Sabtu, 08 Agustus 2020
Siapa yang tak tahu pak Soekarno atau lebih sering dikenal
dengan nama Bung Karno? Pastinya sudah tahu bukan? Proklamator bangsa
Indonesia. Bung Karno sudah banyak menyumbangkan banyak tenaga maupun pikiran
untuk bangsa Indonesia. Nah, kini makam bung Karno ada di Blitar. Banyak yang
datang untuk berziarah ke makam Bung Karno. Makam ini akhrinya dijadikan tempat
wisata religi dan sejarah. Kalau dulu makam bung Karno ditutup dengan kaca,
sekarang sudah tidak lagi sehingga wisatawan bisa langsung mendekat ke makamnya.
Komplek makam bung Karno ini terletak di Kelurahan
Bendogerit, Kecamatan Sanawetan Kota Blitar, tepatnya di jalan Slamet Riyadi.
Bung Karno dimakamkan dekat makam kedua orangtuanya. Nama orangtuanya adalah Raden
Mas Soekemi Sosrodiharjo dan Ida Ayu Nyoman Rei
. Luas makam ini seluas 1,8 ha. Ketiga makam itu ada di bangunan berbentuk
joglo dan dikombinasikan dengan atap sisik ikan khas Sunda.Bentuk sirip ikan
bersusun tiga. Ini sebagai simbol perjalanan hidup manusia mulai dari alam
purwo atau kandungan , alam madyo atau kehidupan, dan alam wasono atau alam
setelah meninggal. Di bagian ujung atapnya bentuknya lancip. Memiliki arti
kepercayaan pada Tuhan. Dan atapnya ditopang oleh tiang dengan ukuran 1x1
meter. Bangunan khas Jawa yang diberi nama dengan nama Cungkup Astana Mulyo.
Nisan dari makam bung Karno terbuat dari batu pualam yang ada tulisan “Di
sini dimakamkan Bung Karno, Proklamator Kemerdekaan dan Presiden Pertama
Republik Indonesia, Penyambung Lidah Rakyat”.
Sejak tahun 2001, makam ini sudah tak diberi kaca lagi saat
pemerinathan presiden Abdurrahman Wahid.
Dalam komplek makam bung Karno ada tiga bangunan. Bangunan
pertama,satu berupa makam tempat paar peziarah. Ada mesjid di sebelah barat.Mesjidnya bernama R.Soekeni
Sosrodihardjo. Ada bangunan yang luas yang ada maket kawasan makam di sebelah
timurnya juga tempat beristirahat para pengunjung. Dan dikenal dengan nama
bangsal Ida Ayu Njoman Rai. Tempat makam bung Karno ini memang ramai dikunjungi
peziarah juga wisatawan. Selain makam di sini ada bangunan lain yang menarik
yang mendukung wisata, seperti museum, perpustakaan,gazebo dan taman. Dimana di
museum kita bisa tahu banyak certa tentang bung Karno.
Selain itu di sana ada taman yang asri sehingga komplek
makam bung Karno ini menjadi destinasi wisata yang nyaman dengan fasilitas yang
memadai. Jadi tak ada salahnya kalau ke Blitar, jangan lupa untuk mampir ke
makam proklamator bangsa Indonesia. Dari sini kita bisa merenungkan betapa bung
Karno memang wajib kita hormati sebagai anak bangsa yang sudah memberikan dasar
penderi negara. Dengan perjuangannya bangsa Indonesia bisa memerdekakan diri
dari penjajah. Dan kita bisa mengenang jasa-jasa beliau selama ini untuk bangsa
kita. Duduk di dekat pusaranya dan membayangkan bagaimana pengorbanannya untuk
bangsa ini, patut kita acungkan jempol untuk bung Karno. Bapak bangsa
Indonesia. Semoga bung Karno berada di tempat yang damai dan jasa-jasanya akan
selalu dikenang sepanjang masa.
