabupaten Kuningan. Untuk ke sana menyewa mobil L 300 yang biasa
beroperasi di daerah Mandirancan. Kegiatan di sana terbagi menjadi tiga bagian.
Bagian outbound, hiking , makan bersama dan acara bebas. Anak-anak itu selalu
suka banget kalau berkegiatan di alam, karena mereka bisa beraktivitas sangat
luas, mulai dari berlarian, main bola dan banyak lagi yang bisa mereka lakukan.
Anak-anak sudah bekumpul di tempat kegiatan jam setengah 8 dan berangkat jam 8.
Sampai di sana , setelah membayar tiket, mencari tempat untuk kegiatan outbound
. ini membutuhkan tempat yang luas karena kegiatannya butuh gerak yang luas.
Setelah mendapatkan tempat, anak-anak dibagi menjadi 3 kelompok yang
didampingin dengan kakak relawan.
Kegiatan outbound
Kegiatan diawali dengan berhitung sambil menggerakan tangan
ke atas dan kaki ke bawah. Pertama tangan kanan, kaki kanan, tangan kiri dan
terakhir kaki kiri. Pertama menghitung 8 kali, kemudian 4 , 2 dan terakhir
satu. Saat menghitung 8,4 dan dua sangatlah mudah tapi saat menghitung satu
dengan menggerakan tangan atau kaki akan mengalami kesulitan. Dan dilanjutkan
dengan mengikuti gerakan sesuai dengan apa yang diucapkan . Bila diucapkan
mundur berarti harus mundur, kalau maju dua kali artinya maju dua kali.
Anak-anak harus konsentrasi dan menjaga kekompakan. Dan sekarang dibalik dengan
lawan katanya, kalau maju , harus mundur. Kalau kiri harus ke kanan dan kalau
kanan harus ke kiri. Ini lebih butuh konsentrasi lagi. apalagi anak-anak selalu
sulit untuk arah kanan dan kiri.
Memindahkan bola dengan cara tiduran
Setiap anak duduk selonjor dan berbaring . Bola diletakan di
tangan anak yang paling depan dan harus dipindahkan ke tangan anak kedua . Sesudah
bola di tangan anak kedua, anak kedua berbaring sambil memberikan ke anak
ketiga . Demikian seterusnya sampai anak yang terakhir. Dan dari anak terakhir
diberikan ke anak di depannya sampai anak terdepan kembali.
Memindahkan bola pingpong dengan menggunakan sendok.
Jadi anak yang terdepan memindahkan bola ke sendok anak yang
ke dua. Demikian seterusnya sampai anak yang terakhir. Kalau jatuh harus
diulang dari awal kembali.
Berlari dalam terowongan.
Anak-anak berdiri dengan kaki dilebarkan, selebar-lebarnya.
Anak yang terdepan masuk di antara dua kaki sampai selesai. Dan berdiri di
paling belakang. Dilanjut dengan anak kedua sampai terakhir.
Memindahkan terigu dengan menggunakan tangan.
Jadi anak pertama mengambil terigu dan diberikan ke anak kedua
lewat kepala , dan seterusnya dan anak yang terakhir memasukan ke dalam baskom
yang ada di belakangnya. Sampai terigu di depan habis.
Memecahkan plastik berisi air.
Anak yaang paling belakang berlari dengan arah zigzag
melewati anak yang lain. Setelah di depan akan memecahkan plastik berisi air.
Hiking ke bukit asamara.
Jadi tempat ini disebut dengan 1001 tangga, karena banyak
anak tangga yang mengarah ke bukit asmara.
Kita menaiki bukit asmara lebih mudah karena banyak anak tangga. Jadi
anak-anak menghitung anak tangga yang mereka lewati. Dan mereka protes karena
tak ada sampai 1001 tangga. Ya, memang disebut demikian karena tangganya yang
banyak bukan jumlahnya. Di atas pemandangan bisa leluasa terlihat. Walau kita
gak sampai puncak karena sudah kecapaian . Tapi di sini sudah banyak gazebo buat
istirahat dan pohon pinus yang terlihat dari atas lebih tampak bagus. Namanya
anak-anak, gak cepat lelah, energinya selalu ada saja.
