Minggu, 22 Oktober 2023

Glotak Camilan Khas Tegal

 

Gambar dari sini

Jadi saat bertamu ke keluarga di Tegal disuguhi camilan yang namanya glotak dalam wadah cangkir. Tampilannya terlihat hitam. Katanya bisa terbuat dari gembus /ampas kedelai dengan kaldu dari tulang ayam atau sapi. Unik ya camilan kok terbuat dari tulang ayam atau sapi. Saat dimakan dan dikunyah, teksturnya lembut dengan rasa gurih. Menurutku sih ini cocoknya dimakan pakai nasi bukan sebagai camilan. Entahlah. Secara garis besar sih bukan rasa yang gak enak tapi masih bisa dirasakan oleh lidah ini.

 

Memang glotak rasanya kurang populer dibanding tahu tegal yang sama-sama camilan. Jadi glotak ini adalah camilan yang menggunakan bahan utamanya adalah gembus atau ampas kedelai yang dimasak dengan bumbu pedas dan kaldu dari tulang ayam atau tulang sapi. Kombinasi rempah-rempah dan bumbu memberikan cita rasa pedas dan rempah yang sangat khas. Nah, kenapa disebut dengan glotak karena saat memasak dan mengaduk dalam panci yang berisi tulang ayam atau sapi berbunyi glotak glotak . Akhirnya makanan itu diberi nama glotak.

 

Bagaimana menikmati glotak ini? Glotak ini dimakan bersama kerupuk khas Tegal yang warna warni. Di Tegal sendiri banyak dijual di pasar tradisional dan pinggir jalan. Ternyata benar adanya glotak ini bisa digunakan sebagai sarapan atau makan malam. Malah ada orang menyampurkan glotak ke dalam bubur . Nah, ternyata benar kataku glotak memang lebih enak makan pakai nasi bukan dimakan sebagai camilan. Penasaran kan? Lah aku sendiri baru pertama kali merasakan glotak ini. Kali pertama cukup suka dengan rasanya tapi itu tadi sepertinya cocok dengan nasi sebagai lauk.

 

Bagi yang penasaran bisa coba resep di bawah ini , siapa tahu bisa mengobati rasa penasarannya

Alat dan bahanya

  • 2 papan Dage/bongkrek/gembus dikukus
  • 500 gr Balungan/tulang ayam
  • 150 gr cabe hijau belah 2
  • 10 buah cabe rawit merah utuh
  • 1 batang gula jawa
  • 1 sdm gula pasir
  • Kaldu bubuk

Bumbu halus

  • 1 sdm ketumbar
  • 1 glondong bawang putih (7 smp 8siung)
  • 6 siung bawang merah
  • 3-4 butir kemiri
  • 1 ruas jahe
  • 10 buah cabe merah kriting kukus/rebus

 

Bumbu cemplung

  • 5 lembar daun salam
  • 5 lembar daun jeruk
  • 4 batang sereh memakan
  • 1 ruas laos memarkan

 

Pelengkap

  • Krupuk bebas(mi,rambak,bakso,kocai)saya krupuk mi

 

Cara membuatnya

  • Cuci bersih tulang ayam,,kemudian rebus tambahkan garam.rebus hingga lunak.. Saring tiriskan Kukus bongkrek/gembus bersama dengan cabe merah Setelah gembus di kukus lumatkan(uleg hingga halus)

 

  • Haluskan bumbu halus (saya blender biar cepat) Setelah halus tumis bumbu halus hingga harum kemudian masukan semua bumbu cemplung,,setelah layu tambahkan gula garam dan gula jawa..

 

  • Masukan bongkrek/gembus aduk rata kemudian tambahkan tulang yg sudah direbus..aduk rata masukan air dan cabe rawit beserta cabe hijau... Masak hingga air menyuaut dan bumbu meresap.setelah menyusut matikan kompor dan siap disajikan

 

  • Sajikan petis/glotak didalam mangkok saji...sajikan bersama dengan krupuk. Sajikan selagi hangat..