Label: jalan-jalan
Sabtu, 01 Agustus 2020
Ketemu lagi dengan anak-anak yang akan belajar bahasa Inggris. Red, merah, blue, biru ,
green , hijau dan yellow , kuning. Empat warna yang akan dipelajari. Tentu
untuk bisa mengerti arti dan pengucapannya butuh pengulangan yang sering
sehingga bisa tersimpan dalam memori. Beberapa hal yang dilakukan agar semua
kosa kata ini bisa terekam dengan baik di memori otak anak-anak.
Pertama
Anak.anak harus menyebutkan warna yang disuka dari empat
warna tersebut. I like...... anak-anak berdiri berhadap-hadapan. Kalau anak
yang kiri suka dan lawannya tidak suka. Jadi misal anak pertama yang kiri akan
bilang I Like red, yang sebelah kanan akan bilang tidak suka warna tertentu , I
don’t like yellow. Begitu seterusnya sampai anak terakhir. Jadi selain bisa
mengenal warna, anak-anak juga tahu menyebutkan kalau suka atau tak suka.
Kedua
Anak-anak satu-satu maju ke depan. Anak-anak harus menyebut
warna yang disukai dan yang tak disukai. Ini akan memperlancar dari kegiatan
pertama.
Ketiga
Banyak kertas dengan warna berbeda di tempelkan di lantai. Ada
3 warna yang dijejer ke samping dan diurut ke atas sampai sepanjang besar
ruangan. Anak-anak mulai dari awal, warna yang paling bawah. Setiap baris ada
tiga warna. Saat dibilang red, anak harus menginjak kertas warna merah. Dan
saat dibilang hijau anak harus menginjak kertas warna hijau di baris yang
kedua, terus sampai baris yang terakhir. Nanti dilihat ada berapa kesalahannya.
Yang gak ada salahnya diuji lagi sampai ada pemenangnya.
Akhirnya belajar warna selesai , semua anak memahaminya dan
bisa mengingatnya dengan baik. Jadi kreatif dan inovasi dalam model pembelajaran
agar anak-anak semakin mengerti tentang kosa kata dalam bahasa Inggris
Kali ini kegiatan ke dua membuat kurcaci dari kertas dengan
bentuk lingkaran dan persegi panjang. Nah, karena anak-anak sudah sering
belajar bentuk-bentuk permukaan jadi anak-anak sudah mulai bisa membedakan
lingkaran dan persegi panjang. Lingkaran dengan persegi.
Bahan yang dibutuhkan
Kertas persegi panjang dan lingkaran. Ukuran sesuai selera
Lem
Gunting
Spidol warna warni
Cara membuatnya
1 Bagian bawah dari persegi panjang dipotong ke atas kira-kira 5 cm dari kiri sampai kanan
2 Bagian ujung bawah yang tadi dipotong dilengkungkan dengan
pinsil sampai melengkung
3 Bagian lingkaran , bagian ujungnya disatukan sehingga membentuk
segitiga.Itu sebagai topinya
4. Tambah mata , hidung dan mulut
5 Kreasikan sesuai dengan kreatifitas
Jadilah kurcaci yang unik dan penuh dengan hiasan yang
ciamik. Bisa bagian ujung atasnya diberi tali dan bisa digunakan untuk hiasan
gantung. Dari hanya kertas saja bisa membuat hiasan yang ciamik. Jadi jangan
sepelekan kertas ya. Dengan kreatifitas kertas akan menjadi sesuatu yang
menarik.
Label: pendidikan
Sabtu, 25 Juli 2020
Dengan
motor banyak kenangan yang aku lalui bersama pak suami. Ternyata kenangan
dengan motor ini seperti membuka cerita lama mulai perkenalan dan mulai dekat
dengan suami sampai perjuangan awal menikah sampai sekarang. Motor sepertinya
bisa menjadi cerita suka dan duka dalam kehidupan aku dan suami. Seperti
mngulang perjuangan tanpa akhir dari hidupku, Motor bisa membawa kenangan
begitu banyak.