Makan dan main bersama
Acara selanjutnya. Adalah makan. Banyak anak yang makan
belum dibiasakan untuk dihabiskan. Dan syarat mereka harus habis makannya,
kalau gak habis nasi tak boleh dibuang, tapi dibawa pulang. Ternyata mereka
langsung menghabiskannya. Mungkin kalau dibawa pulang takut diomelin ibunya
karena gak habis makannya. Setelah itu anak-anak bebas bermain apa saja. Anak-anak
bebas berlarian dan main apa saja yang mereka mau. Ada yang memanjat pohon
kersem, adayang main petak umpet, ada yang main ayunan . Pokoknya anak bebas
bermain . Dan waktunya sudah cukup untuk beraktivitas di alam. Pulang dengan
perasaan gembira.Wajah-wajah lelah dan gembira terpancar dari mereka. Dan
hatiku juga turut bahagia melihat kegembiraan mereka. Semoga di tahun mendatang
bisa kembali mengadakan acara di alam seperti ini.
Label: pendidikan
Kamis, 07 November 2019
Waktu akan mencari tempat kegiatan buat anak-anak Circle of
Happiness ternyata terdampar ke tempat wisata Telaga Nilem. Ternyata jalan
menuju ke sana sempit dan turun dan naik. Jadi ada rasa takut sedikit karena
saat itu berkendaraan motor. Tapi kayaknya sih memang enak pakai motor karen
jalannya yang sempit buat simpangan mobil bakal susah. Dan pernah teringat
banyak foto ciamik di telaga Nilem ini bertebaran di instagram . Jadi penasaran
juga. Jadi jalan yang ekstrim tak menyurutkan untuk ke sana. Walau akhirnya
agak kecewa juga.
Telaga Nilem ini berada di kaki gunung Ciremai, tepatnya di
desa Kadeula, kecamatan Pasawahan , Kabupaten Kuningan. Jadi letaknya ini di
perbatasan kapupaten Cirebon dan Majalengka dan Kuningan. Nah, telaga Nilem
sendiri disebut demikian , karena mungkin pada saat ditemukan banyak terdapat
ikan nilam. Akibatnya jadilah nama telaga Nilem.Telaga Nilem ini termasuk ke
dalam kawasan Taman nasional Gunung Ciremai.Telaga ini terbentuk secara alami
akibat letusan gunung Ciremai ratusan tahun yang lalu. Akibatnya muncul mata
air di bawah telaga sehingga terisi dengan air. Sumber air langsung berasal
dari mata air pegunungan. Akibatnya sangat jernih dan dingin sekali airnya.
Terasa ngilu di tulang karena dinginnya air. Kedalaman air mulai dari semata
kaki sampai 3 meteran. Saking jernihnya kita seperti melihat kaca yang
didalamnya terdapat banyak terlihat pakis air yang berwarna hijau, juga
bebatuan akan tampak .Di sini ada beberapa gazebo untuk duduk-duduk. Ada
penjual makanan. Di telaga Nilem ini diijinkan untuk berenang. Makanya banyak
terlihat penyewaan baju renang, ban pelampung dan kacamata renang. Hal ini
karena di telaga Nilem ini bisa snorkling.
Jadi si sana disediakan dua kolam, yang dangkal dan dalam.
Yang dangkal dari 0-2 meter sedang yang dalam dari 0-4 meter. Ikan-ikan yang
ada dalam telaga ini sangat pemalu sehingga saat berenang dia akan sembunyi di
bebatuan yang ada di sana.Ikannya berwarna perak kehitaman dengan ukuran 10-30
cm. Warna hijau yang berasal dari tumbuhan pakis air dan biru dari air yang
jernih akan memadukan warna yang unik. Selain itu pakis air yang ada di dalam
air yang termasuk Java Fern ini juga punya keunikan sendiri. Pakis air ini
mampu menyerap nitrat dari air dan bisa tumbuh dengan karbondioksida yang rendah dan cahaya yang rendah
juga.
Sangat disayangkan keindahan telaga tidak ditunjang dengan
fasilitas di sana. Jalan menuju telaga yang kurang bagus. Coba di sisi jalan
menuju ke telaga kan bisa dibuat taman-taman kecil dan tempat duduk-duduk yang
bagus seperti di tempat wisata lainnya. Tentunya akan lebih bagus. Sarana
bermain untuk anak juga tak ada. Di sana juga ada bungalow yang tampaknya juga
kurang bagus dengan jalan yang seadanya. Sungguh sayang sih. Jadi hanya melihat
telaga alami yang tak ditunjang dengan fasilitas yang memadai dan tak ada buat
tempat selfi yang bagus. Hanya foto di telaga saja yang bikin bagus, di lain
tempat kurang ada spot foto yang bagus lainnya. Mungkin bisa jadi perhatian
bagi pemerintah daerah setempat agar lebih bisa membuat telaga Nilem ini bisa
jadi waisata yang asri dan indah dengan fasilitas yang bagus. Tapi tidak ada salahnya
kalau mau melihat kejernihan telaga Nilem ini, cukup membuat kepala pusing
menjadi segar kembali. Udara yang sejuk membuat kita betah berlama-lama di
sana. Atau mau berenang di air yang dingin bahkan bisa bersnorkling di sana.