 

Nah, siap mencoba?  Kalau masih penasaran juga jangan lupa kalau ke Tegal bukan hanya makan sate tegal atau sauto tegal tapi glotak patut dicoba juga.

Minggu, 08 Oktober 2023

Sejarah Panjang Museum Pos

 


Oh ya kalau ingat pos, jadi ingat jaman kecil . Jaman dulu kantor pos sangat ramai . Ada yang kirim uang , kirim surat , menjual perangko, materai dan kartu pos. Pokoknya suasananya sangat ramai dan selalu sibuk. Sejak ada surat elektronik keberadaan pos menjadi sangat berkurang. Orang sudah jarang berkirim surat , uang lagi. Jadi sekaarng lebih ke pengiriman barang dan pembayaran . Anak-anak sekarang tentunya kurang tahu keberadaan pos jaman itu. Mereka tahunya ya surat elektronik. Nah, makanya kali ini jalan-jalan sama Usep pergi ke museum pos di kota Bandung. Ternyata diriku yang lahir dan tinggal di Bandung belum pernah sama sekali ke museum pos. Nah, dengan jalan-jalan kali bisa mengedukasi anak-anak tentang kantor pos.

 


 


Museum pos ini terletak di jalan Cilaki nomer 37  dan sudah ada sejak jaman kolonial Belandan tepatnya tahun 1933. Dulunya bangunan ini dikenal dengan sebutan Pos Telegrap dan Telepon atau PTT. Saat perpindahan kekausaan dari Belanda ke Jepang , museum dan beserta isinya sangat tak terurus dan saat kemerdekaanpun masih belum diurus dengan baik. Kemudian tahun 1980 perum Giro dan Pos mengambil inisiatif untuk memperbaiki dan tahun 1983 museum ini diberi nama museum Pos dan Giro. Tahun 1995 museum akhirnya diubah menjadi museum Pos Indonsesia.

 


Koleksi dari museum ini berupa koleksi perangko dari negara sendiri dan negaar-negara di dunia. Juga terdapat ruangan yang berisi surat emas, suart dari berbagai raja, surat dari beberapa negara.  Dari suart emas ini kita jadi tahu bagaimana komunikasi para raja saat itu. Juga terdapat aneka timbangan , aneka alat transportasi untuk mengantarkan surat dari satu kota ke kota lainnya . Atau ke beberapoa negara di belahan dunia lainnya. Jadi di dalam museum ini ada tiga koleksi utamanya

 


Koleksi sejarah

Sejarah tentang perkembangan pos dari tahun ke tahun

Koleksi filateli

Koleksi perangko dengan koleksi sebanyak131 juta keping perangko baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Koleksi peralatan dan sarana penunjang

Ada 200 koleksi sarana penunjang yang berkaitan dengan aktivitas di kantor pos, seperti alat cetak perangko, timbangan surat berharga, alat transportasi untuk mengantarkan surat.

 


 


Selain itu juga ada sarana lain agar yang datang nyaman dan mendapatkan wawasan baru tentang pos yaitu disediakan tour guide yang bisa menerangkan isi dari museum ini. Sejauh ini menyenangkan berada di dalam museum ini. Kenapa? Karena suasananya terang benderang sehingga semua koleksi perangko jelas dan saat mau difoto atau dividiokan akan terlihat jelas tidak remang-remang. Akibatnya suasananya menyenangkan dan tidak membuat takut karena suasannya terang. Jadi bagi yang datang ke Bandung  bisa bawa anak-anak untuk datang ke sini sehingga mereka tahu ada pos sebelumnya dengan segala hal yang yang berhubungan dengan pos.

Minggu, 24 September 2023

 


Kali ini anak-anak Circle of Happiness belajar metamorfosis kupu-kupu. Kupu-kupu mengalami banyak perubahan dalam siklus hidupnya. Inilah yang akan dipelajari anak-anak. Anak-anak akan membuat alat peraga per kelompok tentang metamorfosis kupu-kupu dalam bentuk 3 dimensi memggunakan kertas dus bekas dan kertas HVS. Dari kegiatan ini banyak hal yang akan didapat anak-anak . Apa saja? Dan apa itu metamorfosisi , mari kita simak penjelasan di bawah ini.