Motor
Honda CB
Aku
dan suami kata anak jaman sekarang cinta lokasi, karena sama-sama kuliah di
tempat yang sama. Dan karena nomor absennya berurutan mau gak mau kalau
praktikum atau pembagian kelompok selalu barengan. Dan mungkin ini yang
akhirnya bisa mendekati aku dan suami. Oh ya dalam proses pendekatan banyak
teman yang gak pernah tahu. Karena aku punya teman yang lain dan suami juga
punya teman main yang lain. Yang tahu hanya teman-teman kos aku saja, karena
malam minggu suka datang. Dan motor suamilah yang sering membawa kita
jalan-jalan. Dan kadang suka mikir dengan jok motornya yang miring ke depan,
apa memang begitu atau modus buat yang digonceng perempuan ya? Dan motor-motoran juga sampai luar kota.
Bogor-Cipanas.
Motor
trail
Saat
selesai kuliah suami langsung bekerja di KUD Sapi perah di Cisantana Kuningan.
Karena medan di sana berat untuk mengobati sapi-sapi yang sakit makanya motor
dinasnya diberi motor trail agar bisa menembus daerah yang sulit sekalipun.
Sepertinya inilah yang berkesan bagi suami. Kenangan bersama trailnya mengobati
sapi-sapi yang sakit atau mau melahirkan.. Dan tak berapa lama aku menyusul ke
sana setelah menikah. Jaman itu aku masih langsing dengan berat badan hanya 40
kg, jadi untuk bisa naik motor trail sangatlah mudah. Untungnya aku ngebayangi gimaan kalau aku mau
lahiran , apa dibawa ke rumah sakitnya harus pakai trail inikah? Ternyata gak,
malah justru pakai truk susu untuk mencapai rumah sakit. Alhamdulilah, bayangin
kalau harus pakai motor trail ini.
Bekjul
Suamiku
akhirnya pindah ke Cirebon setelah diterima menjadi PNS. Dan motor pertama yang
dimiliki disebuat dengan bekjul. Bekjul aitu julukan buat motor bebek tahun
70an yang sudah jelek. Dengan bekjullah kita bisa pergi kemana-mana, Dan
hebatnya ini motor gak pernah bermasalah berat walau sudah jadul. Mulai dari ke
kantor, antar anak-anak sekolah, antar aku praktek sore hari, wah pokoknya
hebat si bekjul ini. Oh iya dan buat aku jalan-jalan sore berdua dengan suami
sambil cari camilan buat anak-anak. Kenangan sama bekjul ini begitu kuat
sekali. Kenangan jaman awal perjuangan hidup. Dan suamiku termasuk yang pintar
merawat motor, makanya walau motor kuno tapi mesinnaya masih bagus dan
penampilannya juga cemerlang.
Honda
Win
Akhirnya
suami dapat motor dinas. Jadilah untuk ke kantor memakai hodan win ini. Kalau
naik motor ini anak bungsu di depan, anak sulungku di belakang bersama diriku.
Itu lagi anak-aank masih ekcil. Seiringan anak tumbuh tentaunya sudah tak bisa
lagi naik motor berempat. Akhirnya karena sudah ada motor dinas dan agar tempat
bisa leluasa, akhirnya dengan berat hati bekjul yang sudah menemani perjuangan
hidup berpindah tangan ke orang lain. Dan oarng lain itu adalah teman yang
memang apik sehingga bekjul ada di tangan yang tepat agar tetap bisa dirawat
dengan baik.
Motor
Yamaha MX
Tentu
motor dinas tidak bisa dipakai sebebas kita mau. Makanya setelah itu beberapa
kali suamiku ganti motor. Juga sekalian membeli motor anak yang sudah duduk di
bangku SMA. Sampai akhirnya suami beli motor baru. Saat itu Yamaha baru
mengeluarkan seri terbarunya, Yamaha MX. Tapi ternyata baru digunakan selama 2
minggu suamiku mengalami kecelakaan motor dan harus dipasang pen di paha dan
betis kaki kirinya. Butuh waktu 6 bulan sampai bisa berjalan normal lagi. Perjuangan berat agar bisa
sembuh dengan operasi yang penuh dengan drama. Dan saat itu tak pernah naik
motor lagi, karena aku melarangnya. Dan dipakailan mobil untuk berpergian.