Foto di dalam air memang spot yang bagus.
Label: jalan-jalan
Jumat, 01 November 2019
Gambar dari sini
Pekerjaan rumah tangga itu banyak sekali. Coba deh didaftar,
banyak loh pekerjaan rumah tangga. Dan mencuci dan menyetrika adalah pekerjaan
rumah tangga yang rutin dilakukan. Pakaian yang dicuci kelak akan disetrika
agar rapih. Ternyata kedua pekerjaan ini punya kelebihan dan kekurangannya.
Banyak para ibu ada yang suka mencuci dan ada yang suka menyetrika. Kalau
mencuci sih menurutku jaman sekarang mah jarang ibu-ibu yang gak suka,
masalahnya sekarang sudah ada mesin cuci. Mesin cuci satu lubang yang sudah
sangat praktis tinggal pencet satu tombol , pekerjaan mencuci langsung selesai,
tinggal dijemur. Nah, kalau menyetrika ini yang suka bikin malas para ibu.
Apalagi aku yang tinggal di daerah panas.\, berlama-lama di depan meja setrika
membuat keringat mengucur. Dan bagiku menyetrika itu pekerjaan rumah tangga
yang paling malas dilakukan.
Pekerjaan mencuci bagi ibu-ibu jaman sekarang sudah bukan
hal sulit lagi. Ini semua berkat mesin cuci. Mesin cuci sangat membantu ibu-ibu
untuk membersihkan pakaian. Banyak detergen ditawarkan yang katanya bisa bikin
warna gak luntur, ada yang menjamin bakal putih bersih. Padahal kalau dicuci
pakai tangan itu banyak manfaatnya juga loh. Salah satunya olahraga. Karena
melakukan mencuci menggunakan tangan maka bisa sambil olahraga dan bisa loh
membakar kalori tubuh kita. Dan baju juga tak mudah rusak atau kedodoran karena
mesin cuci kan diputar baju-bajunya . Ini bisa sebabkan pakaian cepat rusak dan
kedodoran . Tapi magnet mesin cuci itulah yang membuat aku memutuskan untuk
menggunakan mesin cuci. Lebih praktis walau pakaian akan cepat rusak .Dulu
awalnya menggunakan mesin cuci dua lubang. Nah, sangat membantu tapi masih
tetap berat karena masih harus dibilas.manual. Tapi lama kelamaan usia semakin tua,
ternyata mesin cuci dua lubang ini menjadi berat . Akhirnya membeli mesin cuci
satu lubang. Dimana tinggal atur pengaturan dan tekan tombol start, kita
tinggal tunggu saja. Kalau sudah berbunyi tanda pencucian , pengeringan
sekaligus sudah selesai. Praktis bukan? Itulah sebabnya aku suka dengan acara
mencuci karena sangat praktis dan tak membebani. Apalagi bisa disambi
mengerjakan pekerjaan lainnya .
Pakaian disetrika dengan tujuan agar pakaian terlihat rapih
dan tak kusut. Selain itu panas dari setrika juga bisa membunuh bakteri yang
masih menempel di pakaian. Memudahkan untuk menaruh pakaian di lemari karena
sudah rapi. Apalagi setrika dengan mengunakan pewangi maka pakaian kita akan
menjadi harum. Nah, ada ibu-ibu yang mengelompokan pakaiannya menjadi pakaian
rumah dan pergi. Biasanya kalau yang rumah gak pernah disetrika tapi cukup
dilipat saja. Hanya untuk pakaian pergi barulah disetrika. Ternyata memang
banyak yang seperti itu. Cukup dilipat saja. Tapi tentu ada sayaratnya kalau
pakaian tidak disetrika, yaitu dengan cara saat menjemur jangan ada kerutan
atau pakaian yang melipat. Harus rapih sehingga tidak terbentuk lipatan-lipatan
yang tentunya bikin jelek.
Nah, jaman milenial ini mah pekerjaan mencuci dan setrika
mah jadi sangat mudah. Gak sempet cuci dan setrika, ya tinggal taruh di
laundry. Laundry juga bermacam-macam ada yang kiloan, ada yang satuan. Ada dry
cleaning . Ada yang mau cuci saja atau setrika saja bisa kok. Dan setiap
laundry selalu punya iming-iming yang digunakan agar banyak pelanggan. Ada yang
bisa diantar dan dijemput cuciannya. Ada lagi yang menawarkan parfum yang bisa
digunakan sesuai selera. Dan bisnis laundy sekarang memang sedang booming.