 


Kupu-Kupu adalah jenis serangga yang cantik karena sayapnya punya pola yang bagus dan warna warni. Tapi untuk menjadi kupu-kupu dia harus melewati proses panjang. Proses panjang itulah yang dikenal dengan metamorfosis kupu-kupu. Mtamorfosis itu dibagi menjadi dua yaitu metamorfosis sempurna yaitu perubahan bentuk dari bentuk satu ke bentuk yang lain secara berurutan mulai dari telur, larva, kepompong sampai dewasa. Seperti kupu-kupu, lalat dan nyamuk. Sedangkan metamorfosis tak sempurna adalah perubahan bentuk yang tak berurutan atau berbeda bentuk.. Seperti belalang, kecoa.

Untuk kupu-kupu kali ini yang dipelajari anak-anak mengikuti tahap-tahap berikut

 


 

Telur

Kupu-kupu akan meletakan telurnya di tangkai atau daun pohon yang dia hinggapi. Telurnya diletakan terusun rapih.Ukuran telur dan jumlah telur tergantung jenis kupu-kupunya tak sama.

Larva/ulat

Telur kupu-kupu ini akan menetas menjadi ulat. Ulat ini akan memakan secara aktif agar pertumbuhannya pesat. Selagi menjadi ulat akan terjadi molting atau pengelupasan kulit sebanyak 4-5 kali. Tujuannya agar terhindar dari pemangsa

Pupa/ kepompong.

Lalu ulat menjadi kepompong dimana akan menjalani fase istirahat . Ini dilakukan selama 1-2 minggu dengan warna pupa berubah-ubah agar tidak dimangsa.

Imago/kupu-kupu

Lama kelamaan cangkang kepompong melonggar dan berisi udara yang akan mendesak kupu-kupu keluar dari kepompongnya.

Inilah tahapan yang harus dilalui kupu-kupu agar bisa bertahan hidup di alam.

 


 


Nah, anak-anak dibagi kelompok dan membuat alat peraganya

Bahan yang digunakan

Dus bekas

Kertas hvs

Gunting

Spidol warna warni/pinsil warna/krayon

Lem

Cara membuatnya

Dus diukur sesuai keinginan . Ada dua bagian yang ditempelkan sehingga dus tersebut dapat dibedirikan.

 Anak-anak berbagi tugas membuat gambar bunga, kupu-kupu, larva, daun, bunga dan lain-lain.

Kalau sudah ditempelkan di bagian dus yang permukaannya sudah ditutupi dengan kertas hvs

Alat peraga siap digunakan.

 


 


Sesudahnya setiap anak akan menerangkan proses metamorfosis satu persatu dengan membawa alat peraganya. Anak-anak diundi siapa dulu yang maju ke depan sehingga gak ada yang protes siapa dulu yang maju. Anak-anak akan menerangkan dengan cara mereka sendiri di depan. Nah, apa manfaat kegiatan kali ini adalah

  • 1.      Kemampuan bekerja sama. Saat membuat alat peraga mereka harus kerja sama agar alat peraga bisa terbentuk
  • 2.      Kemampuan motorik halus. Menggunting, mewarnai, melem akan meningkatkan kemampuan motorik halus mereka
  • 3.      Meningkatkan kemampuan mengingat. Saat presentasi anak-anak harus mengingat apa yang dia ketahui tentang metamorfosis.
  • 4.      Meningkatkan percaya diri saat bicara di depan
  • 5.      Mendapatkan ilmu tentang metamorfosis kupu-kupu.

 

Demikianlah kegiatan kali ini yang banyak manfaatnya bagi pembentukan karakter anak. Semoga ini bisa menjadi contoh bagi orangtua ataupun guru untuk bisa melakukan hal yang sama agar anak-anak mumpuni dalam segala hal.

 

 

;;