Motor
Vario.
Setelah
sekian tahun , kurang lebih 8 tahun gak naik motor, ternyata suamiku diam-diam
suka naik motor temannya. Pertama kali memperlihatkan dia naik motor lagi saat
mobilnya dipakai teman untuk antar tamu dari Jakarta, dan saumi pakai motor
temannya untuk pulang ke rumah. Wah, aku kaget sekali. Dan saat itu aku
membolehkannya naik motor dengan peringatan untuk hati-hati. Karean diijinkan ,
eh tanpa bilang-bilang sore hari sudah
ada motor vario datang. Sudah dibeli dan gak bisa protes. Coba kalau tanya dulu
mungkin bakal protes. Tapi akhirnya aku jadi suka motor-motoran lagi sore-sore
buat jalan-jalan. Eh, karena kesenanangan aku mengijinkan dia naik motor lagi.
Makanya digantilah dengan motor terbaru Vario . Hadeuh
Membuat
motor trail
Saat
pernikahan yang ke 30 tahun. Tiba-tiba saja suamiku membawa trail warna biru
dengan tulisan nama aku dan suami dan tanggal di badan motornya. Ternyata dia
menyuruh temannya yang biasa suka memodifikasi buat balapan motor, untuk membuatkannya
motor trail. Dan aku cuma bisa bengong saja melihat trail ini sudah sampai
depan ruamh. Dan kebayang gak, aku bisa naik gak? Secara sekaarng aku bukan yang
dulu bobot hanya 40 kg, kini sudah naik 16 kg. Bagaiaman aku bisa naik trail
secara mengangakat badan beratt gini apa bisa?
Begitulah
pengalaman aku bersama motor-motor yang pernah aku dan suami miliki. Semua
punya cerita masing-masing. Yang jelas kini aku akan membiarkan suamiku mengurus
trailnya dengan baik. Dia akan duduk manis di depan motornay dan selalu membersihkan
sampai kinclong. Dan itulah kesenangan suami. Ya, gak apa, biar dia bisa menyalurkan
hobinya.
Label: lifestyle
Sabtu, 18 Juli 2020
Akhir tahun lalu, baru saja jalan-jalan ke kota tua di
Jakarta. Dulu sudah pernah ke sini saat aku masih kecil, saat anak-anakku masih
kecil dan saat anak-anakku sudah beranjak dewasa. Kenapa mampir ke sini.
Alasannya mau banyak menjajal jalur KRL.
KRL sekarang lebih nyaman dibanding waktu dulu. Jadinya mau menjajal KRL,
salah satunya yang menuju satsiun Kota. Nah, daripada hanya naik KRL saja maka
mampirlah ke kota tua ini. Kebetulan aku dan suami sudah menginap di hotel di
BSD bersama anak sulungku yang memang kos di BSD. Dan anakku yang bungsu baru
mau ke Jakarta. Jadi dari BSD naik KRL dari Rawa Buntu ke Statsiun Tanah Abang
dilanjutkan sampai ke statsiun Jatinegara. Di sana kami menunggu kedatangan
anak bungsuku. Ternyata mengalami kelambatan soalnya ada gangguan di daerah
Kerawang. Akhirnya datang juga dan kami melanjukan naik KRL menuju statsiun
kota. Kalau menurutku karena KRL ini melintas di kota ya, jaalannya agak pelan
dibanding dengan KRL yang lainnya.