Permintaan untuk mencucikan semakin banyak saja. Dan menurut info yang ada
pelanggannya juga banyak dari ibu rumahtangga yang tak bekerja juga. Jadi
ternyata laundryan ini jadi solusi kalau di rumah repot ya. Nah, bagi kalian
pilih, mencuci, atau menyetrika
Label: lifestyle
Kamis, 24 Oktober 2019
Sudah beberapa kali menuliskan tentang pentingnya mendongeng
buat anak-anak. Juga sudah sering menceritakan bagaimana mengajarkan anak-anak
bisa mendongeng atau membuat drama yang bisa diperagakan di depan teman-temannya.
Dan memang kegiatan ini diulang-ulang agar anak-anak lebih mahir lagi dan bagi
anak yang baru juga belajar hal yang baru. Dengan demikian proses belajar akan
terus berkesinambungan dan akan menghasilkan hasil yang lebih baik daripada
hanya sekali saja. Jadi program belajar mendongeng ini terus digalakan dan terus
dikembangkan agar hasilnya lebih maksimal. Juga karena manfaat yang besar bagi
perkembangan anak-anak.
Alat peraga dongeng berupa boneka sangat membantu sekali.
Nah, bisa pakai boneka yang sudah jadi buatan toko atau boneka buatan sendiri.
Dan untuk membuat sendiri tak perlu menggunakan bahan yang mahal, cukup dengan
bahan yang ada di sekeliling kita dan sangat murah sekali. Mulai dari apa yang
ada di sekitar kita bisa dimanfaatkan. Jadi tak perlu mahal. Nah ini boneka
kertas dari kertas HVS. Jadi untuk membuat boneka ini hal yang perlu disediakan
dan cara membuatnya bisa dibaca di bawah ini.
Bahan yang dibutuhkan
- 1. Kertas hvs ukuran A4
- 2. Gunting
- 3. Lem
- 4. Spidol warna warni
- 5. Alat tulis
Cara membuatnya.
- 1. Kertas hvs dilipat sepertiga bagian dan digunting. Jadi ada sisa sedikit , untuk digunakan buat tangannya.
- 2. Bagian yang sudah digunting di bagian sisi dilem dengan bagian sisi lainnya secara memanjang
- 3. Dan kemudian digelembungkan sehingga tangan bisa masuk ke dalam kertas.
- 4. Kemudian tinggal menggambar kepala, muka dan badan di bagian kertas tersebut
- 5. Dan bajunya bisa dikreasikan sesuai dengan kreasi anak-amak
- 6. Kertas sisa tadi dibagi dua dan dijadikan tangan dan ditempel di sisi badannya
- 7. Jadi sudah.
Mudah bukan?
Nah, setelah anak-anak membuat boneka, ternyata kakak
relawan telah membuatkan cerita untuk dimainkan setiap kelompoknya. Dan
anak-anak belajar memperagakan cerita dengan boneka yang sudah dibuatnya.
Mereka berlatih bersama kakak relawan sampai mereka bisa menceritakan cerita
dengan boneka tangannya.
Akhirnya setiap kelompok mulai maju ke depan dan
menceritakan cerita dengan tokoh-tokoh boneka yang mereka pegang. Mereka harus
hafal dialog . Dialog dipilih yang sederhana yang bisa cepat dihafal. Cerita
dengan tema jangan coret-coret dan jangan membuli. Walau beberapa masih
malu-malu untuk bicara di depan dan ada yang suaranya kecil, tapi tak apa. Ini
proses belajar yang harus dilalui anak-anak . Bila sering dilakukan maka
anak-anak akan terbiasa. Dari kegiatan ini banyak manfaat yang bisa diambil
seperti
- 1. Kreatif. Membuat boneka kertas dengan kreatifitas mereka dari bahan sederhana jadi terlihat bagus
- 2. Percaya diri. Berani tampil di depan membuat anak menjadi percaya diri
- 3. Berani bicara di depan teman-temannya
- 4. Mampu mencerna cerita dan mengambil pesan moral dari ceritanya.
Dari sini anak-anak banyak belajar. Proses belajar yang
terus menerus akan menempa anak-anak akan menjadi lebih berani. Biarlah anak-anak
melewati proses belajar yang terus menerus agar mendapatkan hasil yang
maksimal.
Label: pendidikan
;;
Subscribe to:
Postingan (Atom)