Jaman tahun 1526 Fatahilah diutus oleh raja Demak untuk
menyerang pelabuhan Sunda Kelapa. Akhirnya bisa direbut dari kerajaan Pajajaran
dan diubah namanya menjadi Jayakarta. Tahun 1620 VOC membangun kota Batavia
setelah mengancurkan Sunda Kelapa dibawah kepemimpinan JP Coen. Kemudian tahun
1635 dibangunlah kota Batavia sampai ke tepi barat sungai Ciliwung. Semua
rancangan bermodelkan gaya Eropa dan terdiri dari beberapa blok yang dipisahkan
oleh kanal. Dan akhirnya digunakan sebagai pusat pemerinathan Hindia Timur.
Tahun 1942 saat Jepang masuk nama Batavia diganti menjadi Jakarta sampai
sekarang. Dan akhirnya daerah ini , kota tua dijadikan situs warisan agar bisa
dilindungi oleh negara.
Saat ke sana, sungguh banyak terganggu dengan banyaknya
pedagang yang bejaulan di tepi jalan yang sangat tak terkoodinir. Akibatnya mau
jalan saja susah banget harus melewati penjual makanan. Belum lagi pembeli yang
makan dengan duduk-duduk di sekeliling pedagang. Sangat tak tertib sekali,
semrawut. Kenapa gak ditata yang baik sehingga tak menghalangi jalan wisatawan.
Ada pecel yang aku suka dan ngiler lihatnya tapi gak mungkin kan makan di jalan
seperti itu. Sangat menggangu yang lain. Aparat yang aku lihat ya hanya diam
saja melihatnya. Kesan kumuh jadi sangat kentara. Barulah sampai kawasana kota
tua dengan bangunan yang tinggi yang merupakan ciri kahas bangunan peninggalan
Belanda. Mungkin saat itu lagi libur sekolah, jadi di tengah sangat penuh
dengan orang-orang yang memang ingin bersantai. Bangunan-bangunan di sana sudah
ada yang mengalami beberapa perombakan.Ada beberapa museum di sana , seperti
museum Fatahillah. Dulunya sebagai balai kota saat pemerintahan VOC. Museum
bank Indonesia dulunay adalah rumah sakit Binnen Hospital yang kemudian
dialihfungsikan menjadi sebuah bank De Javasche Bank. Dan saat kemerdekaan
menjadi bank sentral Indonesia atau BI. Tahun 1962Bank Indonesia dipindahakn
dan bangunan ini akhirnya menjadi museum Bank Indonesia. Museum wayang dulunya
adalah sebuah gereja De Oude Hollandsche Kerk. Nah, bangunan ini agak hancur karena
adanya gempa. Akhirnya di atas reruntuhan gereja itulah dibangun museum
wayang.
Banyak sih yang bsia dilakukan di sana. Tapi berhubung
banyak orang memang jadi agak terganggu. Aktivitas yang bisa dilakukan , naik
sepeda onthel. Nah, karena banyak orang jadi agak sulit . atau bisa mengunjungi
banyak museum di sana dengan melihat kemegahan gedungnya. Bisa juga jalan-jalan
keliling daerah kota tua dengan melihat bangunan kuno yang masih ada di sana.
Mau foto? Juga bisa . Banyak spot foto unik di sana. Mau foto dengan baju-baju
kolosal juga bisa , mau foto dengan baju none-none Belanda juga bisa. Dan kalau
lelah banyak resto atau kafe di sana untuk bisa bersanati sejenak. Dan toko
oleh-oleh juga bisa dikunjungi untuk membeli sovenir khas Jakarta.
Sebetulnay aku memang suka banget dengan arsitektur terutama
bangunan kuno. Selalu menarik. Dan kota tua banyak bangunan kuno yang bagus
untuk dilihat. Nah, hanya sayangnya PKL yang smerawut itu membuat wisatawan gak
nyaman. Belum lagi sampahnya. Jadi mau wisata, tapi yang dilihat banyak sampah
berserakan. Kadang suka gemes lihatnya. Tentu aku sebagai pengunjung maunya sih
ke sana itu ada rasa nyaman, bisa menikmati suasana jaman dulu dengan enak.
Sayang seribu sayang.
Label: jalan-jalan
;;
Subscribe to:
Postingan (Atom)



















